English
Indonesia

Kabar dari Perancis (23) Sekilas tentang Permainan Video (Les jeux vidéo) : Bahaya atau Menguntungkan?

27 Dec 2023 • Humas UPI

Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)

Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2022 yang merupakan tahun berakhirnya Covid-19, industri permainan video melonjak tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa agar kita betah di rumah dan karena ada larangan untuk keluar rumah, permainan video ini menjadi pilihan untuk menghindari rasa bosan di rumah.

Konsol permainan video pertama kali dipasarkan tepat 50 tahun yang lalu dan saat itu belum disadari bahwa permainan ini memiliki dampak teknologi dan sosiologis yang sangat penting dalam kehidupan. Saat ini industri permainan video terus berkembang, mulai dari proses kreatif hingga produksi dan pemasaran, bahkan banyak profesi kini mendukung peluncuran sebuah game atau lisensi baru. Dari generasi ke generasi, aktivitas rekreasi digital ini telah menarik minat masyarakat dari segala usia. Para pemain video game di masa lalu adalah orang tua masa kini, dan dengan demikian permainan video ini dianggap sebagai penghubung antargenerasi, antara orang tua dan anak, dan menjadi kegiatan yang tepat untuk berbagi di keluarga.

Berbagi memiliki nilai yang penting dalam lingkungan keluarga. 72% masyarakat Perancis menganggap bermain video game sebagai aktivitas rekreasi bagi seluruh keluarga, dan oleh karena itu mereka menghargai momen berbagi dengan orang yang mereka cintai saat bermain video game. Selain itu, mereka sangat memperhatikan isi atau tema permainan berkat adanya tanda/signal PEGI (Pan European Game Information) yang memungkinkan orang tua memiliki pilihan dan dapat mengambil keputusan yang tepat saat membeli video game, dan hal ini adalah bukti bahwa kampanye kesadaran dan alat kontrol orang tua yang disediakan oleh produsen dan penerbit yang dilakukan beberapa tahun ini telah membuahkan hasil. SELL  (Syndicat des Editeurs de Logiciels de Loisirs – Serikat Penerbit Perangkat Lunak Hiburan) berkomitmen untuk berpartisipasi dalam evolusi ekosistem ini dan mengembangkan sistem  kontrol orang tua agar anak-anak aman bermain.

Di era globalisasi saat ini,  baik kaum perempuan maupun laki-laki, mereka telah membantu mengisi dan membangkitkan emosi dalam permainan video dan memberi gairah  dalam industri ini dan bahkan sekarang menjadi panggilan hidup. Di antara kelompok usia 18-24 tahun, 43% sudah mempertimbangkan untuk bekerja di  bidang permainan video, bahkan hampir seratus sekolah menyediakan pelatihan untuk profesi digital dan terdapat lebih dari 700 studio yang memberikan layanan pelatihan. Negara Perancis adalah tempat bertumbuhkembangnya kreativitas dan inovasi, dan yang terutama merupakan lahan bagi para pemain untuk mengembangkan diri.

Dengan demikian industri permainan video telah menjadi industri yang membudaya dan terkemuka di seluruh dunia. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah permainan video ini berbahaya atau menguntungkan? Tulisan di bawah ini akan membahas beberapa argumentasi yang berkaitan dengan hal tersebut.  

Pertama, selama beberapa dekade (dan terlebih lagi dalam beberapa tahun terakhir ini pada saat krisis karantina Covid), permainan video telah menjadi objek penelitian yang menyeluruh dan meluas. Setiap minggunya, ratusan artikel ilmiah muncul tentang hal ini yang meninjau dari berbagai bidang seperti biologi, biomekanik, teknik, psikologi, ilmu saraf, ekonomi, dll. Dengan demikian, permainan video adalah topik yang serius.

Jika masih banyak kepanikan yang terkait dengan aktivitas ini (terlalu banyak waktu menatap layar, gangguan tidur, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, kekerasan, dll.), hal ini adalah akibat laporan dari WHO tahun 2018  yang menyatakan kemungkinan terjadinya kecanduan permainan video dan hal ini menyebabkan munculnya beberapa penelitian dalam berbagai bidang untuk bekerja sama dan memungkinkan membahas tentang hal ini. 

