Mes que un club artinya “tak hanya sekadar klub”. Itulah moto klub sepakbola FC Barcelona yang bermarkas di kota Barcelona Spanyol. Moto ini menyiratkan bahwa kiprah klub Barcelona ini tak hanya sebatas klub sepakbola. Barcelona sebagai alat perjuangan bersama. Barcelona bukan hanya sebagai klub sepak bola Spanyol yang telah melejit dan sukses di lapangan hijau, namun juga klub ini menorehkan semangat kebersamaan (cooperativeness) dan kerja keras (hardworking) yang menghasilkan sejumlah prestasi.
Dimiliki Koperasi
Berbeda dengan klub sepak bola lainnya di Eropa, klub ini tidak dimiliki oleh perorangan atau investor. Barcelona merupakan klub milik komunal dalam wadah keanggotaan koperasi. Saat ini, Barcelona atau Barce merupakan klub sepak bola kedua terkaya di dunia dalam hal pendapatan, dengan omzet tahunan sebesar €560,8 juta. Seperti lazimnya koperasi di seluruh dunia yang bercirikan kerja sama, guyub_atau _sabilulungan, Barcelola juga menerapkan lima sistem nilai (value system) utama dalam pengelolaan dan manajemen organisasi. Yaitu hormat pada sesama (respect); ikhtiar yang optimal (effort); tekad yang kuat (ambition); kerja tim (team work), dan kerendahan hati (humility). Atas dasar kebersamaan dan kerja keras itulah para pemain, pemilik dan pendukung fanatik, Barcelona tampil sebagai organisasi klub olahraga terhormat yang sukses tak hanya dalam bidang sepakbola, tetapi juga mencakup berbagai bidang olahraga lainnya, termasuk pengelolaan bidang pendidikan atau akademi dan industri olahraga lainnya. Bagi penikmat sepakbola dunia, FC Barcelona merupakan klub sepak bola papan atas yang tak asing lagi. Tim yang berasal dari Spanyol ini tercatat sebagai klub sepakbola legendaris dunia. Barcelona berhasil menorehkan sejumlah prestasi gemilang sepanjang Abad 20. Klub ini didirikan tahun 1899 dengan nama Fotbol Club Barcelona (FC Barcelona). Sejumlah prestasi gemilang antara lain 27 gelar Liga Spanyol, 31 gelar Copa Del Rey, 14 gelar Piala Zuper Spanyol. 5 gelar Loga Champions Eropa, 4 gelar Piala Winner UEFA. Atas sederet prestasi gemilang tersebut menjadikan FC Barcelona tampil sebagai salah satu klub tersukses di Spanyol, Eropa, dan bahkan dunia. Di balik hingar bingar prestasi yang ditorehkan klub sepakbola ini, PC Barcelona dikelola secara unik. Berbeda dengan klub sepakbola lainnya, klub sepakbola umumnya dimiliki para konglomerat sebagai pemegang saham utama. Klub Barcelona dimiliki dan dikelola oleh para pendukungnya dalam wadah koperasi. Melalui sistem koperasi inilah, yang saat ini dengan berjumlah anggota sebanyak 180 ribu orang, Barcelona tampil sebagai salah satu klub elit yang tak hanya berkiprah dalam bidang olahraga sepak bola saja, tetapi beraktifitas di bidang olahraga lainnya termasuk industri merchandise dan pendidikan.
Klub Sepakbola Indonesia
Klub sepak bola Liga Indonesia pada umumnya memiliki badan hukum dalam bentuk perseroan terbatas. Saat ini belum banyak klub sepak bola di Indonesia yang menggunakan prinsip koperasi dalam pengelolaannya. Padahal gerakan koperasi telah lama berlangsung di Indonesia. Sejalan dengan peraturan yang dikeluarkan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), klub sepak bola di Indonesia harus berbadan hukum. Hal ini sejalan juga dengan Club Licensing Regulation yang diterbitkan Federation de Internationale de Football Association (FIFA) pada tahun 2004. Berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia, bentuk badan hukum tersebut berupa perseroan terbatas, yayasan, dan koperasi. Saat ini, klub-klub sepak bola di Indonesia memilih badan hukumnya berupa Perseroan Terbatas dan sangat sedikit klub sepak bola yang pengelolaannya berdasarkan kaidah koperasi. Berkaca dari keberhasilan Barcelona dalam pengelolaan klubnya, patut dipertimbangkan sebagai best practice bagi Indonesia dalam pengelolaan klub sepak bola melalui koperasi. PC Barcelona telah membuktikan tampil perkasa sebagai salah satu klub elit dunia yang mengelola klub nya dengan menggunakan prinsip koperasi. Anggota koperasi Barcelona yang berjumlah 180.000 orang, mereka merupakan pemilik klub dan supporter fanatik, telah mengantarkan klubnya sebagai kampiun dalam berbagai event laga sepakbola dunia. Mudah mudahan best practice ini dapat memberikan kontribusi lebih baik agar keberlangsungan klub sepak bola di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan semakin maju secara berkesinambungan dengan menerapkan prinsip-prinsip koperasi. Seperti dinyatakan Nurdin Halid (2021) dalam orasi ilmiah yang berjudul “Penguatan Industri Olahraga Berbasis Koperasi Multi-pihak” bahwa klub sepak bola yang dikelola dengan sistem koperasi sukses dijalankan di sejumlah klub elite di Eropa, seperti Barcelona, Real Madrid, dan Bayern Muenchen. Pengelolaan klub-klub sepak bola semacam itu merupakan salah satu model koperasi klub olahraga yang bisa dikembangkan dalam industri olahraga. Barcelona yang dimiliki oleh 180 ribu anggota yang semuanya memiliki hak suara dalam menentukan arah dan masa depan klub. Prinsip kerja koperasi, seperti keanggotaan terbuka, sukarela, serta kesetaraan, menjadi kekuatan Barcelona bisa bertahan sebagai klub elite dengan sistem keuangan yang sehat. Kini masyarakat sepakbola Indonesia menunggu pengelolaan liga Sepakbola Indonesia melalui manajemen koperasi. Yaitu klub sepakbola yang dimiliki dikelola oleh anggota untuk kesejahteraan bersama dan masyarakat luas. Seperti telah dikemukakan Vincent Lombardi -pelatih sepakbola legendaris (1980) bahwa football is like life – it requires perserverance, self denial, hard work, sacrifice, dedication and respect for authority. Dunia sepakbola itu seperti kehidupan. Ia memerlukan ketekunan, penyangkalan diri, kerja keras, pengorbanan, dedikasi, dan rasa hormat terhadap otoritas.
