English
Indonesia

BAKAT X KSR PMI UPI Resmi Dibuka, Ajak Masyarakat Jadi Eco-Health Warriors: Bersama Mengolah Sampah untuk Wujudkan Lingkungan Sehat Berdaya

18 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 14 Agustus 2025 – Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) hari ini secara resmi membuka kegiatan Bakti KSR Untuk Masyarakat (BAKAT) ke-X. Kegiatan yang mengusung tema “Eco-Health Warriors: Bersama Mengolah Sampah, Wujudkan Lingkungan Sehat Berdaya” ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat melalui edukasi.

Sebanyak 22 peserta mengikuti rangkaian pengabdian masyarakat yang dimulai dengan acara pelepasan di Amphiteater UPI. Acara ini dihadiri oleh Ace Kusnadi (Ketua Bidang Kebencanaan dan Kesukarelawanan PMI Kota Bandung) dan A. Agung Pranata (Ketua PMI Kecamatan Sukasari). Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi BAKAT X di GOR Desa Panyadap, yang turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa dan masyarakat setempat, seperti Egi Yogaswara (Sekretaris Desa Panyadap), Yani Suryani (Ketua RW 13), Nies. Tati H (Ketua PKK), Yudi (Ketua DKM), serta perwakilan mahasiswa Universitas Halim Sanusi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan relawan kemanusiaan.

Sebagai program awal, dilakukan kegiatan door to door untuk menyosialisasikan agenda dan materi BAKAT X. Melalui pendekatan ini, diharapkan edukasi dapat berlangsung lebih interaktif dan langsung menyentuh masyarakat.

Dalam sambutannya, Griselda Callista, Ketua Bidang Organisasi yang mewakili Ketua Umum, menekankan bahwa “Kami percaya, perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil. Dan hari ini, langkah itu kita ambil bersama.”

Melalui BAKAT X, KSR PMI Unit UPI berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan harmonis, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergabung dalam gerakan kemanusiaan.

Tentang KSR PMI Unit UPI
Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Pendidikan Indonesia (KSR PMI Unit UPI) adalah unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kepalangmerahan. Berkomitmen untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan terampil, KSR PMI Unit UPI aktif dalam berbagai program seperti pertolongan pertama, donor darah, mitigasi bencana, dan kegiatan sosial lainnya.

Kontributor: Diah Ayu Larasati dan Devina Febrianti
Dokumentasi: Tim PDD BAKAT X

UPI Lepas Delegasi Jawa Barat untuk POMNAS XIX 2025

18 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 18 September 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) selaku tuan rumah Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Barat menggelar acara pelepasan resmi kontingen provinsi tersebut untuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX tahun 2025. Acara yang berlangsung di Taman Bareti, Kampus UPI Bandung, pada Kamis (18/9) ini dihadiri oleh para atlet, ofisial, serta pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Barat.

Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Rektor UPI yang juga menjabat sebagai Ketua BAPOMI Jawa Barat, dalam sambutannya menekankan pentingnya sportivitas dan kekompakan. “Kalian adalah satu tim Jawa Barat. Harus kompak, saling membantu, dan yang terpenting adalah sportsmanship. Menang dengan cara yang baik, hargai lawan, dan jangan pernah merendahkan atau menyakiti,” pesan Prof. Didi.

Prof. Didi mengingatkan bahwa prestasi membawa manfaat nyata. “Medali tingkat nasional yang diperoleh dapat dikonversi menjadi poin untuk memenuhi persyaratan kelulusan di UPI, maupun diisi dalam program Simkatmawa (Sistem Kemahasiswaan) sebagai bentuk pengakuan prestasi,” jelasnya.

Meski mengakui persiapan yang dinamis dan tantangan seperti bentroknya jadwal dengan kualifikasi event lain, Prof. Didi menyatakan optimisme kontingen Jawa Barat. “Kita berharap dapat mempertahankan posisi tiga besar. Mereka adalah duta-duta Jawa Barat yang telah dan akan terus mengharumkan nama provinsi ini,” tutupnya.

Prof. Didi juga menyelipkan nilai sejarah dengan menjelaskan asal-usul Taman Bareti dan Gedung Isola yang menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan, mengingatkan bahwa semangat juang para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi atlet.

Dr. Hery Antasari, M.Dev., Plg., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jawa Barat, hadir mewakili Gubernur. Ia menyampaikan bahwa pesan utama yang ditekankan Pak Gubernur bukanlah semata kemenangan. “Peringkat adalah nomor dua. Yang utama adalah sportsmanship, silaturahmi, dan jaringan yang kalian bangun dengan peserta dari provinsi lain. Manfaatkan momen ini untuk belajar dan membangun karakter,” ujar Hery.

