English
Indonesia

Biznest Edupreneur Academy 2025: Lahirkan Wirausahawan Muda Mahasiswa UPI

16 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia melalui Divisi Inkubator Bisnis kembali menyelenggarakan rangkaian Biznest Bootcamp Edupreneur 2025 pada 10–12 September 2025 bertempat di Gedung LPPM UPI. Kegiatan yang diprakarsai oleh Panitia Biznest X Eduhub ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang memiliki minat dan gagasan dalam bidang kewirausahaan.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., Direktorat Bisnis, Dr. Ida Farida Adi Prawira, S.E., M.Si., CFP., Direktorat Inovasi, Hilirisasi dan STP, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., serta Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Hj. Siti Nurbayani Kusumaningsih, M.Si., Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bukti nyata dukungan UPI terhadap ekosistem kewirausahaan di kampus.

Dalam sambutannya, Prof. Yudi menegaskan bahwa Biznest Bootcamp Edupreneur bukan sekadar kompetisi ide bisnis, melainkan wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Senada dengan itu, Prof. Siti Nurbayani menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen universitas dalam menyiapkan mahasiswa agar unggul, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam kemandirian ekonomi. Sementara itu, Prof. Ida menekankan pentingnya kolaborasi mahasiswa, mentor, dan industri demi memperkuat daya saing bisnis mahasiswa.

Kegiatan hari pertama diawali dengan pemaparan materi dari Wadhwani Foundation, sebuah lembaga internasional yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi dan inovasi. Peserta diperkenalkan dengan platform Wadhwani Entrepreneur untuk pembelajaran digital, sekaligus mengikuti sesi pengembangan ide dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Hari-hari berikutnya diwarnai dengan berbagai sesi, mulai dari strategi pemasaran dan penjualan, pertumbuhan usaha, hingga simulasi perencanaan keuangan. Peserta juga diberi kesempatan untuk mengasah keterampilan pitching dengan membawa prototype bisnis mereka.

Puncak acara berlangsung pada 12 September 2025 melalui Awarding Session di Auditorium LPPM UPI. Sebanyak 15 tenant terbaik berhasil mendapatkan pendanaan, dengan kategori penghargaan seperti Best Innovation, Best Education Impact, hingga Best Presentation. Dr. Sulastri, S.Pd.,M.Stat, sebagai ketua pelaksana menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi dinamika dunia bisnis. “Dalam bisnis, jatuh bangun adalah bagian dari proses. Semoga melalui Biznest Bootcamp ini lahir entrepreneur muda yang siap berkontribusi bagi ekonomi berbasis inovasi,” ungkapnya.

Biznest Edupreneur Academy 2025 resmi ditutup pada pukul 17.16 WIB dengan pesan penting bahwa para tenant yang lolos pendanaan akan menjalani proses monitoring sebagai tindak lanjut. Dengan total partisipasi lebih dari 140 mahasiswa finalis, kegiatan ini membuktikan komitmen UPI dalam membangun generasi wirausaha muda yang inovatif, berdampak, dan berdaya saing.

Kontributor: Rini Fauziah

Prof. Theresa Catalano, Adjunct Professor Mata Kuliah Critical Media Studies pada Program Studi Ilmu Komunikasi UPI

16 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan Prof. Theresa Catalano dari University of Nebraska – Lincoln, Amerika Serikat, sebagai Adjunct Professor tahun 2025. Prof. Theresa Catalano merupakan pakar di bidang pendidikan bahasa kedua, linguistik terapan, serta analisis wacana kritis dengan fokus pada migrasi, keadilan sosial, dan literasi multimodal.

Kunjungan dimulai pada Senin, 8 September 2025, melalui kuliah umum “Introduction to Critical Media Studies” di Auditorium FPIPS lantai 6 yang diikuti lebih dari 300 mahasiswa lintas angkatan. Antusiasme mahasiswa menjadi dorongan bagi Prof. Theresa Catalano untuk menekankan pentingnya literasi media kritis di era digital.

