English
Indonesia

Semangat Sabilulungan

24 Mar 2024 • Humas UPI

oleh : Dinn Wahyudin

Sabilulungan. Sebuah ungkapan kearifan lokal etnis Sunda. Semangat sabilulungan tak sekedar mengekspresikan perilaku gotong royong semata. Kata ini bagai magnet yang mampu mengedepankan semangat silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi antar sesama. Ungkapan sabilulungan juga mengesampingkan adanya perbedaan (differences), untuk pencapaian tujuan yang lebih besar. Tujuan mulia untuk meraih keberhasilan yang dicita-citakan bersama.

Semangat gotong royong ini merupakan kata ampuh yang bisa membangkitkan kebersamaan. Semangat untuk bekerjasama atau bergotong royong. The spirit of cooperativeness. Silih asah memberi makna saling mencerdaskan (making smarter each other). Silih asih berarti saling mengasihi (loving each other), silih asuh adalah saling membimbing (guiding each other), dan silih wawangi dapat diartikan sebagai saling memberikan dukungan (providing mutual support). Itulah kearifan lokal masyarakat Sunda yang patut terus dipelihara dan tetap relevan sebagai bingkai perkasa untuk kemaslahatan NKRI dan keutuhan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks pengelolaan pendidikan tinggi, termasuk bagi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), api spirit sabilulungan patut terus dinyalakan. Paling tidak ada tiga pertimbangan mengapa semangat sabilulungan harus menjadi penciri civitas akademika UPI. Sabilulungan patut menjadi ikon strategis bagi perkembangan UPI saat ini dan masa mendatang.

Pertama, sabilulungan dalam konteks silih asah silih asuh, dan silih wawangi. Seperti kelaziman pendidikan tinggi di Tanah air, UPI hadir sebagai institusi penerang dan pencerdas masyarakat. Melalui layanan tri dharma (penelitian, pendidikan, dan layanan pada masyarakat) yang diembannya, UPI patut menjadi salah satu universitas terdepan yang mengembangkan disiplin ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu lainnya. Mengutip pendapat Benyamin Disraeli (1804-1881), lebih dari 200 tahun lalu, ia berujar bahwa University should be a place of light, of liberty, and of learning. Universitas seyogyanya menjadi tempat yang mampu menerangi dan mencerdaskan masyarakat. Universitas sebagai tempat persemaian yang subur untuk kebebasan berekspresi dan kebebasan ilmiah melalui hasil penelitian yang dihasilkannya. Universitas juga menjadi tempat belajar dan menimba ilmu bagi para mahasiswa dan masyarakat luas.

Kedua, kata sabilulungan memiliki makna ikatan kebersamaan untuk meraih tujuan bersama. Kata sabilulungan sinonim dengan kata gotong royong yang memiliki rasa cita cohesiveness atau keterkaitan. Ungkapan semangat sabilulungan mengedepankan semangat silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi antar sesama. Ungkapan sabilulungan juga mengesampingkan adanya perbedaan (differences). Ia akan menonjolkan pentingnya pencapaian tujuan yang lebih besar. Bagi UPI, ungkapan sabilulungan bukan sebagai slogan atau ungkapan kata retorika untuk membangkitan semangat. Spirit sabilulungan patut menjadi inner energy dahsyat bagi civitas akademika UPI dalam melaksanakan kiprah Tri Dharma PT.

Ketiga, semangat sabilulungan memiliki makna seiya sekata, sejalan sepenanggungan, dan sepemahaman. Bagi civitas akademika UPI, semangat sabilulungan memberi makna untuk saling mendukung, menyayangi, memiliki rasa persaudaraan yang erat dan kebersamaan untuk mencapai tujuan universitas. Sesuai dengan peran masing masing, semua pihak lebih berkonstribusi dalam memajukan Universitas. Kolaborasi eksternal adalah sisi lain agar semangat gotongroyong antara UPI dengan pemangku kepentingan lain juga perlu lebih ditingkatkan. Kolaborasi dengan legislatif, eksekutif, DUDI dan antar universitas perlu terjalin mesra dengan azas saling memberi manfaat. Inilah makna hakiki sabilulungan atau gotong royong. Semangat cooperativeness dan colaborativeness patut menjadi ciri leadership kepemimpinan universitas dalam melaksanakan tri dharma PT sejalan dengan status UPI sebagai PTNBH.

