
Bandung, 01 Agustus 2025
Program Studi Pengembangan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk kontribusi akademik untuk memperkuat kapasitas guru sekolah dasar dalam memahami dan mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam. Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Desain Pembelajaran Mendalam (PM) bagi Guru SD” dilaksanakan di SD Kartika VIII-9 Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada 1 dan 2 Agustus 2025.

Kegiatan PkM ini diketuai oleh Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., dengan anggota dosen terdiri dari Dr. Budi Setiawan, M.Pd., Lucia Ekawati Ikanabun, M.Ed., Della Amelia, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Angga Hadiapurwa, M.Pd. Para dosen tidak hanya bertindak sebagai pemateri, tetapi juga sebagai pendamping refleksi bagi guru dalam menyusun desain pembelajaran mendalam. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum, yakni Witsir Sumadisastro, Dudun Najmudin, Amy Theresia, Desy Anisa, Bagus Fadlan Aulia, dan Meylia Salvezza. Turut hadir pula sebagai narasumber kunci Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., sebagai Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam paparannya, beliau memberikan penguatan terhadap arah kebijakan nasional terkait Pembelajaran Mendalam.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dan penerapan Pembelajaran Mendalam (PM), kebijakan yang mendasari PM, serta kerangka kerja yang digunakan untuk mendukung pelaksanaannya. Peserta kemudian diajak untuk mempelajari prinsip-prinsip utama dalam PM, yaitu berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful), yang menjadi landasan dalam mendesain pengalaman belajar yang efektif dan menyeluruh. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengalaman belajar dalam konteks PM, yang meliputi tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, serta strategi dalam mengimplementasikan pembelajaran yang mendalam. Peserta juga mempelajari berbagai metode asesmen dalam PM, yaitu assesment as learning, assesment for learning, dan assesment of learning, yang digunakan untuk menilai pemahaman, keterlibatan, dan kemajuan siswa dalam proses belajar.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada sesi workshop yang aplikatif. Dalam sesi ini, para peserta, khususnya guru, didampingi secara intensif untuk merancang desain pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip dan pengalaman belajar PM. Guru diberikan bimbingan untuk merancang tujuan pembelajaran yang mengarah pada taksonomi SOLO (The structure of observed learning outcomes), sehingga pembelajaran yang dirancang mampu memenuhi berbagai tingkat pemahaman siswa, mulai dari pengenalan hingga penguasaan konsep secara mendalam. Setiap guru juga diberikan kesempatan untuk menyesuaikan desain pembelajaran dengan jenjang kelas yang mereka ampu, yang membantu mereka untuk mempraktikkan teori yang dipelajari dalam situasi pembelajaran yang nyata dan relevan. Pendekatan ini memastikan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa, dan juga memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan keterampilan praktis dalam menerapkan konsep PM secara efektif di kelas.


Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendorong penerapan deep learning secara holistik melalui kolaborasi strategis antara akademisi dan praktisi pendidikan. Komitmen ini tercermin dalam penguatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam serta fasilitasi perancangan dan penerapannya secara kontekstual sesuai dengan realitas pembelajaran. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi UPI dalam memperkuat kapasitas guru sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan. (Kontributor: Tim PkM Deep Learning Kec. Parongpong)








