
Bandung, UPI
Pusat Unggulan Ipteks (PUI) TVET Research Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi 2026 melalui pembentukan Klub Sains Eco Culinary di SMK Negeri 9 Bandung, Jalan Soekarno-Hatta No. 10, Kota Bandung, pada 1 Oktober 2026.
Program yang diketuai oleh Dr. Yulia Rahmawati, M.Si. bersama tim peneliti yaitu Prof. Fitri Khoerunnisa, Ph.D., Dr. Lilis Widaningsih, M.T., Dr. Asep Maosul, M.Pd., Muktiarni, M.Pd., dan Wiwi Widanengsih, M.Pd. ini bertujuan mengenalkan pembelajaran sains berbasis riset dengan memanfaatkan limbah sisa praktik memasak, seperti kulit buah dan sayur, menjadi produk eco-enzyme bernilai guna.
Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan sains dengan permasalahan lingkungan di sekitar siswa. Melalui Klub Sains Eco Culinary, siswa diajak memanfaatkan limbah praktek memasak yaitu kulit buah dan sayur melalui proses fermentasi untuk menghasilkan Eco-enzyme. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan potensi pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan program dan penyusunan rancangan aktivitas pembelajaran oleh tim PUI TVET Research Center UPI. Rancangan tersebut mencakup tahapan sosialisasi, pembentukan kelompok siswa, praktik pembuatan eco-enzyme, pengamatan berkala, pencatatan hasil eksperimen menggunakan logbook, hingga rencana pengujian laboratorium di Laboratorium Prodi Pendidikan Kimia FPMIPA UPI.
Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diberikan materi mengenai konsep fermentasi dan mikroorganisme,tetapi diarahkan untuk melakukan praktek langsung pembuatan eco-enzym melalui proses penelitian sederhana dengan cara melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi selama fermentasi. Parameter yang diamati antara lain pH, warna, bau, suhu, dan pembentukan gas. Data hasil pengamatan kemudian dicatat secara berkala dalam logbook.
Tahap sosialisasi kepada SMK Negeri 9 Bandung dilakukan untuk memperkenalkan tujuan, sasaran, serta rangkaian kegiatan Klub Sains Eco Culinary. Dalam pertemuan tersebut, tim UPI menjelaskan konsep eco-enzyme, proses fermentasi limbah pangan, mekanisme pengamatan, serta rencana pengujian hasil eksperimen. Pihak sekolah menyambut baik program tersebut karena dinilai relevan dengan penguatan literasi lingkungan dan pembelajaran berbasis riset di pendidikan vokasi.

Setelah sosialisasi, tim peneliti UPI dan pihak SMK Negeri 9 Bandung melakukan koordinasi teknis untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan. Pembahasan mencakup waktu dan tempat kegiatan, sarana dan prasarana, pembentukan kelompok kerja, serta mekanisme pendampingan siswa selama proses fermentasi. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan eksperimen dan pengamatan yang berlangsung selama proses fermentasi.
Pada tahap pelaksanaan, siswa bekerja dalam kelompok dan melakukan eksperimen pengolahan limbah kulit buah atau sayur menjadi eco-enzyme. Setiap kelompok siswa bertanggung jawab terhadap proses eksperimen dan pencatatan perkembangan hasilnya. Pendekatan kelompok dirancang agar siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran sains sekaligus memperoleh pengalaman melakukan penelitian secara langsung.
Pendampingan Observasi dan Eksperimen
Tahapan program kemudian dilanjutkan melalui worshop pendampingan Observasi dan Eksperimen Eco-Enzyme pada 1 Oktober 2026 di SMK Negeri 9 Bandung, yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta No. 10, Jatisari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat 40286.
Pada kegiatan pendampingan tersebut, setiap kelompok siswa mempresentasikan perkembangan eksperimen Eco-Enzyme yang telah dilakukan. Siswa menyampaikan data hasil pengamatan, perubahan yang terjadi selama proses fermentasi, serta perkembangan eksperimen berdasarkan data yang telah dicatat dalam logbook.
Tim pendamping selanjutnya memberikan pembekalan mengenai penggunaan TDS & EC Pen Meter Water sebagai salah satu instrumen pengukuran dalam kegiatan eksperimen. Siswa diperkenalkan pada cara penggunaan alat dan diarahkan untuk melakukan pengukuran secara rutin terhadap Eco-enzyme yang sedang difermentasi.
Hasil pengukuran tersebut selanjutnya dicatat oleh masing-masing kelompok. Pencatatan data secara berkala bertujuan agar siswa dapat memantau perubahan selama proses eksperimen dan memiliki data yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan hasil fermentasi.
Kegiatan pendampingan ini memperkuat pendekatan pembelajaran berbasis riset yang menjadi bagian utama Klub Sains Eco Culinary. Siswa tidak hanya belajar mengenai pengolahan limbah pangan, tetapi juga terlibat dalam tahapan eksperimen, observasi, pengukuran, pencatatan data, analisis, dan presentasi hasil.

Melalui rangkaian Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi 2026, UPI melalui PUI TVET Research Center berupaya mendekatkan pengalaman riset dengan pembelajaran di pendidikan vokasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir ilmiah siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah pangan dan lingkungan.
Program akan terus dilanjutkan melalui pengamatan perkembangan Eco-enzyme dan tahapan evaluasi hasil eksperimen. Data yang diperoleh siswa selama proses tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman penelitian yang sistematis dan kontekstual bagi peserta Klub Sains Eco Culinary. (DN)

