English
Indonesia

Sosialisasi dan Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik 2023

03 Aug 2023 • Humas UPI

Monitoring dan Evaluasi Komisi Informasi Publik dilaksanakan secara berkala dalam setiap tahun. Pada Selasa (01/08/2023) KIP RI melaksanakan Worshop Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik 2023, melalui zoom cloud meeting. kegiatan Workshop Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi   Publik Tahun 2023, dihadiri oleh Fb. Fx. Handoko Agung Saputro, S.sos, (Komisioner KIP RI) yang sekaligus sebagai pemateri terkait Workshop Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023.

UPI memenuhi undangan kegiatan Worshop Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik 2023. Kegiatan ini dilakukan dengan nonton Bersama(Nobar)  bertempat di Gedung University Center (UC) Lantai 3, Kampus UPI Bumi Siliwangi Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Dihadiri oleh Dr. Yana Setiawan S. Pd., M. M. (Kasi Kelembagaan Humas), Hana Silvana M.Si (Kasi Bidang Layanan Informasi Publik) dan Staf ULT UPI. Workshop Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik oleh KIP RI ini, menjadi pelengkap kegiatan review instrument KIP dan sosialisasi intrumen KIP, coaching clinic instrument KIP yang dilakukan oleh PPID UPI dalam berkoordinasi dengan PPID Pelaksana dilingkungan UPI sebagai penguat komitmen pimpinan dalam menyambut monev Keterbukaan Informasi Publik RI 2023.

Fb. Fx. Handoko Agung Saputro, S.sos, menyampaikan materi dalam Workshop Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023, bagaimana melaksanakannya dan bagaimana pengisian kuesioner monev Keterbuaan Informasi Publik 2023. Lebih lanjut, menyampaikan beberapa hal yang harus dipenuhi oleh Badan Publik diantaranya: pendahuluan, maksud dan tujuan, dasar hukum, badan publik objek monev KIP 2023, tahapan monev KIP, dan metode penilaian.  

Dalam sesi diskusi di pandu oleh Aditya Nuriya Sholikhah (Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat), ramai dengan bahasan sesi diskusi seputar: LHKPN Badan Publik, Pengadaan Barang dan Jasa Badan Publik, DIP dan DIK. Komisionerpun menjawab dengan cara membedah instrumen Workshop Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023 secara rinci berdasarkan study kajian yang terdapat dalam  maksud dan tujuan monev, dasar hukum, SAQ, tata laksana penerbitan DIP dan DIK.

Kegiatan Pendampingan Monev Keterbukaan Informasi Publik 2023 ini, meningkatkan pemahaman dan komitmen Keterbukaan Informasi Publik berdasarkan instrumen Monev KIP RI 2023. Mari gerakan inovasi dan kolaborasi layanan informasi publik di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia #beriMakna dalam nilai akuntabilitas dan nilai transparansi keterlaksanaan Keterbukaan Informasi Publik melalui tugas dan wewenang yang diamanahkan. (JF).

Dua Tim dari UPI Lolos ke Final Gemastik 2023

03 Aug 2023 • Humas UPI

Rabu, 02/08/2023, berdasarkan surat resmi dari Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi diumumkan daftar para peserta yang lolos melaju ke Final Gemastik 2023. Peserta yang lolos dikategorikan berdasarkan divisi-divisi sebagai berikut.

  1. Pemrograman (Programming);
  2. Keamanan Siber (Cyber Security);
  3. Penambangan Data (Data Mining);
  4. Desain Pengalaman Pengguna (UX Design);
  5. Animasi (Animation);
  6. Kota Cerdas (Smart City);
  7. Karya Tulis TIK (ICT Scientific Science);
  8. Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development);
  9. Piranti Cerdas, Sistem Benam, dan IoT (Smart Device, Embedded System & IoT);
  10. Pengembangan Aplikasi Permainan (Game Development);
  11. Pengembangan Bisnis TIK (ICT Business Development).

