Taiwan, UPI

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri (PKM-LN) Program Studi Pendidikan IPS FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan program Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taichung City, Taiwan, Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang bertempat di Sekretariat PCINU Taiwan Ranting Taichung ini merupakan bentuk kolaborasi UPI dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei serta Komunitas Pekerja Migran Indonesia Taichung Peduli (PMITP).

Program kepakaran kebangsaan ini diketuai oleh Prof. Dr. Yadi Ruyadi, S.H., M.Si., dengan anggota Dr. Supriyono, M.Pd., Dadi Mulyadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., dan Lia Yulindaria, S.P., S.Pd., M.Pd. Tim akademisi ini turut didampingi oleh unsur dosen Ilmu Hukum, mahasiswa S3 Pendidikan Umum dan Karakter, serta mahasiswa UPI yang tengah menempuh studi di Taiwan, Nabillah Fairuz Ryadi, S.Pd., M.A.

Pelatihan diikuti oleh 30 PMI dari berbagai daerah asal di Indonesia, seperti Banten, Indramayu, Subang, Cilacap, dan Kalimantan. Program ini digagas untuk merespons kondisi PMI di sektor domestik maupun manufaktur yang rentan terpapar isu intoleransi, ujaran kebencian, hingga ideologi transnasional di media sosial akibat keterbatasan akses edukasi kebangsaan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test literasi Pancasila, dilanjutkan pemaparan materi bertajuk “Indonesia dan Pancasila dalam Hatiku” oleh Prof. Yadi Ruyadi. Penyampaian materi diperdalam melalui metode case-based ideological learning, di mana peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk mendiskusikan serta mempresentasikan studi kasus seputar dinamika kehidupan PMI di Taiwan.

“PMI bukan hanya pekerja yang berjuang untuk keluarga, tetapi juga duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di Taiwan. Oleh karena itu, Pancasila tidak cukup dihafal, tetapi perlu dihayati dan diamalkan dalam bekerja, bergaul, menghormati hukum setempat, serta bijak menggunakan media sosial,” tegas Prof. Yadi Ruyadi dalam sambutannya.

Sebagai wujud keberlanjutan program pengabdian yang telah dirintis sejak 2024 ini, tim PKM-LN UPI juga menyerahkan Modul PIP Taiwan 2026 yang dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh KDEI dan komunitas pekerja migran di masa depan.

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, menyambut positif inisiatif pembinaan karakter kebangsaan ini. Pihaknya mengapresiasi sinergi akademisi dalam menjaga ikatan emosional serta nasionalisme para pekerja di perantauan.

“Pembinaan kebangsaan sangat dibutuhkan agar PMI tetap memiliki ikatan yang kuat dengan tanah air, bijak dalam menyaring informasi di media sosial, serta senantiasa menjaga nama baik Indonesia dengan bekerja secara jujur dan disiplin,” ungkap Arif Sulistiyo.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PMITP, Husin Sahrul Fausi. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi yang efektif untuk merekatkan persatuan antar-PMI di tengah keberagaman asal daerah.

Puncak acara ditandai dengan pengisian “pohon komitmen”, pelaksanaan post-test, hingga pembacaan Deklarasi PMI Relawan Kebajikan Pancasila yang dipimpin oleh Ketua PMITP dan diikuti oleh seluruh peserta. Hasil evaluasi melalui post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pemikiran ideologis dan literasi kebangsaan peserta secara signifikan seusai mengikuti seluruh rangkaian lokakarya. (DN)