English
Indonesia

FK UPI dan FPBS UPI Tingkatkan Literasi Kesehatan Kulit di Pesantren melalui Kolaborasi Ilmiah

01 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 19 Juli 2025

Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersinergi dalam kegiatan pengabdian masyarakat lintas disiplin di Pondok Modern Ilmu Al-Qur’an Nurrohmah II, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan UPI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

Mengusung tema “Cegah Kudisan, Tingkatkan Iman: Literasi Kesehatan Kulit untuk Pesantren Sehat dan Mandiri”, kegiatan ini menyatukan pendekatan medis dan sastra dalam menyampaikan edukasi kepada para santri. Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi kesehatan kulit, khususnya dalam pencegahan penyakit scabies (kudis), yang umum terjadi di lingkungan padat seperti pesantren.

Tim FK UPI yang terdiri dari dr. Gita S. Purnama Adiprima, Sp.KK dan dr. Muhammad Ersyad Hamda, M.Kes. menyampaikan edukasi tentang gejala, penyebab, dan pencegahan scabies secara ilmiah dan komunikatif. Para santri diajak mengenali pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan efektif.

Sementara itu, tim FPBS UPI yang dipimpin oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. dan Dr. Halimah, M.Pd. mengajak para santri menggali pemahaman kesehatan melalui kegiatan sastra, seperti membuat pantun, puisi, dan cerita pendek bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pendekatan ini memperkuat pesan kesehatan dalam format kreatif dan kontekstual.

Mahasiswa FK UPI turut aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dan memberikan penyuluhan secara langsung kepada para santri. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran lapangan bagi calon dokter, khususnya dalam mengasah keterampilan komunikasi, empati, dan edukasi komunitas.

Kolaborasi FK dan FPBS UPI ini menjadi contoh konkret penerapan pendekatan transdisipliner dalam pengabdian masyarakat. Tak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memberdayakan literasi sebagai instrumen perubahan sosial di lingkungan pendidikan keagamaan.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para santri. Salah satu peserta, Baraka (kelas 9), menyampaikan apresiasinya: “Semoga kampus seperti UPI terus hadir di masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menyenangkan.”

Melalui pendekatan yang menyentuh dimensi medis dan humaniora, kegiatan ini memperkuat peran UPI sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga hadir secara aktif dan relevan di tengah masyarakat. (kontributor)

FK UPI Dukung SDGs 2030 lewat Edukasi Diabetes di Klinik Mitra Medika Tambakan

01 Aug 2025 • Humas UPI

Subang, 12 Juli 2025

Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Diabetes Nasional yang diselenggarakan di Klinik Mitra Medika Tambakan, Subang. Kegiatan bertajuk “Gebyar Sehat” ini diikuti oleh 137 peserta dan digelar atas kerja sama Klinik Mitra Medika Tambakan dengan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA).

Acara dimulai dengan senam bersama, disusul oleh pemeriksaan kesehatan (gula darah, tekanan darah, dan komposisi tubuh), konsultasi gizi dan farmasi gratis, serta sesi edukasi interaktif mengenai diabetes.

Dua dosen FK UPI hadir sebagai narasumber utama, yakni:

  • dr. Diah Rahmah, Sp.PD., FINASIM – Ketua PERSADIA Klinik Mitra Medika Tambakan
  • dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D. – Wakil Dekan Bidang Akademik FK UPI

Dalam paparannya, dr. Diah menekankan bahwa pengelolaan diabetes memerlukan pendekatan holistik. “Bukan hanya pengobatan, tetapi juga perubahan gaya hidup, edukasi, olahraga, dan nutrisi yang tepat. Pengukuran komposisi tubuh dapat membantu mengidentifikasi risiko komplikasi lebih dini,” ujarnya.

Senada, dr. Pipit menyampaikan bahwa pengukuran komposisi tubuh lebih akurat dibandingkan BMI dalam menilai risiko metabolik, serta sangat penting dalam menyusun intervensi individual yang efektif bagi penderita diabetes.

