English
Indonesia

Ketika Beduk Bertalu

30 Mar 2024 • Humas UPI

Oleh Dinn Wahyudin

Beduk atau bedug (dalam bahasa Sunda) merupakan alat musik tabuh. Beduk merupakan alat musik tradisional Nusantara sejak belasan abad lampau. Alat musik ini juga berfungsi sebagai alat komunikasi tradisional yang sering digunakan Masyarakat Indonesia dalam berbagai kegiatan. Dalam tradisi umat Islam di Indonesia, terutama di masa lampau, bunyi bedug sering digunakan sebagai pemberitahuan datangnya waktu sholat. Dalam tradisi masyarakat Sunda dikenal dengan istilah bedug subuh – datangnya waktu sholat subuh. Bedug lohor – datangnya waktu sholat dzuhur. Atau bedug magrib- datangnya waktu magrib. Bunyi bedug magrib inilah yang sering ditunggu tunggu umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Bunyi beduk magrib tandanya saatnya berbuka puasa, untuk selanjutnya melaksanakan sholat magrib.

Menilik pada latar belakang Sejarah, tradisi menabuh bedug telah dilakukan belasan abad lampau di Nusantara. Asal usul bedug dijelaskan oleh seorang komandan ekspedisi Belanda, Cornelis de Houtman, dalam catatan perjalanannya, De Eerste Boek. Menurut dia, eksistensi bedug sudah meluas pada abad ke-16. Saat dirinya tiba di Banten, setiap perempatan jalan digambarkan terdapat genderang yang digantung dan dibunyikan menggunakan tongkat pemukul. Fungsi daripada genderang tersebut adalah sebagai tanda bahaya dan penanda waktu. Kesaksian Cornelis de Houtman ini jelas menunjukkan pada keberadaan bedug di Nusantara. Melansir sumber yang sama, keberadaan bedug yang semakin masif kemudian dikaitkan dengan Islamisasi yang diimplementasikan oleh Wali Songo sekitar abad ke 15. (Tempo, 2022).

Bedug Chen Ho

Laksamana Cheng Ho merupakan seorang penjelajah terkenal dari China yang mengembara antara 1405-1433. Selama kurang lebih 28 tahun, ia pernah melakukan ekspedisi ke berbagai negeri di Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Saat itu, armadanya terdiri 307 kapal yang membawa sekitar 27.000 pelaut. Bahkan hingga saat ini, belum ada yang dapat melebihi armada yang dimiliki Laksamana Cheng Ho. Namanya pun tidak asing di Indonesia, karena diyakini turut menyebarkan agama Islam di pelosok Nusantara.

Di penggalan awal Abad 15, Laksamana Cheng Ho diutus oleh Maharaja Ming China untuk datang ke Semarang. Laksamana Cheng Ho yang menganut agama Islam disambut baik Raja Semarang pada waktu itu. Cheng Ho kemudian mempertunjukkan bedug ketika memberi tanda baris berbaris kepada tentara yang mengiringinya. Sebelum meninggalkan Semarang untuk Kembali ke China, Cheng Ho memberikan hadiah bedug sebagai cendera mata kepada Sang Raja. Dengan suka cita Sang Raja menerima bedug itu, dan memberi persyaratan hanya ingin menerima dan mendengarkan bunyi bedug di masjid. Sejak saat itu, bedug menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Masjid. Kemudian, kehadiran bedug semakin popular diperkenalkan oleh para Wali Songo sebagai alat musik untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Jawa pada waktu itu.

Salah tabuh

Keunikan bedug sering menjadi topik kisah tulisan para pujangga. Seorang Sastrawan Sunda, Ahmad Bakri (1917-1988) menulis beberapa cerita pendek tentang bedug dan ngadulag – menabuh beduk (bahasa Sunda) dengan segala dinamika kehidupan masyarakat Sunda yang suka banyol atau bercanda. Dalam novel legendaris “Agul ku Payung Butut” (1968), Ahmad Bakri mengisahkan, seisi kampung batal puasa, karena mereka berbuka puasa terlalu awal. Ini terjadi karena bedug ditabuh sebelum waktunya alias waktu magrib belum tiba.