Babak Final akan diselenggarakan 12 s.d. 16 September 2023 di Universitas Brawijaya, Jawa Timur. Pada kegiatan itu, dua tim UPI lolos ke babak final. Dua tim itu adalah (1) 2CIN yang diketuai Arya Ardin Margono  pada Divisi Pemrograman dan (2) AWIKWOK yang diketuai Agung Fathul Muhtadin pada Divisi Pengembangan Aplikasi Permainan.

Dukungan dan ucapan selamat disampaikan oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan, Prof. Dr. Suwatno. Ia berharap agar kedua tim dapat meraih juara dalam ajang tersebut. “Alhamdulillah, kami berdoa dan berikan dukungan luar biasa agar tim ini sukses di Gemastik 2023”.

Kemdikbudristek Buka Pendaftaran Beasiswa ICE Institut Batch 5 Tahun 2023, Simak Tata Cara dan Jadwal Pendaftaranya

02 Aug 2023 • Humas UPI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Kembali membuka pendaftaran beasiswa  ICE Institute Batch 5 melalui program Beasiswa Merdeka Belajar untuk Semua (MBUS). Program Beasiswa MBUS ini diberikan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum untuk memperkaya, meningkatkan kemampuan dan keterampilan, serta pengalaman belajar dengan menempuh mata kuliah secara bebas dan gratis dari perguruan tinggi (PT) terkemuka di dalam dan luar negeri. 

Program beasiswa MBUS ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) serta masyarakat umum untuk dapat mengambil mata kuliah dari berbagai perguruan tinggi secara gratis.

ICE Institute atau Indonesia Cyber Education Institute, merupakan pusat kuliah online yang terakreditasi Kemdikbudristek yang menyediakan kuliah online dari banyak Perguruan Tinggi dan penyedia pembelajaran daring di seluruh Indonesia. Kuota setiap mata kuliah yang ditawarkan terbatas maka peserta didaftarkan dengan prinsip first come first serve, sesuai dengan kuota yang tersedia.

Melalui Program beasiswa MBUS ini, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perkuliahan daring dari kampus-kampus terkemuka internasional, mendapatkan sertifikat resmi dari perguruan tinggi penyelenggara mata kuliah, memperluas jejaring, serta memberikan reputasi sebagai nilai tambah bagi perguruan tinggi. 

Bagi dosen dan tenaga kependidikan, program ini dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam bidang ilmu atau profesi yang dijalani serta memperluas wawasan sekaligus studi banding proses pembelajaran yang dijalankan oleh para dosen dari perguruan tinggi terkemuka luar negeri.

Masyarakat umum yang terlibat dalam program ini mendapatkan sejumlah manfaat diantaranya dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang sudah dimiliki melalui berbagai pilihan courses yang tersedia di ICE Institute secara fleksibel. Selain itu, bagi masyarakat yang dinyatakan diterima untuk mengambil dan menyelesaikan mata kuliah di ICE Institute berhak memperoleh sertifikat resmi dari ICE Institute yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dalam menunjang pengembangan kompetensi dan karir.

Saat ini, terdapat lebih dari 300 mata kuliah  daring yang tersedia dan 40 mata kuliah berbahasa Inggris dari berbagai institusi pendidikan penyedia mata kuliah di ICE Institute yang dapat diakses melalui link https://link.icei.ac.id/katalog5  

Bagi calon peserta mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, dan calon peserta masyarakat umum dapat mengakses informasi pendaftaran melalui link : https://drive.google.com/file/d/1wCZOYJRxvf9UtxUIviPXU00KqsODfq2P/view

Berikut jadwal pendaftaran peserta perguruan tinggi maupun untuk peserta dari kalangan masyarakat umum untuk Program beasiswa MBUS: 

  1. Sosialisasi dan pendaftaran mulai tanggal 1 Juli 2023 sampai dengan 25 Agustus 2023
  2. Seleksi pendaftaran pada mata kuliah yang dipilih peserta pada tanggal 26 Agustus 2023 sampai dengan 31 Agustus 2023
  3. Pengumuman peserta yang lolos pada mata kuliahnya melalui halaman wwww.icei.ac.id pada tanggal 1 September 2023
  4. Awal perkuliahan pada stiap mata kuliah pada tanggal 4 September 2023

Sumber : https://info.icei.ac.id

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Perancis mengikuti _École D’été Tourisme  Erasmus+

