English
Indonesia

Mahasiswa Teknik Elektro FPTI UPI Laksanakan Research Attachment di UNITEN Malaysia

08 Oct 2025 • Humas UPI

Malaysia, UPI — Dua perwakilan dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan program Research Attachment di Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Malaysia. Program berlangsung sejak 19 Agustus hingga 12 September 2025 dengan fokus penelitian pada pengembangan perovskite solar cell, salah satu teknologi energi terbarukan yang tengah berkembang pesat di dunia.

Peserta kegiatan terdiri atas Aghisna Nuthfah Anshar, S.Si. (asisten penelitian) dan Loviera Azahra (mahasiswa). Selama program berlangsung, mereka berada di bawah supervisi Dr. Mohammad Firdaus bin Mohamad Noh dan Dr. Ahmad Wafi Mahmood Zuhdi dari UNITEN, serta didampingi pembimbing dari UPI, yakni Prof. Dr. Budi Mulyanti, M.Si. dan Roer Eka Pawinanto, S.Pd., M.Sc., Ph.D.

Penelitian ini berfokus pada fabrikasi dan karakterisasi sel surya berbasis perovskite. Dalam eksperimen yang dilakukan di clean room UNITEN, tim menambahkan satu lapisan baru pada struktur sel surya. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa lapisan tambahan tersebut berhasil meningkatkan efisiensi perangkat dibandingkan struktur konvensional tanpa lapisan tambahan, sehingga penelitian dinyatakan berhasil mencapai target yang ditetapkan.

“Pengalaman riset di UNITEN sangat berharga. Kami dapat melakukan uji di fasilitas clean room yang lengkap, dan hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi sesuai hipotesis awal,” ungkap Loviera Azahra setelah kembali ke Indonesia.

Dosen pembimbing dari UPI, Prof. Dr. Budi Mulyanti, M.Si., mengapresiasi capaian mahasiswa dan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan riset energi terbarukan.

“Kolaborasi internasional seperti ini mempercepat proses validasi laboratorium dan membuka peluang publikasi bersama. Kami bangga atas kerja keras tim selama program attachment,” ujarnya.

Selama program berlangsung, peserta terlibat dalam seluruh tahapan riset, mulai dari desain percobaan, fabrikasi sampel, hingga pengukuran karakteristik sel surya, termasuk pengujian efisiensi menggunakan fasilitas berstandar internasional di UNITEN.

Berdasarkan hasil awal, tim menemukan adanya peningkatan signifikan dalam kinerja perangkat. Oleh karena itu, direncanakan tindak lanjut berupa optimasi parameter lapisan dan pengujian berskala lebih luas. Selain itu, Loviera bersama pembimbing dari UPI dan mitra riset di UNITEN berencana menyusun naskah publikasi ilmiah internasional dan mengembangkan proyek riset lanjutan berbasis kolaborasi antar-laboratorium.

Melalui kegiatan ini, UPI berkomitmen dalam memperkuat jejaring riset internasional dan berkontribusi terhadap pengembangan teknologi energi terbarukan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 7: Energi Bersih dan Terjangkau.

Kontributor: Roer Eka Pawinanto

Pemerintah Luncurkan Sekolah Garuda untuk Pemerataan Akses dan Akselerasi Talenta Berprestasi

08 Oct 2025 • Humas UPI

Jakarta, 8 Oktober 2025 — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Sekolah Garuda, sebuah inisiatif strategis nasional untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan dan mempercepat akselerasi talenta unggul di seluruh Indonesia.

Program ini terdiri atas dua skema utama, yaitu Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi, yang dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan berkualitas dari wilayah perkotaan hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru serta pembinaan 80 Sekolah Garuda Transformasi di berbagai daerah.

Dalam agenda bertajuk “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul” yang diselenggarakan serentak di 16 wilayah Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan perwujudan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, “Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama: penyeimbang akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, inkubator kepemimpinan bagi generasi emas 2045, serta pendidikan berkualitas yang berpadu dengan pengabdian masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Garuda bukan hanya proyek pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berdaya saing global, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa, “Kita ingin melahirkan Garuda-Garuda muda—para petarung yang siap bersaing bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga global. Kalau negara lain bisa, Indonesia pun harus bisa,” tegasnya.

