Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dalam bidang riset, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi Rektor UPI dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, 1 Agustus 2026.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membahas sejumlah peluang kolaborasi antara UPI dan Kementan. Salah satunya terkait rencana menghadirkan Menteri Pertanian dalam berbagai kegiatan di lingkungan UPI.

“Pertemuan itu sebetulnya kita ingin berdiskusi pertama barangkali nanti suatu saat Pak Menteri bisa berkunjung ke UPI. Dalam kesempatan apa pun, apakah dalam kesempatan Dies Natalis, MOKAKU atau Wisuda atau kesempatan yang lainnya,” ujar Prof. Didi.

Selain itu, pembahasan diarahkan pada kemungkinan pemanfaatan lahan UPI yang tersedia untuk mendukung kegiatan riset mahasiswa. Lahan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang penelitian, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi lahan produktif apabila UPI memiliki lahan yang lebih luas.

Prof. Didi menyebut sejumlah komoditas seperti karet, kopi, dan kakao dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan. Pemanfaatan lahan tersebut dapat dilakukan melalui kemitraan dengan masyarakat sehingga memiliki manfaat akademik sekaligus ekonomi.

Dalam skema yang dibahas, masyarakat dapat terlibat dalam penggarapan lahan, sementara UPI menyediakan lahan yang dimiliki. Hasil dari tanaman produktif kemudian dapat dimanfaatkan melalui pola pembagian hasil yang disepakati bersama.

Menurut Prof. Didi, Kementan juga memiliki program penyediaan bibit tertentu yang dapat diberikan kepada masyarakat. Skema tersebut membuka peluang bagi UPI untuk mengembangkan pemanfaatan lahan secara produktif apabila ketersediaan lahan yang lebih luas dapat diwujudkan.

Penjajakan kerja sama tidak hanya mencakup pemanfaatan lahan. Dalam audiensi tersebut juga dibahas peluang kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat berbasis agroteknologi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan penyuluhan pertanian.

Prof. Didi mengatakan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi perlu memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan Kementan diharapkan dapat mempertemukan potensi akademik UPI dengan kebutuhan pembangunan pertanian.

Pertemuan tersebut dihadiri Prof. Didi bersama sejumlah pihak, termasuk salah seorang alumni UPI, dan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementan RI Dr. Ir. Suwandi, M.Si. Audiensi ini menjadi tahap awal penjajakan sebelum peluang kerja sama antara kedua institusi dikembangkan lebih lanjut. (RK)