Kegiatan ini selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya:

  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Melalui kolaborasi edukatif dan pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi metabolik dan mendorong kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta mendapatkan goodie bag sehat berisi buah segar, brosur edukatif, dan alat tulis informatif. Panitia juga mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan secara berkala dan menjaga pola hidup seimbang. FK UPI mengapresiasi kontribusi aktif para dosennya dalam kegiatan ini sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Partisipasi ini mencerminkan peran strategis pendidikan kedokteran dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (kontributor)

FK UPI Tingkatkan Kompetensi SDM Lewat Workshop Riset Bahan Alam In Vivo di FKUI

01 Aug 2025 • Humas UPI

Jakarta, 12 Juli 2025

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) mengirimkan perwakilan laboran, Subekti Evi Dwi Nugraheni, S.Si., untuk mengikuti Webinar & Workshop Hands On Batch 2: Studi In Vivo pada Riset Bahan Alam, yang digelar di Laboratorium Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran dan Laboratorium ARF IMERI FKUI, Jakarta, pada 11–12 Juli 2025.

Kegiatan ini dirancang sebagai forum pengembangan kompetensi teknis tenaga laboratorium, peneliti, dan akademisi dari berbagai institusi di Indonesia. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang riset bahan alam berbasis hewan coba (in vivo), mencakup:

  • Teknik ekstraksi bahan alam
  • Perhitungan dosis dan formulasi nanopartikel
  • Uji ELISA
  • Rute pemberian obat secara oral
  • Pengembangan dan evaluasi model hewan coba

Workshop ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama:

  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan (Good Health and Well-being)
  • SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure)

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset herbal berbasis bukti ilmiah, serta mendukung inovasi pengembangan produk kesehatan yang aman dan berstandar tinggi.

Keikutsertaan FK UPI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme staf laboratorium, yang berperan penting dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini akan menjadi aset penting dalam mendukung transformasi riset dan pembelajaran di lingkungan FK UPI, khususnya di bidang riset bahan alam dan fitofarmaka. (kontributor)

643 Finalis UKS Final Champions 2025 Ikuti Coaching Clinic: Cetak Pemimpin Cilik Sekolah Sehat untuk SDGs

01 Aug 2025 • Humas UPI

Jakarta, 7 Juli 2025

Sebanyak 643 siswa SD dari 38 provinsi di Indonesia resmi mengikuti Coaching Clinic UKS Final Champions 2025, setelah berhasil lolos dari seleksi ketat yang diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta. Kegiatan ini digelar secara daring sebagai rangkaian utama dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Final Champions 2025, dengan misi membentuk generasi muda sebagai agen perubahan menuju sekolah sehat dan berdaya saing.

Acara dibuka oleh Pembina UKS Final Champions Nasional, dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT., FIPM., FIPP., CIPS., C-PSH., AIFO-K, COMSK, bersama Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A.

Dalam sambutannya, dr. Alif menyampaikan bahwa UKS adalah gerakan kolektif lintas sektor—bukan hanya program sekolah—dan para peserta merupakan “tokoh kecil penggerak perubahan” yang akan membawa semangat hidup sehat di lingkungan masing-masing. “Kesehatan fisik, pikiran, hati, dan pergaulan adalah fondasi kebahagiaan. Anak-anak harus menjadi pemimpin dengan memberi contoh, bukan hanya memerintah,” tegasnya.

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi menambahkan, “Kesehatan bukan sekadar pelengkap pendidikan, melainkan pondasi utama tumbuh kembang anak. Saya bangga melihat semangat para finalis UKS dari seluruh Nusantara.”

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00–11.20 WIB ini mencakup sejumlah sesi penting, antara lain:

  • UKS & Tiga Pilar Sehat di Sekolah oleh Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si.
  • Sehat Itu Bahagia oleh dr. Alif N. Rahman – menekankan keseimbangan fisik, mental, dan sosial sebagai kunci kebahagiaan anak.
  • Peran UKS dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional – membahas integrasi peran siswa dalam program strategis nasional.

Acara diakhiri dengan refleksi dan komitmen peserta, serta penutupan oleh panitia nasional.

Para peserta dan guru pendamping menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang dibawakan. Salah satu guru dari SDN 85 Centre Bontolebang, Takalar, Sulawesi Selatan, menyebut sesi ini sangat inspiratif. Peserta dari UPT SDN 107 Kunjung mencatat bahwa “partisipasi lebih penting dari popularitas” — menandai semangat aktif dan kolaboratif yang dibangun melalui kegiatan ini.

