Bandung, UPI

Program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang disiapkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dirancang berlangsung dalam beberapa tahap hingga Maret 2027. Program ini menempatkan kesehatan perempuan sebagai salah satu perhatian utama, sekaligus membuka kesempatan bagi keluarga dan mitra masyarakat untuk berpartisipasi sesuai ketentuan medis yang berlaku.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai. Ia secara khusus menyoroti kontribusi pegawai perempuan yang menjalankan tanggung jawab profesional sekaligus peran dalam keluarga dan kehidupan sosial.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Vaksinasi HPV di Auditorium Gedung Pascasarjana Baru Lantai 7, Kampus UPI Bumi Siliwangi, Bandung, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari bidang obstetri dan ginekologi, pelaksana vaksinasi nasional, serta industri farmasi.

Tri Indri berharap penjelasan para narasumber dapat memberikan informasi yang jelas, objektif, dan bermanfaat bagi peserta. Edukasi tersebut menjadi penting agar masyarakat memahami kaitan infeksi HPV dengan kanker serviks serta mengetahui langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

UPI menargetkan lebih dari 1.000 peserta dalam program vaksinasi yang dijadwalkan berlangsung bertahap. Vaksinasi pertama direncanakan pada 22 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan pada Desember 2026 dan Maret 2027. Peserta diharapkan dapat memperhatikan jadwal lanjutan sesuai rangkaian vaksinasi yang ditetapkan.

Jangkauan program juga diharapkan melampaui lingkungan kerja universitas. Sivitas akademika UPI diajak mengikutsertakan keluarga dan mitra dari masyarakat sekitar, termasuk anak-anak dan orang dewasa yang memenuhi ketentuan medis. Mitra yang diharapkan terlibat antara lain masyarakat di sekitar kampus, unsur kelurahan, puskesmas, serta keluarga pegawai.

Menurut Tri Indri, keberlanjutan keikutsertaan peserta dalam setiap tahap menjadi hal penting. Karena itu, sosialisasi tidak hanya dimaksudkan untuk menyampaikan informasi awal, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengikuti rangkaian vaksinasi sesuai jadwal.

Melalui program bertahap ini, UPI berharap kesadaran mengenai pencegahan HPV semakin meluas. Perhatian terhadap kesehatan perempuan tetap menjadi salah satu fokus, dengan pelibatan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat edukasi kesehatan. (RK/RI)