
Bandung, UPI
Tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk membekali para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan kecerdasan kultural (cultural intelligence). Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kesiapan adaptasi dan daya saing Tenaga Kerja Indonesia di Jepang.
Ketua Tim PkM UPI, Dr. Susi Widianti, M.Pd., MA, menyampaikan bahwa penguasaan bahasa saja tidak cukup bagi calon pekerja untuk bertahan di luar negeri. Kendala terbesar yang sering memicu masalah di lokasi kerja justru berakar dari ketidakpahaman terhadap norma, kebiasaan hidup, serta budaya kerja masyarakat setempat.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 234 calon PMI dari berbagai daerah, seperti Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain memberikan edukasi dan pendampingan bagi pengajar bahasa, tim UPI juga melakukan observasi serta Diskusi Kelompok Terarah (FGD) di sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Untuk memotret kesiapan itu secara terukur, tim PkM merancang instrumen Jp-CQKUIZ. Instrumen ini merupakan luaran kegiatan penelitian dan PkM yang diketuai Dr. Susi Widianti, M.Pd., MA, bersama Novia Hayati, M.Ed., Ph.D., Jeni Putra, M.Pd., Ph.D., dan Muthi Afifah, MA, Ph.D.

Dikatakan Susi, tes ini menilai empat dimensi kecerdasan kultural yang terarah pada budaya Jepang. Dimensi metakognitif mengukur kesadaran, dimensi kognitif mengukur pengetahuan, lalu ada dimensi motivasi dan dimensi perilaku. Keempatnya digunakan untuk melihat seberapa dekat cara berpikir calon PMI dengan nilai-nilai budaya Jepang dalam empat konteks kehidupan sehari-hari: lingkungan tempat tinggal, fasilitas umum, tempat kerja, dan komunikasi antarpersonal.
Kemampuan berpikir lintas budaya dan kecerdasan kultural akan menunjang proses adaptasi di lingkungan baru sekaligus mendukung keberhasilan karier para pekerja.
“Dengan bekal itu, para calon PMI tidak hanya berangkat dengan kemampuan bahasa, tetapi juga dengan kesiapan untuk dipahami dan memahami”, ujarnya.
Melalui program ini, UPI mendorong lembaga pelatihan kerja agar tidak hanya berfokus pada target kelulusan ujian bahasa, tetapi juga mengintegrasikan pemahaman budaya. Pembekalan ini diharapkan mampu melahirkan PMI yang adaptif, percaya diri, dan berdaya saing tinggi di pasar kerja global. (Dewi Kusrini)

