UPI Terima Beasiswa Sarjana Muamalat, Wujud Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas
07 Dec 2023 • Humas UPI
Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, pada Rabu, 6 Desember 2023, menerima Beasiswa Sarjana Muamalat dalam sebuah acara penyerahan secara simbolis. Acara ini dihadiri oleh para pejabat penting dari UPI serta perwakilan dari Bank Muamalat, menandai sebuah langkah penting dalam kolaborasi pendidikan dan industri perbankan.
Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bank Muamalat atas dukungan beasiswa tersebut. “Kami dari Universitas Pendidikan Indonesia, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Muamalat atas Beasiswa yang diberikan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan manfaatnya bisa dirasakan oleh para mahasiswa,” ucap Didi.
Hadir juga dalam acara tersebut Prof. Suwatno, Direktur Kemahasiswaan, dan Nurfitriansyah, S.Pd., M.T., Kepala Divisi Prestasi & Kesejahteraan Mahasiswa, serta mahasiswa penerima beasiswa tersebut. Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh para petinggi Bank Muamalat, di antaranya Region CEO Jabarkal1 Eryk Lufiat, RFTM Ibu Tia Agustina Sri Rezeki, Branch Manager Cabang Dago Pa Erik Mulyana, Branch Manager KCP Padalarang Tini Supartini, RCFM Masagus Rifky, dan RM Retail Funding KCP Padalarang Muhamad Ichsan.
Beasiswa Sarjana Muamalat ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang signifikan bagi mahasiswa UPI dalam mengejar aspirasi akademis mereka. Beasiswa ini juga menjadi simbol kuat dari komitmen UPI dan Bank Muamalat dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka.
Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat finansial bagi mahasiswa, tetapi juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara lembaga pendidikan dan industri dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa. Dengan dukungan ini, UPI berharap dapat lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan negara.
Desa Inggris Sediakan Beasiswa Kursus Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa dan Alumni UPI
05 Dec 2023 • Humas UPI
Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) dan Desa Inggris WE atau lebih beken dengan sebutan Kampung Inggris Bandung sepakat berkolaborasi untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa dan alumni UPI. Bentuknya berupa kursus gratis selama sebulan penuh bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni pemilik kartu anggota IKA UPI. Keduanya juga sepakat menyediakan kursus gratis setiap akhir pekan kepada mahasiswa reguler.
Kesepakatan collab tersebut muncul dalam diskusi antara Sekretaris Jenderal IKA UPI Najip Hendra SP dan Direktur Utama LKP Desa Inggris WE Ade Suyitno yang berlangsung hangat di sekretariat IKA UPI, kampus Bumi Siliwang, Jalan Setiabudhi 227, Kota Bandung, belum lama ini. Secara formal, kesepakatan dituangkan dalam naskah perjanjian kerjasama yang akan ditandatangani dalam waktu dekat. Namun demikian, wujud konkret kerjasama sudah langsung berlaku efektif mulai 1 Desember 2023.
“Kebetulan momentum collab ini cocok dengan kalender kegiatan kami di Desa Inggris WE. Setiap tahun kami menyediakan beasiswa bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni yang akan melanjutkan studi ke pascasarjana atau mereka yang akan melamar pekerjaan. Ya sudah, sepakat, langsung jalan,” ungkap Ade.
Sesuai kalender program Desa Inggris WE, jelas Ade, kegiatan kurus intensif bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni berlangsung pada Maret 2024. Rangkaian kegiatan sosialisasi dan seleksi dilakukan mulai 1 Desember 2023. Dengan kolaborasi ini, sosialisasi dilakukan secara bersama-sama oleh IKA UPI maupun Desa Inggris WE melalui media dan jejaring masing-masing.
“Setiap pelamar harus mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh Desa Inggris WE dan IKA UPI. Seleksi meliputi kelengkapan administrasi, esai, dan wawancara. Dua peserta yang dinyatakan lulus sudah bisa langsung bergabung dalam program intensif Maret 2024. Peserta berikutnya bisa memilih batch berikutnya sepanjang 2024,” jelas Ade.
