English
Indonesia

Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI  Selenggarakan Pendampingan Penyusunan Program Pembelajaran Individual Based on Assessmen di Kabupaten Kuningan

08 Aug 2023 • Humas UPI

Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) dengan mengusung tema “Pendampingan Penyusunan Program Pembelajaran Individual Based on Assessment”.

Tim Dosen Pengabdian Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) dipimpin Dr. Oom Sitti Homdijah, M.Pd sebagai Ketua. Hadir juga para dosen sebagai anggota yaitu Prof. Dr. Budi Susetyo, M.Pd., dr.Euis Heryati, M.Kes, Een Ratnengsih, M.Pd., Rina Maryanti, S.Pd., M.Pd, dan Nita Nitiya I T, S.Pd., M.Pd,. Kegiatan juga diikuti para mahasiswa yaitu Elsa Salsabilla, Reksa Agustian, Deni Setiawan, Intan Rahma Kamila, Destiyanti Wahyuni Rahman.

Tujuan P2M ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru-guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam menganalisis hasil asesmen dan menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) untuk anak-anak berkebutuhan khusus dalam optimalisasi kemampuan mereka. Kegiatan ini diikuti oleh guru SLB di Kabupaten Kuningan sebanyak 50 orang dan menjadi sasaran kegiatan pengabdian ini..

Pengabdian team Prodi PKh dilaksanakan secara daring dan luring. Pendampingan penyusunan PPI dilakukan setelah pematerian selsesai. Pematerian daring dilaksanakan dua sesi tanggal 20 dan 27 Juli 2023, sedangkan pematerian secara luring yang merupakan puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2023. 

Sebelum dilaksanakan acara pengabdian pada masyarakat di SLB secara luring, dilakukan acara pembukaan pada tanggal 2 Agustus 2023 di GOR Ewangga Kabupaten Kuningan yang dihadiri oleh team P2M dari berbagai program studi di FIP UPI, Dekan FIP UPI Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si beserta jajarannya, serta guru-guru dan pengwas yang mejadi sasaran P2M, dan pemangku kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta Rektor UPI Prof. Dr. Solehudin, M.A turut serta hadir dan membuka acara pembukaan P2M.

Pada sesi daring pertama dr. Euis Heryati, M.Kes memberikan materi asesmen perkembangan meliputi asesmen kognitif, bahasa, emosi, sosial, komunikasi, serta tata cara penyusunan instrumentnya. Sedangkan Prof. Dr. Budi Susetyo, M.Pd memberikan materi asesmen akademik yang meliputi bidang ajar matematika, membaca, menulis, serta tatacara penyusunan instrument yang diturunkan dari kurikulum atau teori.

Pada sesi daring kedua Dr. Oom Sitti Homdijah, M.Pd menjelaskan rasional alasan harus pembelajaran individual untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Salah satunya, keberagaman peserta didik menjadi dasar pemikiran kita untuk menerapkan pembelajaran yang berdasarkan perbedaan individu, lebih khusus berdasarkan analisis hasil asesmen. Analisis hasil asesmen akan menunjukkan profil peserta didik yang berhubungan dengan potensi, hambatan, dan kebutuhan belajar peserta didik.

Berdasarkan kebutuhan belajarnya, kita akan membuat program pembelajaran dan konsep pembelaran individual dalam Pendidikan Khusus, dimulai dari pengertian pembelajaran individual dan prosedur penyusunan PPI. Sedangkan, materi penyusunan PPI mulai dari menyusun analisis hasil asesmen peserta didik baik perkembangan maupun akademik sampai menjelaskan tentang komponen dalam pembelajaran individual serta cara penyusunan program pembelajaran dijelaskan oleh Een Ratnengsih, M.Pd.

Pada kegiatan luring di SLB N Taruna Mandiri Kabupaten Kuningan, materi yang disampaikan adalah penyusunan program pembelajaran dan diskusi tentang program pembelajaran yang sudah ditugaskan kepada guru-guru setelah selesai kegiatan pematerian secara daring. Banyak kegiatan yang dilakukan pada acara luring mulai dari pemberian materi, diskusi, pemberian reword beserta cendera mata, dan penyampaian kesan pesan. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari pihak sekolah dan peserta, hal itu terlihat dari antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini (Kontributor Humas UPI)

Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan SPs UPI Selenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMKN 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi

08 Aug 2023 • Humas UPI

Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Pengabdian Kepada Masyarakat diselenggarakan dałam bentuk pelatihan penyusunan soal evaluasi berbasis HOTS yang dilaksanakan selama 3 hari kerja yaitu tanggal 2-4 Agustus 2023.

