English
Indonesia

PkM Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran FPEB UPI: Akselerasi Kualitas Pendidikan Melalui Adopsi Kecerdasan Buatan

07 Aug 2025 • Humas UPI

Kepulauan Seribu, 2 Agustus 2025

Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di Kepulauan Seribu Pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2025.

Ketua Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran FPEB UPI, Dr. Hady Siti Hadijah, M.Si menjelaskan bahwa target khalayak sasaran para guru SD, SMP dan SMA dengan mengambil tema Akselerasi Kualitas Pendidikan Melalui Adopsi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).

PKM ini diselenggarakan dalam rangka pencapaian Indiaktor Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Strategi FPEB UPI 2020-2025 serta dilakukan dalam rangka impelementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada indikator pendidikan berkualitas. 

Narasumber materi PkM yaitu Prof. Dr. Hj. Tjutju Yuniarsih, SE.,M.Pd yang membahas terkait dengan akselerasi dan kualitas pendidikan. Kemudian dilanjutkan oleh  Yosep Hernawan, ST.,MM.,IPM yang membahas materi pembelajaran cerdas dengan AI : Transformasi Pendidikan di Sekolah Menuju Era 4.0. Selanjutnya Abi Sopyan Febrianto, SE.,MM dengan membahas materi optimalisasi penggunaan AI dalam pengembangan media pembelajaran bagi guru di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Para narasumber secara lengkap membahas terkait dengan akselerasi dan kualitas pendidikan,  Generative AI, manfaat generative AI dalam pembelajaran, tantangan dan resiko Generatif AI, prinsip generaif AI. Selanjutnya juga dibahas terkait dengan genratif AI untuk siswa, generative AI untuk guru.

Pembahasan dilanjutkan dengan materi strategi pencegahan dan penyalahgunaan, transformasi pembelajaran, penyusunan soal menggunakan AI, media pembelajaran interaktif, pembuatan video pembelajaran dengan Ai.  Selain itu juga dibahas bagaimana personalisasi untuk siswa berkebutuhan khusus, tools AI untuk pendidikan, serta workshop praktik AI. (Kontributor Humas UPI/ FPEB UPI)

Tim P2M FK UPI Gelar Edukasi “Move On” untuk Cegah Dismenore di SMAN 6 Cimahi

07 Aug 2025 • Humas UPI

Cimahi, 6 Agustus 2025

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menggelar kegiatan edukasi bertajuk Move On: Move For Menstrual Health Optimization sebagai strategi pencegahan dismenore melalui aktivitas fisik, pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula SMAN 6 Cimahi dan diikuti oleh siswi-siswi kelas XII. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan menstruasi serta pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah nyeri haid atau dismenore.

Materi edukasi disampaikan langsung oleh dosen-dosen FK UPI yang berpengalaman di bidang kesehatan reproduksi remaja. Topik yang dibahas meliputi kesehatan menstruasi, berbagai gangguan yang kerap dialami remaja saat menstruasi, serta strategi pencegahan dismenore melalui olahraga dan aktivitas fisik yang tepat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, disertai diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat memahami konsep dan praktik pencegahan dismenore secara menyeluruh.

Kepala SMAN 6 Cimahi, Lina Kuslina, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, edukasi tentang kesehatan reproduksi sangat penting diberikan kepada remaja putri, mengingat masih banyaknya siswi yang kurang mendapatkan informasi akurat tentang menstruasi dan cara mengatasi keluhannya. Beliau berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk mendukung kesehatan siswa di lingkungan sekolah.

Urgensi pemberian edukasi kesehatan menstruasi pada remaja tidak dapat diabaikan, mengingat masa remaja adalah periode penting pembentukan perilaku hidup sehat. Minimnya pengetahuan dapat menyebabkan kesalahpahaman dan penanganan yang kurang tepat terhadap keluhan menstruasi, sehingga memengaruhi aktivitas belajar dan kualitas hidup remaja putri. Melalui edukasi yang tepat, diharapkan remaja mampu mengelola kesehatan reproduksinya dengan bijak, mengurangi risiko gangguan menstruasi, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mencoba gerakan aktivitas fisik yang diperagakan. Tim P2M FK UPI berharap, melalui program Move On ini, remaja putri dapat lebih peduli terhadap kesehatan reproduksinya, memahami cara mencegah dismenore, serta membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara rutin demi menjaga kebugaran dan kualitas hidup. (kontributor)

