Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., melakukan monitoring mahasiswa Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (PROBIDIK) di SMKN 1 Majalengka, Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program kolaborasi UPI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi.

Monitoring dilaksanakan di SMKN 1 Majalengka, Jalan Tonjong-Pinangraja No. 55, Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada 2 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Didi melihat secara langsung pelaksanaan tugas mahasiswa sekaligus berdialog dengan pihak sekolah mengenai kebutuhan dan kontribusi mahasiswa UPI.

Sebanyak enam mahasiswa UPI mengikuti program di SMKN 1 Majalengka. Mereka berasal dari sejumlah bidang keilmuan, di antaranya Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) serta Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).

Mahasiswa PGPAUD turut membantu kegiatan bimbingan konseling dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari guru di sekolah agar dapat menjalankan tugas sesuai kebutuhan dan kondisi pembelajaran.

Prof. Didi mengatakan, keberadaan mahasiswa melalui PROBIDIK memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus berkontribusi dalam proses pendidikan di sekolah.

“Yang dari PG PAUD ini, mereka membantu untuk bimbingan konseling, kemudian juga mengajar Bahasa Indonesia. Mereka ditawari, mereka menyanggupi, dan mereka menyatakan siap membantu asal diberikan bimbingan,” ujar Prof. Didi.

Kehadiran mahasiswa UPI juga mendapat apresiasi dari pihak SMKN 1 Majalengka. Sekolah tersebut menghadapi kebutuhan tenaga pendidik seiring jumlah rombongan belajar yang terus bertambah. Sebagai sekolah yang menerima siswa dari berbagai daerah, kebutuhan guru dengan bidang keahlian yang sesuai menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program.

Menurut Prof. Didi, enam mahasiswa yang saat ini ditempatkan masih merupakan bagian dari kebutuhan sekolah. Penambahan jumlah mahasiswa pada periode berikutnya dengan bidang keahlian yang sesuai diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi sekolah.

“Kalau nanti tahun depan, semester depan, mereka bisa dapat misalnya enam sampai dengan sepuluh, tapi dengan bidang yang tepat mungkin mereka akan sangat-sangat terbantu,” katanya.

Program PROBIDIK sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mengajar dan memahami kebutuhan pendidikan secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi tenaga pendidik yang adaptif dan profesional dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan, termasuk pendidikan vokasi.

Prof. Didi juga berpesan kepada mahasiswa peserta PROBIDIK untuk terus belajar, menjaga nama baik almamater, dan memberikan kontribusi terbaik selama berada di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari perwujudan semangat UPI Berdampak melalui kontribusi nyata mahasiswa di satuan pendidikan. (RK)