Lagu Sabilulungan

Sebagai tulisan ringan dan santai, simaklah bait lagu Sabilulungan berikut ini. Lagu ini ciptaan Koko Koswara atau biasa disapa Mang Koko. Lagu yang sarat makna. Pesan nya jentre tur eces. Persatuan, kebersamaan dan gotong royong menjadi kata kunci. Berikut ini lirik lagu Sabilulungan dan artinya dalam Bahasa Indonesia.

Sabilulungan, urang gotong-royong (Kerja sama, mari kita bergotong royong)
Sabilulungan, urang silih rojong (Kerja sama, mari kita saling mendukung)
Sabilulungan, genteng ulah potong (Kerja sama, genteng jangan patah)
Sabilulungan, persatuan tembong (Kerja sama, perlihatkan persatuan)
Tohaga, rohaka (Kuat, perkasa)
Rempug jukung ngabasmi pasalingsingan (Luluhkan akar untuk menghilangkan perselisihan)
Sabilulungan, hirup sauyunan (Kerja sama, hidup dalam kerukunan)
Sabilulungan, silih pikaheman (Kerja sama, saling menyayangi)
Sabilulungan, tulung tinulungan (Kerja sama, saling membantu)
Sabilulungan, kukuh persatuan (Kerjasama, persatuan yang kuat)
Santosa, samakta (Sentosa, Sejahtera)Teuneung ludeung ngajaring kawibawaan (Tenang berani menjaring kewibawaan)
Saihwan, safaham (Sejalan, Sepaham)

Nagri nanjung berkah sabilulungan (Negeri beruntung berkah sabilulungan).
Itulah makna sabilulungan. Simaklah lirik tiga baris terakhir. Semangat sabilulungan, akan timbul rasa percaya diri dan keberanian. Sejalan dan sepaham. Negeripun mengambil hikmah berkah sabilulungan. Melalui semangat sabilulungan, semoga Universitas Pendidikan Indonesia menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik dengan menorehkan prestasi gemilang untuk kemaslahatan bangsa.

Sabilulungan dalam Islam

Sedikitnya ada dua peristiwa penting kaitannya dengan semangat sabilulungan atau gotong royong dalam perspektif Islam. Pertama, semangat sabilulungan ketika Rosululloh dan para sahabat sedang dilakukan pembangunan masjid Nabawi di Madinah. Ketika itu, saat pertama kali Rosululoh dan rombongan tiba di Madinah dalam perjalanan hijrah, seperti diceritakan oleh Al-Mubarakfury: “Langkah strategis pertama yang dilakukan oleh Rosululloh SAW setelah tiba di Madinah itu ialah membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat yang dikenal sebagai masjid Nabawi. Dalam proses pembangunanya Rosululloh sendiri ikut serta di dalamnya. Beliau bertugas mengangkat batu dan bata sambil berkata “Tiada hidup kecuali penghidupan akhirat. Ampunilah kaum Ansor dan Muhajirin”. Apa yang dilakukan Rosululloh mampu memompa semangat para sahabat. Salah seorang diantara mereka berkata “Jika kita duduk saja sedangkan Rosululloh bekerja, itu adalah tindakan yang sesat”.

