Bandung Barat, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan komitmen konkret dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pada Senin (6/4/2026), UPI meresmikan program pemasangan listrik tenaga surya dan renovasi rumah tidak layak huni di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar tiga poin utama SDGs: pengentasan kemiskinan (SDG 1), penyediaan energi bersih (SDG 7), serta peningkatan kualitas permukiman (SDG 11).

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menghadirkan solusi atas persoalan sosial melalui inovasi.

“Program ini adalah wujud nyata kontribusi UPI dalam menjawab kesenjangan akses energi. Dengan teknologi tenaga surya, masyarakat kini bisa menikmati penerangan berkelanjutan tanpa harus terbebani biaya bulanan,” ujar Prof. Didi di Bandung Barat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Proses renovasi rumah dan instalasi listrik mandiri ini dilaksanakan selama satu pekan dengan melibatkan sinergi antara sivitas akademika, mitra donatur, dan masyarakat setempat. Dukungan signifikan juga datang dari alumni UPI, Asep Haluesna, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk “Kampung Terang”.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi bukti nyata keterlibatan alumni untuk memperluas dampak pengabdian kampus bagi masyarakat luas,” tutur Asep.

Selain memberikan akses listrik berbasis energi terbarukan, program ini juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui perbaikan hunian secara gotong royong agar lebih layak dan sehat untuk ditinggali.

UPI memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada bantuan fisik semata. Ketua pelaksana program, Yaya Sonjaya, menjelaskan bahwa timnya telah menyiapkan rencana pendampingan ekonomi produktif bagi warga Kecamatan Rongga.

“Ke depan, kami akan melakukan penguatan ekonomi melalui bantuan ternak dan inovasi pertanian berbasis bionutrien. Tujuannya agar warga memiliki sumber pendapatan yang mandiri dan berkelanjutan,” jelas Yaya.

Selain bantuan ekonomi, warga juga mendapatkan pendampingan teknis mengenai cara pengelolaan dan perawatan sistem panel surya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui langkah integratif ini, UPI semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata (impactful) bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong percepatan target pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (RK)