Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membangun ekosistem penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui Program SMK Go Global Batch I Tahun 2026. Ekosistem tersebut mengintegrasikan pelatihan keterampilan teknis, penguasaan bahasa dan budaya asing, sertifikasi kompetensi, serta pembekalan karakter untuk mempersiapkan lulusan SMK bekerja di luar negeri secara profesional, legal, dan terlindungi.

Program hasil kerja sama UPI Migrant Center dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat tersebut resmi dibuka oleh Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., di Auditorium Lantai 7 Gedung Pascasarjana Baru UPI, Rabu (9/9/2026). Pembukaan dihadiri unsur pimpinan UPI, BP3MI Jawa Barat, Pendidikan Vokasi Garuda UPI, UPI Migrant Center, para pengajar dan instruktur, serta peserta pelatihan.

Kepala UPI Migrant Center, Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM., CIT., melaporkan bahwa terdapat 140 peserta lulusan dari berbagai SMA dan SMK yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat dan luar Jawa Barat, dengan tiga bidang pelatihan, yaitu bahasa Jepang dan sertifikasi untuk 20 peserta, bahasa Korea dan sertifikasi untuk 37 peserta, serta housekeeping, bahasa Inggris, dan sertifikasi untuk 74 peserta.

Setiap bidang diklat memiliki beban 500 jam pelajaran (JP). Peserta juga mendapatkan pembekalan Global Citizenship Education (GCED), kewarganegaraan, cinta tanah air dan bela negara sebanyak 15 JP, serta materi disiplin, olahraga, dan kebugaran sebanyak 10 JP. Pelatihan melibatkan dosen dari sejumlah program studi UPI, mahasiswa S2, alumni, instruktur profesional, serta mitra seperti Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (LSP BNSP), Balai Bahasa UPI, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dan P3MI.

Sementara itu, Rektor UPI menyebutkan bahwa program tersebut menandai perubahan cara pandang terhadap lulusan SMK. Mereka tidak semata-mata dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal, tetapi diarahkan menjadi talenta yang mampu berkompetisi di pasar kerja internasional.

“Lulusan SMK Indonesia adalah talenta hebat yang siap bersaing di tingkat internasional. Mereka bukan lagi dikirim sebagai tenaga kerja tidak terampil, melainkan hadir sebagai skilled workers, tenaga kerja profesional, terampil, bersertifikasi, dan bermartabat.”

Untuk mencapai tujuan tersebut, UPI melalui ekosistem Pendidikan Vokasi Garuda (PVG) UPI dan UPI Migrant Center mengintegrasikan keterampilan teknis dengan kemampuan bahasa serta pemahaman budaya asing. Kolaborasi dengan BP3MI Jawa Barat juga diarahkan untuk memastikan peserta berada dalam jalur migrasi kerja yang aman dan legal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017.

Prof. Didi juga menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada pelatihan. UPI turut mendampingi peserta dalam tahap persiapan, selama pelatihan, hingga memperoleh informasi lowongan dan penempatan kerja di luar negeri.

Bagi peserta, program pelatihan tersebut menjadi persiapan konkret untuk mencapai tujuan bekerja di luar negeri. Bella, salah seorang peserta bidang housekeeping dan bahasa Inggris, mengatakan dirinya terutama mempersiapkan kondisi fisik karena pelatihan berlangsung secara intensif.

“Yang saya persiapkan terutama adalah kesehatan fisik karena memang sudah dihimbau dari awal bahwa kegiatan ini akan dipadatkan untuk jam belajarnya,” ujar Bella.

Bella menargetkan dapat bekerja di Turki sebagai tenaga housekeeping. Karena itu, ia memfokuskan pembelajaran pada keterampilan housekeeping dan bahasa Inggris selama mengikuti program.

Prof. Didi berharap para peserta menjadikan pelatihan sebagai proses untuk menempa fisik, mental, keahlian, dan karakter sebelum memasuki dunia kerja global. Ia juga berpesan agar pengalaman bekerja di luar negeri kelak dapat dibawa kembali untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. (RI/RK/DN)