Kedua, semangat sabilulungan atau gotong royong ketika Rosululloh beserta para sahabatnya, saat membangun Parit sebagai benteng pertahanan. Sebagaimana dikisahkan : “Setelah mendapatkan informasi yang cukup tentang kehadiran pasukan musuh, Rosululloh pun bersama para sahabat menggelar musyawarah untuk mencari solusi terbaik guna mempertahankan Madinah.
Akhirnya, setelah berdiskusi panjang, usulan Salman Al-Farisi untuk membentengi Madinah dengan parit menjadi usulan paling bisa diterima. Padahal, usulan tersebut sebelumnya tidak pernah dikenal dalam strategi militer bangsa Arab. Untuk merealisasikan rencana tersebut, kaum muslimin pun mengerahkan segala kekuatan. Setiap 10 orang laki-laki dewasa ditugaskan untuk menggali parit sepanjang 40 hasta. Mereka menggali parit dengan penuh semangat meskipun didera rasa lapar dan harus mengganjal perut mereka dengan batu, termasuk juga Rosululloh melakukan itu.

Dalam sebuah hadist, Sahal Bin Sa’ad sebagaimana diungkapkan dalam Shohih Bukhori dikatakan “Kami bersama Rosululloh di dalam parit. Sementara, orang-orang sedang giat menggali, Kami mengusung tanah di pundak Kami”. Rosululloh pun terus memberikan semangat kepada para sahabat. Beliau bersenandung “Tidak ada kehidupan selain kehidupan akhirat, ampunilah dosa orang-orang Muhajirin dan Ansor”. Al-Barra Bin Azib mengatakan “Aku melihat Rosululloh mengangkuti tanah galian pasir sehingga banyak debu yang menempel di perut beliau. Di tengah rasa lapar, debu yang beterbangan, dan keletihan, kaum muslimin bergotong royong membentengi Madinah dengan parit di sekelilingnya. (Al-Mubarakfury, 2010).

Kitabullah Al-Quran membahasakan ungkapan sabilulungan atau gotong royong ini dengan kata ta’awun. Kata ini memiliki makna saling menolong, yang berarti kedua belah pihak secara aktif melakukan pertolongan satu sama lain. Dalam QS. al-Maidah: 2, Allah SWT berfirman, artinya Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolonglah dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Hasilkan SDM Pelopor dan Unggul Bidang Hukum, Universitas Pendidikan Indonesia buka Program Studi Ilmu Hukum

17 Mar 2024 • Humas UPI

Pendirian Program Studi Ilmu Hukum juga telah mendapatkan rekomendasi pertimbangan Usulan Pembukaan, melaluiSurat Nomor B-366/UN40.SA/TP.01.06/2023 tanggal 13 Desember 2023 dari Senat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia.  Selanjutnya, Universitas Pendidikan Indonesia secara resmi menerima keputusan penetapan serta rekomendasi telah memenuhi persyaratan akreditasi minimum Program Studi Ilmu Hukum Pada Program Sarjana UniversitasPendidikan Indonesia pada tanggal 6 Maret Tahun 2024 dari  Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Melalui Nomor Surat 465/BAN-PT/LL/2024 Tentang Pemenuhan Syarat Akreditasi Minimum Akreditasi untuk Pembukaan Program Studi Baru Ilmu hukum.  Penetapan Pemenuhan Syarat Akreditasi Minimum tersebut dilakukan melalui RapatPleno Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 20 Februari 2024.

Berdasarkan pertimbangan dan penetapan tersebut, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd, MA secara resmi menetapkan  Keputusan Nomor 398/UN40/HK.02/2024 Tentang Pembukaan Program Studi IlmuHukum Program Sarjana Pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia pada tanggal 12 Maret 2024, bertepatan 1 Ramadlan 1445.  