Mengabdi Tak Sekadar Seremoni: Kupas Tuntas dan LCV Jadi Fondasi PPK Leppim UPI

07 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 15 Juni 2025

Mengawali langkah nyata menuju pengabdian masyarakat, UKM Leppim UPI menyelenggarakan acara Kupas Tuntas 2025 dengan mengusung tema “Aksi Nyata, Dampak Berkala: Mahasiswa Mengabdi, Masyarakat Mandiri”.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung PKM Gegeut Windah UPI Lantai 2 yang dihadiri oleh Ormawa UPI, baik dari Kampus Bumi Siliwangi maupun kampus daerah. Tercatat lebih dari 100 peserta perwakilan ormawa UPI yang menghadiri kegiatan Kupas Tuntas ini. Jehan, perwakilan Hima Satrasia, mengungkapkan antusiasmenya, “Saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena ingin mengetahui seluk-beluk pengabdian lebih dalam, karena saat ini di himpunan kami juga sedang mempersiapkan kegiatan P2M,” ujarnya.

Didasarkan pada prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat, Kupas Tuntas dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sistematika dan metode pengabdian dan strategi menulis artikel pengabdian. Adapun pemateri yang dihadirkan pada kegiatan ini ialah pemateri yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd. selaku reviewer PPK Ormawa dan Tri Suwandi, S.Pd., M.Sc. selaku reviewer beberapa jurnal nasional terakreditasi.

Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd., sebagai pemateri pertama, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi tantangan dalam pengabdian. “Tantangan dan masalah harus dihadapi, dicari solusinya, dan diselesaikan,” ujarnya. Prof. Uyu juga menjelaskan sistematika pengabdian yang ideal, yaitu mulai dari survei awal, pengumpulan data, identifikasi masalah, perumusan solusi, pelaksanaan program, hingga tahap monitoring dan evaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara berkala dengan melibatkan umpan balik masyarakat, “Jangan sampai setelah acara selesai, lalu pengabdiannya juga selesai. Harus ada keberlanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Tri Suwandi, S.Pd., M.Sc. menekankan pentingnya menulis sebagai bentuk keberlanjutan, “Kalau sudah melakukan pengabdian, lalu apa? Dengan menulis artikel, kegiatan pengabdian menjadi berdampak dan menghasilkan ilmu,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa artikel pengabdian dapat menjadi rekognisi akademik dan portofilio bagi mahasiwa.

Selanjutnya, Kupas tuntas 2 hadir untuk melanjutkan rangkaian kegiatan pembekalan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara daring melalui ruang virtual Zoom Meeting (Selasa, 24/06/2025). Kupas Tuntas 2 ini diperuntukkan bagi internal Leppim, terkhusus panitia pelaksana program kerja Leppim Comes to Village (LCV) 2025.

Pematerian pada Kupas Tuntas 2 ini mengangkat topik mengenai konsep dan urgensi pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Amara Huaida Alifah selaku Wakil Direktur UKM Leppim UPI periode sebelumnya. Melalui pemaparannya, Amara menggarisbawahi bahwa pengabdian bukan sekadar kegiatan temporer, tetapi harus menjadi siklus reflektif yang berdampak dan berkelanjutan. Kupas Tuntas 2 ini menjadi langkah persiapan akhir menuju LCV 2025 yang akan dilaksanakan tiga hari setelahnya, yaitu 27, 28, dan 29 Juni 2025. Pemilihan waktu ini bertujuan agar ilmu dan semangat yang diperoleh dari sesi pembekalan tetap segar untuk langsung diterapkan di lapangan.

Leppim Comes to Village (LCV) 2025 merupakan program kerja insidental UKM Leppim UPI yang berada di bawah naungan Departemen Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (DP2M). Tahun ini, kegiatan LCV mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal Cimenyan melalui Transformasi Digital dan Literasi Sosial”. Tema ini mencerminkan fokus program pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung potensi lokal Desa Cimenyan—terutama UMKM dan hasil pertanian—serta menumbuhkan kesadaran literasi sosial melalui kegiatan yang membangun kebersamaan dan keterampilan hidup masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di RW 14, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pada hari pertama, LCV dibuka dengan seremoni pembukaan yang dilanjutkan dengan Workshop Digital Marketing dan Sosialisasi Manajemen Karang Taruna. Kegitan ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan komunitas paguyuban UMKM dan pemuda setempat agar mampu mengelola potensi desa secara berkelanjutan.