Bagi Ade, alumni muda UPI harus berupaya untuk mengoptimalkan potensi untuk mendapatkan beasiswa. Terlebih, pemerintah menyediakan kuota 3.256 beasiswa kuliah di luar negeri melalui dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dan, syarat penting untuk kuliah di luar negeri adalah memiliki sertifikat TOEFL dan IELTS.
“Untuk menunjang percepatan belajar sehingga bisa mencapai skor TOEFL dan IELTS membutuhkan tempat kursus dan lingkungan belajar yang mendukung. Salah satu solusinya yaitu belajar dengan sistem asrama di Kampung Inggris Bandung,” ujar Ade.
Di bagian lain, atas nama Ketua Umum IKA UPI dan segenap pengurus, Najip mengucapkan terima kasih atas kepedulian Desa Inggris WE terhadap peningkatan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa dan alumni UPI. Najip meyakini pembekalan bahasa Inggris yang diberikan Desa Inggris WE menjadi modal besar bagi alumni UPI untuk menembus perguruan tinggi bergengsi maupun bekerja di perusahaan multinasional.
“Bahasa Inggris menjadi kunci untuk mengakses perguruan tinggi utama di dunia sekaligus menjadi tiket masuk perusahaan kelas dunia. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Desa Inggris WE maupun Kang Ade Suyitno secara pribadi sebagai alumni kepada mahasiswa dan alumni UPI. Ini menjadi bukti peran besar alumni bagi pengembangan almamater, di mana organisasi alumni menjadi katalisator di dalamnya,” ungkap Najip.
Najip optimistis kolaborasi IKA UPI-Desa Inggris mampu mendongkrak indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya indikator pertama: Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak. Kemampuan berbahasa Inggris, sambung Najip, berkaitan langsung dengan dua dari tiga sub indikator pada IKU pertama tersebut. Yakni, mendapatkan pekerjaan layak yang ditandai dengan upah sekurang-kurangnya 1,2 upah minimum provinsi (UMP) dan melanjutkan studi.
“Performa lulusan atau alumni turut menentukan tingkat keberhasilan institusi perguruan tinggi. Semakin banyak alumni yang berhasil mendapat pekerjaan layak, melanjutkan studi, dan menekuni wirausaha, maka pencapaian IKU yang pertama ini sudah dikatakan berhasil,” papar Najip.
Sementara itu, Desa Inggris WE atau Kampung Inggris Bandung WE didirikan oleh Ade Suyitno, alumni Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI lulusan 2013. Gagasan membangun tempat pendidikan bahasa Inggris terpadu ini lahir setelah Ade mengikuti kursus intensif di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, saat dia mempersiapkan diri melamar beasiswa LPDP.
Bermula dari kamar kos di belakang kampung UPI, Kampung Inggris Bandung secara perlahan menapaki jalan kemajuan. Satu dekade kemudian, Kampung Inggris Bandung menjelma menjadi pusat pendidikan bahasa Inggris terkemuka di Indonesia. Secara kelembagaan, Kampung Inggris bertransformasi menjadi Desa Inggris, dengan dua kampus terpadu di lokasi berbeda. Kampus Bandung berlokasi di jantung pusat Kota Kembang, tidak jauh dari pusat pemerintahan Gedung Sate. Kampus Jatinangor berdiri megah di atas lahan sendiri tidak jauh dari kawasan pendidikan Jatinangor, di mana di sana berdiri kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin).
