Pengolah Sampah Plastik menjadi Minyak : Karya UPI berteknologi Nano
12 Jul 2024 • Humas UPI
Pada saat bertemu dengan permasalahan sampah plastik di Indonesia, diperlukan suatu cara untuk menanggulanginya. Prof. Dr.Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng., professor teknik kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan fokus bidang teknologi partikel yang merupakan peneliti no 1 di Indonesia, telah memiliki jumlah publikasi lebih dari 400 di jurnal scopus, dan pernah dianugerahi Sinta award oleh Kementrian Riset dan Teknologi Kemenristek DIKTI pada tahun 2023, merancang sebuah alat pengubah sampah menjadi bahan bakar minyak dengan teknologi nano yang sederhana dan bisa digunakan di daerah terpencil.
Alat tersebut kemudian diujicobakan bersama tim, diantaranya Prof. Dr. Prayoga Bestari, M.Si., dan melibatkan mahasiswa yang antusias dan berdedikasi, Arya Destian, S.Pd., Gr., M. Rasyid, dan Zahwa Alya di salah satu daerah di kabupaten Bandung Barat. Secara singkatnya, chamber ini dapat mengatasi permasalahan tentang kebutuhan pentingnya pengolahan sampah plastik dan merubahnya menjadi bahan bakar seperti minyak tanah. Berbeda dengan pembakaran sampah secara langsung yang menimbulkan asap, alat ini mengurangi asap pembakaran sampah plastik dengan signifikan dan hampir tidak ada asap dari pembakaran plastik, dan bahkan menghasilkan minyak yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Bahkan peralatan ini dapat dimanfaatkan di daerah terpencil karena bisa menggunakan sumber energi yang ada (tanpa listrik) dan bisa didesain dengan mudah (Kontributor Humas UPI/Asep Bayu)
Dosen UPI Selenggarakan PkM Pemberdayaan Masyarakat Desa Cikole Sebagai Desa Binaan Melalui Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar
11 Jul 2024 • Humas UPI
Desa Cikole telah menjadi saksi dari sebuah inisiatif luar biasa dalam upaya pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengatasi masalah sampah plastik. Pada hari Sabtu, 6 Juli 2024, Melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar. Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Prayoga Bestari, M.Si., bersama tim yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa.
Program ini diketuai oleh Prof. Dr. Prayoga Bestari, M.Si., yang juga menjadi motor penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan. Beliau didampingi oleh tim pengabdian pada masyarakat, yaitu Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng., Prof. Dr. Rahmat, M.Si., dan Dr. Suryadi, M.Si. Selain para dosen, tim ini juga melibatkan mahasiswa yang antusias dan berdedikasi, antara lain Arya Destian, S.Pd., Gr., M. Rasyid, dan Zahwa Alya.
Tim pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan sampah plastik yang melimpah di Desa Cikole. Melalui program ini, mereka memperkenalkan teknologi konversi sampah plastik menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis untuk masalah sampah plastik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat setempat.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pada hari Sabtu, 6 Juli 2024, di Desa Cikole. Desa ini dipilih sebagai desa binaan untuk program ini karena memiliki potensi besar dalam hal sumber daya manusia yang siap untuk berpartisipasi aktif serta kebutuhan yang mendesak untuk penanganan masalah sampah plastik.
Masalah sampah plastik adalah isu global yang memerlukan perhatian serius. Di Desa Cikole, sampah plastik telah menjadi masalah yang signifikan. Oleh karena itu, program ini diinisiasi sebagai upaya untuk memberikan solusi yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, program ini tidak hanya mengurangi limbah plastik tetapi juga memberikan sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Program ini dimulai dengan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik. Tim dari UPI memberikan demonstrasi langsung mengenai proses konversi sampah plastik menjadi bahan bakar. Masyarakat diajari cara mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah plastik dengan menggunakan peralatan sederhana yang dapat mereka buat sendiri.
Hasil dari program ini sangat positif. Masyarakat Desa Cikole kini memiliki pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah plastik dan pemanfaatannya. Mereka dapat memproduksi bahan bakar sendiri dari sampah plastik, yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau dijual untuk menambah penghasilan. Selain itu, desa ini menjadi lebih bersih dan lingkungan lebih terjaga.
Program ini merupakan bagian dari komitmen UPI dalam mengabdi kepada masyarakat dan menciptakan solusi inovatif untuk masalah lingkungan. Dengan dukungan dari para akademisi dan mahasiswa, program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Indonesia.
