English
Indonesia

Sukses Gelar Pelatihan Start Up Ekonomi Kreatif Batch 3, Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Tingkatkan Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Bidang 1 Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang Layak

25 Jul 2023 • Humas UPI

Up Inkubator UPI dibawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas sukses dan berhasil menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Start Up Ekonomi Kreatif Batch 3 dengan kategori Ekonomi Kreatif Berbasis Fashion dan Design. Kegiatan diselenggarakan pada Hari Jumat, 21 Juli 2023 sampai dengan Hari Sabtu, 22 Juli 2023 di Gedung Center of Excellence (COE) Lantai 4.

Asri Wibawa Sakti, S.Pd., M.Pd yang merupakan Dosen Program Studi Pendidikan Tata Busana pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) sekaligus ketua pelaksana pelatihan start up ekonomi kreatif batch 3 mengungkapkan bahwa pada pelatihan batch 3 ini menghadirkan kolaborasi para narasumber dosen dan praktisi yang memiliki kompetensi, keahlian dan pengalaman dibidang usaha yang dapat membantu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengembangan dan pendirian usaha.

Lebih lanjut menjelaskan bahwa narasumber pertama yaitu Dra. Katiah, M.Pd yang merupakan dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada Fakultas Pendidikan Teknologi Kejuaruan (FPTK) yang membahas materi star-up dan revolusi industri pada bidang fashion. Narasumber kedua yaitu Zakiah Pawitan, S.Ds., M.Ds yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Seni Rupa  pada Fakultas Pendidikan Seni dan Desain dengan membahas materi business model canvas untuk fashion on business idea.  

Pelatihan Start Up Ekonomi Kreatif Batch 3 juga melibatkan narasumber praktisi usaha yang memiliki kompetensi dan pengalaman usaha yaitu Mochamad Indra Yusuf Wahyudin yang merupakan Owner dan founder bidang fashion Koku Footwear serta Taufik Sanjaya selaku Direktur AJM Group yang bergerak dalam bidang jasa. Para narasumber praktisi usaha banyak berbagai strategi business model canvas, strategi digital marketing, tips sukses berwirausaha serta terlibat dalam penilaian, review dan feedback pada saat mahasiswa menyajikan presentasi usahanya. 

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas wirausaha mahasiswa merupakan program unggulan universitas untuk menumbukan kreatifitas, inovasi, motivasi mahasiswa dalam rangka meningkatan capaian indikator kinerja utama (IKU) Universitas Pendidikan Indonesia. Menurutnya kegiatan ini berdampak signifikan pada peningkatan capaian indikator kinerja utama (IKU) Universitas Pendidikan Indonesia khususnya untuk IKU bidang 1 yaitu lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak pada kriteria kewiraswastaan yaitu lulusan yang terdaftar sebagai pemilik perusahaan.

Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas Dr. Yadi Ruyadi, M.Si menjelaskan bahwa program kewirausahaan melalui Up Inkubator UPI dibawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan dikembangkan dalam bentuk pelatihan peningkatan kapasitas usaha mahasiswa, seleksi untuk mendapatkan profil usaha yang terbaik, pendanaan dalam rangka pengembangan usaha serta pendampingan usaha sampai pada pendirian usaha. 

Lebih lanjut menjelaskan bahwa Pelatihan Start Up Ekonomi Kreatif sudah berhasil 3 kali diselenggarakan dengan melibatkan peserta mahasiswa, dosen serta para praktisi wirausaha yang memiliki keahlian dibidang pengembangan usaha. Pada pelatihan batch 1 dengan kategori ekonomi kreatif berbasis kuliner. Pada pelatihan batch 2 dengan kategori ekonomi kreatif berbasis jasa serta untuk pelatihan batch 3 dengan kategori ekonomi kreatif berbasis fashion dan design. 

Pada setiap penyelenggaraan pelatihan Start Up Ekonomi Kreatif membahas berbagai materi yaitu design thinking for startup, problem solution, productmarket, dasar jasa dan ide bisnis, business model canvas untuk jasa, branding & packaging, promotion & marketing, penilaian, review dan feedback praktisi usaha mahasiswa (Yana Setiawan/Humas UPI)

UPI Selenggarakan Deklarasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2023

25 Jul 2023 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Deklarasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Fakultas, Sekolah Pascasarjana, dan Kampus UPI di Daerah pada Hari Selasa, 25 Juli 2023 di Gedung Achmad Sanusi (25/7/2023). Kegiatan dihadiri oleh para pimpinan unit kerja dilingkungan UPI serta undangan pimpinan berbagai instansi lembaga pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, serta pimpinan lembaga seperti Ombudsman, komisi informasi, komisi penyiaran, lembaga pemerintah lainya serta media massa. 

Sekretaris Universitas sekaligus penanggung jawab deklarasi Prof. Dr. H. Memen Kustiawan, SE., M.Si, AK, CA, MH menjelaskan bahwa secara responsif, Rektor UPI menugaskan pembangunan Zona Integritas kepada  para Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, dan para Direktur Kampus UPI di Daerah. Berbagai pepersiapan pembangunan Zona Integritas telah dilakukan baik oleh tim RB Universitas maupun oleh tim ZI Fakultas, SPs, dan Kampus UPI di Daerah. 