Materi pelatihan terdiri atas konsep evaluasi dan HOTS, latihan membuat soal dengan aplikasi digital platform, latihan mandiri dan pendampingan pasca pelatihan. Pelatihan diikuti oleh 50 orang guru, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Lokasi pelatihan di gedung Virtual LAB Revolusi Industri 4.0 yang merupakan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Pelatihan tersebut dibimbing oleh instruktur yang sudah memiliki pengalaman dan memiliki kepakaran yang relevan dibidangnya, yaitu Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si, Prof. Dr. Dedi Rohendi, MT, Dr. Kamin Sumardi, M.Pd, Ahmad S. Surur, M.Pd, dan Hendri Sulistyo, S.Pd.

Pelatihan selama 3 hari tersebut diikuti oleh semua peserta sampai akhir. Pelatihan tersebut merupakan hal yang jarang didapatkan dan sangat bermanfaat bagi guru dalam mengembangkan profesionalisme. Pelatihan lebih banyak porsi latihan/praktik dibandingkan teori. Walau masih terkendala oleh jaringan internet yang kurang stabil dengan bandwidth yang terbatas. Tujuan pelatihan ini yaitu merefresh kembali konsep evaluasi, khususnya berbasis kurikulum merdeka dan membuat soal evaluasi berbasis HOTS (Gambar 3). Peserta berlatih membuat soal berbasis HOTS menggunakan platform digital yang sesuai dan dibutuhkan. Platform yang digunakan yaitu google form, quizizz, formative dan mentimeter. Namun, dasar kemampuan tersebut sudah dimiliki oleh guru, sehingga pelatihan lebih ditingkatkan pada level advance atau lanjut dan mengeksplor lebih banyak variasi dalam membuat bank soal.

Menurut Dr. Kamin Sumardi, M.Pd, pelatihan tersebut mendukung program sekolah yang memiliki jargon sekolah berbasis revolusi industri 4.0. Penggunaan platform digital menjadi kebutuhan guru saat ini, karena sesuai dengan tuntutan dunia industri dan dunia kerja (Dudika). Plaftform digital juga membantu guru-guru dalam mempermudah pekerjaan dan mendidik siswa ikut dalam dunia digital. Kegiatan pelatihan merupakan jembatan yang menghubungkan triple helix, yaitu sekolah (SMK), perguruan tinggi dan dunia industri serta dunia kerja. Rintisan ini harus terus dikembangkan kepada seluruh SMK, khususnya SMK yang jauh dari perkotaan atau pusat pemerintahan.

Secara khusus, tim dosen menentukan lokasi pengabdian kepada masyarakat berdasarkan analisis situasi terhadap Kecamatan Pebayuran yang merupakan daerah terjauh di kabupaten Bekasi yaitu diujung timur arah utara.  Kecamatan Pebayuran berbatasan dengan kabupaten Karawang yang dibelah oleh sungai Citarum. Luas kecamatan Pebayuran 96,34 km2 merupakan salah satu kecamatan terluas di kabupaten Bekasi. Jumlah penduduk sebanyak 92.821 jiwa, memiliki 1 SMK dan SMA Negeri. SMKN 1 Pebayuran merupakan sekolah yang mempunyai jarak 43,5 km dari kantor Bupati Bekasi. SMKN 1 Pebayuran mempunyai 50 guru dan mempunayi siswa sebanyak 1.255 orang. SMKN 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi dipilih menjadi tempat PkM karena guru-gurunya belum mendapat pelatihan tentang pembuatan soal berbasis HOTS.

Dr. Kamin Sumardi, M.Pd menjelaskan bahwa Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah yang memiliki jumlah industri yang banyak. Kebutuhan tenaga kerja tingkat SMK terus dibutuhkan. Oleh karena itu, SMK dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan industri dengan kompetensi yang relevan. Tuntutan untuk menjadi karyawan yang memikili kompetensi mumpuni harus mulai dari SMK. Salah satu cara agar siswa memiliki kemampuan abad 21 harus dilatih dengan menggunakan soal yang dapat menumbuhkan kompetensi tersebut. Siswa harus mulai dilatih dengan soal yang mampu untuk membangun kemampuan berpikir pada tingkat yang lebih yaitu soal yang  berbasis HOTS. Soal berbasis HOTS adalah soal-soal yang mendorong siswa untuk berpikir tingkat tinggi sesuai dengan levelnya.