Kita tidak dapat mengetahui secara pasti sifat dari para pemain video. Pada praktiknya, terdapat perbedaan durasi bermain dan waktu yang dihabiskan saat bermain melalui aplikasi di seluler atau menggunakan konsol.  Inilah sebabnya mengapa penelitian dengan pendekatan sosial masih dilihat secara garis besar dan masih memerlukan cek ulang kebenarannya. Walaupun demikian, kita dapat melihat bahwa terdapat lebih dari 3 miliar pemain di dunia, dan rata-rata usia mereka adalah 39 tahun, yang terdiri dari 50% kaum perempuan, dan ternyata banyak orang berusia di atas 60 tahun memainkan aktivitas ini, dan bahkan di Perancis melibatkan sekitar 38 juta orang.

Dari hasil penelitian, ternyata ditemukan bahwa tidak ada hubungan langsung antara kekerasan dan bermain video game. Pada tahun 1990-an muncul sejumlah kekhawatiran yang berkembang mengenai hal ini dan kekhawatiran ini muncul kembali dari waktu ke waktu di media. Penelitian yang dilakukan oleh Swann Pichon, peneliti dari Universitas Jenewa (collaborateur scientifique, University of Geneva, Faculty of Psychology and Education Science, (FAPSE) Genève, Switzerland) menunjukkan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa bermain video game dapat mengurangi stres dan kecemasan. Namun untuk anak-anak yang berusia muda, waktu bermain ini sebaiknya dibatasi dan diawasi, untuk menghindari isi yang tidak pantas dan diharapkan tidak mengorbankan waktu untuk bersosialisasi dan belajar.

Di sisi lain, hubungan antara video game dan kesejahteraan saat ini belum dapat dipastikan karena sedikitnya jumlah penelitian yang dilakukan mengenai hal ini dan kurangnya data seperti yang diungkapkan oleh Universitas Oxford. Oleh karena itu, jika kita tidak dapat menemukan hubungan antara video game dan kekerasan, tentu saja kita juga tidak dapat menganggap bahwa video game dapat membuat kita bahagia.

Selain itu, ternyata tidak jelas hubungan antara video game dan gaya hidup terasing. Walaupun demikian menurut Software Publishers Union, ternyata orang Perancis yang sering bermain juga sering melakukan aktivitas fisik. Di sisi lain, ternyata pola makan para penggemar bermain game kurang baik karena mereka lebih suka makanan berlemak dan manis, yang merupakan faktor yang bahaya dalam risiko kegemukan atau malah kardiovaskular (penyakit jantung).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan video dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang, untuk beristirahat setelah melewati hari yang buruk/berat, dan ternyata kita tidak harus menjadi kecanduan atas permainan ini, seperti misalnya kecanduan judi. Jadi para pemain video game harus bisa membatasi diri, karena saat kita beraktivitas bermain video game, waktu berlalu sangat cepat tanpa terasa. Kita baru menyadari bahwa kita sudah menggunakan waktu yang lama dan bahkan sampai terheran-heran karena terasa sakit di punggung dan di leher. Jadi sebenarnya aktivitas membaca, berolahraga, hidup bermasyarakat misalnya berkumpul bersama  teman-teman, berjalan-jalan, mengunjungi tempat wisata dan museum lebih baik untuk kesehatan.  Menghabiskan waktu luang atau bahkan waktu kita sepenuhnya untuk bermain video adalah hidup yang sia-sia dan tidak produktif. Di Perancis walau dinyatakan sebagai negara permainan video tetapi ternyata kebanyakan dari mereka menjalankan hidup sehat dan seimbang.  Di belakang kesibukan profesional mereka, mereka melakukan olahraga dan melakukan banyak perjalanan dekat dengan jalan kaki. 

Sumber: 

https://pegi.info/fr

https://www.sell.fr/news/lessentiel-du-jeu-video-novembre-2022

IKA UPI Komisariat PGPAUD Resmi Terbentuk

24 Dec 2023 • Humas UPI

Silaturahmi Akbar Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) yang berlangsung di kampus Bumi Siliwangi pada Minggu pagi, 24 Desember 2023, sukses mempertemukan ratusan alumni dari angkatan pertama hingga lulusan terakhir. Tak hanya itu, temu alumni perdana juga berhasil memilih Ketua Ikatan Alumni (IKA) UPI Komisariat PGPAUD untuk masa bakti 2023-2028.

Adalah Elis Wartini yang kemudian mendapat suara mutlak pada pemilihan yang dilakukan secara one man one vote tersebut. Elis merupakan alumni angkatan 1999 yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Taman Kanak-kanak Al-Azhar, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat. Elis sendiri tercatat menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa PGTK UPI saat menempuh pendidikan diploma dua dekade lalu.

