Bandung, UPI

Tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kampus UPI Bandung, Kamis (7/8/2026). Kegiatan ini bertujuan melatih guru-guru Bahasa Prancis se-Jawa Barat dalam menyusun bahan ajar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dipimpin oleh Ariessa Racmadhany, M.Pd., bersama anggota tim Yadi Mulyadi, M.Pd., Iis Sopiawati, M.Pd., serta didampingi dosen magang dan mahasiswa, pelatihan ini mengusung tema “Inovasi Pembelajaran Bahasa Prancis Era 5.0: Optimalisasi Web Berbasis AI Sebagai Asisten Virtual Guru Dalam Pembuatan Bahan Ajar”.

Pelatihan ini digagas berdasarkan analisis kondisi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Prancis dan Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI) Wilayah Jawa Barat. Mayoritas guru dinilai masih mengandalkan sumber belajar konvensional sehingga membutuhkan waktu 4 hingga 6 jam per minggu hanya untuk menyusun bahan ajar, serta kesulitan merancang simulasi percakapan otentik sesuai standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).

Sebanyak 15 guru Bahasa Prancis tingkat SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Jawa Barat menghadiri kegiatan ini. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan platform NotebookLM sebagai asisten virtual guru serta teknik pembuatan dokumen audio berbantuan AI.

Ketua tim PkM, Ariessa Racmadhany, berharap pelatihan ini dapat memberdayakan guru dalam memanfaat teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi penyusunan materi hingga 50 persen.

“Semoga kegiatan ini mampu menghasilkan bahan ajar yang interaktif, adaptif, serta dapat direkam secara digital,” ujar Ariessa.

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Prancis Jawa Barat, Ganjar Rahman, S.Pd., mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap program penyegaran pengembangan bahan ajar semacam ini dapat rutin diselenggarakan setiap tahun. Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi UPI dalam menghadirkan solusi konkret bagi tantangan pembelajaran di lapangan. (DN)