Menurutnya, soal HOTS dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS disusun sedemikian rupa untuk mengukur kemampuan: mentransfer satu konsep ke konsep lainnya, memproses dan menerapkan informasi, mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan menelaah ide dan informasi secara kritis. Pemilihan HOTS sebagai alat evaluasi didasarkan pada beberapa fakta dan karateristik HOTS itu sendiri. Hasil riset lembaga dunia salah satunya PISA menunjukkan bahwa kemampuan siswa di Indonesia harus ditingkatkan agar bisa bersaing dalam kehidupan dan kancah global (Kontributor Humas UPI)

Kemdikbudristek Buka Pendaftaran Beasiswa Unggulan, Bagi Mahasiswa UPI yang tertarik Simak Jadwal dan Persyaratanya

07 Aug 2023 • Humas UPI

Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik)  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek)  Republik Indonesia kembali membuka pendaftaran dan seleksi beasiswa Unggulan Tahun 2023. Tujuan pemberian beasiswa unggulan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia Indonesia yang mendukung percepatan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Sumber : https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Beasiswa unggulan yang ditawarkan terdiri dari 3 kategori yaitu kategori masyarakat berprestasi untuk Program Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3); kategori pegawai Kemdikbudristek, serta kategori penyandang disabilitas. Skema beasiswa unggulan diberikan bagi peserta yang mendaftar baru dan bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan studi di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di bawah binaan Kemendikbudristek. 

Bagi peserta yang tertarik melamar beasiswa unggulan ini, harus memperhatikan jadwal yang sudah ditetapkan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemdikbudristek.  Pendaftaran Beasiswa Unggulan  dimulai tanggal 3 Agustus 2023 sampai dengan 17 Agustus 2023. Seleksi Tahap I diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2023 sampai dengan 22 Agustus 2023. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I pada tanggal 23 Agustus 2023. 

Selanjutnya Seleksi Tahap II beasiswa unggulan dimulai tanggal 4 September 2023 sampai dengan 12 September 2023. Pengumuman Hasil Seleksi Tahap II pada tanggal 18 September 2023.  Pembekalan dan Penjelasan Teknis Penanda tanganan Kontrak diselenggarakan pada tanggal 21 September 2023 sampai dengan 30 September 2023.  Bagi peserta pelamar beasiswa unggulan dapat mengakses tata cara pendaftaran  pada laman https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Sumber : https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Bagi mahasiswa yang mendaftar pada kategori masyarakat berprestasi, sejumlah persyaratan umum dan persyaratan khusus harus dipenuhi. Persyaratan umum  diutamakan bagi peserta yang memiliki sertifikat prestasi akademik/non akademik tingkat internasional dan/atau nasional, mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait, tidak sedang menerima beasiswa yang sejenis dari sumber lain, belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama, diterima di Perguruan Tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi paling rendah B/Baik Sekali dan pada program studi terakreditasi paling rendah  B/Baik Sekali atau di Perguruan Tinggi di luar negeri yang diakui oleh Direktorat  Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. 

Para pelamar beasiswa unggulan juga tidak berstatus sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, dan pelaku budaya. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak untuk kelas-kelas seperti kelas eksekutif, kelas khusus,  kelas karyawan, kelas jarak jauh, kelas internasional bagi pendaftar tujuan studi dalam negeri; dan kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 (satu) negara perguruan tinggi. Para pelamar juga berkomitmen untuk mempertahankan Indek Prestasi Semester (IPS) minimal 3,00 pada program Sarjana (S1), atau IPS minimal 3,25 pada program Magister (S2) dan Doktor (S3) selama menjadi penerima Beasiswa Unggulan. 

Bagi mahasiswa yang mendaftar pada kategori penyandang disabilitas,  beasiswa unggulan hanya diberikan untuk jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Selain itu beasiswa diberikan kepada mahasiswa penyandang disabilitas sesuai dengan ragam penyandang disabilitas meliputi: penyandang disabilitas fisik, penyandang disabilitas intelektual, penyandang disabilitas mental; dan/atau, penyandang disabilitas sensorik serta ragam penyandang disabilitas yang dialami secara tunggal, ganda, atau multi dalam jangka waktu lama. 