Berdiri kali pertama pada 1996 dengan nama Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK), pelopor pendidikan PAUD di Tanah Air ini telah menghasilkan setidaknya 23 angkatan. Seluruh angkatan hadir memadati aula Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Gedung Geugeut Winda, kampus Bumi Siliwangi. Termasuk di antaranya Tita Solehuddin, Ketua Darma Wanita Persatuan UPI yang nota bene istri Rektor UPI Profesor Solehuddin.

Selain itu, silaturahmi akbar PGPAUD turut dihadiri Sekretaris Jenderal IKA UPI Najip Hendra SP, Ketua Prodi PGPAUD Yeni Rachmawati, dan sejumlah dosen senior. Adapun alumni yang hadir berasal dari sejumlah daerah di Tanah Air, termasuk di antaranya berasal dari Padang (Sumatera Barat) dan Solo (Jawa Tengah).

Dalam sambutannya sesaat setelah terpilih, Elis mengaku sangat bangga atas partisipasi alumni PGPAUD dari berbagai angkatan. Meski tidak ada niat mencalonkan diri, Elis mengaku siap mengemban amanah sebagai Ketua IKA UPI Komisariat PGPAUD. Dengan catatan, mendapat dukungan seluruh alumni yang dibuktikan dengan kesiapan untuk bersama-sama menjadi pengurus selama lima tahun ke depan.

“Asragfirullah. Ini tentu saja mengagetkan bagi saya yang tidak ada niat sama sekali untuk mencalonkan diri menjadi Ketua IKA. Jika benar Teteh-teteh meminta saya untuk memimpin organisasi alumni PGPAUD ini, mari kita bersama-sama untuk mengabdi demi almamater tercinta. Sudah pasti saya tidak akan sanggup berjalan sendirian. Butuh partisipasi dan kebersamaan kita semua untuk melangkah ke depan. Insyaallah kita bisa,” ungkap Elis.

Tita Solehuddin yang didaulat turut memberikan sambutan mengaku bangga sekaligus terharu bisa berkumpul kembali bersama sahabat-sahabatnya selama kuliah. Sebagai mahasiswa angkatan kedua, Tita turut menjadi saksi hidup perjalanan prodi PGPAUD, termasuk transformasi kelembagaan dari semula bernama PGTK menjadi PGPAUD.

“Salam dari Pak Rektor untuk Teteh-teteh semua. Mohon maaf Pak Rektor berhalangan hadir karena sedang ada kegiatan di luar kota. Saya pribadi dan tentu saja kita semua sangat bahagia bisa bertemu, bercengkerama dengan teman sekelas, seangkatan, dan lintas angkatan. Mudahan-mudahan jadi ajang silaturahmi. Mempererat persahabatan, persaudaraan alumni PGPAUD,” harap Tita.

Di tempat yang sama, Ketua Prodi Yeni Rachmawati mengaku sangat bahagia bisa menghadiri silaturahmi perdana sekaligus membentuk IKA UPI Komisariat PGPAUD. Yeni mengaku bangga melihat antusiasme alumni untuk berbondong-bondong kembali ke kampus tercinta. Dia berharap, ke depan kembalinya alumni ke kampus bukan semata untuk reuni, melainkan turut berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa.

“Sekarang ini ada kewajiban bagi prodi menghadirkan praktisi untuk mengajar melalui program Praktisi Mengajar. Ini wajib dari Kementerian (Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). Saya berharap mulai tahun depan kita bisa menghadirkan praktisi dari unsur alumni untuk mengajar. Siap-siap, yah!” ujar Yeni disambut tepuk tangan peserta.

Kolaborasi Alumni-Almamater

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IKA UPI Najip Hendra SP menyampaikan apresiasi atas prakarsa alumni PGPAUD untuk membentuk pengurus komisariat. Najip meyakini keberadaan komisariat IKA UPI bisa menjadi daya ungkit kolaborasi alumni dengan almamater. Bagi Najip, kolaborasi alumni-almamater merupakan sebuah keniscayaan.

“Sebelumnya, izin menyampaikan permohonan maaf Pak Ketua Umum IKA UPI, Pak Enggartiasto Lukita, yang belum dapat hadir bersama-sama pada hari ini. Salam hangat dari Pak Ketum untuk Teteh-teteh semua. Semoga pertemuan ini menjadi titik awal kita untuk bersama-sama berperan aktif dalam mengembangkan almamater dan tentu saja untuk alumni. Selamat bekerja untuk Teh Elis yang baru saja mendapat amanah baru sebagai nakhoda IKA UPI Komisariat PGPAUD. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kemudahan dalam pengabdian kita para pengurus IKA UPI,” ungkap Najip.

