English
Indonesia

Raih Paten Sederhana, Dr. Ai Mahmudatussa’adah, S.Pd., M.Si dan Dr. Rita Patriasih, M.Si  Bersama DIPPU UPI Berhasil Tingkatkan Capaian IKU UPI 

19 Aug 2023 • Humas UPI

Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) dibawah Koordinasi Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi Universitas Pendidikan Indonesia berhasil meningkatkan capaian indikator kinerja utama (IKU) Universitas Pendidikan Indonesia dengan menambah jumlah Persentase dosen yang berkegiatan tridharma di perguruan tinggi lain, bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membimbing mahasiswa berkegiatan di luar kampus. 

Keberhasilan pencapaian IKU UPI dengan sasaran meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi tersebut, disampaikan oleh Dr. Ai Mahmudatussa’adah, S.Pd., M.Si  kepada Rektor Universitas Pendidikan Indonesia didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi serta Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) di Gedung Smart Class Room Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (15/8/2023). 

Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si selaku Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) menjelaskan bahwa pencapaiaan IKU tersebut dilakukan melalui keberhasilan dosen UPI, DrAi Mahmudatussa’adah, S.Pd., M.Si serta Dr. Rita Patriasih, M.Si yang telah difasilitasi Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) dengan meraih paten sederhana yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia atas nama Negara Republik Indonesia.  

Paten Sederhana yang diraih dengan  Judul Tepung Umbi Ubi Jalar Ungu yang diproses dengan Ekstrak Bunga Rosella untuk Mencegah Pencoklatan. Pelindungan Paten Sederhana untuk invensi tersebut diberikan untukselama 10 tahun. Karya paten sederhana tersebut telah memenuhi pencapaian IKU UPI dengan  kriteria dosen yang melakukan kegiatan tridharma di perguruan tinggi 1ain, baik di dalam maupun di luar negeri, dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir dalam bentuk Penelitian, rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd.., MA mengungkapkan bahwa keberadaan Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) ini, dibentuk dalam rangka mendorong kreativitas dan inovasi civitas akademika UPI. Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd.., MA berharap agar Direktorat ini terus menerus mengembangkan berbagai program dan kegiatanya dalam memfasilitasi dosen untuk meraih paten serta menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan. 

Lebih lanjut menjelaskan bahwa melalui keberadaan direktorat ini, dapat membantu mendukung, memotivasi serta memberikan insetif bagi dosen untuk berkembang dengan sejumlah karya-karya unggulanya sehingga berdampak pada kemajuan dan peningkatan kinerja lembaga.  Melalui pengalaman panjang, semoga kita semakin percaya diri, memiliki kemampuan, kreativitas, keyakinan serta berupaya menjadi speed learner agar UPI semakin pelopor dan unggul (Yana Setiawan/Humas UPI).

Tingkatkan Capaian IKU, DIPPU UPI Tambah Persentase Dosen Memiliki Sertifikat Kompetensi/profesi yang diakui dunia usaha dan dunia industri

19 Aug 2023 • Humas UPI

Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) dibawah Koordinasi Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi Universitas Pendidikan Indonesia berhasil meningkatkan capaian indikator kinerja utama (IKU) Universitas Pendidikan Indonesia dengan menambah jumlah persentase dosen yang memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri. 

Keberhasilan pencapaian IKU dengan sasaran meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi serta Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) kepada Rektor Universitas Pendidikan Indonesia di Gedung Smart Class Room Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (15/8/2023). 

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi, Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P, menjelaskan bahwa pencapaiaan IKU tersebut dilakukan melalui sejumlah pelatihan dan sertifikasi bagi dosen sebagai pendamping UMKM yang diselenggarakan Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Pendidikan Indonesia dibawah Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) Universitas Pendidikan Indonesia. Lebih lanjut menjelaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi dilakukan oleh Lembaga profesional yang telah memenuhi kriteria sertifikat kompetensi/profesi yang dikeluarkan Lembaga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) nasional dengan lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi memiliki sertifikat (BNSP) aktif dan termasuk lembaga dunia usaha dunia industri.

Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si selaku Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPPU) menjelaskan bahwa pelatihan pendamping UMKM ini dikembangkan dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)pengelola inkubator  bisnis dan kewirausahaan UPI sebagai persayaratan utama untuk melakukan proses pendampingan  bagi para mahasiswa wirausaha maupun masyarakat/ KUKM secara umum. Sedangkan tujuan  pelatihan pendamping UMKM dilakukan untuk meningkatkan kapasistas pengelola Inkubator bisnis Universitas serta menjaring kolaborasi dengan Lembaga Professional LSP yang bergerak di sector UMKM, digital marketing dan trainning kepelatihan. 

Salah satu pelatihan pendamping UMKM yang telah diselenggarakan oleh STAR Training & Consulting (CV. Tiga Bhakti Utama yang diikuti 19 orang yang terdiri dari tim pengelola inkubator UPI dan dosen di lingkungan UPI. Pelaksanaan pelatihan pendamping UMKM ini berhasil diselenggarakan pada tanggal 13 Maret 2023  sampai dengan 29 Maret 2023 dengan  waktu pelatihan sebanyak  40 jam pelajaran (JP).

Materi pelatihan pendamping UMKM dan kompetensi ini yaitu (1) melakukan identifiksi permasalahan dan analisis kebutuhan UMKM dampingan; (2) membuat rencana pendampingan UMKM; (3) membuat laporan penilaian hasil pendampingan UMKM, (4) melaksanakan pelatihan tatap muka (force to face), (5) melakukan pendampingan penerapan manajemen dasar pengelolaan usaha mikro kecil, (6) melakukan pendampingan penyusunan rencana usaha (Business Plan), (7) melakukan pendampingan penyusunan laporan keuangan UMKM serta (7) melakukan pendampingan akses pembiayaan usaha. 

Berikut para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengikuti pelatihan dan meraih sertifikasi kompetensi pendamping UMKM: 

  1. Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si.
  2. Prof. Dr. B. Lena Nuryanti Sastradinata, M.Pd.  
  3. Dr. Acep Supriadi, M.Pd., M.AP.     
  4. Dr. Tutik Inayati, S.M., M.S.M.        
  5. Dr. Wina Nurhayati Praja, M.Pd.  
  6. Dr. Pandu Hyang Sewu, M.Ag.                 
  7. Vini Agustiani Hadian, M.Pd
  8. Muhammad Nur, S.Pd.,M.Pd
  9. Dadi Mulyadi Nugraha, M.Pd
  10. Nindita Fajria Utami, M.Pd     
  11. Totong Budiman, S.Pd.  
  12. Andri Yunardi, S.Ikom   
  13. Caria Ningsih, M.Si., Ph.D.     
  14. Enry Johan Jaohari, M.Pd.      
  15. Dr. Rana Gustian Nugraha, M.Pd     
  16. Endah Fitriyani, S.Par., MM.Par      
  17. Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM., CIT.       
  18. Shandra Rama Panji Wulung, S.Par., MP.Par 
  19. Dr. Ayo Sunaryo, M.Pd  

Agustusan di Baduy Luar

19 Aug 2023 • Humas UPI

Oleh Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A (Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia)

“Kami urang Kanekes patuh ka nagara jeung patuh ka pamimpin. Salah sahiji buktina masyarakat Kanekes urang Baduy katelahna, saban tahun Agustusan ilu biung datang kumpul ka tempat upacara anu sok di ayakeun di terminal Ciboleger.” Kami warga Kanekes taat kepada negara jeung pamimpin nagara. Salah satu buktinya warga Kanekes setiap tahun datang berkumpul dan baur dengan masyarakat lain untuk melakukan Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di Terminal Ciboleger. Demikian diutarakan oleh salah seorang warga Baduy luar yang berdomisili di Kampung Kaduketug seperti dikemukakan Bapak Usep Suhendar, SPd.,MSi. Kepala SDN II Bojong Menteng kampung Ciboleger Kecamatan Leuwi Damar Kabupaten Lebak. Salah satu sekolah yang paling dekat dengan warga Kanekes Baduy luar.

