English
Indonesia

Kabar dari Perancis (27) COP15 untuk menyelamatkan  keanekaragaman hayati (La biodiversité)

25 Jan 2024 • Humas UPI

Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)

Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Keanekaragaman hayati adalah jantung kehidupan..

COP15 yang pada mulanya direncanakan akan diadakan pada tahun 2020 di China telah ditunda karena pandemi Covid-19, COP15 tentang keanekaragaman hayati akhirnya diselenggarakan di Montreal pada tanggal 7 hingga 19 Desember 2022 di China. COP merupakan singkatan dari Conference of the Parties. Saat ini ada tiga COP yang ketiganya dibentuk pada KTT Bumi (Sommet de la Terre) di Rio pada tahun 1992.

COP (konferensi para pihak) adalah bentuk konferensi yang umum yang dalam hukum internasional didirikan untuk memantau penerapan suatu perjanjian atau konvensi. Di Rio pada tahun 1992 prinsip perubahan iklim secara resmi diakui dan negara-negara anggota (197 negara saat ini) yang menandatangani Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC: United Nations Framework Convention on Climate Change,). Tiga bidang perjuangan telah ditetapkan: iklim dan pembatasan emisi gas rumah kaca, pertahanan keanekaragaman hayati dan perjuangan melawan penggurunan/kekeringan.

COP yang paling diminati adalah tentang perubahan iklim. Tujuannya adalah untuk mempertahankan upaya internasional dalam mengatasi perubahan iklim/ cuaca. COP27 berlangsung pada November 2022 di Sharm El-Sheikh (Mesir) dan berikutnya COP 28  telah berlangsung pada tanggal November 2023 – 13 Desember 2023 di Dubai (Uni Emirat Arab). COP ini diadakan setahun sekali.

COP yang memperjuangkan mengatasi kekeringan dilaksanakan di negara-negara yang terkena dampak kekeringan ini dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan. COP15 tentang penggurunan diadakan di Abidjan (Pantai Gading) pada Mei 2022. COP ini diselenggarakan dua tahun sekali.

Salah satu yang menarik perhatian kita saat ini adalah COP tentang keanekaragaman hayati (Biodiversité). Hal ini mempunyai tiga tantangan utama: konservasi keanekaragaman hayati (la conservation de la biodiversité), pemanfaatan sumber daya unsur-unsur genetik tersebut secara berkelanjutan (l’utilisation durable de ses éléments) dan pembagian keuntungan yang adil dan merata dari eksploitasi sumber daya genetik (le partage juste et équitable des avantages découlant de l’exploitation des ressources génétiques). COP ini diselenggarakan dua tahun sekali.

Situasi keanekaragaman hayati saat ini

Keanekaragaman hayati (biodiversité) adalah gabungan dari kata biologi dan keanekaragaman (diversité) yang  membahas tentang semua makhluk hidup yang ada di bumi (hewan, tumbuhan, bakteri, dll.), lingkungan alaminya segala jenis makhluk hidup ini dan interaksinya.

Keanekaragaman hayati adalah tatanan kehidupan di planet kita, di mana kita menjadi bagiannya. Keragaman hayati adalah inti kehidupan kita. Kita harus menyadari betapa pentingnya keanekaragaman hayati dalam kehidupan kita sehari-hari : bagaimana makhluk hidup (manusia, binatang dan tanaman) tergantung pada tempat kita hidup (lautan dan daratan). Manusia telah mengubah ekosistem tempat kita hidup dan menyebabkan kehancuran makhluk-makhluk hayati di dunia yang pada akhirnya akan pula menghancurkan sedikit demi sedikit atau sekaligus kehancuran umat manusia.

