
Jakarta, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi dalam membangun kemitraan strategis dan pengembangan sumber daya manusia. UPI sukses menerima Penghargaan Niaga Werdhitama kategori Academic and Professional Partner dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, didampingi Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Djatmiko Bris Witjaksono, pada Selasa, 2 September 2026.
Penganugerahan ini dilaksanakan bersamaan dengan Peluncuran Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University (Trade CorpU) Kementerian Perdagangan. Selain UPI, penghargaan serupa turut diberikan kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Woosong University, Korea Selatan.
Penghargaan Niaga Werdhitama mencerminkan konsistensi kemitraan antara UPI dan Kementerian Perdagangan yang melibatkan berbagai fakultas dan program studi. Kapasitas multidisiplin UPI dikerahkan secara optimal, mulai dari bidang desain dan industri kreatif, metrologi dan sains, ekonomi dan bisnis, teknologi dan rekayasa, pendidikan, hingga pengembangan SDM.
Salah satu kontribusi nyata yang telah berjalan diwujudkan oleh Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), khususnya Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Kompetensi tersebut diaplikasikan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan kualitas kemasan, identitas visual, branding, hingga strategi promosi produk.
Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Perdagangan melalui instrumen Klinik Desain, guna memastikan produk lokal memiliki nilai tambah dan berdaya saing tinggi di pasar domestik maupun ekspor.
Kemitraan strategis ini kian diperluas sejak November 2025 dengan melibatkan sejumlah unit akademik lain di lingkungan UPI, seperti FPMIPA, FPTI, FPEB, FIP, FPSD, serta UPI Kampus Tasikmalaya. Melalui FPMIPA mengambil peran dalam bidang metrologi guna mendukung standardisasi, akurasi pengukuran, dan kualitas produk. FPEB memperkuat kapasitas UMKM dan SDM perdagangan dari perspektif ekonomi, bisnis, serta kewirausahaan. FPTI menghadirkan dimensi teknologi dan rekayasa, sementara FIP berkontribusi dalam pengembangan kurikulum serta sistem pembelajaran SDM perdagangan.
Sinergi ini membuktikan peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan formal, melainkan bertindak sebagai knowledge partner pemerintah melalui riset, inovasi desain, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.
Bagi UPI, penghargaan ini menjadi momentum sekaligus amanah untuk terus menghadirkan program yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata dalam mendukung peningkatan daya saing perdagangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Divisi Kemitraan Nasional – Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional)