“Kami ngarasa bungah kusabab lain ngan upacara naekeun bandera doang tapi sok loba tongtonan hiburan. Pokona rame. Sok aya tanding balap karung, pagancang gancang mawa kaneker (gundu) pikeun barudak laleutik. Anu leuwih sugema deui biasana loba hakaneun anu ngareunah jeung loba piliheun”, lanjutnya. Kami merasa bersuka cita, karena bukan sekedar mengikuti upacara, tetapi juga banyak tontonan dan hiburan. Pokoknya meriah. Ada pertandingan balap karung, pertandingan membawa kaneker (dadu). Juga tersedia aneka ragam makanan yang enak enak.

Itulah ekspresi warga Baduy Luar yang berdomisili di Kampung Kaduketug Desa Kanekes Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Kampung ini merupakan pemukiman terdekat warga Baduy Luar yang berbatasan dengan Desa Bojongmenteng. Dalam rangka ikut serta memperingati Hari Ulang tahun Kemerdekaan RI setiap tahunnya, dibawah komando Bapak Jaro (Kepala Desa) Saija, warga Baduy Luar selalu ikut berpartisipasi pada upacara HUT RI. Mereka baur dan berkolaborasi menjadi peserta upacara bersama warga desa Bojongmenteng. Pelaksanaan Upacara di pusatkan di Terminal Ciboleger dengan penuh hikmat.

Upacara dihadiri oleh segenap aparat desa Kanekes, para tetua adat, kaum muda/mudi Baduy Luar dengan penuh antusias. Dan yang tak kalah pentingnya pelaksanaan upacara di Ciboleger sering di dokumentasikan dan siaran langsung oleh kru channel televisi, diantaranya TVRI. Semangat dan Patriotisme sebagai WNI, warga Baduy sangat luar biasa.

Tatali Karuhun

Masyarakat Baduy merupakan salah satu masyarakat adat etnis Sunda. Mereka saat taat pada adat istiadat leluhurnya. Mereka tidak boleh sekolah. Tidak boleh memafaatkan teknologi dan hidup sesuai dengan adat leluhurnya. Saat ini populasi Baduy Dalam dan Baduy luar mencapai 26.000 orang, mendiami total tanah Ulayat Baduy seluas sekitar 5.100 Ha. Mereka termasuk masyarakat adat yang terus konsisten “menutup” diri dari dunia luar, dan tidak terpengaruh oleh perkembangan zaman.

Secara umum, etnis Baduy terbagi dalam tiga kelompok. Yaitu Tangtu, Panamping, dan Dangka.
Pertama, masyarakat Baduy Dalam atau tangtu, yaitu kelompok masyarakat Baduy yang paling ketat mengikuti adat istiadat. Baduy Dalam tak mengenal baca tulis, taat pada adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang yang hanya tuturan lisan saja. Mereka tinggal di tiga kampung : Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik.

Kedua, masyarakat Baduy Luar atau masyarakat panamping. Yaitu orang yang memutuskan untuk keluar dari Baduy Dalam. Ada beberapa alasan mengapa mereka keluar dari Baduy Dalam. Yaitu : mereka telah melanggar adat baduy dalam, secara sukarela berkeinginan untuk keluar dari baduy dalam, menikah dengan Baduy luar. Ciri baduy luar: mereka telah mengenal teknologi, misal untuk memasak, menggunakan peralatan rumah tangga modern, dan bertempat tinggal yang tersebar sekeliling wilayah Baduy Dalam, seperti kampung Cikadu, Kadukolot, Gajeboh.