Rektor : UPI Komitmen Penuh dalam Keterbukaan Informasi Publik
27 Apr 2024 • Humas UPI
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia Berkomitmen penuh dalam keterbukaan informasi Publik. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. usai menjadi narasumber Majalah BUKA Komisi Informasi Pusat pada Jumat (19/04/24) di Gedung Rektorat UPI Kampus Bumi Siliwangi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPI mengungkapkan rasa syukurnya atas pengakuan dan rekognisi yang diterima oleh universitasnya sebagai perguruan tinggi yang informatif. Namun demikian, pengakuan ini juga menjadi sebuah tantangan bagi UPI untuk terus meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah ini merupakan satu pengakuan, suatu rekognisi, yang patut kita syukuri ya. Namun demikian, kan ini menjadi tantangan karena kita sudah diakui sebagai perguruan tinggi yang cukup informatif yang baik dalam hal ini,” ujarnya.
Menurut Solehuddin, UPI memiliki tanggung jawab untuk menjawab tantangan tersebut dengan menerjemahkan pengakuan ini ke dalam upaya yang lebih maksimal lagi dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat. “Oleh karena itu, kita hendaknya belajar dari pengalaman kita yang sudah, untuk terus memperbaiki dan menjaga, jangan sampai ini kembali lagi ke keadaan sebelumnya yang cenderung kurang informatif,” tambahnya.
UPI telah mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan keterbukaan informasi Publik, termasuk dengan menerbitkan Peraturan Rektor tentang informasi yang dikecualikan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan universitas tersebut benar-benar untuk kepentingan publik dan tidak melanggar regulasi yang berlaku.
“Kita keluarkan peraturan rektornya jangan ragu-ragu. Peraturan rektornya tentang mana informasi yang dikecualikan. Kalau nanti ada perbaikan, ya gapapa tapi kan kita keluarkan dulu. Inilah yang kita tau itulah yang kita paham dan itulah yang kita jaga,” jelas Solehuddin. Menurutnya untuk memastikan keterbukaan informasi, tidak hanya diperlukan peraturan yang jelas tetapi juga komitmen yang kuat dari seluruh elemen di UPI. “Harus punya komitmen, karena kan ini lembaga publik, kita kan amanat sebetulnya ini. Ini lembaga publik dan oleh karena itu kita harus menjamin bahwa kebijakan kita, bahwa implementasi kebijakan kita itu betul-betul secara maksimal adalah untuk kepentingan publik,” tandasnya.
Selain itu Rektor juga menekankan pentingnya menerima masukan dari berbagai pihak untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan dalam hal keterbukaan informasi. “Untuk bisa tau itu kan mereka harus dibuka supaya bisa memberi masukan juga kepada kita. Bener gak kita? Jangan bener kata sendiri. Tapi bener itu kan harus dilihat dari berbagai pihak. Tentu bila ada selisih paham ya kita diskusikan,” ujarnya. Selain itu Rektor juga menekankan pentingnya menerima masukan dari berbagai pihak untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan dalam hal keterbukaan informasi. “Untuk bisa tau itu kan mereka harus dibuka supaya bisa memberi masukan juga kepada kita. Bener gak kita? Jangan bener kata sendiri. Tapi bener itu kan harus dilihat dari berbagai pihak. Tentu bila ada selisih paham ya kita diskusikan,” ujarnya.
Pernyataan Rektor UPI ini disambut baik oleh Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), yang mengakui bahwa UPI termasuk dalam 32 persen perguruan tinggi yang sudah dalam kategori baik dalam hal keterbukaan informasi.
“Ya, kalau kita berbicara tentang keterbukaan informasi di sektor pendidikan khususnya perguruan tinggi, universitas pendidikan Indonesia masuk dalam 32 persen yang sudah dalam kategori baik. Nah ini tentunya berkat komitmen dari rektor beserta jajarannya karena kalo kita bicara keterbukaan yang paling utama adalah komitmen dari pimpinan badan publiknya,” ungkap Rospita Paulyn Vici Komisioner KIP.