Skema Sekolah Garuda Baru difokuskan pada pembangunan sekolah dari nol di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan. Sekolah-sekolah ini akan mengusung ekosistem belajar inklusif berbasis data, fasilitas modern, dan integrasi program pengabdian masyarakat.

Sementara itu, Sekolah Garuda Transformasi diarahkan pada penguatan sekolah-sekolah menengah atas dan madrasah aliyah unggulan melalui peningkatan kapasitas guru, pembinaan siswa, serta perbaikan tata kelola menuju standar pendidikan kelas dunia.

Beberapa sekolah yang tergabung dalam skema transformasi antara lain SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia OKI (Sumatera Selatan), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya).Adapun lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru pertama akan berlokasi di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

Dengan implementasi yang terencana dan berkelanjutan, Universitas Pendidikan Indonesia siap memberikan peran serta sehingga Sekolah Garuda dapat menjadi model percontohan pendidikan unggul nasional yang melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, serta berjiwa kepemimpinan, sekaligus berkontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa UPI di Sumedang Hidupkan Semangat P2MB Lewat Eksplorasi Wisata Desa Cilangkap

07 Oct 2025 • Humas UPI
Mahasiswa P2MB Kampus UPI di Sumedang di Depan Objek Wisata Mata Air Cigirang. (Sumber: Istimewa)

Sumedang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) di berbagai desa di Kecamatan Conggeang dan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Program ini bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami potensi lokal dan menerapkan ilmu pengetahuan di masyarakat.

Salah satu kelompok, Kelompok 21, ditempatkan di Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua. Desa ini dikenal dengan udara sejuk, pepohonan rindang, serta suasana pedesaan yang asri. Selain keindahan alamnya, Cilangkap juga memiliki sumber daya air yang melimpah, mulai dari mata air dingin hingga sumber air panas yang kaya mineral.

Pada hari Jumat (3/10), mahasiswa P2MB berkesempatan mengunjungi dua destinasi wisata unggulan desa, yaitu Wisata Air Panas Cileungsing dan Wisata Cigirang.
Wisata Air Panas Cileungsing terletak di kaki Gunung Tampomas dan memiliki sumber air panas alami yang mengandung belerang. Airnya dipercaya bermanfaat untuk relaksasi dan kesehatan kulit. Keindahan alam serta suasana tenang di sekitar lokasi menambah daya tarik bagi wisatawan.

Selanjutnya, mahasiswa mengunjungi Wisata Cigirang, pemandian air dingin yang jernih dan menyegarkan. Lokasi ini dilengkapi fasilitas seperti kolam renang anak dan dewasa, gazebo, terapi ikan, karaoke, serta spot foto menarik. Menurut warga setempat, wisata ini ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat libur sekolah karena harga tiketnya yang terjangkau.

Mata Air Cigirang, 2025. (Sumber: Tarisa Az Zahra)

Kegiatan P2MB ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga wadah pembelajaran sosial. Mahasiswa berdialog dengan warga setempat untuk memahami bagaimana potensi wisata desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. “Mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana alam dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Cilangkap.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPI belajar bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan menggali potensi lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat kolaborasi dengan warga. Dengan kekayaan alam dan semangat gotong royong, Desa Cilangkap menunjukkan dirinya sebagai salah satu desa wisata potensial di Kabupaten Sumedang.

Kontributor: Kelompok 21 P2MB Desa Cilangkap

Peran Psikofisiologis dalam Persiapan Timnas Indonesia Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026

07 Oct 2025 • Humas UPI
Tim Nasional Indonesia. (Dok: PSSI.org)

Bandung, UPI — Menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Tim Nasional (Timnas) Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi lawan-lawan tangguh. Guru Besar Kondisi Fisik Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Dikdik Zafar Sidik, menegaskan bahwa keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh taktik dan strategi, tetapi juga oleh kesiapan psikofisiologis para pemain, hal tersebut diungkapkan dalam wawancara eksklusif bersama Elshinta News, Selasa (7/11).