Pada Selasa, 9 September 2025, ia melanjutkan kegiatan dengan workshop “The Importance of Interdisciplinary Research: Publishing in International Journals for Social Science and Humanities” yang diikuti para dosen FPIPS UPI. Sesi ini membuka wawasan mengenai strategi publikasi internasional sekaligus tantangan yang kerap dihadapi akademisi.

Sebagai penguat kolaborasi, dalam kegiatan ini Prof. Theresa Catalano didukung oleh Fulbright Specialist Program Award oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk kunjungannya ke Program Studi Ilmu Komunikasi UPI, yang memfasilitasi pertukaran proyek akademik lintas negara. Penghargaan ini menegaskan komitmen dalam mendukung SDG 17: Kolaborasi untuk Mencapai Tujuan melalui jejaring penelitian, pengajaran, dan publikasi bersama antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Prof. Theresa Catalano turut mengajar di kelas Mata Kuliah Media dan Perubahan Sosial Masyarakat serta Pengantar Ilmu Komunikasi. “Saya sangat bahagia bisa mengajar mahasiswa UPI yang aktif dan penuh rasa ingin tahu,” ujarnya. Kehadirannya diharapkan memperkuat kapasitas akademik dosen dan mahasiswa sekaligus membuka peluang riset global.

Kontributor: Tim Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FPIPS UPI

Universiti Teknologi Malaysia Bagikan Pengalaman Green Campus di GREAT Summer Program FPTI UPI

16 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan sesi hybrid bertajuk “Driving Sustainability in Higher Education: UTM’s Green Campus Experience” dalam rangkaian GREAT Summer Program 2025.  Senin, 18 Agustus 2025 di Auditorium Gedung A FPTI Kampus UPI, Jln Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Dr. Mustika Nuramalia Handayani, selaku Ketua Panitia GREAT Summer Program 2025 menjelaskan bahwa sesi ini merupakan bagian dari program onsite setelah sebelumnya dilaksanakan sesi online dengan lebih dari 200 peserta dari 9 negara. “Kami menghadirkan Dr. Yusri karena UTM merupakan contoh nyata kampus yang berhasil membangun budaya hijau secara sistemik, dan ini sangat relevan dengan tema besar summer program tahun ini,” ungkapnya.

Seminar ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Madya Dr. Yusri bin Kamin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Dalam paparannya, Dr. Yusri membagikan pengalaman UTM dalam membangun budaya green campus melalui kebijakan berkelanjutan, inovasi energi terbarukan, Living Laboratory, dan penerapan ESG Framework (Environment, Social, and Governance) yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), serta SDG 13 (Climate Action).

Sesi offline ini diikuti sekitar 60 mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan negara ASEAN lainnya. Diskusi interaktif dan foto bersama menutup kegiatan, sekaligus memperkuat komitmen FPTI UPI dalam mendorong kolaborasi regional untuk pendidikan vokasi berorientasi hijau dan berkelanjutan. Acara ini juga menjadi momentum untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, dengan semangat membangun kampus yang lebih hijau dan berdaya saing global.

Kontributor: Mustika Nuramalia Handayani
Editor: DN

Wulan Garnasih Raih Best Participant Pada Forum Mahasiswa 16th CUPT-CRISU High Level Meeting 2025

16 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Wulan Garnasih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTI UPI berhasil menorehkan prestasi membanggakan, ia menjadi delegasi mahasiswa UPI dalam ajang bergengsi 16th CUPT-CRISU High Level Meeting 2025 yang berlangsung pada 25–26 Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tidak hanya mewakili UPI, Wulan juga menampilkan kualitas sebagai mahasiswa FPTI yang adaptif, visioner, dan peduli isu global. Ia bersama tim mengusung ide “Nusantara: Pride, Beauty, and Sustainability” yang menekankan peran IKN sebagai pusat kolaborasi akademisi, pemangku kebijakan, dan masyarakat dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Berkat kontribusinya, Wulan berhasil meraih penghargaan Best Participantdi Student Forum, sebuah pencapaian yang tidak hanya mengharumkan nama UPI, tetapi juga memperkuat citra FPTI sebagai fakultas yang konsisten melahirkan mahasiswa unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Selain berpartisipasi dalam forum diskusi, Wulan juga mengikuti kegiatan penanaman pohon di Taman Kusuma Bangsa, IKN, sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan hijau, serta eksplorasi Perkebunan Mentawir yang memperlihatkan integrasi konservasi lingkungan dalam pembangunan ibu kota negara.

