English
Indonesia

SISWA LABSCHOOL KAMPUS UPI CIBIRU RAIH PRESTASI DALAM BERBAGAI KEJUARAAN

22 May 2024 • Humas UPI

Bandung – UPI

Sekolah Labschool Kampus UPI Cibiru raih beberapa lomba yang diselenggarakan berbagai kejuaraan. Salah satunya adalah Tim Pianika SD laboratorium UPI Cibiru meraih juara 3 dalam lomba Pianica Ensemble Elementary Class Bandung Indonesia Marching Band Festival 2024 dilaksanakan pada tanggal 18 mei 2024.  Kegiatan Lomba ini diselenggarakan oleh IMBA(Indonesia Marching Band Association).

Arziqy siswa SD Labschool  UPI Cibiru meraih medali perak level 1 pada Jenius Science Olympiade (JSO) dalam final provinsi di Yogyakarta tingkat nasional 2024 yang diselenggarakan oleh yayasan pendidikan Intan Mutia di Sleman kegiatan lomba ini diselenggarakan pada tanggal 1 Mei 2024.

Selain itu pula, Ranum siswi SD labschool Kampus UPI Cibiru mendapat juara I pencak silat Ladwitra Pesilat Championships memperebutkan piala Rektor UPI dan Piala Gubernur Jawa Barat tanggal 18-19 mei 2024 yang diselenggarakan di SMA Labschool UPI Cibiru.

Prestasi lain yang ditorehkan Kampus UPI Cibiru adalah dalam Kejuaraan Karate yang diselenggarakan di SMA Labschool UPI Kampus UPI CIbiru. Renata Aurin P merupakan siswa SMP Labschool UPI Cibiru memperoleh  peringkat juara 2 pada Festival tersebut pada katagori  perorangan Putri kadet. Kegiatan ini merupakan Kejuaraan Karate Ladwimatra yang diselenggarakan pada SMA Labschool UPI Cibiru tingkat kabupaten Bandung tahun 2024.

Prestasi berikutnya diraih oleh Marsha Medina K,  siswa SMP Lab UPI Cibiru Juara II pada Festival Katagori  Perorangan Putri Kadet pada Kejuaraan Karate Ladwimatra SMA Labschool UPI Cibiru Tingkat Kabupaten  Bandung tahun 2024. Semoga semua prestasi yang sudah diraih oleh para siswa di Sekolah Labschool UPI Cibiru dapat lebih mengharumkan nama UPI dan juga lebih meningkatkan lagi prestasi siswa di UPI khususnya di Kampus UPI Cibiru, selamat kepada para pemenang lomba, tetap semangat berprestasi. (HN)

Ikan Bandeng Tim Nek Eni

19 May 2024 • Humas UPI

Jumat sore adalah waktunya rehat sejenak dari rutinitas kampus. Biasanya, saya merencanakan kegiatan untuk Sabtu dan Ahad akan melakukan apa saja. Kalau tidak keluar rumah untuk wisata, hal yang paling menarik buat saya adalah memasak dan berkebun, selain membaca buku favorit tentunya.

Sore itu, ada obrolan ringan dengan Intan, salah seorang staf Komunitas Biblioterapi Indonesia yang tengah googling cara memasak ikan pari asap..di tempat kelahirannya, disebut Ikan sembilang. Tiba-tiba memori saya meregresi ke masa lalu.

Ikan bandeng terasi ala Nek Eni. Itu yang pertama kali terbetik dalam memori. Muncul pop up visual ikan bandeng warna merah (dari terasi merah) dan rasanya yang pedas seketika menstimulasi bagian otak  Medula Oblongata. Dialah yang bertanggung jawab atas refleks saliva ini. Mengirimkan sinyal ke kelenjar produksi air liur untuk memproduksi lebih banyak saat membayangkan Ikan Bandeng Tim ala Nek Eni. Pertama kali saya mencobanya ketika kelas 4 SD. Satu-satunya masakan pedas yang bisa diterima lidah saya kala itu.

Ikan bandeng tim (maksudnya mungkin steam) ini punya kisah romantisme yang menarik. Konon, Nek Eni berkisah bahwa Kakek saya, Van der Lee sangat suka kalau nenek masak Ikan bandeng tim terasi ini. Apalagi dimakan dengan nasi panas. Itulah yang membuat saya tertarik mencicipinya pertama kali di kelas 4 SD. Ternyata memang selezat itu!

Ikan bandeng tim Nek eni ini tidak pernah saya jumpai dimana pun! Ini masakan ciptaannya sendiri, yang menjadi favorit suaminya. Resepnya diturunkan ke mama dan juga saya. “Ah, rasanya kangen makan ikan bandeng tim ala nek Eni!”

Saya adalah pendengar setia kisah kehidupannya Nek Eni. Perjalanan hidupnya persis sinetron, banyak drama. Sama seperti Ikan bandeng, yang melambangkan kehidupan manusia yang berliku.