Dengan adanya komitmen yang ditunjukkan oleh Rektor UPI terhadap keterbukaan informasi dan semangat untuk meningkatkan layanan informasi, UPI berharap bisa menjadi teladan bagi perguruan-perguruan tinggi lain dalam hal keterbukaan informasi pada era ini. Selain itu, UPI juga berharap bahwa seluruh perguruan tinggi dapat masuk dalam kategori baik dan mencapai standar yang diharapkan dalam hal keterbukaan informasi.
Pernyataan Rektor UPI ini disambut baik oleh Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP),yang mengakui bahwa UPI termasuk dalam 32 persen perguruan tinggi yang sudah dalam kategori baik dalam hal keterbukaan informasi.
“Ya, kalau kita berbicara tentang keterbukaan informasi di sektor pendidikan khususnya perguruan tinggi, universitas pendidikan Indonesia masuk dalam 32 persen yang sudah dalam kategori baik. Nah ini tentunya berkat komitmen dari rektor beserta jajarannya karena kalo kita bicara keterbukaan yang paling utama adalah komitmen dari pimpinan badan publiknya,” ungkap Vici.
Dengan adanya komitmen yang ditunjukkan oleh Rektor UPI terhadap keterbukaan informasi dan semangat untuk meningkatkan layanan informasi, UPI berharap bisa menjadi teladan bagi perguruan-perguruan tinggi lain dalam hal keterbukaan informasi pada era ini. Selain itu, UPI juga berharap bahwa seluruh perguruan tinggi dapat masuk dalam kategori baik dan mencapai standar yang diharapkan dalam hal keterbukaan informasi. (Kontributor Humas UPI: Nayla Faumi 2300156, Ed. Hana)
UNESCO sebagai badan dunia bidang pendidikan, pengetahuan dan kebudayaan akhirnya mengakui bahwa Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Besar keagamaan Dunia. Melalui pertemuan Dewan Eksekutif UNESCO, tanggal 27 Maret 2024 lalu, usulan Indonesia dengan dukungan dari 30 negara lainnya, Idul Fitri dan Idul Adha ditetapkan UNESCO sebagai hari besar keagamaan Dunia. Pengakuan badan dunia UNESCO tentang dua hari besar umat Islam ini, merupakan langkah penting untuk mendorong pemahaman global antar bangsa, nilai budaya dan agama dalam percaturan pembangunan berkelanjutan.
Ada tiga penting dengan penetapan dua Hari Besar keagamaan ini dalam perspektif tujuan pembangunan berkelanjutan. Pertama, pengakuan UNESCO ini bagian dari upaya diplomasi Indonesia dan negara lain yang mayoritas populasinya beragama Islam untuk mempromosikan pentingnya toleransi antar umat beragama, keragaman budaya dan agama di UNESCO. Pengakuan resmi dari organisasi internasional ini diharapkan mendorong tumbuhnya pemahaman global tentang nilai-nilai budaya dan agama serta makna perayaan hari besar keagamaan pada negara lain yang mayoritas penduduknya non Islam.
Kedua, pengakuan UNESCO ini bagi Indonesia dan negara muslim lainnya untuk memperkuat dukungan betapa pentingnya toleransi antar bangsa. Yaitu sikap antar bangsa untuk menjunjung tinggi keragaman antar agama, solidaritas antar bangsa, kebersamaan global, dan kerjasama internasional. Hal tersebut merupakan fondasi utama dalam menjamin pembangunan masyarakat dunia yang damai, sejahtera, dan saling menghargai satu sama lain melalui dimensi pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaaan.\
Ketiga, pengakuan UNESCO terhadap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha juga berperan penting dalam upaya mempromosikan toleransi antar umat beragama dan dialog antar-agama serta berkontribusi positif terhadap upaya menciptakan perdamaian. Pesan penting ini bukan hanya untuk memperkuat toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan agama dan budaya di tengah masyarakat global, tetapi juga akan memperkuat identitas keagamaan dan keberagaman lokal antar negara muslim.
Dua Hari Besar Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha merupakan hari besar Dunia. Menurut data Global Muslim Population yang dipublikasikan dalam Times Prayer (2024) jumlah pemeluk Islam saat ini mencapai 2.022.131.798 orang dari 8.088.527.193 jiwa total populasi Dunia. Artinya lebih dari dua milyar penduduk Dunia merayakan Idul Fitri dan Idul Adha setiap tahunnya.
Idul Fitri dilaksanakan setiap 1 Syawal Tahun Hijriyah. Idul Fitri lahir dari serangkaian proses ibadah puasa selama bulan ramadan dan dilaksanakan umat Islam dewasa selama satu bulan. Bulan Ramadan menjadi bulan edukasi ke arah pribadi yang baik, peningkatan iman dan takwa, peduli terhadap sesama melalui zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sodakoh. Menurut Islamic Development Bank (2023) sekitar US$ 500 milyar telah terkumpul zakat dan sodaqoh secara global setiap tahunnya. Jumlah ini sangat signifikan untuk membantu mensukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals -SDG). Spirit Idul Fitri antara lain tumbuhnya takaaful ijtimaa’i, yaitu rasa peduli terhadap nasib orang lain dan kepedulian antar bangsa untuk saling membantu. Dalam perspektif global, spirit Idul fitri yang bercirikan peduli terhadap sesama, merupakan fondasi tumbuhnya kewargaan global (global citizenship). Yaitu tatatan masyarakat global yang dilandasi oleh kepedulian sesama, saling hormat menghormati, cooperativeness dalam merawat warga dunia yang damai, sejahtera lahir batin.