Kontingen Jawa Barat dijadwalkan bertanding di Semarang dan diharapkan kembali pada 27 September 2025. Seluruh masyarakat Jawa Barat diajak untuk mendoakan agar kontingen diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberhasilan. (CS)

UPI Targetkan Posisi Tiga Besar POMNAS XIX 2025

17 Sep 2025 • Humas UPI

Kontingen atlet yang akan berlaga dalam ajang POMNAS XIX Tahun 2025. Dok: ofisial (2025).

UPI, 17 September 2025 – Dalam semangat mendorong prestasi, memperkuat karakter, dan mewujudkan Kampus Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Tahun 2025. Ajang dua tahunan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan sportivitas, daya juang, dan kebanggaan sebagai insan perguruan tinggi.

Tahun ini, penyelenggaraan POMNAS diawali dengan Seleksi Pekan Olahraga Mahasiswa Tingkat Provinsi (POMPROV), yang bertujuan menjaring atlet-atlet terbaik untuk berlaga di tingkat nasional. POMNAS XIX akan berlangsung pada 19–27 September 2025 di Provinsi Jawa Tengah, dengan Semarang dan Solo sebagai tuan rumah utama.

Menjelang perhelatan tersebut, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi melepas kontingen mahasiswa yang akan bertanding. Kontingen akan dilepas oleh Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., di Selasar Gedung Bumi Siliwangi, hari Kamis 18 September 2025.

Menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) yang juga merupakan ofisial dari rombongan atlet yang akan bertanding, Dr. Dian Budiana, M.Pd., UPI mengirimkan 82 peserta, terdiri dari 54 atlet, 13 pelatih, dan 15 ofisial, dengan 14 cabang olahraga yang akan diikuti. dengan jumlah peserta dan persiapan yang telah dilakukan UPI memasang target berada di posisi 3 besar nasional klasemen akhir.

“Target yang kami pasang untuk POMNAS XIX Tahun 2025 ini yakni masuk posisi tiga besar nasional dengan target raihan 13 medali emas, 29 medali perak, dan 12 medali perunggu” ujar Dr. Dian.

POMNAS XIX Tahun 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi UPI untuk menorehkan prestasi, memperkuat peran universitas sebagai kampus pelopor dalam pengembangan olahraga mahasiswa, serta mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad juang tinggi, kontingen UPI optimistis dapat membawa pulang prestasi gemilang serta berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

(RK 09/25)

Mengangkat Potensi Lokal: Peran UPI Susun Kurikulum Muatan Lokal di Pulau Kabetan, Tolitoli, Sulawesi Tengah

17 Sep 2025 • Humas UPI

Pulau Kabetan, Tolitoli – Dosen dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi bagian dari tim lintas perguruan tinggi yang berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat pada Daerah 3T ((Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) melalui program Pemberdayaan Masyarakat Kampus Indonesia (PMKI) dengan host Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan PMKI ini dimotori ITB dengan pimpinan Dr. Sri Raharno, S.T., M.T. oleh bersama 3 institusi perguruan tinggi yaitu UPI (Dr. Eddy Prasetyo Nugroho, M.T.), Institut Pertanian Bogor (IPB) University (Dr. Roza Yusfiandayani), dan Universitas Padjadjaran/UNPAD (Irfan Zidni, S.Pi., MP., Ph.D), melaksanakan program pemberdayaan di Desa Kabetan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada 9-10 September 2025.

Kegiatan berlangsung di Dusun 1 Labuan Soppe dan Dusun 2, melibatkan dua sekolah, yaitu SD dan SMP. Fokus utama kegiatan ini adalah penyusunan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kehidupan masyarakat kepulauan.

Tim UPI terdiri dari Dr. Eddy Prasetyo Nugroho, M.T. (Prodi Ilmu Komputer) bersama dua mahasiswa, Dr. Azizah Nurul Khoirunnisa, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pengembangan Kurikulum) dan Dwi Novia Al Husaeni, S.Pd. (Prodi Pendidikan Ilmu Komputer). Tim UPI berperan dalam merancang kurikulum muatan lokal, menyusun modul pembelajaran, membangun Learning Management System (LMS) dan berkontribusi dalam pelaksanaan Program pelatihan prgram muatan lokal.