02 Aug 2023 • Humas UPI

Mahasiswa/i dengan dosen Program studi Pendidikan Bahasa Perancis Universitas Pendidikan Indonesia berpartisipasi dalam program Summer School Erasmus+ICM Tourisme tahun 2023 di Universiti Malaya, Malaysia selama  5 hari, 24-28 Juli 2023. Kegiatan ini diselenggarakan oleh French Division JBAE FBL UM yang berkolaborasi dengan Université Savoie Mont Blanc dan dihadiri oleh partisipan lainnya yaitu Universitas Negeri Jakarta, National University of Laos, dan Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Delegasi mahasiswa yang menjalani program ini adalah Istiqna Ahnaf Dewita, Dea Adella Yusuf, Ari Syaeful Rohman, Saffanah Ajrillah, dan Widaningsih ditemani oleh Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., selaku Dekan FPBS UPI serta Iim Siti Karimah M.Hum., selaku dosen pembimbing.

Keberangkatan dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur tanggal 23 Juli 2023 dilakukan secara bersama-sama.

Pertukaran budaya pada hari pertama masih berlanjut ketika sesi icip-icip makanan khas dari setiap negara, Indonesia membawa berbagai macam makanam khas seperti bandrek, keripik tempe, keripik basreng, dodol, sale pisang, bika ambon, dan lain-lain. Makanan tersebut dicoba oleh semua peserta Malaysia dan Laos, serta para dosen yang berasal dari Prancis.

Agenda hari pertama selesai setelah panitia program membagi kelompok peserta. Setiap kelompok adalah campuran delegasi dari berbagai universitas dan negara. Terdapat 5 kelompok yang setiap kelompoknya diisi mahasiswa/i Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan University National of Laos.

Jelajah budaya masih berlanjut pada hari ke-2 tanggal 25 Juli 2023 menuju pusat Kuala Lumpur. Peserta UPI bersama dengan seluruh peserta lainnya mendatangi Pasar Seni, Petaling street, dan diakhiri dengan mengunjungi Menara Kembar Petronas.

Program kuliah musim panas ini diawali oleh perkenalan masing-masing universitas dan negara. Kemudian pertukaran budaya, dimana para peserta memberikan penampilan yang mengesankan. Mahasiswa/i UPI menampilkan nyanyian yang berjudul “Bandung” karya Yura Yunita dengan diiringi tarian tradisional modern. Inti dari program ini adalah kuliah musim panas, dimana pengajar berasal langsung dari Prancis untuk menunjang pemahaman mahasiswa dan bekal dalam pelajaran mata kuliah peminatan Français sur l’objet Spesifique (FOS), khususnya mata kuliah Français du Tourisme.

Selama 3 hari tanggal 26-28 Juli 2023 mahasiswa/i membuat kerja tugas berbasis proyek dan tiap-tiap kelompok mempresentasikan proyeknya dengan teknik jeu de rôle, masing-masing anggota memegang peran sebagai direktur, manajemen pemasaran, dan lain-lain untuk memasarkan proyeknya kepada calon investor yakni juri. Juri terdiri dari kedua pengajar yaitu Florence Besson-Reynaud sebagai dosen English Tourism Hospitality Events dari Université Savoie Mont Blanc, Pierre Folliet sebagai direktur umum Cabinet Folliet dari IAE Lyon, kemudian ada juga Liyana Sarah Rafae Michel sebagai direktur dan manager operasi dari Bamboo Adventures Sdn Bhd, dan Anaïs Deschamps sebagai Kepala Departemen Pendidikan dari Kedutaan Besar Prancis di Malaysia. Akhir dari proyek ini adalah penyerahan sertifikat dan cinderamata menarik kepada seluruh peserta dan dosen pembimbing. Serta penyerahan cinderamata khusus dari mahasiswa/i UPI kepada pengajar.