Desa Inggris WE lahir tidak lepas dari posisi penting bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi internasional, baik untuk dunia akademik, bekerja, maupun kehidupan sosial dengan masyarakat global. Berdasarkan data EF English Proficiency Index (EF EPI 2023), Indonesia menempati peringkat 79 dari 113 negara dengan kategori termasuk dalam Kemampuan Rendah. Ini menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan, mengingat masa depan Indonesia akan berada ditangan generasi mudanya. Era globalisasi membutuhkan pemuda yang memiliki daya saing global. Karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. (Setjen IKA UPI/0811944227)
Pendaftaran Beasiswa
Pendaftaran Beasiswa Kursus Bahasa Inggris dilakukan dengan cara mengirimkan data diri dan esai sebanyak 1.000 kata terkait motivasi dan alasan kuliah ke luar negeri. Dokumen kemudian dikirim melalui email [email protected] dan [email protected] selambatnya 30 Desember 2023
Familiarization Trip KBRI Nairobi ke Universitas Pendidikan Indonesia
05 Dec 2023 • Humas UPI
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi melakukan familiarization trip ke Indonesia pada tanggal 27 November—3 Desember 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pariwisata, budaya, dan ekonomi Indonesia kepada masyarakat Kenya, serta bertukar wawasan terkait potensi kerja sama khususnya bidang pendidikan antara Indonesia dan Kenya.
Sebagai bagian dari kegiatan familiarization trip ke UPI, KBRI Nairobi mengundang dua wartawan asal Kenya yakni Dudley Muchiri dan Mwangi Maina dengan didampingi oleh R. Wisnu Lombardwinanto, selaku Counsellor for Information and Sociocultural Affairs KBRI Nairobi dan Muhammad Farhan Faruq, selaku Secretary KBRI Nairobi. Pertemuan dilaksanakan pada hari Jumat (1/12/2023) di Ruang Rapat Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI, Kota Bandung.
Direktur Direktorat Urusan Internasional UPI, Prof. Ahmad Bukhori Muslim, Ph.D., menyampaikan bahwa Universitas Pendidikan Indonesia dengan beberapa negara di Afrika telah memiliki hubungan kerja sama. Selama ini UPI telah memiliki 38 mahasiswa dari Ghana, 6 mahasiswa dari Tanzania, 4 mahasiswa dari Mesir, 2 mahasiswa dari Madagaskar, 2 mahasiswa dari Maroko, 1 mahasiswa dari Nigeria, 1 mahasiswa dari Tunisia, 1 mahasiswa dari Uganda, 1 mahasiswa dari Senegal, serta 1 mahasiswa dari Libya.
Kebijakan pendidikan di perguruan tinggi Indonesia mengalami perkembangan yang tentu bermanfaat bagi mahasiswa dan akan menarik perhatian mahasiswa asing. Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., selaku Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI dalam disksusi ini memaparkan bahwa di Indonesia terdapat program unggulan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan kebijakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program MBKM terdiri atas Kampus Mengajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Wirausaha Merdeka, Pertukaran Mahasiswa dalam negeri, serta Pertukaran Mahasiswa secara internasional (IISMA) selama satu semester. Tentu UPI mendorong para mahasiswa mengikuti kesempatan mengikuti MBKM untuk mengasah keterampilan sesuai minat dan bakat dengan terjun langsung kepada masyarakat dan dunia kerja, serta membuat proyek sesuai kebutuhan industri.
Lebih lanjut, Mahasiswa UPI yang mengikuti program MBKM, Massive Open Online Courses (MOOCs), dan yang memiliki prestasi dapat mengajukan konversi nilai SKS (credits). Diharapkan para mahasiswa dapat mengembangkan hard skills dan soft skills mereka baik di dalam maupun di luar kampus. Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa UPI juga mengundang praktisi industri dan institusi pemerintah untuk membimbing mahasiswa. Desain kurikulum di UPI menyesuaikan dengan dunia industri, karena mahasiswa akan lebih banyak mendapatkan wawasan yang luas dari pelatihan, pengalaman, serta interaksi dengan orang lain.
Di Universitas Pendidikan Indonesia terdapat Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi, Technical and Vocational Education and Training Research Center (PUI PT-TVET-RC) sebagai upaya UPI meningkatkan kompetensi guru bidang teknik dan vokasi. UPI ditunjuk oleh pemerintah untuk mengembangkan Center of Excellence (CoE) dalam Technical and Vocational Education and Training (TVET) atau Pendidikan dan Pelatihan Vokasi dan Teknologi. Program TVET melibatkan pembelajaran yang mengasah keahlian secara praktis untuk menyiapkan peserta didik siap bekerja pada sektor tertentu.