Desa Cimenyan, khususnya RW 14 memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup menjanjikan, terutama dari skctor pertanian dan pariwisata. Masyarakat setempat banyak yang menggantungkan penghasilan dari hasil tani, seperti kopi, bawang, tomat, kol, dan beragam sayuran lainnya.  Selain potensi pertaniannya, RW 14 juga dikenal sebagai kawasan wisata alam, yaitu Puncak Bintang.  Melalui Workshop Digital Marketing, peserta diajak memahami bagaimana potensi-potensi tersebut dapat dipromosikan secara lebih luas dengan pendekatan digital. Kegiatan ini tidak hanya menjadi upaya taktis dalam pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi gerbang awal untuk pelaksanaan PPK Ormawa Leppim 2025, yang memiliki fokus menjadikan RW 14, Desa Cimenyan sebagai desa wisata berbasis potensi lokal.

Kemudian, hari kedua diawali dengan senam pagi bersama warga, dilanjutkan dengan Mentoring dan Sharing Cita-Cita Bersama Anak-Anak. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap kampung halaman sekaligus memperkenalkan potensi UMKM yang ada di sekitar mereka. Lalu, kegiatan sore diisi dengan lomba voli yang menjadi agenda fun engagement, mengingat RW 14 dikenal sebagai kawasan yang aktif dan memiliki minat tinggi dalam olahraga voli.

Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada Workshop Saus Tomat sebagai respons atas keresahan warga mengenai tomat yang cepat membusuk. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan alternatif pengolahan hasil pertanian secara praktis dan bernilai tambah. Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Storytelling bersama anak-anak menggunakan buku-buku hasil donasi yang telah dikumpulkan oleh panitia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung RW 14 menjadi Kampung Literasi yang didampingi langsung oleh Ibu Euis Kartini selaku Bunda Literasi setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan LCV disusun sebagai fondasi awal pelaksanaan program PPK Ormawa Leppim, yang akan dilaksanakan di desa yang sama. Melalui LCV, Leppim berharap setiap kegiatan pengabdian bukan hanya menjadi peristiwa sesaat, tetapi dapat menjadi cikal bakal perubahan nyata bagi masyarakat dan menandai langkah awal dalam menumbuhkan semangat pengabdian berkelanjutan. Selain itu, juga diharapkan pengalaman dan relasi yang terbangun di Desa Cimenyan dapat terus dilanjutkan melalui program-program berikutnya, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (kontributor)

Peta Desa Wisata Wanua Waru Hadir Dari KKN Kebangsaan XIII

07 Aug 2025 • Humas UPI

Maros, 27 Juli 2025

Desa Wisata Wanua Waru, yang terletak di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai surga tersembunyi yang menyimpan potensi wisata luar biasa. Dari kegelapan bersejarah di Leang Panning, tempat ditemukannya kerangka perempuan prasejarah berusia 7.200 tahun bernama Besse, hingga Air Terjun Tuli Baruttung dengan tiga tingkatan keindahannya yang menyegarkan. Ditambah lagi panorama hijau Bukit Kacicu dan sensasi menantang Paralayang Batu Massong yang menggoda para pecinta adrenalin.

Namun, di balik kekayaan tersebut, desa ini belum memiliki sistem navigasi wisata yang memadai. Selama ini, pengunjung hanya bisa menjelajahi berbagai lokasi dengan bertanya langsung kepada warga setempat. Tidak adanya peta wisata resmi membuat banyak wisatawan kesulitan menemukan jalur terbaik untuk mengeksplorasi seluruh potensi desa.

Menanggapi kondisi ini, Syifa Nurul Jannah, mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia dari Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, yang tergabung dalam KKN Kebangsaan XIII, mengambil langkah inovatif. Ia menyusun dan merancang peta wisata Desa Wanua Waru sebagai upaya memperjelas akses lokasi-lokasi strategis dan mendukung pengelolaan wisata yang lebih rapi.

“Peta ini hadir untuk memudahkan masyarakat lokal maupun wisatawan dalam mengenali dan mengunjungi tiap destinasi unggulan di desa ini. Harapannya, peta ini bisa jadi salah satu penunjuk arah sekaligus penanda potensi wisata yang layak dikembangkan lebih lanjut,” ujar Syifa.

