Sumedang, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyiapkan 376 mahasiswa peserta Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk terjun ke masyarakat dengan program yang disusun berdasarkan kebutuhan wilayah sasaran dan bidang keilmuan masing-masing.

Persiapan tersebut dilakukan melalui Sosialisasi dan Pendampingan P2MB Kampus Berdampak “Sauyunan” yang diselenggarakan UPI melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Jumat (11/9/2026), di Kampus UPI di Sumedang. Kegiatan diikuti Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa peserta P2MB.

Kegiatan di Sumedang merupakan rangkaian lanjutan dari sosialisasi yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Kamis (10/9/2026), di Auditorium DPPM UPI. Dalam rangkaian tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis dan materi yang berkaitan dengan pelaksanaan program di masyarakat.

Kepala Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan, Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., M.H., menjelaskan bahwa P2MB dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di kampus secara langsung di masyarakat.

“Di desa itu sebagai laboratorium dari mahasiswa dalam mengimplementasikan keinginan yang sudah diperoleh di dunia kampus sehingga akan berdampak,” ujar Sandey.

Menurut Sandey, salah satu karakteristik pelaksanaan P2MB kali ini adalah program didasarkan pada analisis kebutuhan yang dilakukan oleh program studi. Kebutuhan masyarakat kemudian disesuaikan dengan kompetensi dan bidang keilmuan mahasiswa yang diterjunkan ke wilayah tersebut.

Pendekatan tersebut membuat mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang bersifat seragam, tetapi terlebih dahulu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan kemudian diterapkan untuk membantu menjawab persoalan sesuai konteks wilayah.

Dalam sosialisasi di Kampus UPI Sumedang, materi yang diberikan meliputi Kiat dan Praktik Menulis Berita di Media Massa oleh Dr. Angga Hadiapurwa, S.Pd., M.I.Kom.; Pembekalan Teknis Mahasiswa P2MB Kampus Berdampak: Dari Identifikasi Masalah hingga Intervensi Program P2MB oleh Dr. Sandey Tantra Paramitha; Literasi Dasar, Fondasi Pembelajaran Bermakna oleh Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E.; serta Social Campaign oleh Dr. Agung Eko Budi Waspada, M.Sn.

Direktur UPI Kampus Sumedang, Dr. Indra Safari, M.Pd., mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih siap ketika melaksanakan program di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antaranggota kelompok selama menjalankan tugas di masyarakat.

Selain kesiapan teknis, Indra mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik pribadi, keluarga, dan UPI selama berada di wilayah penempatan. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat juga dapat menjadi bekal mahasiswa dalam membangun kemampuan komunikasi dan jejaring.

Sebanyak 376 mahasiswa tersebut akan ditempatkan dalam 35 kelompok di 26 desa yang tersebar pada tiga kabupaten dan tujuh kecamatan. Pelaksanaan P2MB diarahkan menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan kampus dan persoalan nyata masyarakat.

Ke depan, Indra berharap kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat semakin memperkuat kolaborasi lintas program studi, sehingga mahasiswa dengan latar belakang keilmuan berbeda dapat bekerja bersama dalam menghasilkan kontribusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (RK/Angga)