Hari besar lainnnya yaitu Hari Raya Idul Adha. Idul Adha ini dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 10 bulan Zulhijah Tahun Hijriyah. Idul Adha sering disebut juga sebagai Idul Qurban dan Lebaran Haji. Bagi Umat Islam yang mampu, mereka wajib melaksanakan ibadah Haji yaitu melakukan perjalanan ke Baitullah Makkah dan melakukan serangkaian ibadah tertentu. Berdasarkan Otoritas Umum Statistik Arab Saudi (GASTAT, 2023) jumlah Jemaah haji tahun 2023 dari seluruh Dunia mencapai 1,8 juta orang. Ritual ibadah haji ini tak hanya berdimensi religius bagi kaum Muslimin, tetapi juga memiliki multi manfaat sebagai konsekwensi perlunya manajemen modern dalam pengelolaan ibadah Haji.
Idul Adha juga disebut sebagai Idul Nahr. Pada hari Idul Adha dan hari Tasyrik, umat Islam bersyukur dan bersuka ria bersama dengan mengonsumsi makanan, nutrisi hewani dari hewan qurban secara bersama. Idul Qurban juga disebut sebagai Hari Protein se Dunia, karena ibadah qurban ini dilaksanakan oleh segenap kaum muslimin di setiap negara di berbagai belahan dunia. Distribusi daging hewan kurban dibagikan bukan hanya untuk kaum muslimin, namun juga dibagikan kepada masyarakat non muslim. Itulah Hari Protein Hewani Sedunia. Momen Idul kurban merupakan hari penyembelihan hewan kurban dan lebih dari 2 miliar warga dunia menikmati sajian masakan protein hewani ini.
Itulah substansi pengakuan UNESCO atas dua hari besar keagamaan Dunia. Idul Fitri dan Idul Adha, bukan hanya ritual keagamaan bagi umat Islam Dunia, namun juga memberi efek manfaat bagi masyarakat non-Islam dalam menciptakan dunia yang damai, toleran, dan bermartabat dalam semangat kewarganegaraan global.
Kabar dari Perancis (33) Perang Dunia di Dunia Maya Via Internet (1)
20 Apr 2024 • Humas UPI
Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)
Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)
Menurut Wikipedia, kata cybernetics dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Yunani κυϐερνητική — ditranskripsikan kybernêtikê yang berarti seni mengemudikan, seni mengendalikan (piloter) —, berasal dari κυβερνάω (pengendalian penerbangan), yang berasal dari bahasa Latin gubernare, atau gouverner = memerintah (dalam bahasa Perancis).
Kata ”cyber-” adalah suatu awalan yang lagi terkenal di pertengahan abad ke-20. Penggunaannya mengikuti perkembangan eksponensial komputer (l’informatique) dan robotika (robotique), secara lebih meluas dengan munculnya internet dan “revolusi digital (révolution numérique)”.
Istilah ”dunia maya (cyber)” mengacu pada konsep penggunaan yang mencakup dan multidisipliner yang terkait dengan teknologi komputer. Besarnya pengaruh Internet dan jaringan dalam masyarakat modern secara de facto (terbukti benar) menimbulkan kehadiran dunia maya di segala bidang yang penerapannya terbukti sangat luas (multimedia, komunikasi, robotika dan komputasi industri (informatique industrielle), Intellengence Artificielle (Artificial Intelligence),dll.
Saat ini dunia sedang digoncangkan dengan “Serangan Dunia Maya” (cyberattaque) yaitu serangkaian serangan terkoordinasi yang dilakukan di dunia maya dengan target penyerangannya adalah untuk mengacaukan informasi atau sistem yang memprosesnya, sehingga membahayakan ketersediaan, integritas, atau kerahasiaannya. Serangan dunia maya ini merupakan upaya penjahat dunia maya, peretas, atau musuh dunia maya lainnya untuk mendapatkan akses ke jaringan atau sistem komputer, biasanya dengan tujuan mengubah, mencuri, menghancurkan, atau membuka informasi.
Serangan dunia maya targetnya bisa berbagai macam korban, baik individu, perusahaan, atau bahkan administrasi publik. Saat menyerang perusahaan atau organisasi lain, penyerang biasanya mencari akses ke aset perusahaan yang sensitif dan berharga, seperti kekayaan intelektual (IP), data pelanggan, atau informasi pembayaran.
Jadi, serangan dunia maya adalah tindakan penyerangan (offesif) terhadap perangkat komputer melalui jaringan dunia maya. Serangan dunia maya ini dapat datang dari seseorang atau dari sekelompok peretas komputer (pirates informatiques), yang bisa jadi pelakunya adalah badan milik suatu negara untuk menyerang suatu negara lain.
Hampir semua serangan dunia maya itu berbahaya, namun dapat juga menjadi bagian dari pendekatan etis (approche ethique), yaitu peretasan etis yang dilakukan demi mengamankan komputer, untuk menggambarkan aktivitas peretasan yang tidak berbahaya, eksploitasi (penjajakan kerentanan suatu sistem), dll. Dalam bahasa Perancis, peretasan dengan tujuan baik dinamakan Chapeaux blancs (Topi putih) yaitu untuk tujuan analisis, informasi, perlindungan, dll.) Peretasan dengan tujuan jahat dinamakan Chapeaux noirs (topi hitam) yaitu untuk tujuan penghancuran, pengambilalihan, pencurian, dll.
