Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menilai mahasiswa UPI memiliki potensi bisnis yang perlu terus dikembangkan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membawa usaha mahasiswa tumbuh dari skala kecil menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mandiri.

Hal itu disampaikan Rektor saat meninjau Expo Rise Up 2026, Kompetisi Bisnis Mahasiswa, di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI, Bandung, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Oktober 2026 ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan produk dan layanan usaha yang mereka kembangkan.

Menurut Didi, produk mahasiswa yang dipamerkan menunjukkan perkembangan kewirausahaan di lingkungan kampus. Produk tersebut mencakup makanan, minuman, kain, pakaian, serta berbagai layanan jasa. Sejumlah usaha bahkan telah menghasilkan transaksi dan memiliki perputaran uang.

“Saya melihat ada beberapa karya mahasiswa, karya inovatif, baik dalam produk makanan, kemudian juga barang-barang seperti kain, pakaian, atau juga minuman, atau berupa layanan, jasa, itu sudah berkembang dan sudah mendapatkan hasil. Jadi, sudah ada uang yang berputar,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai pengembangan usaha mahasiswa masih memerlukan perhatian, terutama dalam aspek legalitas dan perluasan jangkauan pasar. Kedua aspek tersebut dinilai penting agar usaha yang telah berjalan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Didi berharap usaha mahasiswa tidak berhenti pada skala awal, tetapi dapat bertumbuh menjadi UMKM dan berkembang lebih besar. Ia juga membuka kemungkinan UPI terlibat lebih jauh dalam pengembangan usaha mahasiswa pada masa mendatang, termasuk melalui kepemilikan saham.

Untuk mencapai tujuan tersebut, mahasiswa diminta terus belajar, mengasah keterampilan, memanfaatkan teknologi, dan melakukan inovasi. Mereka juga perlu memahami perubahan kebutuhan serta selera masyarakat agar produk yang ditawarkan tetap relevan.

“Teknologi berubah, kondisi masyarakat juga berubah, selera masyarakat juga berubah. Kita harus terus meriset pasar kita, supaya kita bisa tetap survive dan bahkan berkembang,” kata Didi.

Expo Rise Up 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan hasil usaha mahasiswa kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, produk dan layanan yang dikembangkan mahasiswa dapat memperoleh perhatian lebih luas, sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai pemasaran dan pengembangan bisnis.

Pengembangan kewirausahaan mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang keilmuannya, tetapi juga melahirkan pelaku usaha yang mampu menciptakan peluang ekonomi dan berkontribusi bagi masyarakat. (RK/DN)