
Seoul, UPI
Laboratorium Literasi Fungsional dan Digital (L2FD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperoleh penerimaan dua makalah untuk dipresentasikan dalam 2026 SNUAC Conference on Asian Studies di Seoul National University, Seoul, Korea Selatan, pada 26–29 Oktober 2026. Kedua makalah tersebut mengangkat kajian literasi budaya dan literasi kesehatan diaspora Indonesia di Korea Selatan.
Dalam konferensi bertema “Transcending Borders: Asia and Beyond in an Age of Multi-Crisis” tersebut, UPI menjadi salah satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh penerimaan makalah. Forum internasional ini mempertemukan akademisi dari 21 negara untuk membahas dinamika Asia dan berbagai tantangan lintas negara di tengah situasi multikrisis.
Kajian yang dibawa tim L2FD UPI menyoroti pengalaman diaspora Indonesia dalam konteks lintas budaya, khususnya terkait literasi budaya dan literasi kesehatan. Kedua bidang tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai mobilitas manusia, batas-batas sosial dan institusional, serta tantangan yang dihadapi masyarakat ketika berada di lingkungan budaya yang berbeda.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Vismaia S. Damaianti, M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi dalam konferensi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil penelitian L2FD UPI kepada komunitas akademik internasional.
“Partisipasi dalam 2026 SNUAC Conference on Asian Studies merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil penelitian L2FD UPI di forum internasional. Melalui kajian literasi budaya dan literasi kesehatan diaspora Indonesia di Korea Selatan, kami berharap dapat memperluas pemahaman mengenai pengalaman dan tantangan masyarakat Indonesia dalam konteks lintas budaya,” ujarnya.
Ia juga berharap keikutsertaan tersebut membuka peluang kolaborasi akademik dan pengembangan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., menilai penerimaan dua makalah dalam konferensi internasional tersebut menunjukkan pentingnya budaya riset dan kolaborasi di lingkungan perguruan tinggi.
“Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam forum akademik internasional diharapkan dapat meningkatkan wawasan global, memperkuat kompetensi akademik, dan mendorong lahirnya penelitian yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Tim peneliti L2FD UPI terdiri atas Prof. Dr. Vismaia S. Damaianti, M.Pd.; Dr. Rosita Rahma, M.Pd.; Dedi Irawan, M.Pd., mahasiswa Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia; Muhamad Pahruroji, M.Pd.; Aa Hermawan, M.Pd.; serta Nayla Faumi, mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya L2FD UPI memperluas diseminasi hasil penelitian dan mengembangkan kajian literasi yang relevan dengan persoalan masyarakat global. Melalui forum ini, penelitian mengenai diaspora Indonesia turut menghadirkan perspektif Indonesia dalam diskusi akademik mengenai budaya, migrasi, dan kesehatan di Asia. (RK)

