
Bandung, UPI
Memperingati Dies Natalis ke-72, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar aksi lingkungan bertajuk “UPI Asih, UPI Bersih” pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan kampus hingga warga sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan memperluas ruang terbuka hijau.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan manifestasi rasa cinta seluruh sivitas akademika terhadap almamater. Aksi bersih-bersih dijalankan serentak oleh seluruh fakultas dan unit kerja di area kerjanya masing-masing.
“Dalam rangka Dies Natalis ke-72 UPI, tentu saja kita harus makin mencintai UPI. Jadi tema hari ini adalah UPI Asih, UPI Bersih. Kita harus mengasihi dan mencintai UPI dengan kegiatan bersih-bersih sesuai unitnya masing-masing,” ujar Prof. Tri Indri di sela-sela kegiatan pembukaan di area Gymnasium UPI.
Tidak hanya berfokus pada pembersihan area dalam kampus, program ini juga menggandeng masyarakat sekitar melalui pembagian bibit pohon. Bibit-bibit tanaman tersebut sebelumnya dikumpulkan dari mahasiswa baru pada saat Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU). Kemudian diserahkan kepada dua wilayah kelurahan yakni Kelurahan Isola dan Gegerkalong.
“Kita kerja sama dengan warga sekitar dengan memberikan tanaman untuk ditanam. Bibit dari mahasiswa baru saat Mokaku kemarin kita manfaatkan untuk ditanam di dalam kampus dan di sekitar kampus agar bumi kita semakin hijau. Apalagi dengan adanya isu polusi udara, kita harus giat memproduksi oksigen dengan menanam tanaman,” jelasnya.
Selain berdampak pada kelestarian ekologis, Prof. Tri menilai momentum gotong royong ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar-unsur universitas. Kesibukan tridarma perguruan tinggi yang kerap membatasi interaksi antardosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa dapat dijembatani lewat kerja bakti bersama seperti pada kegiatan UPI Asih, UPI Bersih ini.
Prof. Tri pun berharap kepedulian terhadap tata kelola dan pemilahan sampah tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata. “Harapannya kita tidak ingin gerakan ini hanya karena acara UPI Asih, UPI Bersih saja, tetapi semua peduli menjaga UPI tetap bersih. Bagaimana mengolah dan memilah sampah, betul-betul tertanam bahwa semangat UPI Asih, UPI Bersih terus berjalan, tidak hanya saat momen dies natalis saja,” pungkasnya. (Naufal/Velia/Varrel – Caraka Muda)