Persyaratan umum yang harus diperhatikan bagi pelamar beasiswa unggulan kategori penyandang disabilitas yaitu  diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik dan/atau non akademik, memiliki surat keterangan dari dokter, ahli, dan/atau lembaga relevan yang menyatakan atau menerangkan sebagai Penyandang Disabilitas sesuai dengan Ragam Penyandang Disabilitas. Pelamar beasiswa mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait,  tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain, belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama, memiliki surat penerimaan/keterangan lulus/Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi bagi mahasiswa baru, serta memiliki surat keterangan aktif kuliah minimal dari dekan fakultas/direktur pascasarjana perguruan tinggi.  

Bagi mahasiswa on-going program magister (S2)/doktor (S3), yang sudah memulai perkuliahan maksimal sedang berada di semester 3 atau memiliki bukti KHS maksimal semester 2 dan memiliki nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 3,25 (tiga koma dua lima) untuk program magister (S2) dan 3,40 (tiga koma empat) untuk program doktor (S3) pada skala 4 (empat), menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa dirinya benar termasuk dalam mahasiswa berkebutuhan khusus, 

Pelamar juga menyerahkan essay/karangan/karya tulis menggunakan Bahasa Indonesia dengan ketentuan Judul/tema: “Kontribusiku untuk Indonesia setelah menyelesaikan studi”, ditulis pada kolom essay paling sedikit 1.500 kata dan paling banyak 2.000 kata. Essay meliputi deskripsi diri, deskripsi peran apa yang akan dilakukan, dan deskripsi cara mewujudkan peran tersebut. Selain itu peserta juga berkomitmen untuk mempertahankan Indek Prestasi Semester (IPS) minimal 3,25 pada program Magister (S2) dan Doktor (S3) selama menjadi penerima Beasiswa Unggulan (Yana Setiawan/Humas UPI)

UPI Meraih Peringkat 10 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Versi Webometrics

07 Aug 2023 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia masuk peringkat 10 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia berdasarkan publikasi situs pemeringkatan Webometrics pada edisi Juli 2023. Publikasi edisi ini menandai 20 tahun Webometrics dalam mengelola data pemeringkatan 31.000 Perguruan Tinggi terbaik dunia. Webometrics juga mempublikasikan posisi Universitas Pendidikan Indonesia yang menempati peringkat 1182 terbaik dunia dengan nilai impact pada posisi 555, nilai openess pada posisi 911 dan nilai excellence pada posisi 2635. 

Sumber : https://www.webometrics.info/en/asia/indonesia%20

Webometric merupakan situs yang melakukan pemeringkatan perguruan tinggi seluruh dunia yang diinisiasi Cybermetrics Lab, sebuah kelompok penelitian Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) yang merupakan lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Hasil pemeringkatan Webometric dipublikasikan dalam 2 periode yaitu pada bulan Januari dan Juli setiap tahunya.

Webometrics memiliki metode tersendiri dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi didunia yang didasarkan pada aspek visibility (visibilitas), transparency (transparansi atau keterbukaan), dan excellence or scholar (keunggulan atau cendekiawan).Pada aspek visibility dengan nilai 50%pemeringkatan dilakukan pada indikator dampak konten web dengan menganalisis jumlah link eksternal yang terhubung ke halaman web institusi. Webometric mengumpulkan sumber data jumlah link tersebut dari 2 situs yaitu Majestic SEO dan Ahrefs. 

Pada aspek transparency or openness dengan nilai 10%, pemeringkatan dilakukan pada indikator peneliti terkemuka yang dikutip dengan jumlah kutipan dari 310 penulis teratas (tidak termasuk 20 outlier teratas) dengan sumber data profil google cendekia.  

Pada aspek excellence or scholar dengan nilai 40%, pemeringkatan dilakukan pada indikator  Excellence dengan menganalisis artikel yang dikutip teratas. Metode yang digunakan berdasarkan jumlah artikel di antara 10% teratas yang paling banyak dikutip di masing-masing artikel dari 27 disiplin ilmu dalam database lengkap situs Scimago untuk periode lima tahun dari tahun 2018 sampai tahun 2022. 