Kegiatan summer school ditutup dengan “excursion”, mengunjungi salah satu kota bersejarah di Malayasia, yaitu Melaka. Selain menyuguhkan keindahan kota tua dengan bangunan yang kokoh, terdapat juga banyak museum dan beberapa kawasan yang dapat dikunjungi untuk mengenal lebih jauh sejarah mengenai kota Melaka. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari terakhir ini sangat positif bagi para mahasiswa/i, dikarenakan banyak sekali hal baru dan ilmu yang dapat dipelajari dari kota Melaka 
Bandaraya Bersejarah.

Setiap ada pertemuan pasti akan selalu ada perpisahan, begitu pula pada kegiatan summer school ini. Setelah berkegiatan selama 1 minggu, akhirnya mahasiswa/i perwakilan dari setiap negara kembali ke negara asal mereka masing-masing dengan membawa pengalaman yang sangat berharga (Kontributor Humas UPI)

Seminar dan Pelatihan : Optimalisasi Kapabilitas Berpikir Komputasional Berbasis Unplugged dalam Memaknai Kurikulum Merdeka

31 Jul 2023 • Humas UPI

Dengan adanya gelombang perubahan kurikulum yang terjadi di dunia pendidikan di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menurunkan beberapa strategi dalam mengkaitkan Cara Berpikir Komputasi atau Computational Thinking dalam pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan pada Kurikulum Merdeka. Untuk itu, Civitas akademika Departemen Pendidikan Ilmu Komputer, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merasa hal ini penting untuk ditunjang untuk melatih para guru di Indonesia khususnya di area Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka dalam konteks Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan PkM ini dibuka oleh Joko Setiyanto, M.Kom dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka dan Eddy Prasetyo Nugroho, MT selaku Ketua Peneliti dari Ilmu Komputer, FPMIPA UPI.

Dalam sambutan dari pihak UPI, Pak Eddy Prasetyo N, MT mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan keberlanjutan pelaksanaan dari kerja sama yang sudah terjalin antara FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia khususnya Departemen Pendidikan Ilmu Komputer dan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka. Dimana sebelumnya telah terselenggara Workshop dari Program Bebras  UPI yang dimotori oleh Prof. Lala Septem Riza, MT, dosen Departemen Pendidikan Ilmu Komputer. Hal demikian perlu ditingkatkan dengan kebutuhan implementasi berpikir komputasi para guru dalam menyongsong Kurikulum Merdeka ini di sekolah bila kondisinya tidak mempunyai sarana prasarana komputer yang memadai dalam pembelajaran sesuai bidang ilmunya. 

Pesan dari Dinas Pendidikan diwakili Pak Joko Setianto, M.Kom bahwa guru-guru dalam mengantisipasi perubahan kurikulum merdeka perlu adanya peningkatan kompetensi seperti halnya yang tersebut dalam Kompetensi 4C. Kita ketahui bahwa Kompetensi 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication) adalah kompetensi yang dianggap penting dalam era digital saat ini yang meliputi kemampuan untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, bekerja sama dengan orang lain, dan berkomunikasi dengan baik. Kompetensi 4C guru ini ditunjang pada kegiatan ini yang nantinya berdampak pada pembelajaran di Sekolah masing-masing. Untuk itu salah satu unsur daripada implementasi menghadapi perubahan kurikulum merdeka adalah bagaimana kita menerapkan Berpikir Komputasi pada pembelajaran di sekolah baik di taraf Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas. Walaupun sebenarnya dampak daripada Berpikir Komputasi  adalah memberikan menemukan solusi terhadap permasalahan berbagai bidang diantaranya dalam konteks pembelajaran ataupun dalam manajemen sekolah.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berlangsung pada tanggal 29 Juli 2023 di aula Dinas Pendidikan kabupaten Majalengka berupa Seminar dan Pelatihan dengan judul “ Optimalisasi Kapabilitas Berpikir Komputasional Berbasis Unplugged dalam Memaknai Kurikulum Merdeka”. Kegiatan ini  dihadiri oleh sekitar 50 guru dari level SD, SMP dan SMA/SMK dengan peran serta para pemateri dari dosen-dosen Program Studi Ilmu Komputer yaitu Dr. Asep Wahyudin, S. Kom.,MT, Eddy Prasetyo Nugroho, MT dan Ani Anisyah, MT dalam hal ini kita rumuskan beberapa materi untuk membantu berkelanjutan bagaimana implementasikan cara berpikir komputasi ini didasari dengan perubahan kurikulum merdeka ini terhadap pembelajaran di sekolah masing-masing khususnya dalam Computational Thinking (CT) Unplugged. 