Najip menjelaskan, IKA UPI merupakan wadah sinergi dan kolaborasi antara alumni dan almamater. Sinergi dan ruang kolaboraai itu makin terbuka dengan adanya regulasi tentang indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi. Pada indikator pertama misalnya, kinerja perguruan tinggi ditentukan oleh performa alumni dalam melanjutkan studi, bekerja dengan gaji 1,2 upah minum provinsi (UMP), dan wirausaha.

Keberadaan alumni juga relevan dengan indikator kedua IKU, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Juga membuka peluang untuk menghadirkan Praktisi Mengajar di dalam kampus sebagai indikator keempat. Pada saat yang sama, sekaligus menjadi ruang besar bagi dosen untuk berkegiatan di luar kampus pada indikator ketiga.

Di bagian lain, Kepala Biro B-Universe Bandung/Jawa Barat ini menyampaikan highlight program IKA UPI. Saat ini, sambung Najip, IKA UPI tengah melakukan pendataan anggota IKA dan konsolidasi organisasi. Pada saat yang sama, IKA UPI aktif menggalang dana publik untuk kemudian disalurkan dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa UPI. Beasiswa teesedia dalam tiga kategori, meliputi reguler, khusus, dan intermediasi.

“Beasiswa ini kami salurkan secara reguler setiap semester dan berkesinambungan selama delapan semester. Beasiswa kesinambungan mencakup biaya kuliah, biaya hidup (living cost), dan asrama. Kami mengundang Teteh-teteh semua untuk menjadi donatur, baik reguler maupun skema khusus alumni PGPAUD untuk mahasiswa PGPAUD,” papar Najip. (Kontributor Humas UPI/Najip Hendra SP)

Sosialisasi Beasiswa LPDP 2024: “Menjemput Peran-Peran Peradaban Bersama LPDP untuk Indonesia”

23 Dec 2023 • Humas UPI

Sosialisasi Beasiswa LPDP 2024 merupakan salah satu program kerja yang diselenggarakan oleh Kelurahan LPDP UPI 9.0 di Gedung Achmad Sanusi UPI, Kota Bandung, Sabtu (16/12/2023).

Mengusung tema “Menjemput Peran-Peran Peradaban Bersama LPDP untuk Indonesia“, kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI, Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si. Dalam sambutannya ia mengatakan menyambut baik kegiatan ini terutama untuk bekal para generasi di masa depan. “Saya merasa senang diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan dan membuka kegiatan ini. Harapannya semua yang ikut sosialisasi ini memiliki daya juang yang tinggi untuk bisa lolos beasiswa LPDP, Sebab untuk mendapatkan LPDP memerlukan perjuangan yang kuat dengan dibarengi semangat yang terus terjaga” ujarnya.

Ketua pelaksana, M.Reyza Arief Taqwa, dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri lebih dari 400 peserta dari kalangan mahasiswa, Dosen, maupun pekerja dari berbagai instansi yang bukan hanya berasal dari kota Bandung tetapi juga diluar kota Bandung. Ia mengatakan tujuan dari kegiatan ini yaitu menjadi wadah informasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum terkait peluang beasiswa LPDP. Selain itu, Lurah LPDP UPI 9.0, Dimas Febriansyah, KD mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk rasa Syukur sebagai penerima beasiswa LPDP untuk dapat menyebar luaskan informasi mengenai beasiswa LPDP di tahun 2024. Harapannya melalui kegiatan ini akan semakin banyak Masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk dapat melanjutkan studi S2 ataupun S3 dengan LPDP.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten dalam bidangnya. Gendro Hartono, S.E., M.M., Kepala Divisi Pelayanan Beasiswa LPDP sebagai narasumber pertama memberikan wawasan mendalam tentang proses pendaftaran dan manfaat beasiswa LPDP. Ia mengatakan bahwa setiap proses dan hasil pendaftaran dilakukan dengan transparan.  Pemateri kedua yaitu Agus Maqruf, M.Pd. sebagai Awardee LPDP jenjang S2 dan S3 yang memberikan pengalaman inspiratif serta memotivasi peserta untuk dapat berjuang meraih mimpi. “Apabila gagal jadikan pelajaran dan jangan berhenti memperjuangkan. Apabila sukses, teruslah konsisten dan jadilah awardee yang berkompeten”, ujarnya.

Antusiasme peserta dalam kegiatan ini tercermin dari banyak nya peserta yang bertanya dan berdiskusi dengan pemateri. Mereka mencari jawaban atas pertanyaan terkait beasiswa LPDP. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap peluang pendidikan tinggi yang ditawarkan oleh LPDP. Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman Awardee Awards sebagai bentuk apresiasi kepada awardee yang berprestasi diberbagai bidang dan pembagian doorprize untuk peserta dengan penanya terbaik.