Ketiga,masyarakat Baduy yang disebut Kanekes dangka. Yaitu masyarakat baduy luar yang tinggal di luar wilayah Kanekes, yaitu kampung Padawaras dan Sirahdayeuh. Kampung dangka ini berfungsi sebagai wilayah penyangga atau buffer zone atas pengaruh dari luar. (Permana, 2001).
Salah satu pikukuh (ketentuan adat) masyarakat Baduy adalah memegang teguh tatali karuhun. Kepatuhan pada adat istiadat dengan konsep tanpa perubahan. Temasuk tanpa perubahan dalam sikap menjaga kelestarian alam dan merawat alam sekitar.

Dalam adat Baduy dikenal dengan ungkapan lojor teu beunang dipotong, pendek teu beunang disambung. Artinya panjang tidak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung. Hal ini memberi makna pada tatacara bercocok tanam yang tak boleh merubah kontur tanah, semisal membuat sengkedan atau terasiring.

Menolak Sekolah

Masyarakat Baduy Dalam sangat taat pada adat istiadat leluhurnya. Mereka tidak boleh memafaatkan teknologi dan hidup sesuai dengan adat leluhurnya. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Sunda dengan dialek khas suku Baduy. Sebagian warga Baduy bisa berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Masyarakat dan generasi muda Baduy Dalam tidak mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui jalur pendidikan formal atau sekolah. Orang Kanekes atau Baduy Dalam tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat-istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.

Orang Kanekes tidak mengenal sekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka. Mereka menolak usulan pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di desa-desa mereka.
Semenjak kepemimpinan Presiden Soeharto, pemerintah telah berusaha untuk mengubah cara hidup mereka dan membangun fasilitas sekolah modern di wilayah mereka. Namun warga Kanekes masih menolak usaha pemerintah tersebut.

Sebagai ilustrasi, SDN II Bojongmenteng merupakan salah satu sekolah yang berbatasan langsung dengan perkampungan Baduy luar. Seperti dituturkan Bapak Usep Suhendar (Kepala SDN II Bojong Menteng), kendati secara geografis sekolah itu tak jauh dan berbatasan langsung dengan pemukiman Baduy luar dan Baduy Dalam, tak seorangpun anak anak Baduy yang sekolah. Anak Baduy Dalam tak boleh bersekolah. “Tabu bagi anak anak Baduy Dalam dan Baduy Luar untuk bersekolah”. Kalau toh anak anak itu datang ke sekolah, mereka hanya nonton, main main di pelataran sekolah.

Masyarakat Baduy sendiri lebih senang disebut urang Kanekes- orang Kanekes atau urang Cibeo- orang Cibeo. Hal ini sesuai dengan nama kampungnya yaitu kampung Kanekes dan Cibeo yang terletak di kaki Pegunungan Kendeng, desa Kanekes Kabupaten Lebak. Masyarakat etnis Baduy sebenarnya bukan etnis terasing, yang menutup diri dari dunia luar.

Salah seorang Sosiolog, Garna (1993) meyakini bahwa etnis Baduy bukan masyarakat terasing atau isolated tribe. Sejak Kesultanan Banten beberapa abad lalu, wilayah Kanekes menjadi wilayah kekuasaannya. Masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan seba sebagai bentuk pengakuan dan kehormatan kepada penguasa/pemerintahan sampai sekarang. Upacara Seba adalah upacara pengantaran hasil bumi kepada pemerintah kabupaten atau propinsi yang dilakukan setahun sekali.
Masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan seba sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan kepada pemerintahan sampai sekarang. Upacara Seba adalah upacara pengantaran hasil bumi kepada pemerintah kabupaten atau propinsi yang dilakukan setahun sekali.