Alkisah. Di awal tahun 1950 an di suatu tempat di tatar Sunda, sudah menjadi kebiasaan di desa tersebut, bedug pertanda buka, baru ditabuh jika Juragan Naib sudah melambaikan tangan dari pintu depan rumahnya. Maklum belum banyak orang yang memakai jam/arloji sebagai petunjuk waktu. Dikisahkan Juragan Naib adalah pejabat baru yang gila hormat. Berbeda dengan para Naib pendahulunya yang merakyat dan suka berbaur dengan masyarakat sekitar. Juragan Naib Baru ini senantiasa menjaga jarak dengan masyarakat sekitar. Seorang pemuda yang digelari merebot, sejak menjelang magrib sudah siap memegang penabuh bedug sambil matanya terus menatap ke arah rumah Juragan Naib di seberang halaman Masjid. Ia dengan penuh siaga menatap dan menunggu aba aba lambaian tangan dari Juragan Naib. Lambaian tangan sebagai petanda waktu magrib sudah tiba, dan saatnya pemukulan bedug dimulai. Sementara di halaman masjid sudah penuh dengan orang-orang yang akan tajil bersama.

Aneka macam makanan untuk tajil sudah terkumpul di ruang tengah masjid. Begitu Juragan Naib muncul mengangkat tangan, sang Pemuda merebot dengan sigap langsung membawa pemukul, dan menabuh bedug bertalu-talu. Acara takjil kilat pun pun segera berlangsung. Di seberang sana, Juragan Naib datang ke masjid, sambil marah-marah. Ternyata waktu buka masih belasan menit lagi. Ia tadi melambaikan tangan bukan memberi isyarat untuk menabuh bedug seperti biasa. Melainkan ia mengusir ayam yang mengotori halaman rumahnya. Banyak yang menyalahkan Sang pemuda, karena tak teliti membaca sinyal lambaian tangan dari Juragan Naib. Tetapi banyak pula warga yang menyalahkan Juragan Naib yang gumenak (sok pejabat). Juragan Naib tak mau sama-sama menunggu waktu buka di Masjid, seperti Naib-Naib terdahulu. Ia tampak gila hormat. Ia membanggakan keturunan darah biru keturunan ningrat atau bangsawan. Novel karya legendaris Sastrawan Ahmad Bakri yang berjudul Agul ku Payung Butut cukup berhasil memberi sindiran kepada pejabat yang gila hormat dan tak mau berbaur dengan masyarakat biasa. Dengan prilaku gila hormat ini yang direpresentasikan Juragan Naib yang gumenak, warga sekampung menjadi rusak pahala puasanya karena mereka berbuka lebih awal.

Bedug Haji Geyot

Bedug Haji Geyot pernah populer di Kota Bandung saat bulan Ramadan pada tahun 1990 an. Kala itu, kaum muslimin muslimat warga kota Bandung merasa terhibur dengan kehadiran boneka raksasa Haji Geyot. Ia terus menerus bergoyang meliuk-liuk sambil memukul beduk. Pemerintah daerah sengaja menyimpan boneka raksasa Haji Geyot di berbagai pusat keramaian dan di beberapa sudut kota.
Sosok Haji Geyot adalah boneka robot berpenampilan pak Haji dengan postur gempal mengenakan baju koko, bersarung, dan berkopiah. Haji Geyot bukan sosok orang. Ia seorang “boneka robot” berkostum baju Koko dan memakian sarung dan peci.

Boneka lucu berukuran raksasa ini, melenggak lenggok pada bagian pinggulnya yang gempal gemulai. Kemudian bagian kepala bergerak gerak, dan tangannya bergerak seolah memukul bedug besar yang ada dihadapannya. Itulah Haji Geyot yang pernah menghibur warga kota Bandung yang sedang ngabuburit, menunggu saatnya waktu magrib tiba.
Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT. Dalam suatu hadist qudsi, Rasululloh SAW bersabda, Allah berfirman, semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Puasa untukKu dan Aku yang akan membalasnya.