(Rizka Trian Palupy/Susanti)

Benchmarking Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) ke Arsip Universitas

23 Dec 2023 • Humas UPI

Arsip Universitas didirikan pada tahun 2015 berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 6489/UN40/HK/2015 tanggal 6 Oktober 2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam kurun waktu delapan tahun, Arsip Universitas mengatasi berbagai tantangan penyelenggaraan kearsipan. Upaya ini mencakup perbaikan kebijakan kearsipan, pembangunan gedung arsip, peningkatan sarana prasarana, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kearsipan.

Pada tanggal 8 Desember 2023 Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan benchmarking ke Arsip Universitas, ini menjadi momen pertukaran pengalaman dan pemahaman terkait akreditasi Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi dan Pengawasan Kearsipan Internal. Pihak Arsip UGM dihadiri oleh Dyana Rakhmasari Kusumaningsih, S.E., M.Ec.Dev., selaku Kepala Bidang Arsip UGM, didampingi oleh Ully Isnaeni Effendi, S.E., M.Sc., dan Fitria Agustina, S.I.P., M.Sc., selaku Arsiparis UGM dan Ratna Susanti, S.IP., M.A., Pemroses Kepegawaian dan PUMK.

Arsip Universitas menyambut baik kedatangan tim dari Bidang Kearsipan UGM untuk berdiskusi terkait pengelolaan kearsipan. Akreditasi dan pengawasan kearsipan Arsip Universitas memperoleh prestasi. Prof. Dr. Agus Rahayu, M.P., selaku Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan, dan Sistem Informasi UPI mengemukakakan bahwa raihan yang membanggakan Arsip Universitas telah berhasil memperoleh akreditasi Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi dengan predikat sangat baik “A” dan Sangat Baik” pula dalam nilai Pengawasan Kearsipan Eksternal dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Hal ini merupakan langkah penting menjadikan UPI sebagai contoh dalam pengelolaan kearsipan.

Inovasi Arsip Universitas misalnya pada tahun 2020 dikembangkan aplikasi SANDI (Sistem Aplikasi Naskah Dinas) yang sebelumnya merupakan pengembangan dari SIKD (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis) yaitu sebuah aplikasi milik ANRI yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga kearsipan. Pembuatan arsip dilakukan secara elektronik, namun pengirimannya harus mengunduh surat sebelum dikirim secara online melalui SIKD. Tahun 2022, Arsip Universitas mengembangkan SINERGI (Sistem Aplikasi Naskah Terintegrasi) dengan memadukan antara aplikasi SIKD dengan SANDI untuk meningkatkan kinerja kearsipan. Sehingga, proses pembuatan hingga distribusi arsip menjadi arsip digital yang dapat diintegrasikan ke dalam satu aplikasi SINERGI.

Kabar dari Perancis (22) : Pembentukan Dewan Penasihat Sains Kepresidenan (Conseil Présidentiel de la Science)

21 Dec 2023 • Humas UPI

Oleh : Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis)

Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Emmanuel Macron, di depan 300 ilmuwan, yang di antaranya merupakan para pemimpin badan-badan penelitian dan dosen universitas, mengumumkan transformasi untuk masa depan Perancis secara besar-besaran dalam bidang penelitian dan melantik Dewan Penasihat sains kepresidenan” pada tanggal 7 Desember 2023.

Bagi Emmanuel Macron, seperti Dewan Ilmiah sebelumnya yang mendukung eksekutif selama krisis Covid-19 pada tahun 2020, Dewan Permanen Penasihat ilmiah ini bertujuan untuk “sepenuhnya menempatkan ilmu pengetahuan sebagai inti dari keputusan Pemerintah” dengan “kebebasan berpendapat dan berekspresi”. Dewan ini yang dijadwalkan bertemu “setidaknya sekali setiap tiga bulan”, akan memiliki misi membantu Kepala Negara untuk memantau kejadian-kejadian yang perlu mulai dipikirkan, mewaspadai kemacetan suatu program dengan mencoba untuk membangun proyek-proyek baru, juga termasuk memutuskan proyek-proyek yang mengganggu secara bebas dari politik kebijakan publik.

Apakah dasar pendirian Badan Kepresidenan  Penasihat Ilmiah ini?

