
Bandung, UPI
Laut Banda yang membentang luas bukan halangan bagi Bunda Charlota, Bunda Hetna, dan Bunda Rachel. Tiga “mama-mama” pendidik asal Maluku ini rela menempuh perjalanan laut berhari-hari demi menuntaskan impian: memindahkan tali toga secara langsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Ketiganya merupakan lulusan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Program Studi PGPAUD UPI. Demi menghadiri prosesi wisuda yang dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, mereka memilih kapal laut sebagai satu-satunya opsi transportasi yang paling memungkinkan. Berdasarkan perkiraan perjalanan, kapal yang membawa mereka dijadwalkan sandar dan tiba di Bandung hanya sehari sebelum hari bahagia itu tiba.
Dalam sekeping foto yang dikirimkan dari atas kapal, tak berbayang raut lelah di wajah mereka. Berteman ombak samudra, ketiganya duduk berdampingan di dek kapal, berbagi bekal makanan dan minuman ringan sambil melempar senyum hangat ke arah kamera. Gelak tawa dan kebersamaan di atas gelombang laut menjadi penawar ampuh atas panjangnya perjalanan.
Bagi pendidik dari wilayah kepulauan seperti Maluku, menyeberangi pulau menuju Pulau Jawa bukan perkara sepele. Selain jarak yang terbentang jauh, beban biaya perjalanan yang membengkak kerap menjadi benteng tebal. Ketiga mama ini paham betul, tidak semua rekan seangkatan beruntung bisa menginjakkan kaki di Bandung karena keterbatasan ekonomi.
“Kami ingin sekali bisa wisuda di Universitas Pendidikan Indonesia yang kami cita-citakan sejak dulu,” ujar mereka penuh keharuan.
Sebagai pendidik anak usia dini yang telah bertahun-tahun mengabdi di tanah Maluku, kesempatan meraih gelar sarjana lewat jalur RPL adalah bentuk pengakuan atas dedikasi panjang mereka. Gelar tersebut bukan sekadar selembar kertas, melainkan bukti perjuangan ganda mereka sebagai guru, ibu, sekaligus pembelajar sepanjang hayat.
Kini, samudra perlahan telah mereka seberangi. Keluarga besar UPI pun tengah bersiap menyambut kehadiran Bunda Charlota, Bunda Hetna, dan Bunda Rachel di Bumi Siliwangi. Selamat berlayar, Mama-Mama hebat, selamat datang di almamater tercinta!. (Asep Deni Gustiana)