SERANGAN DUNIA MAYA MELANDA SELURUH DUNIA TERMASUK INDONESIA
Menurut Auliya Faza Rahman, seorang ahli IT Network, yang bekerja di Jakarta, berspesialis di Cyber security, Serangan dunia maya banyak jenisnya dan memakai cara yang beda-beda. Yang paling sering terjadi di Indonesia adalah Dos Attack dan phishing. DDoS ini serangan yang membuat layanan tertentu mati total (misalnya pembelian tiket kereta api, tiket konser, dll), sedangkan phishing ini targetnya adalah untuk mendapatkan informasi persoal seperti username email, password, dan pin mbanking.
Berita heboh dalam beberapa tahun terakhir tentang serangan dunia maya di Indonesia adalah ransomware (uang tebusan) yaitu yang serangan langsung pada satu sistem perusahaan. Di situlah seni berperang melawan peretas dilakukan dan dilanjutkan dengan drama untuk melakukan tebusan dan sebagainya. Kita dapat mencari tahu penjahat di balik penyerangan ini tetapi syaratnya harus bermodal. Jadi korban peretas ini dapat meminta ahli forensik digital untuk mencari siapa aktor di belakangnya. Alasan penjahat serangan dunia maya ini bermacam-macam, ada yang melakukannya karena ideologinya namun ada juga yang karena desakan kebutuhan akan uang.
Salah satu contoh misalnya di Indonesia saat situs KOMINFO diretas dan diganti halaman muka (landing page)nya dengan hinaan karena banyak melakukan pemblokiran konyol. Beberapa situs perusahaan Israel pun pernah diretas oleh peretas dari Indonesia dalam rangka dukungan untuk Palestina. Jika pelakunya datang dari luar negeri tentu saja perlu kerja sama dengan negara tujuan untuk melawan mereka seperti Interpol dan sebagainya. Jika peretas ini berada di dalam negeri , tentu oknum ini bisa langsung dipenjara.
Bagaimana kita terlindung dari serangan dunia maya?
Meskipun sebuah perusahaan memperkuat keamanan dunia mayanya, serangan dunia maya tetap saja mengancamnya. Keberadaan suatu organisasi yang memberikan perlindungan maksimal terhadap segala sesuatu yang dimilikinya. Keamanan ini sangat penting karena pertaruhannya selain perangkat itu sendiri, kehidupan privasi daring keluarga, dan keamanan rumah yang merupakan data penting yang bisa dihancurkan dengan sekejap mata, layaknya seperti ketika rumah kita dirampok dan dimasuki orang sehingga kita merasa segenap kehidupan kita terancam.
Apa itu serangan dunia maya? Seperti yang digambarkan di atas, serangan dunia maya adalah upaya mengakses data elektronik yang disimpan di komputer atau perangkat informatik secara ilegal.
Pertanyaan yang sering muncul di kepala kita adalah ”siapakah pelaku yang mungkin berada di balik serangan dunia maya ini”?
Serangan dunia maya dilakukan oleh “penjahat dunia maya” yang bisa jadi siapa saja. Ini bisa berupa pengintip orang-orang tertentu, atau juga operasi kejahatan dunia maya (opérationscybercriminelles) yang ditujukan kepada kelompok yang disponsori pemerintah. Organisasi kejahatan, perorangan, atau bahkan suatu badan, dapat melakukan serangan dunia maya.
Potensi ancaman serangan dunia maya ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
Ancaman eksternal yang meliputi: kelompok kriminal, peretas profesional, dan peretas amatir.
Ancaman internal yaitu mereka yang terdiri dari pengguna yang memiliki akses sah ke aset perusahaan. Hal ini umumnya menyangkut karyawan yang lalai, karyawan atau eks-karyawan yang tidak puas pada keputusan atau tindakan perusahaan, mitra, pelanggan, subkontraktor, atau pemasok yang memiliki akses ke sistem.
Perlu diperhatikan bahwa serangan dunia maya berbeda dengan pelanggaran data (une violation de données) yang merupakan jenis kecelakaan keamanan mengakses informasi tanpa izin, seperti misalnya nomor jaminan sosial, kata sandi (password), atau nomor rekening keuangan yang kemudian dijual atau ditukar di web gelap (dark web) untuk tujuan kriminal seperti pencurian identitas.
Apa yang menjadi target penyerang dunia maya?
Data yang diambil atau diserang oleh penyerang dunia maya berbeda-beda, bergantung pada tujuannya. Bagi perusahaan, mereka dapat mencuri data keuangan, daftar pelanggan, alamat email, dan identitas untuk masuk (login). Selain itu, mereka juga dapat menyerang kekayaan intelektual seperti rahasia dagang atau informasi desain data. Akses terhadap layanan teknologi informatika juga menarik minat mereka karena memungkinkan mereka menerima pembayaran yang bukan hak mereka. Sekarang dengan adanya perang di Gaza dan Ukraina, terdapat juga serangan dunia maya dengan tujuan ideologi bagi pihak-pihak yang pro dan kontra yang saling mengancam dan menyerang di dunia maya.