Prof. Dikdik menjelaskan bahwa aklimatisasi terhadap kondisi cuaca di Arab Saudi menjadi faktor penting dalam menjaga performa atlet.

“Aklimatisasi menjadi salah satu kunci keberhasilan performa ketika pemuncakan ingin dicapai oleh setiap atlet,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dikdik menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek mental dan fisik agar pemain mampu mengelola tekanan kompetisi dengan baik.

“Pikiran bisa memengaruhi fungsi tubuh ketika melakukan aktivitas, begitu juga kondisi fisik dapat memengaruhi aspek psikologis,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam proses pemulihan kebugaran pasca cedera.

“Pemain profesional harus sungguh-sungguh menjaga kualitas kebugaran setelah cedera. Profesionalisme itu di atas segalanya,” tegasnya.

Terkait strategi permainan, Prof. Dikdik menilai bahwa Timnas Indonesia kemungkinan akan memadukan pola umpan pendek dan panjang sesuai dengan kebutuhan pertandingan.

“Strategi umpan pendek atau panjang merupakan bagian dari kerja sama tim dan adaptasi terhadap lawan,” tambahnya.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian penting bagi skuad Merah Putih, yang kini diperkuat oleh sejumlah pemain yang berkiprah di liga-liga Eropa. Faktor psikofisiologis diyakini menjadi elemen pembeda yang menentukan konsistensi performa dan peluang Indonesia meraih hasil optimal di ajang internasional tersebut.

Kontributor: Prof. Dr. Dikdik Zafar Sidik

Mahasiswa UPI dan Kelompok Perempuan Desa Mekarmanik Kembangkan Produk Ramah Lingkungan Berbahan Pinus

07 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menggandeng kelompok perempuan di Desa Mekarmanik, Kabupaten Bandung, untuk mengembangkan inovasi produk ramah lingkungan berbasis tanaman pinus. Kegiatan yang berlangsung sepanjang September 2025 ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa UPI yang terdiri atas Deni Komarudin (Ketua Tim), Elin Siti Nurjanah, Nu’ma Zhilal Azizah, Putri Abrilyati Azizah, dan Sulthan Khairuddin Rahman, dengan bimbingan Dias Pratami Putri, S.Pd., M.Si. sebagai dosen pendamping. Melalui program ini, UPI berperan aktif mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus ke dalam pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan difokuskan pada peningkatan peran perempuan dalam mengelola potensi sumber daya lokal, khususnya tanaman pinus yang selama ini kurang dimanfaatkan. Melalui pendampingan dan pelatihan, peserta diajarkan mengolah hasil pinus menjadi berbagai produk ramah lingkungan (eco-friendly) bernilai ekonomi, seperti teh daun pinus, lilin dari residu getah pinus, bio-briket dari buah pinus, serta eco-enzim dari daun pinus kering dan sampah organik rumah tangga.

Menurut Dias Pratami Putri, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya inovasi lokal yang berkelanjutan.

“Kami ingin perempuan di Desa Mekarmanik menjadi pelopor dalam menghasilkan produk kreatif yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Program ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 5 (Kesetaraan Gender), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan memberdayakan perempuan melalui inovasi berbasis sumber daya lokal, kegiatan ini membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Ketua PKK Desa Mekarmanik, Yanti, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini membuka peluang besar bagi ibu-ibu di desa untuk berdaya dan kreatif. Pinus yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarmanik, Nanang Suryana, S.IP., menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan desa.

“Kami mendukung penuh program ini karena sejalan dengan upaya desa untuk mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ke depan, UPI berencana memperluas dampak kegiatan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat. Dengan pendampingan berkelanjutan, inovasi berbasis pinus ini diharapkan menjadi model pemberdayaan perempuan berkelanjutan di wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelatihan, diskusi kelompok, dan peragaan langsung pengolahan produk. Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Desa Mekarmanik, perwakilan PKK, dan tokoh masyarakat. Program ini menegaskan peran UPI sebagai universitas yang tidak hanya berfokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan berbasis keberlanjutan.

Kontributor: Dias Pratami Putri

Pencarian