Melalui keputusan tersebut, Program Studi Ilmu Hukum bertugas melaksanakan program pendidikan yang meliputi (1) peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat program studi; (2) pembinaan kelompok bidang ilmu dan kompetensi; dan (3) penjaminan mutu akademik di tingkat program studi. Selanjutnya ProgramStudi Ilmu Hukum berwenang melakukan penerimaan mahasiswa dan pembelajaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.H. M.Si., selaku Ketua Tim Pengembang Program Studi Ilmu Hukum Program Sarjana FPIPS UPI menjelaskan bahwa pendirian program studi ini sebagai upaya untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang menguasai dan adaptif terhadap perkembangan masyarakat di masa kini dan masa depan. Selain itu, pendirian program studi dalam rangka menguatkan jati diri dan motto UPI sebagai Universitas Pelopor dan Unggul yang menitikberatkan pendidikan tinggi hukum yang berbasiskan pada nilai-nilai Pancasila, sehingga diharapkan Program Studi S1 Ilmu Hukum dapat menghasilkan lulusan dalam bidang hukum sebagaimana apa yang diharapkan dari reformasi pendidikan tinggi hukum di Indonesia. 

Menurutnya, Program Studi S1 Ilmu Hukum di FPIPS UPI diharapkan menjadi jawaban terhadap animo/keinginan masyarakat, terutama untuk wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, dan Nasional dalam memenuhi kualifikasi pengembangan SDM dalam bidang hukum yang banyak dibutuhkan oleh dunia kerja. Animo ini dapat terlihat dari dua tahun terakhir yang menunjukkan calon mahasiswa peminat Program Studi Ilmu Hukum sangat tinggi di Indonesia. Peluang kerja lulusan di bidang hukum pun terbuka lebar, khususnya dengan adanya revolusi industri 5.0 (Yana Setiawan)

UPI akhirnya memiliki Prodi Ilmu Hukum 

17 Mar 2024 • Humas UPI

Secara resmi, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd, MA membuka Program Studi Ilmu Hukum Program Sarjana Pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia pada tanggal 12 Maret 2024, bertepatan dengan 1 Ramadlan 1445.  

Pendirian Program Studi Ilmu Hukum ini diinisiasi sejak 2023 dan berproses sesuai tahapan-tahapan yang dipersyaratkan. Prodi ini telah memenuhi persyaratan akreditasi minimum sebagai Program Studi Ilmu Hukum Pada Program Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia berdasarkan hasil ketetapan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Melalui Surat Nomor. 465/BAN-PT/LL/2024. 

Menurut, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P. S.Pd., M.H., M.Si., selaku Ketua Tim Pengembang Program Studi Ilmu Hukum Program Sarjana FPIPS UPI bahwa  visi Program Studi S1 Ilmu Hukum FPIPS UPI  yaitu menjadi Program Studi Pelopor (Leading) dan Unggul (Outstanding) berbasis riset untuk menghasilkan Sarjana Hukum yang professional, kompetitif, inovatif, bermoral, serta mengabdi pada kepentingan bangsa dan negara dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Sedangkan tujuan Program Studi ini yaitu menjadikan Program Studi S1 Ilmu Hukum  sebagai lembaga pendidikan tinggi hukum terbaik di Indonesia dengan reputasi internasional. 

Selanjutnya Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P. S.Pd., M.H., M.Si.,  mengungkapkan bahwa sasaran yang diharapkan Program Studi S1 Ilmu Hukum FPIPS UPI yaitu terwujudnya pembelajaran berbasis penelitian (research based learning), tercapainya Program Studi S1 Ilmu Hukum berkelas dunia dan peningkatan reputasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu diharapka terwujudnya pemantapan peran dalam penyelesaian masalah-masalah bangsa dengan pendekatan kerakyatan dan kearifan lokal Indonesia, serta mengangkatnya ke tingkat internasional serta terwujudnya lulusan SDM ahli di bidang hukum yang mampu bersaing secara nasional maupun global.

Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P. S.Pd., M.H., M.Si.,  juga menjelaskan bahwa Program Studi S1 Ilmu Hukum FPIPS UPI memiliki sejumlah keunggulan yaitu profil lulusan difokuskan untuk menjadi SDM ahli di bidang hukum, seperti Penegak Hukum, Profesi Hukum, Birokrat, dan Akademisi. Selain itu, lulusannya memiliki kompetensi khusus di bidang Hukum Pendidikan serta berjalan seiring dengan pengembangan penelitian dan riset dalam bidang Hukum Pendidikan yang inovatif dan aplikatif.