Situasi keanekaragaman hayati saat ini sangat mengkhawatirkan  dan banyak ilmuwan secara rutin memperingatkan tentang hal ini. Dari observasi dan penelitian, diperkirakan 75% permukaan bumi telah diubah oleh manusia dan lebih dari 85% lahan basah atau lembap telah hilang. Kepunahan hilangnya spesies dalam jumlah besar menunjukkan bahwa (*)kepunahan massal keenam mungkin sedang berlangsung. Vertebrata/ makhluk dengan tulang punggung dan invertebrata / makhluk tanpa tulang punggung terpengaruh. Perubahan iklim dan hilangnya habitat menjadi penyebab akan hilangnya sekitar 1 juta spesies hewan dan tumbuhan yang terancam punah. Perubahan-perubahan ini terjadi terutama karena polusi, konstruksi manusia, dan pemanasan global.

(*)Kepunahan massal keenam menggambarkan hilangnya keanekaragaman hayati akibat aktivitas manusia baru-baru ini. 

Bumi sebelumnya telah mengalami lima kepunahan massal spesies:

1. Di akhir zaman Ordovisium (à l’Ordovicien terminal), 445 juta tahun yang lalu;

2. Pada zaman Devon (Au Dévonien supérieur), 374 juta tahun yang lalu;

3. Pada batas Permian-Trias 251 juta tahun lalu, yang paling masif dengan hilangnya sekitar 90% spesies;

4. Di perbatasan Trias-Jurasic,, sekitar 200 juta tahun lalu;

5. Di perbatasan Kapur-Tersier (Crétacé- Tertiaire), 65 juta tahun yang lalu. Krisis kelima ini, yang menyebabkan kepunahan dinosaurus, bisa jadi disebabkan oleh jatuhnya meteorit dan letusan gunung berapi yang menghancurkan.

Dalam kepunahan massal, sejumlah besar spesies punah di seluruh dunia dalam waktu yang relatif singkat.

Tujuan utama COP15 ini adalah untuk menetapkan kerangka kerja pemerintah anggota sampai tahun 2030 dengan 4 kegiatan :

– mengurangi ancaman pemunahan keanekaragaman hayati;

– melaksanakan konservasi dan penggunaan sumber daya secara berkelanjutan;

– menyiapkan akses dan pembagian manfaat dari sumber daya genetik;

– menyiapkan sarana untuk merealisasikan kerangka kerja tersebut.

Hasil  dan Evaluasi COP15

195 negara ditambah Uni Eropa menandatangani perjanjian akhir pada tanggal 19 Desember 2022. Perjanjian ini dimaksudkan untuk perlindungan pada 30% daratan dan 30% lautan pada tahun 2030 dan terdapat 22 tujuan lain yang diperuntukkan mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati (seperti mengurangi penggunaan pestisida atau melestarikan ekosistem penting melalui perencanaan tata ruang misalnya).

Perjanjian ini juga menyediakan pendanaan yang besar untuk penerapannya. Pada tahun 2025 Perancis harus menyediakan dana sebanyak 1 miliar Euros untuk dapat menerapkan program ini.

Di samping dana yang besar, kinerja seluruh negara anggota yang menandatangani kesanggupan melaksanakan tujuan bersama  ini dipantau untuk memastikan mereka menghormati komitmen, namun  perjanjian ini tidak memberikan langkah-langkah yang mengikat jika terjadi ketidakpatuhan terhadap komitmen mereka.

Perancis dan negara-negara maju lainnya menemukan masalah-masalah vital yang membebani keanekaragaman hayati, dan sudah seharusnya hal ini juga menjadi perhatian kita semua termasuk negara Indonesia, misalnya tentang erosi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dll.

Pemerintah Perancis menerapkan peraturan untuk tidak menghamburkan makanan dan energi (menghemat) dan juga memberi bantuan keuangan agar masyarakat dan perusahaan dapat menggunakan alat-alat dalam kehidupan sehari-hari yang tidak memberi akibat buruk pada keseimbangan  lingkungan hidup.