Kurikulum yang disusun memuat tiga tema utama, yaitu pengolahan ikan, pertanian pekarangan, dan kepedulian lingkungan. Pada tema pengolahan ikan, peserta belajar mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai jual seperti nugget dan bakso, sehingga keterampilan ini mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Untuk pertanian pekarangan, siswa dan warga diajak mempraktikkan teknik sederhana menanam sayuran dan tanaman produktif di halaman rumah, sebagai solusi keterbatasan lahan sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Sedangkan pada tema kepedulian lingkungan, peserta berdiskusi dan melakukan aksi sederhana untuk menjaga kebersihan serta melestarikan ekosistem pulau, sehingga kesadaran ekologis dapat ditanamkan sejak dini. Dengan keterlibatan aktif siswa, guru, dan masyarakat, kurikulum ini menjadi sarana pembelajaran praktis yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan UPI bersama ITB, IPB, dan UNPAD dalam kegiatan ini memperlihatkan sinergi antar perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma. Keempat universitas berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing, sehingga program berjalan komprehensif. UPI, dengan kekuatan pada pengembangan kurikulum dan teknologi pembelajaran, berperan memastikan materi yang dirancang aplikatif sekaligus kontekstual.

Meskipun berlangsung hanya dua hari, kegiatan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang. Kurikulum muatan lokal yang disusun dapat menjadi fondasi bagi sekolah dan masyarakat Pulau Kabetan untuk terus mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi nyata. Model ini juga berpotensi direplikasi di wilayah kepulauan lain di Indonesia, sehingga pendidikan berbasis lokal dapat semakin kuat.

Kehadiran satu dosen dan dua mahasiswa UPI di Desa Kabetan menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kuliah. Melalui kerja sama lintas universitas, mereka menghadirkan solusi nyata yang memberdayakan sekolah sekaligus masyarakat menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kontributor: Dwi Novia Al Husaeni, Azizah Nurul Khoirunnisa, Eddy Prasetyo Nugroho

GREAT Conference 2025 sebagai Komitmen Nyata Mahasiswa Membangun Masa Depan TVET

17 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Kegiatan “GREAT Conference 2025: Greening TVET for a Sustainable Future” menjadi acara penutup rangkaian GREAT Summer Program 2025. Bertempat di Aula Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa dari sembilan negara Asia untuk menampilkan karya terbaiknya.

Ketua Panitia GREAT Summer Program 2025, Dr. Mustika Nuramalia Handayani menegaskan bahwa GREAT Conference bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi dan inspirasi. “Melalui karya yang ditampilkan, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga komitmen nyata untuk membangun masa depan TVET yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam konferensi tersebut, para peserta menampilkan karya inovatif berupa paper dan poster bertema Greening TVET” yang dipresentasikan pada sesi utama. Karya ini dikerjakan secara berkelompok terdiri atas mahasiswa dari berbagai negara peserta. Sejak sesi online, mereka telah ditugaskan untuk mengembangkan ide proyek kolaboratif lintas negara dengan pendampingan dosen FPTI sebagai coach. Proses ini membuat pembelajaran tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dalam kolaborasi internasional dan kerja tim multidisiplin. “Kami terkesan dengan kreativitas dan kedalaman analisis para mahasiswa. Mereka mampu menawarkan solusi yang relevan sekaligus inovatif untuk mendukung transformasi TVET yang berkelanjutan,” ungkap salah satu dewan juri yang terkesan dengan presentasi peserta.

Berakhirnya kegiatan GREAT Conference 2025 ditandai dengan munculnya para pemenang yaitu:

Kategori Paper:

Best Paper: Juara 1 (Empowering Youth: Educating Through Sustainability & Innovation in AI – Group 1), Juara 2 (Strengthening Green Energy Initiatives in Indonesian TVET Institutions to Support the Sustainable Development Goals – Group 9), dan Juara 3 (Raising Environmental Awareness Through Digital Campaigns in TVET – Group 10).

Kategori Poster:Best Poster: Juara 1 (Internet of Things in Action: A Systematic Literature Review Supporting Green Campus Implementation in Southeast Asian Universities – Group 2), Juara 2 (Empowering Vocational Senior High Schools Through AI-Enhanced Digital Learning: Building a Future-Ready Workforce – Group 5), dan Juara 3 (Integration of SDG 4 in Higher Education Curricula as a Comprehensive Strategy for Achieving the SDGs – Group 7).

Pengumuman para pemenang ini menjadi penutup rangkaian GREAT Summer Program 2025. Program ini berhasil memperkuat jejaring internasional, serta meneguhkan peran FPTI UPI dalam membangun generasi vokasi yang kreatif, kompetitif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat komitmen dalam mendorong kolaborasi regional untuk pendidikan vokasi berorientasi hijau dan berkelanjutan.

Kontributor: Mustika Nuramalia Handayani
Editor: HN

Pencarian