François Jacob, André Lwoff dan Jacques Monod, tiga peneliti dari Institut Pasteur, ketiganya mendapatkan Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1965 dianggap sebagai pelopor  dalam revolusi besar pertama dalam bidang biologi molekuler dengan menemukan mRNA dan perannya dalam mekanisme biologis. Walaupun demikian, dengan adanya mereka,  Perancis tidak berhasil menghasilkan sebuah vaksin untuk melawan Covid-19. Hal ini dianggap sebagai suatu kekalahan bagi negara ini yang terbiasa mendapat penghargaan dalam penemuan baru dalam banyak bidang sains. 

Di samping itu, ternyata negara-negara lain yang memberi banyak kemungkinan dan modal besar dalam bidang penelitian yang mendasar di bidang biologi sintetik, secara berturut-turut dan bergiliran, telah memimpin banyak bidang pengobatan masa depan dan vaksin yang berhasil mereka buat dan hal ini merupakan salah satu  bukti pencapaian paling nyata saat ini. 

Laporan catatan ringkasan yang terbit tanggal 15 Juni 2023 dan ditandatangani oleh 31 anggota Société Savantes Académique de France (Masyarakat Ilmiah Akademik Perancis) yang dipimpin oleh Philippe Gillet, seorang profesor di Federal Polytechnic School of Lausanne – Swiss, memberi usulan untuk memecahkan masalah ini dengan menyajikan argumen yang mendukung pembentukan penasihat ilmiah  (berdasarkan sains) kepada pemerintah.

Misi eksklusif dari penasihat ini adalah untuk memperkuat bobot pengetahuan ilmiah dalam pengambilan keputusan publik dan strategi penelitian nasional yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset. Penekanannya adalah legitimasi dewan sains dalam menentukan hubungan kerja yang setara dan independensi kekuasaan eksekutif. Sekaitan dengan hal tersebut maka Masyarakat Ilmiah ini mengusulkan pembentukan otoritas administratif independen yang melapor kepada Perdana Menteri.  

Dalam laporan Philippe Gillet ini, terdapat 14 usulan untuk memulai proses renovasi dan penyederhanaan ekosistem nasional yang pada dasarnya memiliki tujuan sebagai berikut.

  1. Memperjelas organisasi strategi dan kebijakan  dan politik penelitian  dan inovasi di tingkat negara (dalam hal ini Perancis).
  2. Menempatkan semua organisasi penelitian nasional dan universitas-universitas dalam melaksanakan penelitian dan inovasi.
  3. Menyederhanakan proses untuk memberikan lebih banyak waktu dan makna atau tujuan demi penelitian.
  4. Menjelaskan visi strategis nasional mengenai inovasi dengan kearifan lokal.
  5. Mendukung pengambilan risiko demi pengetahuan masa depan.
  6. Membangun proses evaluasi yang disesuaikan.

Dengan mentransformasi penelitian Perancis, Emmanuel Macron ingin menjadikan negara Perancis lebih kompetitif dalam upaya menggalang persaingan untuk mendapatkan yang terbaik dan memperbaiki hal-hal yang melemahkan posisi nasional. “Perancis adalah negara penelitian yang besar dan harus tetap demikian” katanya juga.

Akhirnya, Dewan Sains Kepresidenan ini dilantik pada hari Kamis tanggal 7 Desember setelah pidato Emmanuel Macron, di depan puluhan peneliti yang berkumpul di Elysée. Saat itu pula kepala negara mengumumkan transformasi penelitian Perancis ini dan menyatakan bahwa bidang penelitian ilmiah dan sains adalah prioritas negara yang ditingkatkan derajat pelaksanaannya melebihi sebelumnya.

”Saya berharap kita berhasil mentransformasi organisasi penelitian nasional kita yang besar, seperti Pusat Penelitian Ilmiah Nasional (CNRS: le Centre national de la recherche scientifique ), Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional (Inserm; l’Institut national de la santé et de la recherche médicale), atau Lembaga Penelitian Nasional Pertanian, Pangan dan Lingkungan Hidup. (INRAE: l’Institut national de recherche pour l’agriculture, l’alimentation et l’environnement). Lembaga ini merupakan lembaga program yang nyata dan strategis di bidangnya, menurut Kepala Negara pada pertemuan di Elysée ini.

Emmanuel Macron juga menyerukan bahwa dalam waktu delapan belas bulan dari tanggal 7 Desember 2023 akan dibuka “ l’acte 2 de l’autonomie (Akte ke-2 autonomi)  bagi universitas-universitas Perancis untuk memperoleh hibah dari pemerintah agar perguruan tinggi dapat mengorganisasi dan mengelola penelitian di tingkat wilayahnya secara mandiri.