Semoga hal-hal tentang pentingnya membuat dan menerapkan hukum tentang pelindungan alam ini mulai dibahas di Indonesia secara luas. Sebagai contoh, dari pada menebang pohon untuk membangun sesuatu, lebih baik menanam pohon. Jika hal ini dilakukan,  pemberantasan hutan dan kawasan hijau di Indonesia untuk membangun negara kita akan mengalami kekeringan dan kegurunan.  Mungkin ada baiknya para politikus dan pemimpin Indonesia mulai menerapkan dalam program politiknya dan juga para tokoh pendidikan bangsa tentang bagaimana menyelamatkan lingkungan hidup tanah air Indonesia. Penulis yang tinggal di sekitar Bandung ketika pulang kampung halaman merasakan perbedaan temperatur. Dulu Bandung dikenal sebagai kota yang adem dan sejuk, dan kini kota ini sudah berubah menjadi panas dan gersang karena banyak pohon ditebang. Jalanan dibeton yang menyebabkan air tidak meresap ke tanah. Jika ada tanah kosong langsung dibangun suatu bangunan bukannya ditanami.

Kita harus menyadari bahwa  keanekaragaman hayati memberikan hal-hal yang tak tergantikan dan penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Oksigen yang kita hirup, makanan dan air yang kita konsumsi, obat-obatan dan banyak bahan mentah yang kita gunakan untuk rumah atau pakaian kita (kayu, serat seperti wol, kapas, rami, dll.): semua ini berasal dari alam. Jika kita terus-menerus merusaknya atas nama keuntungan sesaat atau keuntungan secara material orang-orang tertentu artinya tanpa disadari hal ini mengancam kehidupan alami di sekitar kita yang penting bagi kelanggengan ras kehidupan manusia, dan lebih-lebih lagi hal ini sangat penting bagi kesehatan kita.

Mulai 1 Januari 2024 di Perancis, pembangunan akan terjadi di banyak bidang: ekonomi sirkuler, energi, renovasi dan efisiensi energi, perumahan, mobilitas, dll. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjawab tantangan transisi ekologi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Perancis. Langkah-langkah itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga seluruh institusi negara dan keluarga serta pribadi, misalnya kita mengurangi sampah plastik, memilah sampah ( kardus dan kertas dipisahkan dari sampah makanan, dan sampah sayuran dipisahkan juga dari sampah lain karena dapat dijadikan kompos, atau melakukan daur ulang).  

Oleh karena itu, mari kita mulai menanam tanah kosong di sekitar kita. Keragaman hayati adalah hidup kita. Keberlangsungan bumi dan kehidupan kita bergantung padanya.

Sumber  :

https://www.ecologie.gouv.fr/biodiversite-presentation-et-informations-cles

https://www.ecologie.gouv.fr/transition-ecologique-changements-au-1er-janvier-2024

UPI Kampus Tasikmalaya Menjadi Pembicara International Joint Seminar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia

24 Jan 2024 • Humas UPI

UPI Kampus Tasikmalaya sukes mengikuti kegiatan International Joint Seminar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia. Seminar berskala internasional ini melibatkan tiga perguruan tinggi terkemuka, yaitu UPSI (Universiti Pendidikan Sultan Idris) dari Malaysia, Universitas Pendidikan Indonesia dan Universiti Bina Dharma dari Indonesia. Tujuan kegiatan ini dalam rangka memfasilitasi pertukaran pengetahuan, ide, dan hasil penelitian di bidang pembangunan manusia.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Pembangunan Manusia Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Prof. Madya Dr. Abdul Talib bin Mohammed Hashim. Menurutnya, tujuan Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia menyelenggarakan nternational Joint Seminar yaitu untuk memperkuat kerja sama antara tiga perguruan tinggi untuk mengembangkan pemahaman dan solusi terkait isu-isu digitalisasi.