Ikan bandeng memiliki duri-duri yang banyak, ini menggambarkan perjalanan hidup yang penuh rintangan dan kesulitan. Benar saja. Jika selama ini saya tinggal menyantap Ikan bandeng tim dari racikan tangan beliau atau mama saya langsung. Namun, hari ini saya mencoba memasaknya sendiri. “jangan lupa bersihkan sisik ikan bandengnya”. “pelitek keun ngarah cucukna gampang dicabut” (tekuk badan ikannya supaya duri-durinya mudah diambil), kata mama saya dalam sesi video call semalam.

Membersihkan sisiknya, melipat badannya hingga keluar duri-duri tipisnya (yang dipastikan tidak akan bersih semua). Ketika menyantapnya pun perlu kesabaran. Tenang, dan tekun, sehingga hasil yang memuaskan dapat dinikmati. Hal ini juga mengajarkan untuk tidak putus asa dalam menghadapi segala rintangan, seiring dengan harapan akan rezeki yang tak akan pernah habis.

Bumbunya sederhana, mirip sambal terasi. Dengan teknik pematangan yang khas dan ada satu komponen bumbu racikannya. Ketika mengolahnya dengan cinta, sajian bandeng tim terasi ini punya cita rasa yang begitu lezat! Pantaslah jika kakek Van der lee selalu menantikan sajian ikan bandeng tim buatan nenek sebagai hidangan favorit!

Di kalangan Tionghoa, ikan bandeng juga menjadi tradisi imlek yang kaya makna. Dalam keyakinan mereka, kehadiran ikan bandeng sebagai menu santap bersama melambangkan keberuntungan, kemakmuran, harapan, dan kehidupan. Pasalnya, dalam bahasa Mandarin, ikan bandeng disebut yu atau yoo yang mirip dengan arti kata surplus atau berlimpah. Sehingga, tradisi ini diharapkan dapat membawa kemakmuran dan rejeki yang berlimpah di tahun baru. Sejarawan J.J Rizal, mengatakan tradisi ini tidak ditemukan dalam budaya Tionghoa di negara asalnya. Kemungkinan ada akulturasi budaya antara Betawi dan Tionghoa yang telah terjadi sejak abad ke-17.

Beruntung Nek Eni saat ini masih ada, beliau salah satu orang paling berpengaruh juga dalam perjalanan kuliah sarjana saya. Ada satu masa dimana beliau menjual gelang emasnya sebagai hadiah untuk saya karena diterima kuliah di DIIP Fikom Unpad. “Salametnya, ku enek didoakeun sing sukses, lancar…yeuh dijual weh keur nambah-nambah biaya kuliah” (selamat ya, didoakan semoga sukses, lancar…ini dijual saja untuk nambah-nambah biaya kuliah), seraya menanggalkan salah satu gelang emasnya lalu meletakkan gelang emas itu ke telapak tangan saya. Allohumma barik.

Mungkin kali ini saatnya saya mengabadikan kebaikan-kebaikan nenek saya melalui tulisan ini. Tulisan ringan akhir pekan yang diolah bersama cinta, rasa dan filosofi ikan bandeng ala nek Eni. Kelak saya berharap dapat mendaftarkan resepnya sebagai paten/ HKI, dan membuka restoran ikan bandeng mak Eni, semoga! Tertarik mencobanya? Salam ikan bandeng, salam mulia, berkah, berlimpah…!

Salam biblioterapi,Bunda Susan @susan_motherpreneur. Dosen Biblioterapi di Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, FIP UPI Bandung. Founder Komunitas Biblioterapi Indonesia @bibliotherapy.id. Penulis buku seri biblioterapi dan penyedia layanan biblioterapi. (Bandung Barat, 18 Mei 2024)

Perkuat Program Internasionalisasi, Sekolah Pascasarjana UPI dan Busan University of Foreign Studies Tandatangani Kerjasama International Bidang Pengajaran BIPA

18 May 2024 • Humas UPI

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia bersama Busan University of Foreign Studies (BUFS) secara resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dalam bidang pendidikan dan pengajaran Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan (17/5/2024). Penandatanganan MoA ini berperan penting dalam memperkuat program international, meningkatkan çapaian IKU UPI, serta menjadi prestasi dan titik tolak bagi kedua institusi untuk berkolaborasi dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Penandatanganan MoA ini dipimpin Direktur Sekolah Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Juntika, M.Pd., didampingi Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd selaku perwakilan Program Studi Magister (S2) BIPA serta Dr. Sun-Hee Kwon selaku Dekan Kantor Urusan Internasional BUFS. Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd memberikan kuliah umum tentang Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing untuk kelas BIPA di BUFS dan kuliah umum tentang Budaya Indonesia untuk program AIMS di BUFS, serta mengadakan diskusi potensi kerja sama dalam penelitian BIPA bersama para dosen BIPA di BUFS.

Langkah ini bukan hanya memperkuat kerja sama antara kedua lembaga, tetapi juga membuka jalan baru untuk pengembangan pendidikan tinggi di bidang bahasa dan budaya Indonesia. Diharapkan kerja sama ini akan membawa manfaat bagi mahasiswa dan staf akademik dari kedua universitas serta mengangkat kualitas pendidikan BIPA di tingkat internasional.

