Bandung, UPI

Tim dosen Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia (FPOK UPI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri (PkM-LN) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, beberapa waktu lalu.

Kegiatan bertema “Menelusuri Jejak Rasa Nasionalis Kalangan Pelajar Indonesia” ini bertujuan untuk memupuk dan merawat rasa nasionalisme para siswa serta keluarga Indonesia yang bermukim di luar negeri.

Tim PkM-LN menghadirkan dua dosen FPOK UPI sebagai narasumber utama, yaitu Nina Sutresna dan Surdiniaty Ugelta. Pelaksanaan kegiatan ini turut dibantu oleh peneliti Ahmad Zaer serta seorang mahasiswa S3 POR UPI, Fikri Rizkia.

Acara yang berlangsung di Gedung SIKL tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah, guru Pendidikan Jasmani (Penjas), guru seni, serta para siswa jenjang SD hingga SMA.

Tim PkM UPI memperkenalkan program nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bernama “Senam Anak Indonesia Hebat”. Senam yang didesain mengintegrasikan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat ini dimodifikasi dengan mengombinasikan gerakan dan musik yang akrab di telinga anak-anak, seperti lagu Poco-Poco, Apa Artinya Cinta, Mabuk Duit, hingga Gara-Gara Sebotol Minuman.

Langkah penggabungan variasi gerak viral ini dilakukan untuk mengantisipasi dinamika zaman dan kekhawatiran lunturnya rasa nasionalisme akibat terpengaruh budaya luar. Dengan sajian musik dan gerakan yang menyenangkan, para siswa didorong untuk aktif berolahraga sekaligus merasakan kegembiraan yang mendekatkan mereka pada identitas Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, pemateri PkM juga berkolaborasi dengan guru seni SIKL yang merupakan alumni UPI, Aan Mulyani, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran guru penjas untuk merancang koreografi senam yang akan diterapkan pada tahun mendatang.

Meski digelar secara sederhana tanpa lapangan khusus karena gedung SIKL sedang dalam tahap pembangunan, antusiasme peserta tetap tinggi. Suasana keakraban makin terasa saat kegiatan ditutup dengan menyantap hidangan khas berupa baso tahu bandung.

Pemilihan SIKL sebagai lokasi PkM-LN merujuk pada implementasi kebijakan pemerintah Indonesia dalam menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara di mana pun berada. Hal ini sejalan dengan komitmen kolaborasi antara Kemendikdasmen, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian PU dalam penyediaan sarana fisik SIKL bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Melalui program yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM/DPPM) UPI ini, gerak langkah senam dan suasana kebersamaan yang dihadirkan berhasil mengobati kerinduan para siswa akan kampung halaman sekaligus menguatkan kecintaan mereka pada tanah air. (DN)