International Joint Seminar diisi dengan penyampaian materi keynote presentation pertama oleh Dr. Siti Noranizahhafizah Boyman, Penyelaras Kluster SANS Kemanusiaan, Pusat Pedagogi, Penyelidikan, dan Inovasi (CPRI) dari UPSI yang membahas mengenai isu-isu penggunaan kecerdasan buatan. Materi Keynote presentation kedua disampaikan oleh Dr. Seni Aprilya, S.Pd., M.Pd yang merupakan Dosen UPI Kampus Tasikmalaya sekaligus Sekretaris Program Studi S1 PGSD dan S2 PGSD.

Setelah sesi keynote presentation berakhir, selanjutnya peserta seminar dibagi menjadi lima kelompok di masing-masing ruangan. Setiap kelompok memiliki tugas untuk mempresentasikan paper yang telah mereka buat sebelumnya. Ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi hasil penelitian mereka, berdiskusi, dan mendapatkan umpan balik dari sesama peserta serta moderator yang hadir (Kontributor Humas UPI/ Btari Mariska Purwaamijaya, S.H., M.M)

Sinergi UPI Press dan MQS Publishing dalam Pemasaran Buku-Buku Keislaman dan Pemberdayaan Diri

23 Jan 2024 • Humas UPI

Bandung, Dalam sebuah langkah inovatif untuk menguatkan pasar literatur keislaman dan pemberdayaan diri, UPT Penerbitan dan Percetakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Press) dan MQS Publishing (CV Smart Tauhid) telah secara resmi menjalin kerja sama. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan dan memperkaya akses terhadap buku-buku yang mendidik, menginspirasi, serta memperkuat jiwa.

Perjanjian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU pada Selasa (24/01/2024) yang diadakan di Gedung Centre of Excellence, UPI antara UPI Press yang diwakili Dr. Jatmika Nurhadi, S.S., M.Hum., selaku Kepala UPT dan MQS Publishing, yang diwakili Mohamad Badru Tamim. Acara penandatanganan ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak serta pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menyebarkan nilai-nilai keislaman dan prinsip-prinsip pemberdayaan diri melalui literatur yang kami sediakan. Kami yakin bahwa dengan sinergi UPI Press dan MQS Publishing, kami bisa memperluas cakupan pasar, serta memperdalam dampak positif yang kami bawa. Bagi UPI, ini juga menambah pencapaian IKU (Indikator Kinerja Utama) UPI”, tutur Jatmika.

Tamim menambahkan, “Kami melihat kolaborasi ini tidak hanya sebagai peluang bisnis, tetapi sebagai platform untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi. Kombinasi kekuatan distribusi UPI Press dan pengalaman pemasaran MQS Publishing akan memastikan bahwa buku-buku berkualitas yang memperkaya spiritual dan pemberdayaan diri dapat diakses oleh lebih banyak orang.”

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada distribusi dan pemasaran, tetapi juga pada peningkatan kualitas konten dan pengembangan sumber daya manusia. UPI Press dan MQS Publishing berencana untuk menyelenggarakan serangkaian workshop dan seminar yang bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan kemampuan penulis serta penerbit independen, khususnya di bidang keislaman dan pemberdayaan diri. UPI Press dan MQS Publishing berkomitmen untuk meningkatkan kiprah di penerbitan Indonesia, menyediakan sumber literatur yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi dan menguatkan jiwa setiap pembaca dalam menghadapi gempuran tantangan global.

Sensei, Guru di Jepang

21 Jan 2024 • Humas UPI

oleh Dinn Wahyudin (Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia)

Awal musim dingin Desember 2023. Suatu sore di pinggiran kota Kitayushu Jepang. Seorang sahabat Indriyani Rachman yang kini menjadi dosen di Kitakyushu University mengajak kami untuk menikmati Udon makanan khas Jepang. Udon ini sejenis mie dengan kuah dan aroma khas memanjakan lidah. Ketika kami menunggu pesanan, temanku berkata pada pemilik warung, dan memperkenalkan saya yang berprofesi sebagai dosen atau sensei. Secara reflek pemilik warung menghadap saya dan tersenyum sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat. Itulah tradisi budaya Jepang yang sangat menghormati orang tua dan profesi guru atau sensei.