Direktur Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Dr. Cepi Riyana, M.Pd mengungkapkan bahwa peringkat yang diraih UPI sebagai perguruan tinggi terbaik Indonesia berdasarkan publikasi situs pemeringkatan Webometrics meningkat signifikan dari peringkat 17 pada edisi Januari 2023 menjadi peringkat 10 pada edisi Juli 2023.

Tujuan pemeringkatan Webometrics ini dilakukan untuk mempromosikan kehadiran web akademik dalam rangka mendukung inisiatif akses terbuka serta meningkatkan secara signifikan berbagi pengetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh universitas ke seluruh Masyarakat (Yana Setiawan/Humas UPI)

Merah Putih di Atambua

06 Aug 2023 • Humas UPI

Oleh Dinn Wahyudin

“Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, sekolah kami melaksanakan pembelajaran khusus. Selain pembelajaran bertemakan sejarah kemerdekaan RI, dialog sederhana tentang makna kemerdekaan, dan upacara sekolah dengan penaikan Bendera Sang Merah Putih.” Demikian dituturkan bu Silvi. Nama lengkapnya Silvina Claudian Moniz. Ia seorang guru pada SD Inpres Manulor, desa Kewar kecamatan Lakmanen Kabuparen Belu Nusa Tenggara Timur (NTT). SD Inpres Manulor ini merupakan satu di antara sejumlah Sekolah Dasar di perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Profil sekolah sederhana dan fasilitas dan sarana yang terbatas, seperti sekolah lainnya di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste di kabupaten Belu.

Seperti dituturkan bu Silvi, di tengah keterbatasan yang menghimpit, kami para guru berkomitmen untuk terus berbakti guna mencerdaskan generasi muda NTT yang bermukim di wilayah perbatasan.
Saat ini sarana dan fasilitas sekolah sangat terbatas. Malahan ada sejumlah ruangan yang sudah rapuh karena digerogoti usia.

Jumlah siswa di sekolah ini sebanyak 46 siswa. Mereka tinggal di rumah orangtuanya yang tersebar di kampung penduduk di areal lahan kering dengan curah hujan yang sangat sedikit.
Latar belakang orang tua siswa di sekolah kami, umumnya petani pada lahan kering dengan penghasilan yang memprihatinkan. Perhatian pada anak untuk sekolahpun sangat kurang. Banyak anak yang bolos, sehingga guru sering datang ke rumah warga agar anaknya kembali bersekolah.

Hal yang senada juga dikemukakan bu Eti. Nama lengkapnya Maria Goreti Soi Tai. Ia seorang guru di SD Inpres Sabulmil, desa Lakmaras kecamatan Lakmanen Selatan Nusa Tenggara Timur. SD Inpres Sabulmil ini juga merupakan profil sekolah perbatasan yang hanya berjarak kurang dari 1 km dari wilayah RI dan Timor Leste. Orangtuanya banyak yang masih memiliki kekerabatan dan saudara dekat dengan masyarakat yang berkewarganwgraanan Timor Leste. Sering anak bolos beberapa bulan karena mengikuti orangtuanya berladang di wilayah Timor Leste.

Dalam keseharian, masyarakat di wilayah perbatasan NTT – Timor Leste menggunakan bahasa ibu (mother tongue). Bahasa lokal tersebut antara lain bahasa Bunag, Tetum, Fehan, dan Dawam. Bahasa lokal inilah yang masih sering digunakan guru sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran di kelas terutama di kelas rendah.

Seperti ditegaskan ibu Maria Goreti Soi, di tengah keterbatasan dan medan geografis yang tak selalu bersahabat (musim kemarau dengan kekeringan yang panjang dan ekstrim), tak menyurutkan pengabdian kami untuk membimbing siswa.
“Sekolah kami juga membuka kelas jauh. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan layanan pendidikan ke lokasi pemukiman terpencil penduduk. Jarak sekolah induk dengan kelas jauh berjarak 4-5 km melalui jalan setapak yang terjal dan suhu udara yang menyengat. Kegiatan tsb kami lakukan rata rata sebulan sekali”.

Husar binan rai Belu
Suasana yang pembelajaran yang agak berbeda bisa diamati di SD Wirasakti kota Atambua- ibukota Kabupaten Belu. Sekolah ini berada di urban area, kota kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Salah seorang guru SDN tersebut ibu Oktaviana Astuti Wiratha, S.Pd. berujar
bahwa sekolahnya memiliki 20 rombel, dengan jumlah guru 27 orang. Jumlah siswa yang dilayani sebanyak 489 orang.