Peta wisata tersebut tidak hanya didesain informatif tetapi juga visual menarik, menampilkan ikon-ikon lokasi seperti Leang Panning, Air Terjun Tuli Baruttung, Bukit Kacicu, dan titik terbang Paralayang Batu Massong. Peta dicetak dalam bentuk fisik, dibingkai, dan dipajang di Kantor Desa Wanua Waru. Selain itu, peta juga dipasang pada papan informasi di pinggir jalan sebagai penanda yang dapat dilihat langsung oleh wisatawan dan warga setempat.

Dengan hadirnya peta wisata ini, diharapkan pengalaman berkunjung ke Desa Wanua Waru menjadi lebih terarah dan menyenangkan. Inisiatif ini sekaligus memperkuat kontribusi nyata mahasiswa KKN Kebangsaan XIII dalam membangun desa, tidak hanya dari sisi edukasi dan sosial, tetapi juga dari segi promosi dan tata kelola potensi wisata lokal. (kontributor)

Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Mendalam untuk Guru YPI YAPIP AN-NUR Cipanas – Cianjur

07 Aug 2025 • Humas UPI

Cianjur, 5 Agustus 2025

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan wawasan guru terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran mendalam, sejumlah mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar workshop melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Mendalam bagi Guru” dan dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) YAPIP AN-NUR, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Workshop ini diikuti oleh 35 guru aktif dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan YPI YAPIP AN-NUR. Selain para peserta, acara ini juga dihadiri oleh delapan mahasiswa doktoral UPI sebagai panitia pelaksana, serta tamu undangan dari lingkungan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, termasuk para dosen pembimbing dan Wakil Dekan Bidang Akademik FPMIPA UPI.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UPI, Dr. Jarnawi Afgani Dahlan, M.Kes., yang hadir secara daring melalui Zoom. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam YAPIP AN-NUR, Drs. Syihbudin Latif, yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif kolaboratif antara dunia akademik dan praktisi pendidikan di daerah.

Materi pertama bertajuk “Pengenalan Deep Learning dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Matematika” disampaikan oleh Prof. Al Jupri, S.Pd., M.Sc., Ph.D. melalui Zoom. Dalam paparannya, Prof. Al Jupri menekankan pentingnya integrasi AI dan Deep Learning untuk menciptakan pembelajaran matematika yang lebih efektif, personal, dan adaptif. Menurutnya, AI memungkinkan guru untuk menganalisis pola kesalahan siswa secara otomatis, memberikan umpan balik cepat, dan menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan kemampuan siswa.

Materi kedua yang berjudul “Praktik Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Mendalam” dibawakan oleh Jainuddin, S.Si., S.E., M.Pd., mahasiswa S3 Pendidikan Matematika UPI. Sesi ini bersifat praktis dan interaktif, di mana para guru diajak untuk mencoba secara langsung berbagai aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Photomath, dan chatbot edukatif lainnya. Jainuddin menekankan bahwa AI dapat memperkuat peran guru sebagai fasilitator dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif untuk memperdalam pemahaman peserta. Diskusi ini menjadi ruang reflektif bagi para guru untuk menyampaikan tantangan dan peluang dalam mengimplementasikan AI di ruang kelas masing-masing.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Universitas Pendidikan Indonesia kepada Yayasan Pendidikan Islam YAPIP AN-NUR sebagai bentuk apresiasi dan simbol komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lokal.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi AI, tidak hanya sebagai tren teknologi, tetapi sebagai strategi pembelajaran yang transformatif. Guru dituntut untuk terus belajar, mengeksplorasi, dan berkolaborasi dalam membangun kompetensi digital demi menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, personal, dan bermakna. (kontributor)


Penyelenggara PKM:

  • Pembimbing:
    1. Prof. Al Jupri, S.Pd., M.Sc., Ph.D.
    2. Dr. Eyus Sudihartinih, M.Pd.
  • Anggota:
    1. Aulia Sthephani (2409641)
    2. Fitriana Yolanda (2410363)
    3. Ika Wahyu Anita (2411220)
    4. Jainuddin (2411143)
    5. Puji Nurfauziah (2411166)
    6. Rira Jun Fineldi (2410867)
    7. Teddy Alfra Siagian (2410327)
    8. Zea Zisman Usman, M.Pd. (2410545)

Afiliasi:
Program Doktoral Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia


Pencarian