Secara umum, kisah guru sangat universal. Rekam jejaknya dari zaman ke zaman sangat istimewa. Mereka penyandang profesi terhormat dan disegani. Guru diyakini sebagai orang bijak dan berilmu. Begitu istimewanya sosok guru, Plato – filsuf Yunani yang hidup 25 abad lampau (427 SM- 327 SM), pernah berujar, Teachers have such power that prime minister can only dream about it. Guru memiliki kekuatan sedemikian rupa sehingga seorang Perdana Menteri sekalipun hanya dapat memimpikan.
Begitulah sosok guru. Kelompok terhormat yang berwibawa karena ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya.

Sensei
Dalam dimensi global, sosok guru merupakan salah kelompok elit yang disegani dan dihormati. Bagi masyarakat Jepang misalnya, masyarakat sangat menghargai profesi guru. Mereka sangat hormat dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada para guru. Mereka menyebut guru dengan sebutan sangat terhormat yaitu Sensei.

Tofugu (2019) menulis bahwa kata sensei memiliki makna sebagai a person born before you were. Orang lahir sebelum anda. Maknanya adalah orang yang “dituakan” dan dihormat. Mereka merupakan sosok yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mumpuni. Dengan dengan demikian sebutan sensei bisa juga melekat pada profesi lain dengan expertise tertentu yang sangat disegani masyarakat.

Studi yang dilakukan Japan Education System (2018) menyebutkan bahwa dari 82 profesi utama di Jepang, ternyata guru atau sensei berada pada posisi 18, kepala sekolah posisi 9, dan profesor atau Sensei di Universitas dengan urutan ke 3. Hal ini menunjukkan bahwa profesi sensei atau guru, kepala sekolah dan dosen di perguruan tinggi merupakan kelompok yang sangat dihargai. Mereka dihormati dan sudah barang tentu juga, mereka mendapat penghasilan yang sepadan.

Seorang rekan yang lama bermukim di Jepang pernah mengemukakan pengalaman menarik. Walau lebih sebagai joke. Tradisi masyarakat Jepang yang sangat menghargai sensei, biasanya diekspresikan dengan memberi gestur memberi hormat. Yaitu dengan lebih membungkukkan kepala dan badannya ketika bersua dengan sensei. Suatu hari, seseorang bertemu dengan sensei senior yang memang sudah bungkuk postur tubuhnya. Ketika sang sensei mengangguk dan membungkukkan badannya, ia dengan susah payah menurunkan posisi badannya untuk lebih bungkuk lagi. Begitulah, ekspresi rasa hormat pada Sang guru.

Demikian juga dalam tradisi masyarakat China. Mereka juga hampir sama dengan bangsa Jepang, begitu hormat pada guru. Masyarakat China menyebut guru dengan ujaran Seonsaeng atau Xiansheng. Suatu predikat terhormat disematkan bagi seseorang yang berilmu dan mengabdikan dirinya untuk mengajar.
Begitu hormatnya kepada sang guru, dalam tradisi Cina masa lampau, penghargaan pada guru diberikan dalam bentuk Xiushu yaitu daging kering seperti dendeng yang beprotein tinggi.

Mr. Chips
Akisah, di sebuah sekolah sederhana Brookfield school di pedesaan Finland. Sosok seorang guru muda bernama Mr. Chips sangat dicintai murid muridnya. Ia tipe guru yang taat secara konvensional dalam keyakinannya dan menerapkan disiplin yang kuat di kelas bagi muridnya. He is conventional in his belief and exercises firm dicipline in the classroom.

Mr. Chips juga seorang guru yang efektif dan sangat dihormati. Ia guru yang humoris dan menyenangkan semua orang. Namun demikian, sikap pedagogisnya mengendur setelah ia menikah dengan wanita muda bernama Katherine. Terjadi perubahan drastis dalam pola pembelajaran di sekolah tersebut. Namun pernikahan Mr. Chip dengan pujaannya tak berlangsung lama. Kathrine wafat ketika melahirkan putra mereka. Terjadilah pergulatan bathin pada diri sang guru Mr. Chips. Ia kembali pada passion awalnya guru idaman yang dicintai muridnya.