Kepala Negara ini meminta  mengenai penelitian ini bahwa “ Il faut avancer sans tabou ” (Kita harus bergerak maju tanpa tabu)” dalam menghadapi tantangan tata kelola, model ekonomi dan, tentu saja membangun kerja sama nyata dengan tujuan yang jelas untuk sarana dan kinerja dengan insentif pendanaan. Pada kesempatan ini beliau menyatakan bahwa hal ini bukan merupakan upaya  membangkitkan kembali kontroversi seperti di bawah kepresidenan Nicolas Sarkozy, ketika menyajikan l’acte de l’autonomie – Akte otonomi.

Menurut Presiden, gagasan pertemuan dalam rangka meluncurkan “dewan sains kepresidenan” ini tidak dimaksudkan untuk memainkan peran yang dimainkan dewan ilmiah selama epidemi Covid-19. Dewan ini memiliki kedudukan yang tinggi untuk membantu [presiden] dalam mengarahkan, mengingatkan, dan memantau keputusan yang diambil,” jelas Macron.  Badan ini merupakan badan permanen yang beranggotakan 12 peneliti yang berkedudukan sebagai penasihat internal Presiden Republik. Pada kesempatan itu pula dijelaskan lebih lanjut bahwa nasihat badan ilmiah kepresidenan ini tidak akan disiarkan secara umum seperti dewan ilmiah yang diketuai oleh Jean-François Delfraissy yang didirikan oleh Elysée pada tahun 2020 selama pandemi Covid-19.

”Tujuan didirikan badan ini adalah agar presiden mempunyai wawasan mengenai subjek-subjek ilmiah yang tidak selalu menjadi berita utama, namun mengenai tantangan di masa depan,” tegasnya. Beliau mengambil contoh jika saja badan ini sudah terbentuk sepuluh tahun yang lalu, salah seorang penelitinya mungkin saja dapat menyampaikan kepada Presiden tentang teknologi vaksin RNA. Namun kenyataannya Perancis mengalami suatu trauma kolektif karena tidak  mampu memproduksi vaksin untuk melawan Covid-19.

Kedua belas anggota “dewan sains kepresidenan” yang terpilih adalah sebagai berikut.

  1. Pemenang Hadiah Nobel bidang fisika Alain Aspect (2022).
  2. Pemenang Hadiah Nobel di bidang ekonomi  Jean Tirole (2014).
  3. Ahli matematika Hugo Duminil-Copin, pemenang Fields Medal 2022.
  4. Aude Bernheim, peneliti mikrobiologi di Inserm.
  5. Ahli onkologi Fabrice André, Direktur penelitian di Gustave-Roussy Institute.
  6. Ahli ekologi Sandra Lavorel, peraih medali emas CNRS (Centre National de la Recherche Scientifique) 2023.
  7. 8. Claire Mathieu dan Pascale Senellart, fisikawan dan peraih medali perak dari CNRS pada tahun 2014, direktur penelitian di CNRS. 
  8. Profesor José-Alain Sahel, dokter mata, yang menerima medali inovasi CNRS pada tahun 2012.
  9. Pierre-Paul Zalio, Presiden Kampus Condorcet sejak tahun 2022 dan profesor sosiologi, penerima medali perunggu CNRS pada tahun 2003.
  10. Lucien Bely, sejarawan dan anggota Institut de France dan Akademi Ilmu Moral dan Politik (l’Académie des sciences morales et politiques).
  11. Claudine Tiercelin, filsuf dan anggota Akademi Ilmu Moral dan Politik.

Dewan penasihat ini di bentuk tanpa seorang ketua. Strukturnya dimaksudkan agar efektif sehingga presiden dapat memperoleh opini dan masukan langsung dari para peneliti untuk prioritas ilmiah tertentu.

Société Savantes Académique de France juga menyatakan di laporannya bahwa salah satu misi pertama dari sebuah penasihat pemerintahan ilmuwan harus membangun hubungan saling percaya.

Di mana Ada kehidupan, di situ ada masalah. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Sebuah bangsa tidak bisa hidup sendiri. Semua kendali yang dihadapi manusia hanya bisa ditanggung bersama. Naluri manusia untuk bertahan hidup membuat kita sadar bahwa krisis ekonomi, sosial, lingkungan hidup, dan kesehatan yang terjadi secara bersamaan menjadi tantangan dunia dan memaksa kita untuk berpikir, bukan hanya tentang ketidaksiapan kita, amnesia kita (sejarah yang terlupakan dan terulang), atau lambatnya respons kolektif  (penanggulangan bersama) kita dalam menantang bahaya dan dalam mengendalikan suatu musibah.  