Apa penyebab serangan dunia maya?
Tujuan serangan dunia maya bisa bermacam-macam. Ada pihak yang ingin mencemarkan nama baik perusahaan atau bahkan menghancurkannya sekaligus. Ada juga yang ingin menjangkau orang tertentu dan mencuri data berharganya. Meskipun demikian, penyebab-penyebab ini terbagi dalam tiga kategori besar: kriminal, politik/ ideologi, dan pribadi.
Serangan dunia maya kriminal dilakukan untuk mendapatkan keuntungan finansial melalui pencurian uang, pencurian data, atau gangguan aktivitas. Hal yang sama juga berlaku untuk serangan dunia maya pribadi.
Hal terakhir ini kemudian disebabkan oleh ketidakpuasan karyawan saat ini atau mantan karyawan, misalnya. Biasanya ini merupakan tindakan balas dendam. Selain itu, penyerang politik berupaya menarik perhatian. Bentuk serangan ini disebut “hacktivism” dan penyerang secara eksplisit mengumumkannya kepada publik.
Serangan dunia maya juga dapat memengaruhi individu dan organisasi. Dalam kasus lain, mereka bahkan menargetkan kelompok atau pemerintah.
Apa jenis serangan dunia maya yang paling terkenal?
Penjahat dunia maya saat ini menyerang dengan alat yang sangat canggih. Meskipun demikian, hal ini bergantung pada jenis serangan dunia maya. Berikut adalah jenis serangan dunia maya yang paling umum terjadi.
Kuda Trojan (Un cheval de Troie – Trojan horse)
Trojan, serta ancaman lainnya,termasuk kategori virus komputer, yang sejak lama paling tersebar luas, telah digantikan oleh virus kuda…
Misalnya, ”Zeus” adalah nama Trojan yang dimaksudkan untuk mencuri informasi perbankan melalui pencurian formulir, keylogger dan serangan man-in-the-browser…
*Keylogger adalah sejenis aplikasi yang datanya dikirim ke pihak ketiga. Keamanan data terancam karena orang yang tidak berwenang dapat memperoleh data login seperti password, yang kemudian dapat digunakan untuk mengakses lebih banyak data)
*Serangan Man-in-the-Browser dalam kasus ini Trojan Horse digunakan untuk mencegat dan memanipulasi panggilan antara aplikasi utama yang dapat dieksekusi (misal: browser) dan aplikasinya, dengan mekanisme keamanan atau memanfaatkan paksaan yang harus dikerjakan sesegara mungkin (tidak memberi kesempatan pada korban untuk berpikir). Misalnya kita mendapat pesan baik SMS maupun chat yang dilengkapi dengan suatu tautan dengan tawaran atau pertanyaan yang menarik. Saat kita mengakses dan saat itulah telepon kita sedang dibajak.
Tujuan paling umum dari serangan ini adalah menyebabkan penipuan finansial dengan memanipulasi transaksi sistem Internet Banking, bahkan memiliki faktor otentikasi (keaslian) lain yang sedang digunakan. Jadi, walaupun kita menggunakan pengecekan kebenaran / otentikasi suatu data, kita masih saja tertipu.
Serangan skrip lintas situs (XSS).
Serangan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengguna. Serangan XSS adalah dengan memasukkan kode berbahaya ke situs web atau aplikasi yang sah. JavaScript umumnya merupakan alat yang digunakan penyerang. Namun, beberapa di antaranya juga menggunakan Microsoft VCScript, ActiveX, dan Adobe Flash.
Penolakan Layanan (DoS)
Serangan DoS menghambat respons terhadap permintaan layanan. Akibatnya, kapasitas pengoperasian sistem menjadi sangat berkurang.
Malware berperan membuat sistem yang terinfeksi tidak dapat digunakan. Ada banyak variasi, dan sebagian besar merusak data. File-file penting terhapus yang membuat sistem operasi tetap berjalan lancar.
Pengelabuan (Hameçonnage/ Phishing)
Serangan dunia maya phishing adalah upaya mencuri identitas pengguna, seperti nomor kartu kredit yang merupakan data sensitif. Penyerang menjebak pengguna dengan email atau pesan teks yang membuat mereka percaya bahwa surat atau pesan yang diterima dengan menggunakan hyperlink palsu adalah benar. Untungnya kini praktik ini dapat dideteksi.
Perangkat lunak tebusan (Logiciels de rançon/Ransomware)
Ransomware dikenal sebagai rançongiciel atau ransomware yang merupakan malware canggih dengan memanfaatkan kelemahan sistem yang digunakan cryptage/ encryption/ pendeteksian sangat kuat. Jadi data dapat diakses dengan mudah, begitu pun fungsi sistem dan akhirnya menyandera mereka.
Dengan ransomware, penjahat dunia maya akan meminta pembayaran sebagai imbalan atas pelepasan sistem, misalnya beberapa rumah sakit di Perancis yang memiliki data kesehatan pasien pernah menjadi korban penjahat ini.
Injeksi SQL (Injection SQL)
Injeksi SQL (injeksi bahasa penyelidikan terstruktur) memasukkan kode berbahaya ke dalam aplikasi sensitif (Latency Sensitive application; Jenis data yang mencakup, antara lain, PII (informasi pengenal pribadi/ informations personnellement identifiables) atau PHI (informasi kesehatan yang dilindungi/ informations de santé protégées). Oleh karena itu, dari hasil penyelidikan database yang utama ini, mereka dapat memenuhi pesanan yang tidak diminta oleh pelanggan.
