Sumedang, UPI

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Genre SEHAT: Generasi Remaja Sehat dan Hebat” di SMPN 2 Jatigede, Kabupaten Sumedang, Kamis (22/10/2026). Program yang diikuti oleh 31 siswa kelas IX ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta Puskesmas setempat.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembekalan gizi komprehensif kepada remaja sebagai fondasi persiapan menuju kehidupan berkeluarga di masa depan. Fokus materi mencakup pemenuhan gizi remaja, penanganan anemia, persiapan gizi pranikah, kebutuhan gizi masa kehamilan, pencegahan stunting, hingga bahaya pernikahan dini.

Perwakilan Tim Genre SEHAT Mahasiswa Gizi UPI menjelaskan bahwa intervensi pengetahuan gizi pada usia remaja menjadi langkah krusial untuk memutus rantai masalah kesehatan keluarga di masa mendatang.

“Masa remaja adalah tahap penting untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan kesadaran gizi. Melalui pemahaman materi gizi pranikah, pola makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), serta bahaya pernikahan dini, para siswa diharapkan memiliki kesiapan fisik dan mental yang lebih matang sebelum memasuki kehidupan berkeluarga kelak,” ujar perwakilan Tim Genre SEHAT UPI.

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama, registrasi, dan pengerjaan pre-test. Tim kemudian menyampaikan materi interaktif menggunakan media presentasi serta poster edukatif. Acara dilanjutkan dengan aksi nyata Gerakan Minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak bagi siswi remaja putri kelas IX guna meminimalisasi risiko anemia.

Program edukasi ini disambut antusias oleh para siswa. Salah seorang siswa kelas IX SMPN 2 Jatigede mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pentingnya memilah asupan harian bagi tubuh.

“Dari kegiatan ini kita jadi bisa mengetahui pola makan yang baik dan benar, berbagai makanan yang sehat untuk tubuh kita, serta dampak-dampak negatif dari makan makanan yang tidak baik,” ungkap salah seorang siswa peserta edukasi.

Secara akademis, kegiatan ini mencatatkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test sebanyak 15 pertanyaan, Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi, dengan peningkatan skor individu tertinggi mencapai 47 poin.

Untuk menjaga keberlanjutan dampak program, mahasiswa UPI menyerahkan media poster edukasi mengenai dampak masalah gizi, panduan “Isi Piringku”, serta imbauan pencegahan anemia kepada pihak sekolah sebagai sarana pembelajaran mandiri.

Kolaborasi antara kampus, BKKBN, dan Puskesmas ini diharapkan dapat berlanjut secara berkala demi mewujudkan generasi remaja yang sehat, berwawasan, dan bebas dari stunting. (DN)