Seminar Ramadhan 1445 H Masjid Al-Furqon UPI sebagai Ajang Penguatan Pendidikan Karakter dan Kebangsaan

28 Mar 2024 • Humas UPI

Panitia Ramadhan UPI tahun 1445 H menyelenggarakan Seminar Ramadhan bertajuk “Spirit Ramadhan untuk Nation dan Character Building” pada hari Kamis, 28 Maret 2024, bertempat di Auditorium FPMIPA UPI. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang selalu diselenggarakan oleh DKM Masjid Al-Furqon UPI. Kegiatan ini mengangkat tema pendidikan karakter dan kebangsaan agar dapat menjadi pemicu semangat para sivitas akademika UPI untuk tetap menjadi pribadi yang berkarakter kebangsaan di tengah menjalani puasa Ramadhan ini. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB yang dipandu oleh Dr. Wina Nurhayati Praja, M.Pd. dari Ilmu Komunikasi selaku pembawa acara dan kemudian dilanjutkan oleh pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Kang Ramdan Mubarok dari perwakilan DKM Masjid Al-Furqon.

Sebagai pembuka, Wakil Ketua Panitia Ramadhan yang juga sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan FPMIPA menyampaikan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada peserta yang turut hadir di auditorium tersebut. Prof. Dr. Nahadi, M.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa di Ramadhan tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah FPMIPA dimana banyak agenda yang diselenggarakan seperti Diskusi Ilmiah, Pesantren Kilat, Pentas Seni Bazaar, Program Nuzulul Qur’an hingga kegiatan Salat Idul Fitri.

Sambutan oleh Wakil Ketua Panitia Ramadhan 1445 H

Sedangkan kegiatan yang mengusung tema pendidikan karakter dan kebangsaan ini dipandu oleh Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si., dari Pendidikan Seni Tari yang juga sebagai Kepala Pusat Kajian Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata (EKKIP) LPPM UPI. Materi mengenai pendidikan karakter yang dimaksud sesuai dengan apa yang disampaikan oleh para narasumber di kegiatan ini. Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.I.P., S.A.P., S.Pd., S.H., M.H., M.Si, sebagai guru besar ilmu politik dan Dr. Aep Saepulloh, M.Si., dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Prof. Cecep menyampaikan mengenai “Ghazwul Fikri” atau perang pemikiran yang membawa pemikiran dan ideologi liberalisme, kapitalisme, komunisme, terorisme, dan radikalisme yang tentunya akan berdampak buruk bagi Indonesia dan umat Islam khususnya. Hal ini dapat diatasi oleh beberapa kegiatan rutin dibulan Ramadhan seperti tadarus Al-Quran, kajian dan pesantren kilat, hingga kegiatan berbagi takjil kepada orang lain.

Selanjutnya, Bapak Aep menyampaikan mengenai kekayaan alam bangsa Indonesia yang sejatinya harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakatnya dengan bijak. Banyak negara yang menerapkan konsep-konsep kebaikan yang berkaitan dengan hubungan antar manusia yang harus saling menghargai maupun bekerjasama, hal ini tentu selaras dengan Indonesia yang dianggap sebagai negara yang ramah dan sopan kepada wisatawan. Kegiatan ini juga dikaitkan dengan pendidikan karakter dan kebangsaan seperti cinta tanah air serta bangga terhadap produk lokal sehingga bisa sedikit demi sedikit menghalang pengaruh budaya dari luar.

(Heru Mahmud/Kontributor Humas UPI)

Musyawarah Anggota XXXV KSR PMI Unit UPI

26 Mar 2024 • Humas UPI

KSR PMI Unit UPI telah sukses melaksanakan Musyawarah Anggota (Musang) XXXV. Kegiatan ini diketuai oleh Intan Farhani dengan mengusung tema “Harmoni Bersama Menuju Masa Depan: Musyawarah Anggota untuk Perencanaan dan Aksi Berkualitas” pada 1—3 Maret 2024 dan 8—10 Maret 2024 di kampus tercinta UPI Bumi Siliwangi.