Eksploitasi Zero-day (rentan)
Serangan eksploitasi zero-day memanfaatkan kelemahan software dan Hardware yang tidak dikenal. Perusahaan pengembang baru menyadari hal ini setelah berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Jadi, Eksploitasi zero day adalah kerentanan keamanan atau kelemahan perangkat lunak (software) yang tidak diketahui yang dapat ditargetkan oleh penjahat dunia maya dengan kode berbahaya sebelum pengembang perangkat lunak yang terkena dampak memiliki waktu untuk merilis patch (mengeluarkan perbaikan/koreksi).
Menurut CrowdStrike Intelligence (perusahaan keamanan dengan platform cloud-native tercanggih di dunia yang melindungi dari dunia maya kriminal dengan tim terpercaya dan ahli menggunakan proses dan teknologi yang membawa suatu perusahaan menjadi perusahaan yang modern dan canggih): dari semua jenis penipuan dan serangan lewat dunia maya ini diketahui para penjahat dunia maya ini seperti Wizard Spider, Peretas megacorporation adalah peretas yang paling banyak dilaporkan pada tahun 2020. Wicked Panda yang dicurigai berbasis di China yang dicurigai musuh yang masih terus dipantau oleh CrowdStrike Intelligence dan Labyrinth Chollima yang mungkin berhubungan dengan Korea Utara. Pembajakan ini yang dianggap paling bahaya dan diintai secara dekat oleh tim CrowdStrike Intelligence.
Apa konsekuensinya?
Terjadinya dan keberhasilan serangan dunia maya dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan yang merupakan korban. Dampaknya bisa bermacam-macam: downtime yang berarti, kehilangan data, atau manipulasi. Dalam kasus serangan dunia maya jenis ransomware, kerugian juga terjadi. Sayangnya bagi bisnis yang terkena dampaknya, serangan dunia maya dapat menyebabkan gangguan layanan atau kerugian finansial yang serius.
Bagaimana cara melindungi kita dari serangan dunia maya?
Langkah-langkah dapat diambil untuk meminimalkan ancaman dan risiko serangan dunia maya. Oleh karena itu, ketiga langkah ini adalah yang utama.
Lindungi file dan perangkat peralatan (Protéger les fichiers et appareils).
Pertama-tama, software harus selalu diperbaharui dengan versi terbaru karena menyangkut keamanan, browser web, dan sistem operasi. Pembaharuan ini dapat mencegah akses penjahat dunia maya kriminal dengan secara permanen memperbaiki berbagai kekurangan atau kelemahan keamanan dunia maya kita. Selanjutnya, file harus diamankan dengan menyimpan file-file penting tersebut. Setiap perusahaan memiliki beberapa pilihan seperti hard drive eksternal, flash disk, atau menyimpannya di cloud.
Gunakan kode rahasia dari perangkat-perangkat tersebut. Hal inimerupakan cara yang dapat diandalkan. Hanya orang yang memiliki kode rahasia yang dapat memasuki ke file sensitif perangkat tersebut, seperti laptop, tablet atau smartphone. Terakhir, gunakan identifikasi multifaktor hal ini dikenal sebagai autentikasi dua faktor), yang dapat mencegah dunia maya kriminal mengakses ke akun yang berbeda.
Lindungi jaringan wireless (le réseau sans fil)
Ada dua cara untuk melindungi jaringan wireless. Di satu sisi, wireless router perlu diamankan, dan di sisi lain, gunakan kode rahasia yang kuat (sulit). Salah satunya adalah mengganti kata sandi dengan kata sandi baru yang lebih sulit ditebak. Kata sandi default yang dikirimkan bersama beberapa router sangat mudah ditebak oleh dunia maya kriminal. Di sisi lain, perusahaan harus memastikan bahwa router menawarkan code WPA3 atau WPA4. Kode rahasia ini mencegah pembacaan informasi yang dikirim melalui jaringan oleh pihak ketiga.
Melakukan kebiasaan mengamankan dunia maya dengan cerdas.
Keamanan dunia maya juga berarti kewaspadaan maksimal. Jadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih kata sandi (kode rahasia) yang kuat dan unik. Selain menghindari sandi yang sama untuk beberapa akun, kriterianya juga ideal. Yaitu: minimal 12 karakter, termasuk huruf, angka, dan simbol khusus. Kedua, penggunaan antivirus yang bagus atau VPN (Virtual Private Network) yang efektif seperti NordVPN juga merupakan dukungan yang baik. Jaringan pribadi virtual (VPN) membantu melindungi dari ancaman online. PVN menawarkan kerahasiaan dan anonimitas yang penting untuk memanfaatkan jaringan online pribadi selama koneksi publik. Ketiga, mengikuti berita masih merupakan suatu keharusan untuk bersiap merespons ancaman kejahatan dunia maya.
Dan apa yang harus kita lakukan jika kita menjadi korban serangan dunia maya?
Tentu saja, meskipun kita berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi dari serangan dunia maya, hal tersebut masih bisa terjadi. Sangat sulit untuk menentukan dampak yang ditimbulkannya, setidaknya sampai hal itu terjadi. Dengan demikian, sangatlah penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan reaksi yang harus kita ambil jika kejadian tak menyenangkan ini terjadi.
