
Bandung, UPI
Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mendorong penguatan budaya riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi melalui program Wicara Dewan Guru Besar. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah bedah paten, sebuah program yang memberikan ruang bagi para guru besar untuk berbagi pengetahuan dan memperkenalkan hasil riset yang telah memperoleh perlindungan kekayaan intelektual yang dilaksanakan di Gedung Roeslan Abdulgani, Ruang Auditorium Pascasarjana Lt. 7 Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Senin (26/10/2026).
Ketua Dewan Guru Besar UPI, Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum., menjelaskan bahwa program bedah paten merupakan pengembangan dari kegiatan bedah buku yang selama ini menjadi bagian dari agenda Wicara DGB. Jika sebelumnya kegiatan berfokus pada karya tulis dan buku yang dihasilkan para guru besar, kini DGB UPI memperluas cakupannya dengan mengangkat hasil penelitian yang telah memperoleh paten maupun paten sederhana.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan karya inovatif para guru besar sekaligus mendorong dosen dan akademisi lainnya agar semakin produktif dalam menghasilkan penelitian berkualitas. Dalam kegiatan tersebut, dua guru besar yang ditampilkan adalah Prof. Hamidie Ronald dan Prof. Munir, yang masing-masing memiliki karya dengan hak paten.
Prof. Dadang Sunendar menegaskan bahwa hasil penelitian tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah semata. Penelitian yang berkualitas perlu didorong hingga memperoleh perlindungan paten dan, apabila memungkinkan, dikembangkan lebih lanjut melalui proses hilirisasi agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ini memotivasi dan mengajak teman-teman guru besar yang lain atau para dosen lain untuk membuat riset yang bagus, kemudian mematenkan hasil-hasil risetnya dan mudah-mudahan bisa dihilirisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Wicara DGB akan terus dikembangkan melalui beragam format kegiatan, mulai dari seminar, diskusi, bincang-bincang, bedah buku, hingga bedah paten. Ke depan, DGB UPI juga merencanakan kegiatan seminar dengan menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memperkaya wawasan dan memperkuat tradisi akademik di lingkungan universitas.
Melalui program tersebut, DGB UPI berharap para guru besar dapat terus menjalankan perannya sebagai pakar yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat. Guru besar diharapkan tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga aktif menyebarluaskan ilmu, gagasan, dan inovasi kepada masyarakat serta seluruh sivitas akademika.
Upaya ini menjadi bagian dari penguatan peran guru besar dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berdampak. Dengan mendorong lahirnya riset berkualitas, perlindungan paten, serta hilirisasi hasil penelitian, UPI diharapkan semakin memperkuat kontribusinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan berbagai persoalan di masyarakat. (RI)