Progam Studi ini juga memiliki keunggulan dalam kurikulum yang dikembangkan mengacu kepada body of knowledge, dengan fokus penguatan kompetensi penelitian, keilmuan dan keterampilan aplikasi di bidang Hukum Pendidikan. Mengembangkan ilmu, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (tridharma perguruan tinggi) berbasis ilmu hukum secara terpadu yang dilakukan melalui pelaksanaan perkuliahan yang mengimplementasikan optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana serta potensi diri mahasiswa dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Kerjasama dalam melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan stakeholders pemerintah maupun pihak swasta.  Selamat atas dibukanya prodi Ilmu Hukum di UPI semoga berkah bagi semua (Yana Setiawan)

Kabar dari Perancis (32) : Poster Resmi Olimpiade dan Paralimpiade  di Paris 2024 (Jeux d’Olympiques : JO Paris 2024)  

16 Mar 2024 • Humas UPI

Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)

Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Poster Resmi Olimpiade Paris 2024 baru saja diumumkan pada tanggal 4 Maret 2024 di Musée d’Orsay. Pembuatan poster ini merupakan sebuah tradisi sejak Olimpiade pertama kali diselenggarakan di Stockholm pada tahun 1912. Setiap Panitia Penyelenggara selalu membuat poster tentang Olimpiade ini dengan menghormati lambang-lambang yang berkaitan dengan negara dan terutama permainan olahraga.

Poster Resmi Paris 2024 dibuat oleh desainer Perancis Ugo Gattoni. Karyanya kaya akan detail yang mewakili impian dari sebuah kota stadion dalam upaya mencerminkan slogan “Mari kita buka Olimpiade” dan mengacu pada ambisi suatu gagasan yaitu menghadirkan olahraga ke dalam kota.

Poster Resmi Paris 2024 menggambarkan kota fantasi dengan stadion raksasa yang menampilkan monumen-monumen ibu kota yang ditafsirkan berbeda sebagai lambang negara Perancis. Di dalam poster ini juga ditunjukkan berbagai lokasi kompetisi Paris 2024, dengan berbagai jenis olahraga dan atlet-atletnya. Lukisan dinding spektakuler ini membuat orang-orang ingin menelusuri dan menjelajahi setiap detail yang ada di lukisan yang penuh warna

Poster Resmi Paris 2024 ini dirancang sebagai gambar diptyque (berasal dari bahasa latin diptycha yang artinya rendah, dan dari bahasa Yunani diptukhos  yang artinya dilipat menjadi dua. Jadi diptyque didefinisikan sebagai: karya seni lukis atau patung yang terdiri dari dua lipatan yang dapat saling menutup, khususnya seperti di Abad Pertengahan; setiap pekerjaan atau perakitan yang terdiri dari dua aspek yang saling melengkapi.) Diptyque dalam konteks Olimpiade 2024 adalah memadukan Olimpiade dan Paralimpiade (untuk orang cacat). Untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade Musim Panas, poster Olimpiade dan poster Paralimpiade dirancang dalam satu poster dan dapat berfungsi secara mandiri, namun tetap dapat disatukan untuk membentuk lukisan besar dan unik yang menceritakan kisah dunia, yaitu kisah di kota  Paris pada tahun 2024. Penggabungan ini menggarisbawahi dan merayakan ambisi bersama Paris 2024 untuk Olimpiade dan Paralimpiade dalam satu lambang, satu slogan, dan satu Tim Perancis. Perlu diketahui bahwa sebelumnya Paralimpiade selalu diadakan kira-kira dua minggu setelah Olimpiade mulai. Sejak tahun 1988, Olimpiade dan Paralimpiade diadakan di kota yang sama dan infrastruktur yang sama dan pada waktu yang bersamaan.