Dukungan kegiatan datang dari berbagai pihak, termasuk:

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • Universitas Pendidikan Indonesia
  • Klinik Artikular
  • Surya Citra Media (SCM)
  • United Tractors
  • PT Semen Indonesia (Persero)

Kegiatan ini secara langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Melalui edukasi kesehatan, penguatan karakter, dan pelatihan kepemimpinan sejak dini, Coaching Clinic UKS Final Champions menanamkan nilai-nilai hidup sehat, empati sosial, serta semangat kepemimpinan positif. Para siswa dibekali untuk menjadi agen perubahan di sekolah—membangun budaya sehat yang berkelanjutan dan inklusif.

“Jangan remehkan tindakan kecil,” pesan dr. Alif menutup sesi. “Senyum ramah, ajakan cuci tangan, hingga saran bekal sehat bisa membawa perubahan besar. Kalian sedang menanam benih masa depan Indonesia yang lebih sehat.”

Dengan semangat UKS Final Champions 2025, para peserta diharapkan kembali ke sekolah masing-masing membawa misi besar: mewujudkan sekolah sehat sebagai kontribusi nyata terhadap bangsa dan dunia. (kontributor)

FK UPI Gelar PKM “Aktivitas Fisik Cegah Demensia” di Wisma Lansia Bandung

01 Aug 2025 • Humas UPI

Bandung, 6 Juli 2025

Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Aktivitas Fisik untuk Mencegah Demensia” yang dilaksanakan di Wisma Lansia J.S. Nasution, KPAD Bandung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FK UPI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan solusi kesehatan berbasis riset kepada masyarakat. Fokus kegiatan kali ini adalah edukasi promotif dan preventif terhadap risiko demensia pada lansia melalui pendekatan aktivitas fisik.

PKM ini dipimpin oleh dr. Ela Kustilah, Sp.S., dosen dan dokter spesialis neurologi FK UPI, didampingi oleh Dr. dr. Lucky Angkawidjaja R, M.Pd. dan dr. Muhammad Ersyad Hamda, M.Kes. Ketiganya dikenal aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif di bidang kesehatan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan susunan acara sebagai berikut:

  • Senam Bersama (07.00–07.30): Pembukaan dengan aktivitas fisik ringan.
  • Tes Memori (07.30–08.00): Screening awal untuk mendeteksi potensi gejala demensia.
  • Cek Gula Darah & Kolesterol (08.00–08.30): Pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.
  • Penyuluhan & Sosialisasi (08.45–10.30):
    • Sambutan dari pengurus Wisma Lansia, Ibu Nia.
    • Sambutan dari FK UPI oleh Dr. dr. Lucky Angkawidjaja R, M.Pd.
    • Penyuluhan utama oleh dr. Ela Kustilah, Sp.S. tentang deteksi dan pencegahan demensia.
  • Bakti Sosial: Penyerahan bingkisan kepada lansia dan pembagian doorprize.

Dalam pemaparannya, dr. Ela Kustilah menjelaskan bahwa demensia merupakan sindrom degeneratif yang menyerang memori dan fungsi kognitif, terutama pada lansia. Ia menekankan bahwa olahraga teratur, interaksi sosial aktif, serta pola makan bergizi dapat membantu memperlambat gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

“Berjalan kaki, senam ringan, atau bahkan bermain dengan cucu dapat memberikan stimulasi otak yang sangat berarti bagi lansia,” ujar dr. Ela berdasarkan studi neurologis terkini.

Kegiatan PKM ini disambut antusias oleh para peserta dan pengelola wisma. “Kami sangat terbantu. Selain pemeriksaan kesehatan, para lansia juga mendapatkan pengetahuan yang bisa mereka praktikkan sehari-hari,” ungkap Ibu Nia, salah satu pengurus wisma.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama:

  • Poin 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan (Good Health and Well-being)
  • Poin 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Dengan pendekatan edukatif berbasis sains yang mudah dipahami, PKM FK UPI membuktikan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong pencegahan penyakit secara holistik.

Melalui kegiatan ini, FK UPI mewujudkan visinya sebagai institusi yang unggul dalam pencegahan penyakit degeneratif melalui aktivitas fisik. Tak sekadar kegiatan akademik, PKM menjadi bentuk nyata keterlibatan FK UPI dalam membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. (Kontributor)

Pencarian