
Bandung Barat, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama SMA Negeri 2 Padalarang dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kabupaten Bandung Barat membangun lingkungan riset di tingkat sekolah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membimbing siswa menyusun penelitian dan mengembangkan karya ilmiah yang berkualitas serta kompetitif.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru Kimia dalam Membimbing Penelitian Siswa Menuju Karya Ilmiah yang Berkualitas dan Kompetitif” tersebut berlangsung di SMA Negeri 2 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan melibatkan ratusan siswa dan guru dari berbagai SMA di Kabupaten Bandung Barat dengan pemateri dari Program Studi Kimia FPMIPA UPI.
Ketua Program Studi Kimia FPMIPA UPI, Prof. Dr. Heli Siti Halimatul Munawaroh, M.Si., Ph.D., mengatakan peningkatan kompetensi guru diperlukan agar peran guru tidak hanya berlangsung dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mencakup pendampingan siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan penelitian.
“Kami berharap dari kegiatan ini tercipta juga lingkungan riset yang dibangun tidak hanya di perguruan tinggi tetapi juga di tingkat sekolah,” ujar Heli.
Menurut Heli, kemampuan yang perlu dikembangkan guru berkaitan dengan kompetensi abad ke-21, terutama dalam mendampingi siswa berpikir kritis, melihat berbagai fenomena, memecahkan masalah, melakukan penelitian, hingga menyusun hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah.
Pembina MGMP Kimia Kabupaten Bandung Barat, Dedi Suwanda, M.Pd., mengatakan salah satu tantangan dalam penelitian di sekolah adalah kemampuan guru dan siswa mengenali persoalan di sekitar mereka sebagai bahan penelitian.
“Bagaimana guru itu mau meneliti sekecil apa pun masalah yang ada di kelas. Nah, itu penting. Sebab penelitian kelas itulah yang jadi penelitian yang berkelanjutan guru itu sebetulnya,” kata Dedi.
Menurut Dedi, kegiatan tersebut membantu guru melihat bahwa persoalan yang terjadi di kelas maupun lingkungan sekolah dapat dikembangkan menjadi topik penelitian. Ia berharap kesempatan mengikuti kompetisi penelitian juga semakin terbuka sehingga lebih banyak siswa dapat terlibat tanpa terkendala jarak melalui penyelenggaraan kompetisi secara daring.

Kepala SMA Negeri 2 Padalarang, Kicky Uceu Wardani, S.Si., M.Pd., mengatakan sekolah telah menjalankan kegiatan penelitian siswa dan saat ini terdapat lima kelompok yang tengah melakukan penelitian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyiapkan regenerasi siswa agar program penelitian dapat berlanjut pada tahun berikutnya.
Kicky menyebut motivasi guru dan siswa menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan kegiatan penelitian. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting untuk memberikan pengalaman sekaligus memperlihatkan kepada siswa bahwa penelitian dapat menghasilkan manfaat untuk pengembangan diri dan masa depan mereka.
Program Studi Kimia FPMIPA UPI juga menyiapkan tindak lanjut setelah kegiatan tatap muka. Pendampingan akan dilakukan secara terstruktur agar kompetensi yang diperoleh guru dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam membimbing penelitian siswa.
Melalui kegiatan tersebut, UPI, sekolah, dan MGMP Kimia Kabupaten Bandung Barat membuka ruang kolaborasi yang tidak berhenti pada penyampaian materi. Pendampingan lanjutan diharapkan dapat membantu semakin banyak guru dan siswa mengembangkan penelitian dari berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan sekolah. (RK/DN)