Banyak unsur, simbol/lambang, dan nilai moral yang mewakili Paris 2024 yang ditayangkan di poster ini, seperti simbol-simbol Olimpiade (cincin olimpiade, agitos (lambang paralimpiade), Stoke Mandeville, moto olimpiade, medali, dll.), simbol-simbol kota Paris 2024 (maskot, kedatangan Api Olimpiade di Marseille di atas Belem, Marathon Pour Tous (untuk semua orang), perahu upacara di Sungai Seine, kesejajaran antara olimpiade dan paralimpiade, lokasi kompetisi ikonis, unsur-unsur ikonis kota Paris dan Perancis seperti Menara Eiffel, Marianne, Patrouille de France ( French Airforce ”acrobatics unit”), metro Paris, Sungai Seine, Arc de Triomphe, dll. Di poster ini pun memunculkan beberapa cabang olahraga, khususnya empat cabang olahraga baru yang ditambahkan pada Olympiade Paris 2024, seperti breaking(jungkir balik), climbing, skateboarding, dan surfing.

Untuk memenuhi tantangan besar dalam menyajikan dan merangkum kekayaan Paris dalam satu karya, Panitia Olimpiade Paris 2024 meminta desainer Ugo Gattoni untuk membuat lukisan dinding yang spektakuler. Ugo Gattoni adalah seorang desainer Perancis yang lahir pada tahun 1988 di Paris. Gaya dan berbagai prestasinya telah membuatnya berpengaruh secara internasional atas kemampuannya bekerja sama dengan merek terkenal Perancis, seperti Dior, Channel, Hermes, dll. Gaya khasnya ditandai dengan fantasi dan surealisme yang dilengkapi dengan banyak detail. Dalam posternya, ia menggambarkan si raksasa yang bersinggungan dengan si kecil, dan penonton diajak untuk tenggelam dalam keseruan dalam berbagai kisah campur aduk yang dikisahkan.

Untuk membuat Poster Resmi Paris 2024, Ugo Gattoni pertama-tama membenamkan dirinya dalam bayangan dan dunia JO Paris 2024. Tentu saja hal ini dilakukan dengan tetap setia pada gaya karyanya. Untuk mengungkapkan dengan baik edisi Olimpiade ini yang dijiwai secara total, pembuatan poster resmi ini membutuhkan lebih dari 2000 jam kerja Ugo Gattoni, atau enam bulan kerja penuh.

Poster buatan Ugo ini sekarang sudah dianggap sebagai barang kolektor. Jika kita ingin membeli poster ini, Poster Resmi Paris 2024 telah tersedia di pusat penjualan dalam beberapa format yang berbeda mulai 5 Maret dengan harga termurah 20 Euros. Poster-poster ini dapat dibeli secara daring atau di tujuh toko-toko resmi yang ditunjuk JO (Jeux d’Olympiques) Paris 2024, serta di butik Musée d’Orsay. Poster-poster ini juga dapat dibeli setelah selesai pelaksanaan olimpiade, seperti di FNAC dan supermarket-supermarket di Perancis.

Ada hal yang kontroversial yang terdapat di dalam poster ini, seperti hilangnya tanda salib di kubah Invalides dan juga tidak ada bendera Perancis biru, putih dan merah, dan hal ini memicu kritikan mulai dari masyarakat, warganet hingga politikus terutama politikus kanan (kapitalis) yang menganggap bahwa poster ini menghapus identitas negara Perancis. Mereka menganggap poster ini sebagai suatu karya ”wokisme” (Istilah  ini digunakan oleh orang-orang membela orang yang dianggap korban, misalnya rasisme, kemiskinan, kaum homoseksual, dll). Bahkan kritik pedas pun muncul baik di media sosial maupun di televisi Perancis. Salah satu kritik yang dilontarkan adalah mengapa tidak ada bendera Perancis? Apa gunanya menyelenggarakan Olimpiade di daratan Perancis jika jati diri Perancis disembunyikan?  