Pada kenyataannya krisis-krisis tersebut terjadi berulang-ulang selama beberapa dekade, meskipun kadang ada tanda-tanda dan peringatan tetapi kejadian-kejadian tak diinginkan ini terjadi juga. Hal ini memaksa para pemimpin untuk memikirkan kembali agar segala keputusan utama penanggulangan krisis untuk jangka panjang tidak lagi dikorbankan karena keharusan memutuskan penanggulangan jangka pendek. Keputusan jangka panjang ini harus diterapkan  untuk: 

  • memahami rangkaian gelombang SARS-CoV-2, 
  • memahami peran umat manusia dalam perubahan iklim dan pemusnahan keanekaragaman makhluk hidup,  dan 
  • memberi solusi  melebarnya kesenjangan sosial. 

Hal-hal tersebut adalah beberapa tujuan nyata yang menjadi sasaran utama ilmu pengetahuan, teknologi kemanusian, sosial dan uji coba, yang kemudian pada gilirannya,  dengan adanya temuan-temuan  baru yang membawa pada penyediaan alat atau sarana, dapat menanggulangi suatu masalah di masa depan. Jika bidang ilmiah tidak dimaksudkan untuk menggantikan bidang politik, maka bidang ilmiah setidaknya dapat memberikan pencerahan ketika masyarakat sedang buta tidak tahu arah.

Jika ilmu politik dan ilmu ekonomi berdekatan, tidak demikian halnya dengan ilmu sains (ilmiah) yang secara tradisional seperti terkucil. Dengan disadari pentingnya ilmu ilmiah ini dalam pemerintahan, banyak negara di dunia mulai mendirikan Penasihat Ilmiah Utama di jajaran pemerintahannya. Pembimbing atau Penasihat  ilmiah ini dimiliki juga di setiap kementerian. Mereka memberi saran, tetapi keputusan tetap dijatuhkannya oleh pemimpin politik yang bersangkutan.

Posisi ini kontras dengan posisi Penasihat Menteri atau Presiden Perancis, yang merupakan figur bayangan yang terintegrasi dalam pengambilan keputusan. Hal ini juga tidak sesuai dengan usulan “penasihat ilmu pengetahuan tingkat tinggi” dalam laporan Gillet yang diserahkan pada bulan Juli kepada Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset dan yang misi utamanya berkaitan dengan strategi penelitian nasional.

Menurut Claire Mathieu, peneliti ilmu komputer dan matematika yang diwawancarai mengenai subjek ini oleh Le Figaro, tujuan organisasi ini sederhana, yaitu organisasi ini harus mampu membantu mendekatkan ilmuwan dengan politisi. Pada dasarnya, 12 ilmuwan Perancis yang terkenal di bidangnya akan mendedikasikan ilmu pengetahuannya  dengan memberi nasihat kepada Kepala Negara di bidang-bidang ilmiah dan yang kemudian mengintegrasikannya ke dalam kebijakan politik masyarakat.

Kesimpulan

Inisiatif yang datangnya dari ”Le conseil Scientifique Covid” (Badan ilmuan yang dibentuk untuk memberi pengarahan saat krisis Covid) dan inspirasi dari Council for Science and Technology Inggris, serta atas pengaruh yang berdasarkan laporan Société Savantes Académique de France, Pemerintahan Macron mendirikan Conseil Présidentiel de la Scienceyang terdiri atas 12 orang ilmuan sains yang menduduki tempat penasihat kepresidenan untuk memberi masukan yang akan menjadi dasar kebijaksanaan pemerintah. Agar supaya Badan Penasihat ini tanpa terikat memberikan ketepatan yang akurat dalam tinjauan mereka, diperlukan penelitian yang terus-menerus dalam bidang sains. Oleh karena itu, pusat-pusat dan badan-badan riset  yang terkait penelitian dalam bidang sains diberi tempat utama di Perancis dengan harapan Perancis menjadi negara pionir dalam ilmu sains dan teknologi seperti dulu dan juga dapat menghadapi kendala krisis kesehatan dan kesejahteraan negara ini dalam waktu panjang.

Sumber: 

rapport-mission-sur-l-cosyst-me-de-la-recherche-et-de-l-innovation-28193 https://www.enseignementsup-recherche.gouv.fr/sites/default/files/2023-06/rapport—mission-sur-l-cosyst-me-de-la-recherche-et-de-l-innovation-28193.pdf

Pencarian