Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapat amanah dari pemerintah untuk melaksanakan pelatihan bagi 140 lulusan SMA dan SMK sebagai bagian dari upaya penguatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja yang dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri yang dilaksanakan di Auditorium Lt. 7 Gedung Pascasarjana UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (9/9/2026)

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, M.A., menjelaskan bahwa program tersebut mencakup pelatihan housekeeping yang dilengkapi dengan pembelajaran bahasa Inggris serta sertifikasi kompetensi. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang dan bahasa Korea.

“ Mereka akan dilatih di kita selama dua bulan dengan berbagai keahlian yang nanti ditunjukkan dengan sertifikasi kompetensi,” ujar Prof. Didi.

Menurutnya, pelatihan tersebut diarahkan agar para peserta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diharapkan dapat memperoleh kesempatan untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Korea, Jepang, maupun negara lain yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai.

Prof. Didi menegaskan bahwa fokus UPI dalam program ini adalah memberikan penguatan keterampilan peserta. Sementara untuk proses pemberangkatan ke negara tujuan, UPI akan bekerja sama dengan pihak yang memiliki kewenangan, baik melalui UPI sendiri, BP3MI, maupun lembaga lain yang berwenang.

“Jadi kita lebih fokus kepada penguatan skill-nya,” jelasnya.

Program pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan angkatan sebelumnya. Jika pada angkatan pertama jumlah peserta lebih sedikit, pada pelaksanaan kali ini jumlah peserta meningkat menjadi 140 orang dengan jumlah jam pelatihan yang relatif sama. Menurut Prof. Didi, peningkatan jumlah peserta tersebut menunjukkan adanya kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan UPI dalam melaksanakan program pelatihan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Migrant Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Didin Samsudin, M.Pd., menjelaskan bahwa pembekalan kepada peserta dilaksanakan secara komprehensif sesuai dengan arahan kementerian. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan yang berkaitan dengan bidang keahlian, tetapi juga dipersiapkan melalui penguatan kemampuan bahasa dan keterampilan teknis.

“Sesuai dengan arahan dari kementerian, mereka semua dilatih dari sisi teori keilmuan di bidangnya, baik bahasa Jepang, Korea maupun Bahasa Inggris. Juga skill housekeeping dan mereka semuanya harus mengikuti sertifikasi bahasa, juga harus sertifikasi skill-nya,” ujar Dr. Didin Samsudin.

Menurutnya, sertifikasi menjadi bagian penting dalam memastikan kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja di luar negeri. Salah satu contohnya adalah sertifikasi keterampilan housekeeping yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

Migrant Center UPI juga mendorong perubahan orientasi program dari sekadar peningkatan kapasitas menuju proses yang lebih terintegrasi hingga job matching dan keberangkatan peserta ke luar negeri.

Dr. Didin menjelaskan bahwa program sebelumnya, khususnya pada akhir 2025, masih berfokus pada peningkatan kapasitas. Namun, pada tahun ini terdapat penekanan agar proses tersebut dapat dilanjutkan menuju tahap penempatan.

“Sebenarnya diharapkan juga sampai ada job matching-nya dan keberangkatannya,” ungkapnya.

Karena itu, Migrant Center UPI dituntut tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga membangun kemitraan dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam proses pemberangkatan pekerja migran ke luar negeri.

“Ini menunjukkan kepercayaan pemerintah kepada UPI, kita dulu dianggap bisa menjalankan programnya dengan sangat-sangat baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rektor UPI, Prof. Didi berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara serius dan menjalankan seluruh kurikulum yang telah diarahkan. Dengan demikian, setelah menyelesaikan program, peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

“Harapannya para peserta yang 140 ini bisa mengikuti kegiatan dengan baik, belajar dengan sungguh-sungguh, mengikuti semua kurikulum yang diarahkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut diharapkan dapat membuat peserta memperoleh keterampilan dan kompetensi yang cukup selama mengikuti pelatihan di UPI, sehingga tidak perlu lagi mencari pelatihan tambahan di tempat lain sebelum memenuhi persyaratan untuk bekerja.

“Cukup di UPI mereka bisa mendapatkannya dan nanti memenuhi syarat untuk bekerja di tempat yang tadi disebutkan,” pungkas Prof. Didi. (RI/RK/DN)