Itulah ekspresi ketaatan warga Baduy kepada negara dan pemimpinnya. Mereka sangat hormat dengan kepada negara. Mereka tak sebatas mengikuti gelar Agustusan setiap peringatan HUT Kemerdekaan. Mereka berkhidmat pada negara dengan caranya sendiri. Hormat kepada pemimpinnya. Mereka berbondong berbaris rapih berjalan kaki melakukan Seba. Upacara seba ini menjadi tradisi turun temurun. Upacara khas setiap tahun, yaitu pengantaran hasil bumi kepada Pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

Itulah warga Baduy. Mereka sangat hormat dan berkhidmat pada negara dan pemimpinnya dengan caranya sendiri!

Gelar Talkshow Orientasi Lingkungan  dan Kegiatan Asrama, Asrama UPI Bumi Siliwangi Sukses Hasilkan Mahasiswa dan Lulusan Berprestasi

19 Aug 2023 • Humas UPI

Asrama Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia berhasil menyelenggarakan Talkshow Orientasi Lingkungan dan Kegiatan Asrama bagi 239 penghuni baru Asrama Bumi Siliwangi UPI di Gedung Achmad Sanusi (18/9/2023). Talkshow menghadirkan narasumber yaitu Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Usaha dan Kerja sama serta Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan. Kegiatan juga dihadiri oleh para dosen pengelola dan alumni asrama Bumi Siliwangi UPI. 

Drs. Sugihartono, M.A selaku dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI sekaligus Koordinator Pengelola Asrama Bumi Siliwangi UPI menjelaskan bahwa kegiatan Talkshow OLKA ini diselenggarakan dalam rangka memberikan wawasan mendalam kepada penghuni baru asrama tentang peran asrama dalam membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kemandirian individu. Sebagai hasilnya, para penghuni baru asrama diharapkan dapat lebih menghargai manfaat yang dapat diperoleh dari pengalaman asrama dan menerapkan nilai-nilai positif yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Orientasi Lingkungan  dan Kegiatan Asrama membahas materi (1) Peran Asrama Di Masa lalu dan Saat Ini,  (2) Membangun Kolaborasi, Kekeluargaan dan Solidaritas di Asrama, (4) Menggali Potensi dan Pengembangan diri di Asrama, (5) Memotivasi diri dan membangun kemandirian di Asrama serta  (6) Pesan dan Harapan untuk Penghuni Baru ASRAMA UPI. 

Talkshow Orientasi Lingkungan  dan Kegiatan Asrama dipandu moderator Kinandhita  Nasywa Savana yang merupakan mahasiswa berprestasi Universitas Pendidikan Indonesia. Pada Talkshow OLKA ini, narasumber pertama Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Usaha dan Kerja Universitas Pendidikan Indonesia berbagi pengalaman selama menjadi penghuni asrama. Menurutnya lingkungan asrama UPI menjadi tempat belajar bersama-sama yang kondusif, belajar kehidupan nyata serta saling mendukung. Asrama juga membentuk sikap tolerasi serta membentuk ikatan kekeluargaan yang erat diantara para mahasiswa asrama. 

Menurutnya kehidupan di asrama banyak tantangan, sehingga perlu kedisiplinan yang kuat serta memiliki daya tahan. Kehidupan asrama  UPI juga membentuk kemandirian serta kepercayaan diri dalam kehidupan, sehingga para penghuni baru agar memiliki semangat, motivasi, kegigihan dan kesungguhan.

Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A mengharapkan agar asrama bukan hanya difungsikan untuk tidur saja tetapi untuk tempat kegiatan yang mendukung prestasi mahasiswa. Berbagai fasilitas yang dimiliki asrama yang bagus dikembangkan untuk  menunjang prestasi akademik dan perkuliahan para mahasiswa.