Prodi PGSD UPI Kampus Sumedang Selenggarakan Pelatihan Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum Merdeka bagi Calon Guru Sekolah Dasar
11 Jul 2024 • Humas UPI
Pada Minggu (30/06/2024) Tim pengabdian Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi Calon Guru Sekolah Dasar. Pelatihan dilaksanakan secara luring dengan materi pokok “Cara atau Teknik Membuat RPP Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar”. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mempersiapkan calon guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta profesionalitas guru, mendukung kebijakan pemerintah, menjawab tantangan pendidikan, sehingga berdampak pada pembentukan generasi penerus lulusan sekolah dasar.
Dr. Cucun Sunaengsih, S.Pd., M.Pd., selaku ketua pelaksana melaporkan kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 35 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang dan menyebutkan bahwa yang paling penting dalam kegiatan pelatihan adalah bukan berapa jumlah peserta yang hadir tetapi bagaimana peserta yang hadir dapat terlibat secara aktif dalam seluruh kegiatan pelatihan dan dapat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pembekalan materi mengenai teknik pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan selanjutnya praktik pembuatannya. Dalam praktek pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) para calon guru dibimbing dengan perlahan serta mengikuti langkah-langkah dalam pembuatan RPP.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kiki Rizki Saskia, S.Pd., Dr. Cucun Sunaengsih, S.Pd., M.Pd., Aah Ahmad Syahid, M.Pd., Dr. Isrok’atun, M.Pd., dan Drs. Dadan Djuanda, M.Pd. Adapun pelatihan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Candradimuka yang bergerak dibidang pendidikan seperti pengabdian, pendidikan, dan penelitian.
“Hasil dari pelatihan ini pastinya akan sangat berguna bagi mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar khususnya yang hadir kali ini untuk membantu atau menunjang di masa yang akan mendatang, jadi ketika nanti kalian tidak akan bingung dan tidak perlu mempelajari ulang karena hasil dari kegiatan ini berupa modul ajar yang akan disusun oleh masing-masing dari kalian” ujar Dr. Cucun Sunaengsih S.Pd., M.Pd., selaku ketua tim pengabdian. Dengan diselenggarakannnya kegiatan “Pelatihan Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum Merdeka bagi Calon Guru Sekolah Dasar” ini diharapkan kedepannya para calon guru dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Unit Kegiatan Mahasiswa Candradimuka Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) di Rumah Pintar Al-Barokah Desa Cibereum Wetan
11 Jul 2024 • Humas UPI
Unit Kegiatan Mahasiswa Candradimuka merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan di UPI Kampus Sumedang yang memfokuskan setiap program kerjanya pada Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Dengan Dosen Pembina Drs. Dadan Djuanda, M.Pd., dan Dr. Cucun Sunaengsih, S.Pd., M.Pd. sampai pahun 2024 ini UKM Candradimuka sudah mencapai angkatan ke-12.
Kegiatan P2M UKM Candradimuka dilaksanakan di Rumah Pintar Al-Barokah yang didirikan oleh Dra. Een Sukaesih di Sumedang, Jawa Barat. Meskipun mengalami kelumpuhan dan hanya bisa menggerakkan kepala, Dra. Een Sukaesih tetap bersemangat mendidik anak-anak dari rumahnya untuk mengamalkan ilmunya yang ia dapat ketika ia berkuliah di IKIP atau UPI. Rumah Pintar Al-Barokah ini menjadi pusat pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat sekitar, dengan berbagai program edukatif seperti Sentra Baca, Sentra Kriya, Sentra Komputer, dan Sentra Bermain.
Kegiatan P2M UKM Candradimuka yang dilaksanakan pada tanggal 1-6 Juli 2024 disambut baik oleh Pihak Desa Cibereum Wetan dan Pengurus Rumah Pintar Al-Barokah. Dengan persiapan dan koordinasi dari 2 bulan sebelumnya menghasilkan antusiasme masyarakat terutama anak-anak terhadap aktivitas yang akan dilaksanakan sangat tinggi, sehingga kegiatan ini berjalan lancar sampai akhir. Memiliki jargon “Kita bisa bersama, bersama kita bisa” UKM Candradimuka Angkatan 12 berhasil menyukseskan Kegiatan P2M Candradimuka 2024.
Nurroh Muna selaku ketua pelaksana Kegiatan P2M Candradimuka 2024 melaporkan bahwa kegiatan ini persiapkan oleh 50 Mahasiswa dan dihadiri pada hari pelaksanaan oleh 39 mahasiswa, terdapat beberapa event yang dilaksanakan yaitu bimbingan belajar untuk SD/Sederajat, reading time perpustakaan keliling, belajar mengaji di masjid berkolaborasi oleh pengurus masjid Al-Barokah, kunjungan UMKM susu kambing, senam pagi, post to post, family 100, serta fun games untuk Ibu-ibu dan anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana belajar bersosialisasi dan berkolaborasi untuk hidup dimasyarakat serta memperluas pengetahuan dan memberikan pengalaman kepada para mahasiswa calon pendidik untuk belajar menjadi guru berkualitas yang siap menghadapi perkembangan zaman.