Kegiatan Program 

Kegiatan PkM ini didukung oleh civitas akademika para dosen dan mahasiswa Departemen Pendidikan Ilmu Komputer , FPMIPA UPI dengan partisipasi kehadiran dalam kegiatan ini dan juga dalam pembuatan pemateriannya. Adapun pemeterian ini terdiri dari 3 pematerian yang terdiri dari pematerian pertama oleh Dr. Asep Wahyudin, S. Kom., MT. yang mengusung judul yaitu “Pemaknaan Kembali Konsep Kurikulum Merdeka pada Computatioanl Thinking “, pematerian kedua oleh Eddy Prasetyo Nugroho,MT dengan judul “Pengenalan Computational Thinking dalam Pembelajaran” dan pematerian ketiga oleh Ani Anisyah, MT dengan judul “Implementasi Computational Thinking Unplugged dalam Kurikulum Merdeka”.

Dr. Asep Wahyudin, S. Kom., MT. mengatakan datangnya Kurikulum Merdeka yang mempengaruhi budaya kegiatan pembelajaran di pendidikan kita tidak bisa dipungkiri, maka para Guru harus bisa menyesuaikan untuk beradaptasi dalam memaknai berinovasi dalam literasi digital khususnya dalam mengimplematasikan berpikir komputasi dalam kegiatan pembelajarannya.

Tahapan-tahapan Computational Thinking perlu dilebur dalam penyelesaian berbagai masalah disesuaikan dalam pembelajaran mata pelajaran masing-masing guru sehingga mendapatkan solusi yang efektif dan efisien. Hal ini oleh Eddy Prasetyo Nugroho  dirasa perlu untuk kreatif untuk berinovasi termasuk bagaimana bila di Sekolah dalam kondisi tidak tersedia sarana dan prasarana yang cukup maka diperlukan teknik CT Unplugged ini.

Peserta kegiatan ini diajak untuk mengeksplorasi bagaimana teknik implementasi CT Unpugged ini dengan contoh-contoh teknik unplugged dengan playdough, kartu, manik-manik, origami dan lain sebagainya dalam pembelajarannya oleh Ani Anisyah, MT. Hal ini dipertajam dengan mengajak peserta untuk berpartisipasi untuk mengulas karya mereka dalam mengimplementasi CT unplugged dalam bidang ajar mereka masing-masing berdasarkan video kiriman mereka saat kegiatan workshop bebras UPI sebelumnya yang terkait kegiatan ini. Dalam kegiatan ini terdapat 5 pembahasan dari para Guru terkait mapel IPA di SD dan SMP serta Mapel Jaringan Komputer di SMK.

Partisipasi Peserta Kegiatan

Kegiatan PKM ini mengundang 50 peserta yang dipilih berdasarkan kegiatan Workshop Bebras UPI yang terselenggara sebelumya di awal Januari 2023. Kegiatan ini Alhamdulillah terselenggara dengan baik melihat dari antusiasme peserta cukup tinggi dengan dilihat dari partisipasi peserta yang mencoba mengimplementasikan CT dalam pembelajaran pada tiap Mata Pelajaran yang diampu (dilihat dari penjelasan kegiatan ini dari kiriman Video para Guru saat workshop Bebras sebelumnya) dan kesan-pesan mereka bahwa pelatihan ini dirasa cukup baik untuk bisa diteruskan di dalam implementasi guru-guru di Sekolah (Kontributor Humas/

Dari para peserta Guru yang menyatakan kesan mereka dari kegiatan ini, yang menyatakan bahwa mereka merasa dan berterima kasih telah mendapatkan pengetahuan, wawasan dan peningkatan kompetensi untuk mengimplementasikan Computational Thinking secara umum dan khususnya teknik Unplugged dalam menyongsong kurikulum merdeka dari narasumber yang kompeten dibidangnya (Kontrubutor Humas UPI/Eddy Prasetyo N, MT)

Pencarian