Alhamdulillah, satu tahun periode kepengurusan telah selesai. Dalam kepengurusan Nur Cipta telah terlaksana berbagai program kerja dan kegiatan, seperti Aksi Donor Darah (ADD), Diklanjut XXXVII, Diklatsar XXXVIII, dst. Tiba saatnya untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah dilaksanakannya dalam Musyawarah Anggota kali ini. Musyawarah Anggota sendiri adalah suatu forum tertinggi yang dilaksanakan setiap tahunnya guna mengulas dan mengesahkan AD/ART dan GBPK KSR PMI Unit UPI, mengevaluasi kinerja pengurus KSR PMI Unit UPI selama satu periode kepengurusan, serta memilih mandataris dan dewan penasihat periode selanjutnya.

Pembukaan Musang XXXV dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2024 di Gedung Geugeut Winda UPI yang dihadiri oleh Pak Iqbal selaku perwakilan dari PMI Kota Bandung, tamu undangan dari KSR Kota Bandung, KSR PT dan UKM sahabat. Pada acara pembukaan Musang XXXV, Pembina upacara, yaitu Pak Iqbal, memberikan amanatnya mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi di PMI, contohnya terkait akan diadakan penerapan kurikulum pembelajaran selama 67 jam pembelajaran. Adanya perubahan tersebut, maka KSR PMI Unit UPI juga harus mempersiapkan kemampuan anggotanya dalam hal skills, mental dan lainnya.

Pada pelaksanaan Musang XXXV, hari pertama berlangsung Sidang Pleno I yang membahas mengenai agenda acara Musang XXXV, Tata tertib sidang, dan pemilihan presidium. Dilanjut di hari kedua, yaitu pelaksanaan Sidang Pleno II yang berisikan laporan pertanggungjawaban Dewan Penasehat (DP), serta Sidang Pleno III mengenai laporan pertanggungjawaban Mandataris periode 2023-2024. Sidang Pleno IV dilaksanakan pada hari ke-4 dan ke-5 dengan pembahasan mengenai AD/ART dan GBPK. Sidang Pleno V dilaksanakan dan selesai pada hari ke-6, 10 Maret 2024, yang membahas mengenai pemilihan Mandataris dan Dewan Penasehat periode selanjutnya serta pembahasan rekomendasi Musang, rekomendasi kepengurusan, dan rekomendasi Mandataris.

Panitia dengan bangga dan bersemangat untuk mengumumkan bahwa Arsila Khairunnisa telah diamanahkan menjadi Ketua Umum terpilih. Sukmawanti, Rachmat, Indah, Nada, serta Oksy sebagai Dewan Penasehat baru. Seluruh anggota yakin bahwa dengan kepemimpinan Arsila, KSR PMI Unit UPI akan terus tumbuh dan berkembang dengan dibersamai oleh Dewan Penasihat Periode 2024 ini.

Ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, serta anggota yang telah berpartisipasi dalam Musyawarah Anggota ini. Acara ini tidak akan berhasil tanpa komitmen serta kerjasama seluruh pihak. Semoga Musyawarah Anggota ini dapat membawa perubahan serta kebijakan baru untuk terus membuat KSR PMI Unit UPI semakin berjaya.

(KSR PMI Unit UPI)

KolaborAksi BPI UPI 3.0: Sukses Gelar Ramadan Feast dan Berbagi Takjil

25 Mar 2024 • Humas UPI

Ramadan merupakan momentum mulia bagi umat Islam untuk menunaikan puasa dan berbuat kebaikan terhadap sesama. Tanpa terkecuali bagi Departemen Keagamaan dan Sosial BPI UPI. Melalui dua program kegiatan Ramadhan Feast dan Berbagi Takjil, Rudi  Hartono selaku Ketua Departemen Keagamaan dan Sosial mampu berkolaborasi bersama pengurus lainnya yang tergabung di BPI UPI. Ramadan Feast yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Maret 2024 bertempat di Hotel Salis Setiabudi, Bandung ini sukses mengadakan sharing session bersama Prof. Dr. H. Syamsu Yusuf LN., M.Pd dengan tema “Elevating Your Spirituality through the Academic Environment”. Juga sharing bersama salah seorang Awardee BPI yaitu Jagat Aditya Dewantara, M.Pd dengan tema Tips & Trik Percepatan Publikasi (Scopus). Peserta Ramadhan Feast diperuntukkan bagi semua awardee BPI UPI.