Pertemuan antara KBRI Nairobi dan UPI dalam rangka familiarization trip ini diharapkan dapat memperkuat ikatan budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Kenya mencakup kerja sama program beasiswa, penelitian, dan pertukaran pelajar.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana UPI Selenggarakan Workshop Pengembangan Karakter dalam Pembelajaran Abad ke-21
04 Dec 2023 • Humas UPI
BANDUNG – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Pengembangan Karakter dalam Pembelajaran Abad ke-21” di Sekolah Dasar Negeri 208 Luginasari Sukagalih, Kota Bandung.
Workshop ini diadakan sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan pendidik di masa depan agar mampu membentuk karakter peserta didik di tengah era digital yang terus berkembang. Workshop ini mengusung tema “Pengembangan Karakter dalam Pembelajaran Abad ke-21“, dengan dua subtema, yaitu “Pengembangan karakter pada siswa sesuai syariat islam (Prophetic Education) dan Implementasi pembelajaran berbasis karakter di abad ke-21”.
Kegiatan workshop ini dihadiri oleh Ketua K3S Kecamatan Sukajadi, dan Kepala Sekolah SDN 208 Luginasari Sukagalih yang tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mendukung penuh terselenggaranya acara ini. Selain itu, partisipasi luar biasa ditunjukkan oleh delapan puluh orang guru sekolah dasar di Kecamatan Sukajadi turut menyemarakkan kegiatan ini.
Kepala K3S Kecamatan Sukajadi, Kustanto, S.Pd. SD., M.Pd., membuka secara resmi kegiatan ini dengan penuh antusias. Dalam sambutannya beliau mengatakan, menyambut baik kegiatan ini khususnya dalam konteks pengembangan karakter bagi peserta didik di sekolah-sekolah yang ada di kecamatan Sukajadi. “Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap para guru di Kecamatan Sukajadi dapat menerapkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bagi peserta didik terutama dalam aspek pengembangan karakter,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh ketua panitia workshop, yang menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai kunci membentuk generasi penerus bangsa yang berintegritas. “Melalui workshop ini, kami berharap dapat memberikan wawasan dan strategi baru dalam pengembangan karakter siswa,” ungkapnya dengan keyakinan.
Workshop ini menampilkan dua pembicara utama, Prof. Dr. H. Mubiar Agustin, S.Pd., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, yang membahas topik “Pengembangan Karakter pada Siswa Sesuai Syariat Islam (Prophetic Education),” dan Arie Insany, S.Si., S.Pd., Gr, perwakilan mahasiswa pascasarjana prodi pendidikan dasar, dengan topik “Implementasi Pembelajaran Berbasis Karakter di Abad ke-21”.
Prof. Dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd., sebagai pembicara pertama, menyoroti pentingnya Prophetic Education sebagai pendekatan pendidikan yang berlandaskan pada keteladanan dan contoh dari Nabi Muhammad SAW. Adapun materi yang disampaikannya, berjudul “Pengembangan Program Prophetic Education: Jalan Sukses Pendidikan Dunia dan Akhirat,” yang menekankan penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi (yang sahih/hasan) sebagai rujukan utama dalam pengembangan karakter peserta didik yang kemudian dilanjutkan dengan meneladani amalan para sahabat, tabiin dan para ulama salafussoleh. “Segala ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat sejatinya ada dalam penerapan pengembangan ilmu yang banyak diterapkan hingga hari ini,” tambahnya.
Pemateri kedua yaitu Arie Insany, S.Si., S.Pd., Gr yang mewakili mahasiswa pascasarjana prodi pendidikan dasar, berbagi wawasan dalam topik “Implementasi Pembelajaran Berbasis Karakter di Abad ke-21”. Dalam pemaparannya, Arie menyampaikan bahwa pembelajaran abad ke-21 banyak menuntut partisipasi aktif peserta didik dalam realisasinya, Oleh karena itu, guru perlu berperan sebagai mentor yang turut serta membantu dan membangun konsep berpikir peserta didik agar sejalan dengan pembelajaran, serta mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalahnya secara mandiri.
