Wonoharjo, UPI

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menggelar program kemitraan pendidikan di wilayah Wonoharjo pada 20–22 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tenaga pendidik ini diikuti oleh 60 peserta dari SDN Wonoharjo 1, SDN Wonoharjo 3, SDN Wonoharjo 4, dan SDN Wonoharjo 5.

Program pendampingan yang didampingi oleh Dr. Kusman Rukmana, S.Pd., M.Pd. ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui skema pelatihan berbasis kemitraan, perguruan tinggi hadir memberikan solusi konkret untuk merespons dinamika serta tantangan pembelajaran di tingkat dasar.

Pelaksanaan PKM ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan bentuk komitmen akademisi UPI Kampus Sumedang dalam merespons dinamika dan tantangan pendidikan di tingkat dasar. Melalui skema pemberdayaan dan pelatihan berbasis kemitraan, perguruan tinggi hadir membawa solusi konkret yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Program ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan aplikatif peserta, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi sekolah mitra agar solusi yang ditawarkan dapat diimplementasikan secara tepat sasaran di dalam ruang kelas.

Kesiapan dan profesionalisme panitia menjadi kunci utama dalam menyukseskan agenda besar ini. Sejak tahap persiapan, tim PKM telah menyusun berbagai kebutuhan teknis dan administrasi secara matang, mulai dari identitas visual berupa spanduk kegiatan berukuran 3×1meter hingga fasilitas penunjang peserta. Sebagai bentuk apresiasi dan sarana pembelajaran, panitia memfasilitasi seluruh peserta dengan seminar kit lengkap yang berisi buku catatan, pulpen, botol minum, serta goodie bag. Kehadiran perangkat penunjang ini diharapkan dapat mendukung kenyamanan peserta dalam menyerap setiap materi yang disampaikan selama pelatihan berlangsung. Selama tiga hari pelaksanaan yang dimulai dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif dari lima narasumber berpengalaman. Agar seluruh materi tersampaikan secara optimal dan terarah, rangkaian acara dipandu secara tertib oleh pembawa acara serta didampingi oleh tim fasilitator. Untuk mengukur efektivitas dan penyerapan materi pelatihan secara objektif, panitia juga menerapkan sistem evaluasi terstruktur menggunakan Google Form. Evaluasi ini diawali dengan pre-test di awal kegiatan untuk memetakan pemahaman awal peserta, dan diakhiri dengan post-test pada akhir sesi guna melihat sejauh mana peningkatan kompetensi yang berhasil dicapai.

Kehadiran program ini pun mendapat respons yang sangat positif dari pihak sekolah mitra. Salah satu perwakilan guru mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingan yang diberikan oleh tim akademisi. “Kegiatan PKM dari UPI Kampus Sumedang ini sangat bermanfaat bagi kami para guru di daerah. Materi yang disampaikan tidak hanya memperluas wawasan teori, tetapi juga memberikan solusi praktis dan inovasi baru yang bisa langsung kami terapkan dalam proses belajar-mengajar di kelas,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Tak hanya fokus pada pengayaan materi di dalam kelas, seluruh dinamika dan momen penting selama kegiatan diliput secara kreatif melalui dokumentasi visual berkonsep sinematik. Dokumentasi berupa foto dan video ini dirancang tidak hanya sebagai rekam jejak kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban publik yang secara transparan mencantumkan nomor kontrak resmi, identitas tim PKM, serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Sebagai penutup dari rangkaian sinergi ini, panitia menyerahkan penghargaan resmi dan sertifikat kepada para peserta, pemateri, moderator, fasilitator, serta pihak sekolah mitra sebagai bukti komitmen dan partisipasi aktif mereka.

Kegiatan PKM diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi peserta, kegiatan ini dapat memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kegiatan pendidikan. Bagi sekolah sebagai mitra, kegiatan ini diharapkan dapat membantu memperoleh alternatif solusi, wawasan, maupun inovasi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Sementara bagi perguruan tinggi, kegiatan PKM menjadi sarana untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan sekolah sehingga terbentuk kemitraan yang berkelanjutan, tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pengembangan inovasi pembelajaran. Dengan dukungan Dr. Kusman Rukmana, S.Pd., M.Pd., tim PKM, panitia, pemateri, fasilitator, serta pihak SDN Wonoharjo 1, 3, 4, dan 5, kegiatan ini diharapkan dapat terlaksana secara tertib, efektif, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah dasar. (Dr. Kusman Rukmana, S.Pd., M.Pd.)