Narasumber  Talkshow OLKA kedua menghadirkan Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si selaku Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia. Menurutnya, para mahasiswa asrama itu adalah mahasiswa berprestasi pada program studi masing-masing serta para mahasisaa yang aktif dalam organisasi mahasiswa. Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si mengungkapkan bahwa peran asrama Bumi Siliwang UPI sangat berperan besar dalam kehidupan para mahasiswa penghuni asrama dalam meningkatkan prestasi mahasiswa dan membentuk kualitas lulusan. 

Lingkungan asrama yang kondusif membentuk sikap,  kepribadian dan prestasi mahasiswa yang unggul. Budaya kebersamaan dan kepercayaan yang dibangun sama berada diasrama, sangat berperan dengan saling membantu didalam dunia kerja. Secara khusus Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si berpesan agar didalam kehidupan asrama Bumi Siliwangi UPI dibentuk dengan kasih sayang serta harus jauh dan tidak boleh ada Tindakan kekerasan. Para penghuni baru asrama Bumi Siliwangi UPI agar bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan asrama ini (Yana Setiawan/Humas UPI)

Universitas Pendidikan Indonesia Sukses Gelar Tes Seleksi Mandiri Program Studi Kedokteran Tahun 2023 

19 Aug 2023 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia sukses menyelenggarakan tes seleksi penerimaan mahasiswa baru Tahun 2023 untuk program studi kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia melalui jalur seleksi mandiri (19/8/2023). Pelaksanaan tes seleksi dipusatkan di Gedung Direktorat Sistem dan Teknologi (STI) Universitas Pendidikan Indonesia. 

Direktur Direktorat Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Dr. rer.nat Asep Supriatna, M.Si menjelaskan bahwa Tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Kedokteran FK UPI  melalui jalur Seleksi Mandiri UPI  bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan kepada masyarakat secara lebih luas untuk menjadi mahasiswa UPI, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Menurutnya, Seleksi Mandiri UPI dilakukan untuk memfasilitasi masih banyaknya calon mahasiswa yang berpotensi tinggi untuk menempuh pendidikan pada Program Studi Kedokteran. Melalui kesempatan mengikuti seleksi mandiri UPI, diharapkan calon mahasiswa yang berpotensi tinggi dapat menggapai cita-citanya dan berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya dalam bidang kesehatan. 

Kepada Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru (RMB) Direktorat Pendidikan, Dr. rer. nat. Ahmad Mudzakir, M. Si menjelaskan bahwa jumlah peserta seleksi sebanyak 774 orang. Tes seleksi diselenggarakan selama 2 hari, dimulai pada Tanggal 18 Agustus 2023 sampai dengan 19 Agustus 2023 yang terbagi kedalam 3 sesi. Sesi pertama hari Jum’at 18 Agustus 2023 diikuti oleh 300 orang peserta, sesi kedua hari Hari Sabtu, 19 Agustus 2023 diikuti 300 peserta serta sesi ketiga Hari Sabtu 19 Agustus 2023 diikuti oleh 174 peserta.  

Materi tes seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi Kedokteran FK UPI  melalui jalur seleksi mandiri ini terdiri dari tes potensi skolastik, tes literasi Bahasa Indonesia, tes literasi Bahasa Inggris, tes kemampuan mata pelajaran kimia dan tes kemampuan mata pelajaran biologi. Daya tampung yang disediakan untuk Program Studi Kedokteran FK UPI  melalui jalur seleksi mandiri ini sebanyak 50 orang. 

Kepala Humas UPI Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si., MCE mengungkapkan bahwa pengumuman kelulusan tes seleksi disampaikan pada Tanggal 22 Agustus 2023 melalui akun pendaftaran peserta masing-masing.  Bagi peserta SM Program Studi Kedokteran UPI yang dinyatakan lulus diwajibkan untuk melakukan registrasi administasi dengan membayar biaya pendidikan dan registrasi akademik sesuai ketentuan yang sudah diatur dan ditentukan dalam tahapan registrasi (Yana Setiawan/Humas UPI)

Pencarian