Pertama-tama, Serangan tersebut perlu dipastikan dan mencari tahu apakah ada informasi yang disusupi. Jika ini masalahnya, perlu diketahui secara pasti jenis data apa yang tercemar agar dapat mengetahui langkah selanjutnya yang harus diambil. Selanjutnya, untuk memulihkan keamanan perangkat dan akun kita, kita perlu mengubah dan memperkuat login identitas dan sandi rahasia kita.
Bagaimana dengan kondisi di Perancis? Tulisan kami berikutnya akan membahas tentang kejadian-kejadian serangan dunia maya di Perancis.
3 publikasi jurnal internasional Universitas Pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi dan reputasi internasional. Publikasi jurnal Indonesian Journal of Science and Technology (IJoST) berhasil meraih peringkat Q1, Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) dan ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) berhasil meraih peringkat Q2 pada indeks internasional Scopus melalui Scimagojr pada tanggal 12 April 2024.
Prestasi untuk Indonesian Journal of Science and Technology (IJoST) menempati posisi kedua untuk urutan jurnal se-Indonesia. Sedangkan prestasi untuk ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) menempati posisi kelima untuk urutan jurnal se-Indonesia. Akses selengkapnya melalui https://www.scimagojr.com/journalrank.php?country=ID)
Indonesian Journal of Science and Technology (IJoST) dibentuk dari tahun 2016 dengan fokus tema sains dan teknologi meraih peringkat Q1 serta berada pada posisi kedua pada list daftar indeks internasional Scopus melalui Scimagojr untuk urutan se-Indonesia dengan mendapatkan SJR 0.900 dengan h-index 26. Saat ini, IJoST telah disitasi lebih dari 1,600 kali dari data scopus (https://www.scopus.com/sourceid/21100889858?origin=resultslist). IJOST bisa diakses pada laman https://ejournal.upi.edu/index.php/ijost/
ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) dibentuk pada tahun 2021 meraih peringkat Q2 serta berada pada posisi kelima pada list daftar indeks internasional Scopus melalui Scimagojr untuk urutan se-Indonesia dengan mendapatkan SJR 0.579 dengan h-index 8. AJSE bisa diakses melalui laman https://ejournal.upi.edu/index.php/ajse/
IJOST and AJSE merupakan 2 publikasi jurnal diinisasi dan dikelola oleh Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Nandiyanto, S.T., M.Eng sebagai editor-in-chief yang juga merupakan salah satu dosen Universitas Pendidikan Indonesia dengan banyak penghargaan di bidang riset baik dari dalam maupun luar negeri. Pada tahun 2023, Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Nandiyanto, S.T., M.Eng meraih penghargaan sebagai peneliti terbaik di Indonesia versi Sinta serta mendapatkan penghargaan Sinta Award Kemdikbudristek
Prestasi yang dimiliki IJOST and AJSE ini didukung penuh oleh Rektor, Para Wakil Rektor, Direktorat Urusan Internasional serta keterlibatan kerjasama tim Managing editor IJoST yaitu Dwi Fitria Al Husaeni, S.Pd yang merupakan mahasiswa S2 Pendidikan Ilmu Komputer, Dwi Novia Al Husaeni yang merupakan mahasiswa S1 Pendidikan Ilmu Komputer serta kerjasama tim Kantor Jurnal dan Publikasi yaitu Dr. Yana Setiawan, Dr. Nur Indri Rahayu, dan Muktiarni, M.Pd serta Tim Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Yana R. Sopian, S.T., M.T.
Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) saat ini meraih peringkat Q2 dengan SJR 0.291 dan h-index 17. IJAL bisa diakses melalui laman https://ejournal.upi.edu/index.php/ijal/. IJAL diinisiasi oleh Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A dan tim dari Balai Bahasa UPI pada tahun 2011. Pada awalnya, IJAL menampung naskah-naskah yang disajikan di Conference on Applied Linguistics (CONAPLIN), namun di tahun kedua IJAL menerima naskah yang dikirim melalui sistem OJS.
IJAL dipimpin Prof. H. Fuad Abdul Hamied, M.A., Ph.D selaku Editor-in-Chief dan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A selaku Vice Editor-in-Chief. Tim publikasi jurnal ini terus menerus bekerja keras dan berusaha untuk meningkatkan kualitas manajemen, substansi dan reputasinya dengan mengundang editor dan mitra bestari bereputasi dalam pengelolaan naskah-naskahnya. Kesuksesan IJAL juga berkat kerjasama para dosen UPI serta dosen dari berbagai universitas ternama baik dari dalam maupun dari luar negeri yang terlibat sebagai tim penasihat, dewan editor dan mitra bestari. Prestasi IJAL ini didukung keterlibatan tim editor serta Lukman Hakim, S.Pd., M.Pd selaku managing editor IJAL.
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. M Solehuddin, M.Pd., MA menyampaikan rasa bangga atas prestasi 3 jurnal UPI, dan berharap jurnal tersebut terus semakin meningkatkan prestasinya secara konsisten dan menjadi penggerak budaya meneliti, serta tahun ini akan dilahirkan jurnal-jurnal baru yang mendukung penelitian di lingkungan UPI dan secara global.