Saat ini fasitas ruang kelas banyak yang sudah rusak, sehingga anak anak tidak nyaman di kelas, mereka lebih memilih belajar di luar kelas. Fasilitas WC juga tidak memenuhi standar, sebab sekolah kami hanya memiliki wc 2 ruang saja. Kegiatan pembelajaran di kelas jauh dilakukan setiap hari bukan sebulan sekali. Kami menggunakan gedung darurat yang di bangun sendiri oleh orang tua siswa yang berada di dusun itu.

Kondisi gedung sekolah cukup memadai. Tetapi karena jumlah siswa yang sangat banyak 489 orang.
Sekolah kami menjadi melting pot nya NTT. “Siswa di sekolah kami berasal dari berbagai etnis NTT. Seperti suku Bunag, Fehan, Dawan, dan etnis lain di NTT dan luar NTT. Sekolah kami sering disebut FlobaMora mini sebagai akronim dari gugusan kepulauan di NTT dari Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Dengan latar belakang siswa yang heterogen, menjadikan sekolah ini menjadi sekolah multi etnis walaupun berada di kabupaten perbatasan.

Latar belakang orangtua cukup beragam walau rata rata kategori ekonomi lemah (buruh kasar, petani, tukang ojeg) dengan perhatian terhadap pendidikan anak sangat lemah. Di tengah keterbatasan dan kendala yang merintangi, kami berjuang secara bersama untuk mendidik generasi Belu. Komitmen sekolah kami tradisi leluhur yaitu husar binan rai belu. Dengan semangat persaudaraan, mari membangun masyakat Belu. Kearifan lokal ini tradisi masyarakat Belu yang sudah turun menurun. Belu artinya teman atau persaudaraan. Masyarakat dan Pemerintah daerah Belu berupaya membangkitkan lagi spirit ini, lengkapnya: Husar Binan Rai Belu Tetuk No Nesan Diak No Kmanek. Artinya Dengan semangat persaudaraan kita membangun masyarakat Belu menuju tercapainya kesejahteraan lahir bathin yang serasi dan seimbang.

Fulan Fehan

Kabupaten Belu memang unik. Kawasan saban luas yang curah hujannya relatif sedikit. Di tengah kegersangan geografis yg kering dengan suhu panas, di beberapa titik terdapat suasana indah nan eksoktik.

Sebut saja kawasan Fulan Fehan. Areal ini merupakan kawasan pegunungan dengan ciri sabana yang luas. Di lembah Fulan Fehan ini terbentang rerumputan hijau seperti lazimnya sabana. Di tengah hamparan rerumputan hijau, tampak kuda dan sapi berkeliaran secara bebas. Di beberapa titik terdapat tumbuhan kaktus yang tumbuh subur dengan buahnya yang ranum dan lezat untuk dinikmati. Paduan sabana indah alami dan satwa yang berkeliaran bebas ini menjadikan dataran tinggi Fula n Fehan dinobatkan sebagai peraih award destinasi terindah untuk kategori Destinasi Dataran Tinggi (Anugrah Pesona Indonesia, 2020).

Bila teman teman berkesempatan ke NusaTenggara Timur, sisihkan melancong di destinasi unik sabana hijau yang gemersik. Amati kehidupan Kuda dan sapi liar yang bebas lari berkerumun. Suasana pegunungan sejuk seolah pengunjung berada di kawasan lapangan rumput hijau di Eropah.
Bila masih punya waktu bermanja ria di kawasan padang sabana Fulan Fehan, teman teman masih bisa melihat objek wisata menakjubkan dan situs bersejarah yang menakjub warisan leluhur etnis setempat yaitu suku Melus. Tak jauh dari situs sejarah, pengunjung masih bisa menikmati wisata unik benteng peninggalan kerajaan Dirun. Itulah benteng Ranu hitu yang oleh warga lokal disebut Benteng Lapus tujuh.

Benteng berlapis untuk berlindung dari tragedi perang antar suku di masa lampau.
Itulah kabupaten Belu dan kota Atambua sebagai kota kabupaten. Pada saat ini, seluruh komponen masyarakat sedang berikhtiar, berjuang untuk maju.

Asa di Atambua adalah refleksi untuk bangkit termasuk mendidik generasi muda masyarakat kabupaten Belu dengan semangat kebersamaan dan persahabatan. Husar Binan Rai Belu!

Pencarian