“Kami, UKM Candradimuka Angkatan 12, telah melaksanakan dua dari tiga Tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian yang mencakup beberapa aktivitas pendidikan didalamnya. Kami juga sedang menjalani proses penelitian, yang merupakan satu dari tiga Tridharma perguruan tinggi yang belum kami laksanakan, di SDN Gudang Kopi II. Mudah-mudahan semua berjalan lancar sehingga kami dapat melaksanakan seluruh Tridharma perguruan tinggi. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kami tidak perlu lagi mengamalkannya; justru, kami harus lebih mendalaminya karena sebelumnya sudah memiliki pengalaman dalam melakukan pengabdian, pendidikan, dan penelitian.” Ujar Amanda Claudia Putri selaku Ketua Umum UKM Candradimuka Angkatan 12.Unit Kegiatan Mahasiswa Candradimuka Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) di Rumah Pintar Al-Barokah Desa Cibereum Wetan
Pelajari Audio Film di Vancouver Film School : Danendra Alfathadiningrat, Mahasiswa Berprestasi Peserta Program Outbound Student Mobility
07 Jul 2024 • Humas UPI
Danendra Alfathadiningrat, mahasiswa Tahun kedua Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Vancouver, Canada. Ia melanjutkan studi ke sana dalam rangka program outbound student mobility dan mendapatkan SK Rektor Universitas pendidikan Indonesia yang diperuntukan bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan Credit Transfer selama satu tahun.
Pada program ini, Danendra memperdalam pengetahuan dan pengalaman di bidang audio film. Vancouver Film School merupakan sekolah vokasional setara (D1) khusus seni dan film yang tercatat sebagai salah satu sekolah film terbaik di dunia. Perjuangannya untuk memasuki Program studi Sound Design for Visual Media di VFS (Vancouver Film School) terbilang tidak mudah, program studi ini hanya menerima 72 mahasiswa setiap tahunnya dari berbagai peminat di seluruh dunia, banyak proses yang harus ia lalui mulai dari sertifikasi bahasa inggris, wawancara dengan bahasa inggris, penyusunan portofolio, hingga pembuatan visa yang rumit.
Program studi ini juga merupakan yang tersulit dan terpadat dari segi jadwal hingga materi pembelajaran, jadi sangat tidak mudah untuk belajar di program studi ini, tapi selain itu pasti ada keseruan di balik kesusahan yang ia lalui. Mari kita simak beberapa momen keseruan Danendra belajar di program studi Sound Design for Visual Media VFS (Vancouver Film School).
Keseharian Belajar Melalui Praktek Dengan Aplikasi Audio
Aktivitas pembelajaran sangat padat. Dalam seminggu mulai dari Senin hingga Jumat dengan durasi pembelajaran sekitar 7-12 jam sehari, tak jarang ia harus tetap datang pada hari libur untuk mengerjakan proyek dan tugas kelompok atau jika ada instruktur yang mengganti jadwal. Selain mempelajari teknis dan pengoperasian aplikasi tersebut, mahasiswa disini juga mempelajari pengaplikasian teori suara dan audio dalam desain suara yang akan dibuat nantinya. Sistem pembelajaran ini sangat efektif untuk membiasakan murid dengan cara kerja dan aplikasi yang akan ia gunakan setelah terjun ke dunia industri.
Sesi Foley Recording
Kali ini ia menunjukkan keseruan dalam sesi Foley untuk proyek film yang ia kerjakan bersama kelompoknya, mereka melakukan sesi ini dalam ruangan khusus yaitu Foley Room, yang berisikan beberapa tekstur berbeda mulai dari batuan hingga pasir disertai ruangan properti yang menyimpan berbagai jenis properti yang dibutuhkan untuk sesi Foley.
Menjelajahi Kota Untuk Menangkap Suara
Keseruan lainnya ditunjukkan dari kegiatan luar lapangan dimana ia dan teman-teman kelasnya berkeliling kota untuk merekam berbagai jenis suara-suara, mulai dari suara konstruksi, kendaraan berlalu-lalang, hingga suara orang sedang bermain bola. Kegiatan ini biasa disebut Field Recording, dengan beberapa perangkat portabel yang ia gunakan dapat memudahkannya untuk merekam dengan lebih taktis, cepat dan efisien.