Kegiatan ini diawali dengan sharing session Tips & Trik Percepatan Publikasi (Scopus). Dalam paparannya, Jagat Aditya Dewantara, M.Pd menjelaskan bahwa mahasiswa harus memahami jurnal scopus  yang dibidik. “Sebelum membuat artikel, mahasiswa harus paham tujuan dan ruang lingkup penelitian yang diinginkan jurnal. Mahasiswa juga harus mengikuti gaya selingkung dari sebuah jurnal. Sangat mungkin sekali gaya selingkung antara jurnal satu dengan lainnya berbeda,” ungkap pemateri. Jagat Aditya Dewantara juga menegaskan perihal similaritas tulisan harus di bawah 10%. Ia menambahkan, “Jika mahasiswa telah mengirimkan satu artikel di jurnal tertentu maka jangan menunggu kabar review dari editor. Mahasiswa harus aktif membuat artikel ilmiah baru. Jika artikel ditolak, maka mahasiswa harus mencoba terus.” Setelah sharing pertama selesai, dilanjutkan dengan Kajian Ilmiah bersama Pof. Dr. Syamsu Yusuf LN, M.Pd. Kajian lebih ditekankan pada bidang keagamaan, dan dalam pemaparannya dikatakan bahwa “Ibadah merupakan perbuatan yang didasarkan kepada niat yang ikhlas (Lillaah) untuk mencapai ridha Allah sesuai dengan perintah atau larangannya”. Sharing session dilanjutkan dengan sesi tanya jawab lalu berbuka puasa serta salat berjamaah.

Selain suskes menggelar Ramadan Feast, Departemen Keagamaan dan Sosial pun kompak saat pembagian takjil pada Minggu, 17 Maret 2024. Meski hujan masih mengguyur sejak pagi, tim yang berkumpul di Koperasi Mahasiswa UPI tetap menjalankan niat baik mereka untuk membagikan takjil. Sebanyak 170 paket takjil tersebar kepada sopir angkot, pejalan kaki, dan para pengendara di kawasan pertigaan lampu merah gegerkalong hilir. Ramadhan Feast dan Pembagian Takjil merupakan dua program kerja yang diusung Departemen Keagamaan dan Sosial. “Program kerja ini kami rancang untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan sosial para awardee BPI UPI,” ungkap Rudi. Ia pun berterima kasih atas dedikasi para awardee yang telah berkontribusi dalam kegiatan selama dua hari ini. Rudi berharap akan ada program kerja lainnya yang lebih bermanfaat untuk banyak orang.

Penulis: Dept. INFOKOM (Destiani)

HIPMI PT UPI Periode 2024 Resmi Dilantik, Siap Gelorakan Semangat Kewirausahaan di Universitas Pendidikan Indonesia

25 Mar 2024 • Humas UPI

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Pendidikan Indonesia (HIPMI PT UPI) resmi memasuki periode kepengurusan baru, dilantik langsung oleh Ibrahim Imaduddin Islam selaku Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Bandung yang bertempat di Aula Gelanggang Generasi Muda Kota Bandung pada tanggal 16 Maret 2024. Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini HIPMI PT UPI diharapkan mampu menyebarkan virus-virus kewirausahaan di kampus UPI dan menciptakan pengusaha dari tingkatan perguruan tinggi, hal ini mengingat umur HIPMI PT UPI yang sudah berumur 18 tahun yang berdiri sejak tahun 2006.

Semoga dengan dilantiknya HIPMI PT UPI periode 2024 Kabinet Laksana ini mampu untuk lebih menggelorakan semangat kewirausahaan di kampus UPI dan juga menjadi mitra strategis dlam program-program kewirausahaan lainnya.” ujar Arif Daffi selaku Presiden Direktur.

Dengan dilantiknya HIPMI PT UPI diharapkan mampu mewadahi mahasiswa yang memiliki minat dan ketertarikan terhadap kewirausahaan. Dengan adanya HIPMI di kampus UPI juga merupakan bentuk organisasi yang luas dan penuh dengan jejaring yang tinggi antar kampusnya, mengingat pada saat ini jumlah HIPMI PT ada 20 di berbagai penjuru Perguruan Tinggi di Kota Bandung.

Pencarian