Salah satu highlight dari acara ini adalah sesi interaktif di mana peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar ide mengenai tantangan dan peluang dalam pendidikan karakter di abad ke-21. Kegiatan selanjutnya yaitu pembudayaan alur nilai-nilai pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran. Dalam sesi tersebut, peserta dibagi ke dalam enam kelas. Selanjutnya, sesi gallery walk. Sesi gallery walk dilaksanakan untuk berbagi hasil pembelajaran dari masing-masing kelas.
Acara ditutup dengan sesi pembagian doorprize untuk penanya terbaik, first guest, partisipasi terbaik, dan kelompok terbaik. Sesi tersebut tidak hanya menambah keseruan acara, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi untuk kontribusi dan keterlibatan peserta dalam kegiatan workshop yang bernuansa edukatif ini.
Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya untuk memperkuat pendidikan karakter di Indonesia, membantu mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas dan mampu bersaing secara global yang berlandaskan pada akhlak baik Nabi Muhammad SAW. Dengan landasan nilai akhlak baik yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW, workshop ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam membimbing anak-anak agar memiliki akhlakul karimah, menciptakan kesuksesan bukan hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Semangat nilai-nilai luhur ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter peserta didik yang tangguh dan bermanfaat bagi perkembangan Masyarakat, bangsa, dan negara. (David Eka Farana dan Regha Regita)
Pentingnya Perlindungan Mahasiswa dari Kekerasan Seksual, FPBS UPI Selenggarakan Kuliah Umum bersama Kompol Chandra Dewi, S.H. M.H.
02 Dec 2023 • Humas UPI
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Perlindungan Mahasiswa dari Kekerasan Seksual.” Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Tri Indri Hardini, selaku Dekan FPBS, yang dengan tegas menyampaikan komitmen UPI untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual (30/11/2023)
Dalam sambutannya, Prof. Dr.Tri Indri Hardini, M.Pd. menjelaskan bahwa kuliah umum ini tak sekadar menjadi wadah diskusi, melainkan juga menjadi perwujudan nyata dari kepedulian FPBS terhadap isu-isu sensitif di lingkungan kampus. Kepekaan ini juga tercermin dari kehadiran Yanty Wirza, M.A, Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPBS, sebagai pewara dalam kegiatan ini. Dengan perhatiannya terhadap kasus kekerasan seksual di kampus, Yanty Wirza turut membuka ruang bagi peserta untuk lebih memahami urgensi perlindungan mahasiswa.
Sementara itu, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS, memandu kuliah umum sebagai moderator, memfasilitasi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Kompol Chandra Dewi, S.H. M.H., hadir sebagai narasumber untuk membahas aspek-aspek kunci terkait kekerasan seksual di lingkungan masyarakat dan juga kampus. Dalam kuliah umum yang dihadiri oleh dosen, staf tendik, dan mahasiswa, Komisaris Polisi Chandra Dewi memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai langkah-langkah pencegahan, perlindungan, dan penanganan kasus kekerasan seksual.
Dalam presentasinya, Komisaris Polisi Chandra Dewi menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan bersama dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual. Ia juga memberikan informasi yang sangat berguna mengenai langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh individu dan institusi untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan mendukung.
Kuliah umum yang diselenggarakan secara hibrid di Auditorium FPBS ini dihadiri oleh 415 peserta, menunjukkan keingintahuan dan kepedulian tinggi terhadap masalah kekerasan seksual. Acara ini juga diwarnai dengan penghargaan kepada Kompol Chandra Dewi, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memberikan pemahaman yang mendalam.Di akhir acara, Prof. Dr. Dingding Haerudin, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Keuangan, dan Umummengakhiri kegiatan dengan doa bersama, mengharapkan agar tidak ada lagi kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Dengan berbagai langkah preventif dan tindakan nyata, FPBS UPI terus bersatu untuk menciptakan kampus (Kontributor Humas UPI)