Keikutsertaan mahasiswa FPTI dalam forum internasional ini menjadi bukti nyata bahwa FPTI UPI aktif berkontribusi dalam isu-isu strategis dunia, khususnya ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pendidikan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Forum yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa dari Indonesia dan Thailand ini mengusung tema “Collaborative Innovation for Impact: Strengthening Food Security and Industrial Downstreaming through Higher Education Partnerships.”

Acara dibuka dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Otorita IKN Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., Chairperson of CUPT Wilert Puriwat, Acting Chairman of CRISU Prof. Dr. Eduart Wolok, Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto selaku Rektor Institut Teknologi Kalimantan, serta Dr. Ir. H. Hasanuddin Mas’ud, S.Hut., M.E., Ketua DPRD Kalimantan Timur. Kehadiran para tokoh ini menegaskan posisi strategis forum dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi lintas negara.

Kontributor: Heni Hernawati
Editor: DN

Agus Setiawan Paparkan Strategi Digitalisasi dan Green Skills TVET di Forum UNESCO-UNEVOC Seoul

16 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menjadi salah satu pembicara utama dalam forum internasional “The 2025 UNESCO-UNEVOC Network Consolidation Workshop”. Acara yang diselenggarakan oleh Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET) ini berlangsung pada 3-4 September 2025 di Koreana Hotel, Seoul, Korea Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., memaparkan materi berjudul: “Policy to Practice: Indonesia’s Dual Agenda on Digitalization and Green Skills Acquisition in TVET” (Kebijakan ke Praktik: Agenda Ganda Indonesia dalam Digitalisasi dan Akuisisi Keterampilan Hijau di Pendidikan dan Pelatihan Vokasi).

Dr. Eng. Agus Setiawan M.Si., tampil pada sesi kedua hari pertama, Rabu, 3 September 2025. Sesi yang bertajuk “Driving Green Transformation and Digital Innovation in TVET through Inclusive Leadership” ini membedah bagaimana kepemimpinan yang inklusif dapat mendorong transformasi digital dan hijau di dunia vokasi. Dalam presentasinya, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menguraikan langkah-langkah strategis yang telah dan akan diambil Indonesia untuk mengintegrasikan keterampilan digital dan wawasan lingkungan (green skills) ke dalam kurikulum pendidikan kejuruan.

“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di pasar global, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan”, ujar Agus Setiawan.

Partisipasi aktif Dr. Agus Setiawan dalam workshop ini menegaskan komitmen UPI dan Indonesia untuk berkontribusi dalam dialog global mengenai masa depan pendidikan vokasi. Forum ini diharapkan dapat memperkuat jaringan antar lembaga UNEVOC di Asia dan merancang inisiatif TVET yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Workshop ini mengangkat tema besar “Digitalization and Green Skills in TVET: Policy, Leadership, and Practice” (Digitalisasi dan Keterampilan Hijau di TVET: Kebijakan, Kepemimpinan, dan Praktik). Tujuannya adalah untuk berbagi kebijakan terkini dan praktik terbaik terkait pendidikan vokasi, khususnya dalam merespons tuntutan era digital dan ekonomi hijau.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, direktur lembaga vokasi, dan perwakilan dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Hong Kong, Filipina, Mongolia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand. Kehadiran Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., yang juga merupakan Koordinator UNEVOC Centre-Indonesia, tidak hanya mewakili UPI tetapi juga membawa suara Indonesia di panggung pendidikan vokasi internasional.

Kegiatan selama dua hari ini diisi dengan seminar pada hari pertama dan kunjungan lapangan (field visit) pada hari kedua. Para peserta berkesempatan mengunjungi Seoul Robotics High School dan National Folk Museum of Korea untuk melihat secara langsung praktik pendidikan inovatif di Korea Selatan.

Kontributor: Yuyun Rohayati
Editor: DN

Pencarian