Itulah kisah penggalan Novel berjudul “Good Bye Mr.Chips” yang bertutur tentang guru. Novel buah pena sastrawan kaliber dunia James Hilton pada tahun 1933. Novel ini sangat populer dan menjadi best seller dan mendunia. Novel Mr. Chips inilah yang membawa James Hilton bertengger sebagai penulis Novel terkenal kelas dunia.

Itulah sosok guru atau dosen dari berbagai sisi. Guru adalah pribadi yang sangat dihormati semua kalangan. Begitu pentingnya posisi guru atau dosen banyak telaah tentang guru/dosen sebagai pribadi yang patut digugu dan ditiru.

UPI Jalin Kerja Sama dengan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath

19 Jan 2024 • Humas UPI

Sukabumi – Universitas Pendidikan Indonesia melakukan tanda tangan kerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath, pada hari Rabu (17/1) di Aula Syekh Quro Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi. Kerja sama ini berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan, penelitian, magang kerja di lembaga pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA serta Museum Prabu Siliwangi di bawah naungan Yayasan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath.

Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., mengatakan bahwa UPI merupakan lembaga pendidikan yang memiliki kontribusi besar untuk Indonesia. “Kami berharap mudah-mudahan UPI bisa membantu kami dari sisi pendidikan, pelatihan, penelitian dan kami butuh tenaga-tenaga profesional yang ada di UPI untuk mengembangkan pondok pesantren kami.”

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M,Pd., M.A., mengapresiasi kerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath. Menurutnya, Ponpes Modern Dzikir Al-Fath merupakan lembaga yang memiliki konsep, teori serta praktek dalam pendidikan karakter dan kemandirian.

“Kalau bicara pendidikan karakter, bicara pendidikan life skill ya ke sini. apa yang beliau pahami, apa yang beliau kuasai itu betul-betul diterjemahkan dalam wujud pendidikan di pondok pesantren yang modern ini. Oleh karena itu, saya justru sekarang menjadi banyak kesempatan untuk belajar. kita berniat untuk mencoba mengembangkan riset di sini, untuk magang di sini. tapi mungkin bukan hanya itu karena ternyata apa yang dipraktekan beliau itu memberikan pelajaran kepada kami tentang bagaimana membangun lembaga secara mandiri.”

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI Dr. Leli Yulifar, M.Pd., menambahkan Museum Pendidikan Nasional dan Museum Prabu Siliwangi memiliki kesamaan tipologi yakni sebagai museum khusus. Sehingga diharapkan kerja sama ini dapat saling mengisi satu sama lain.

“Misalnya kebutuhan dari Museum Prabu Siliwangi itu adalah misalnya riset, based on riset, yang untuk mendapatkan justifikasi. Sedangkan kalau untuk kami UPI itu ada Tri Dharma Perguruan Tinggi, tadi Pak Rektor sudah mengatakan, dari riset itulah yang nanti ada produk-produk untuk kelas misalnya nasional baru diakui secara provinsi itu diperlukannya harus ada hasil riset.”

Rektor UPI pada kunjungan ke Ponpes Modern Dzikir Al-Fath didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Agus Rahayu, M.P., serta Kepala Museum Pendidikan Nasional Dr. Leli Yulifar, M.Pd.

Selain tanda tangan kerja sama, dalam agenda tersebut juga diisi dengan Seminar Pendidikan, Kebudayaan, dan Karakter di Indonesia yang dibuka oleh PJ Walikota Sukabumi Drs. Kusmana Hartadji, MM., serta Pengukuhan Warga Kehormatan Waruka Sakabumi Pajajaran Museum Prabu Siliwangi kepada Rektor UPI.

(Fachmi Maulana/Safira Arum)

Pencarian