Menghadapi kritik tersebut, desainer Ugo Gattoni membela diri dengan menggelar pandangan artistiknya bahwa ia tidak berusaha menunjukkan objek atau bangunan dengan sesuai aslinya.  Menurut pernyataannya pada Agence France-Presse ( AFP). Ugo Gattoni menjelaskan mengapa dia menghapus salib Invalides di posternya dengan memberikan argumentasi untuk membela diri.

“Saya memunculkan apa adanya yang muncul di kepala saya tanpa pesan atau motivasi tersembunyi. Saya tidak mencari hal-hal untuk setia pada aslinya, namun agar kita dapat sekedar memberi kedipan (berasumsi) tentang hal itu, sambil menggambarkan  suasana yang tak nyata tapi meriah,” tambahnya.

Cerita serupa juga diungkapkan oleh Panitia Penyelenggara Olimpiade (Comité d’organisation des Jeux Olympiques/Cojo) yang mendukung artis tersebut, dengan membela “interpretasi artistik yang menyenangkan dan ringan dari kota-stadium yang diimajinasikan kembali”. Panitia menekankan dalam siaran persnya bahwa poster ini adalah “representasi yang tidak lengkap dan tidak sesuai dengan kenyataan, seperti ombak Tahiti berada di lepas pantai Marseille, Menara Eiffel berwarna merah muda, metro lewat di bawah Arc de Triomphe yang sama sekali jauh dari kenyataan tanpa harus semua hal ini menjadi subjek interpretasi politik yang berlebihan.

Perancis dikenal sebagai negara yang penuh dengan inovasi dan setiap gagasan artistik dan pemikiran baru dapat diterima dengan baik atau sebaliknya tidak baik. Yang jelas, dengan berhasilnya menjadi pembicaraan terlepas dari baik dan buruk, karya ini akan menjadi terkenal dan langgeng  dikenal orang. Salah satu tujuan seorang artis adalah namanya dikenal dan dalam waktu yang lama, bahkan tentu saja harapannya adalah langgeng sepanjang masa. Mungkin ini salah satu tujuan Ugo mengapa dia menyodorkan karya kontroversi yang dapat menjadi objek pembicaraan banyak pihak

Sumber: https://olympics.com/fr/infos/paris-2024-ugo-gattoni-dessinateur-affiches-portrait

Sumber : https://ablock.fr/jeux-paralympiques-qui-sont-les-agitos/

Sumber : https://www.paris2024.org/fr/

https://www.paris2024.org/fr/
https://www.paris2024.org/fr/
https://www.paris2024.org/fr/
https://www.paris2024.org/fr/

Ramadan ke-1443 : Nilai Ramadan dan Semangat Badar dalam Konteks Kekinian

13 Mar 2024 • Humas UPI

Oleh Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd (Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan merangkap Republik Kyrgyzstan/ Rektor UPI Periode 2005-2010 dan 2010-2015)

Bismilahirrahmanirrahim,

Tulisan Prof. Dinn Wahyudin tentang Ramadan ke-1443 mengajarkan nilai-nilai esensial dari ibadah puasa Ramadan dan semangat Badar, yang merupakan sustainable and living values.

Foto: Primus Dorimulu/https://www.beritasatu.com

Tulisan itu menawarkan wawasan mendalam yang relevan dengan tantangan dan konteks kekinian. Era kehidupan kemajuan teknologi cepat, pluralisme sosial budaya, serta berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan konflik merupakan konteks yg perlu dimaknai.

Nilai-nilai ini, jika diterapkan, dapat memberikan panduan untuk menavigasi kompleksitas dunia modern dengan cara yang bermakna dan konstruktif.

Tulisan ini mencoba mengangkat nilai-nilai esensial dari tulisan Prof. Dinn Wahyudin dan dimaknai dalam konteks kekinian serta implikasinya bagi dunia pendidikan.