Melalui kerjasama dan kuliah umum ini, Sekolah Pascasarjana UPI dan Program Studi yang terlibat berhasil memperkuat program internasionalisasi serta meningkatkan capaian indikator kinerja utama (IKU) bidang 3 yaitu dosen berkegiatan tridharma diperguruan tinggi lain, bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membimbing mahasiswa berkegiatan di luar program studi serta meningkatkan capaian indikator kinerja utama (IKU) bidang 6 tentang kemitraan program studi.  

Tingkatkan Keterampilan Organisasi dan Kepetualangan,  UKM Mahacita UPI Selenggarakan Pendidikan Lanjutan

16 May 2024 • Humas UPI

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahacita Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan pendidikan lanjutan ke-43 yang ditujukan bagi anggota muda UKM Mahacita UPI (16/5/2024). Pendidikan lanjutan diselenggarakan dimulai pada tanggal 13 Mei 2024 sampai dengan 30 Juni 2024 dengan mengangkat tema  “Pendidikan Keorganisasian dan Eksplorasi Kepetualangan”. Kegiatan diikuti oleh anggota muda sebanyak 8 orang yang telah menyelesaikan kegiatan pendidikan dasar.  

Ihsan Sopiyan Sutarjat, selaku  Ketua Adat UKM Mahacita UPI sekaligus mahasiswa Program Studi Pendidikan Arsitektur FPTK UPI menjelaskan bahwa pendidikan lanjutan diselenggarakan sebagai wadah untuk membimbing anggota muda melanjutkan ilmu pengetahuan dasarnya untuk memperoleh keterampilan yang esensial dalam mengembangkan kompetensi yang diperlukan untuk sukses di dunia nyata, berkontribusi dalam masyarakat, dan meraih pertumbuhan potensi diri yang berarti.

Lebih lanjut Ihsan Sopiyan Sutarjat menjelaskan bahwa tujuan pendidikan lanjutan ini diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan anggota muda dalam mempelajari keorganisasian dan keterampilan kepetualangan, menggali potensi diri terkait kemampuan berorganisasi dan keterampilan  berpetualangan, menyusun perencanaan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan,  serta melaksanakan dan mempublikasikan hasil kegiatan pendidikan lanjutan. 

Melalui kegiatan pendidikan lanjutan ini, para peserta anggota muda UKM Mahacita UPI diharapkan dapat mengikuti berbagai rangkaian dengan menyelesaikan materi  pendidikan keorganisasiaan dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan materi kelas dan pengembangan organisasi melalui kegiatan penelitian. Selain itu juga menyelesaikan materi eksplorasi kepetualangan dengan yang terdiri dari materi kelas dan simulasi serta persiapan fisik dengan melakukan latihan fisik dilanjutkan dengan pelaksanaan kepetualangan. 

Tingkatkan IKU, Tim Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI dampingi Para Guru Sekolah Indonesia Davao di Filipina Melalui PkM Internasional

14 May 2024 • Humas UPI

Tim dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia berhasil meningkatkan capaian indikator kinerja utama (IKU) Program Studi melalui penyelengaraan kegiatan  Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Internasional bagi para guru Sekolah Indonesia Davao di Filipina. 

PkM Internasional ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional para guru dalam menyusun modul ajar berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pendidikan akuntansi saat ini. Sedangkan capaian kegiatan ini yaitu perjanjian kerjasama dan kemitraan program studi, poster ber-HKI, video karya cipta ber-HKI, dan modul ajar Akuntansi Jasa ber-HKI dan ber-ISBN.

Secara intensif, tim dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi yaitu Dr. Heni Mulyani, M.Pd dan  Fitrina Kurniati, S.Pd., M.Ak mendampingi para guru dalam menyusun modul bahan ajar akuntansi jasa yang diselenggarakan secara hybrid dengan sistem daring dan luring. Kegiatan diawali dengan sesi daring yang diselenggarakan pada tanggal 25-29 April 2024. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi luring pada tanggal 11 Mei 2024 di Sekolah Indonesia Davao City di Filipina.

Pada sesi daring dan luring  ini,  tim dosen mendampingi para guru dalam menyusun modul ajar akuntansi jasa yang mencakup empat materi utama yaitu penyusunan modul ajar, sitasi, kode etik, penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan materi ajar, serta desain modul ajar siswa.

PkM Internasional ini diselenggarkan bekerjasama dengan lembaga internasional Association of Public Sector Accounting Educators (APSAE) yang fokus melakukan pengembangan kapasitas dosen dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi dan keahlian dosen melalui sertifikasi CIPSAS (Certificate in International Public Sector Accounting Standards). 

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Akuntansi berhasil meningkatkan capaian indikator kinerja utama (IKU) 3 yaitu dosen berkegiatan tridharma diperguruan tinggi lain, bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membimbing mahasiswa berkegiatan di luar program studi serta peningkatatan capaian indikator kinerja utama (IKU) 6 tentang kemitraan program studi (Yana Setiawan).  

Pencarian