  1. Ketakwaan dalam Kehidupan Modern: Di era di mana materialisme sering kali mendominasi nilai-nilai spiritual, konsep takwa mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual. Dalam konteks profesional, misalnya, takwa dapat menginspirasi integritas dan kejujuran, sedangkan dalam kehidupan sosial, takwa dapat mendorong kepedulian dan empati terhadap sesama.
  2. Mengendalikan Hawa Nafsu di Zaman Informasi: Dengan akses tak terbatas kepada informasi dan hiburan, belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan fokus pada kebutuhan yang lebih mendalam menjadi semakin penting. Puasa mengajarkan disiplin diri dan penguatan kehendak yang dapat diterapkan dalam menghadapi godaan konsumsi berlebihan atau perilaku adiktif lainnya.
  3. Identitas dan Komunitas di Era Global: Dalam sebuah dunia yang semakin terhubung, mempertahankan identitas keagamaan dan komunitas spiritual memberikan rasa kestabilan dan kejelasan tujuan. Ibadah puasa dan nilai-nilai Ramadan dapat membantu memperkuat ikatan komunitas dan memperdalam pemahaman bersama tentang nilai-nilai Islam.
  4. Inspirasi dari Semangat Badar: Menghadapi tantangan global dan perjuangan sosial membutuhkan keberanian dan komitmen yang sama seperti yang ditunjukkan dalam semangat Badar. Nilai-nilai ini dapat menginspirasi upaya keadilan sosial, pelestarian lingkungan, dan advokasi untuk perdamaian.
  5. Pembelajaran Sepanjang Hayat dan Pengembangan Diri: Era digital menawarkan peluang tak terbatas untuk belajar dan berkembang. Mengadopsi sikap pembelajar sepanjang hayat, seperti yang dianjurkan oleh semangat Badar, dapat membantu individu untuk terus beradaptasi dan berkembang dalam dunia yang cepat berubah.
  6. Membangun Masyarakat yang Kooperatif: Nilai-nilai puasa Ramadan dan semangat gotong royong dalam semangat Badar relevan untuk mengatasi polarisasi dan meningkatkan solidaritas sosial. Ini menekankan pentingnya kerja sama, saling menghargai, dan kontribusi terhadap kesejahteraan bersama, yang krusial dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan global.

Implikasi nilai-nilai Ramadan dan semangat Badar dalam konteks pendidikan modern yang lebih holistik dan inklusif, terutama dalam hal:

  1. Pendidikan Karakter dan Kecakapan Hidup: Nilai-nilai Ramadan, seperti ketakwaan, disiplin diri, dan empati, serta semangat Badar yang menekankan keberanian dan komitmen, menuntut pendidikan karakter menjadi pusat kurikulum pendidikan.
  2. Pendidikan untuk Keterlibatan Sosial dan Kepedulian Global: Inspirasi dari semangat Badar yang menunjukkan keberanian dalam menghadapi kesulitan dan komitmen terhadap keadilan sosial menekankan pentingnya mendidik siswa agar menjadi warga negara global yang aktif. Pendidikan harus memfasilitasi pemahaman dan keterlibatan siswa dalam isu-isu global, seperti keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan kerjasama lintas budaya.
  3. Penguatan Peran Pedagogik: Dengan menekankan nilai-nilai imanen pedagogik seperti otoritas moral, kebebasan dan pengendalian diri, tanggung jawab, dan etik yang bersumber dari hakikat manusia dapat diperkaya dan diwujudkan melalui integrasi semangat nilai Ramadan dan semangat Badar. Nilai-nilai Ramadan dan semangat Badar mencerminkan keselarasan yang mendalam dengan nilai-nilai imanen pedagogik, menawarkan wawasan berharga untuk pendidikan kekinian.

Tashkent, 2 Ramadan 1445 H.

Pencarian