Menurutnya, kegiatan deklarasi ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan naskah deklarasi serta naskah fakta integritas oleh 13 unit kerja yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK), Fakultas Pendidkan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), Sekolah Pasacasarjana dan 5 kampus UPI di daerah yaitu UPI Kampus Tasikmalaya, UPI Kampus Serang, UPI Kampus Sumedang, UPI Kampus Purwakarta, UPI Kampus Cibiru. 

Lebih lanjut menjelaskan bahwa sebelumnya, pada tahun 2023 ini, 1 unit kerja Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2023 kembali lolos seleksi Inspektorat Jenderal selaku Tim Penilai Internal (TPI) untuk kedua kalinya dan diusulkan ke Kemenpan RB sebagai Tim Penilai Nasional (TPN) untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh TPN.

Pembangunan Zona Intergritas merupakan implementasi percepatan dari Reformasi Birokrasi. Sesuai dengan Peraturan MenPANRB Nomor 90 Tahun 2021 Tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan Surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemdikbud Ristek, Nomor 1170/E/OT.01.00/2022 tentang Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas PTN dan LLDikti. Yang salah satu poin nya adalah Bahwa dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas khususnya di lingkungan Dirjen Dikti, dimohon Rektor dan Kepala LLDikti untuk menugaskan Dekan pada Fakultas yang belum membangun Zona Integritas.  

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA menjelaskan bahwa  Zona Integritas (ZI) merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) harus memenuhi  persyaratan administrasi dan meraih nilai komponen yang telah ditentukan yaitu pada area manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Serta komponen hasil “Terwujudnya Pemerintah yang Bersih dan Bebas KKN” dengan  sub komponen Survei Persepsi Anti Korupsi dan sub komponen Persentasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP). 

Lebih lanjut menjelaskan bahwa beberapa alasan mengapa Pemerintah melakukan reformasi birokrasi dan UPI merasa perlu membangun Zona Integritas yaitu  (1) pikir (mind-set) dan budaya kerja (culture-set)  birokrasi belum sepenuhnya mendukung birokrasi yang profesional; (2) Kualitas pelayanan publik masih belum memenuhi harapan publik, Sistem pengawasan internal belum mampu berperan sebagai quality assurance; (3) Sistem monitoring, evaluasi, dan penilaianbelum dibangun dengan baik; (4) Praktik manajemen SDM Belum optimal meningkatkan profesionalisme; serta (5) Pelaksanaan program dan kegiatan belum sepenuhnya didasarkan atas prosedur yang baku dan terstandarisasi.

Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA mengungkapkan bahwa UPI melakukan Pembangunan Zona Integritas bertujuanmenciptakan birokrasi yang profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bebas dan bersih Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, mampu melayani publik, netral, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

Menurutnya, melalui Pembangunan Zona Integritas, indikator keberhasilannya akan diukur oleh birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien, dan birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas. Keberhasilan tersebut akan sangat ditentukan oleh (1) Komitmen pimpinan fakultas, sekolah Pascasarjana, dan kampus UPI di daerah; (2) Keterlibatan secara aktif seluruh elemen pegawai; dan (3) Pelaksanannya mengikuti ketentuan.

Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA mengharapkan agar pimpinan unit yang membangun zona integritas perlu memperhatikan secara sungguh-sungguh strategi percepatan pembangunan Zona Integritas melalui komitmen dari setiap level pimpinan yang diikuti oleh seluruh pegawai yang ada dalam unit kerja tersebut. Pimpinan harus memiliki peran untuk menularkan semangat dan visi terkait ZI pada unit kerjanya. Selanjutnya unit kerja yang berupaya menuju WBK/WBBM harus mampu menyediakan SDM yang kompeten, ramah, dan dapat dipercaya dalam memberikan pelayanan. Unit kerja juga perlu menyediakan berbagai fasilitas yang lebih baik dalam menunjang kemudahan pelayanan.

Selain itu unit kerja yang sedang membangun ZI harus mampu mengenali pengguna layanannya. Hal ini diperlukan agar program-program yang dibuat dapat langsung dirasakan manfaatnya dan memenuhi kebutuhan serta harapan masyarakat.Untuk memastikan bahwa program-program unit kerja yang sedang membangun ZI tetap berada pada jalurnya maka perlu pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Monev dapat dilakukan secara mandiri oleh unit kerja didampingi tim Asesor UPI. Langkah terakhir menetapkan strategi komunikasi untuk memastikan bahwa setiap aktivitas, perubahan dan inovasi pelayanan yang telah dilakukan oleh unit kerja yang membangun ZI diketahui dan dipahami masyarakat. 

Deklarasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menuju WBK yang diselengggarakan ini merupakan bagian penting dalam dua tahapan besar yang harus dilalui, yaitu tahapan pencanangan pembangunan (Deklarasi) pembangunan zona integritas dan pelaksanaan pembangunan zona integritas menuju WBK yang dilakukan oleh pimpinan dan seluruh atau sebagian besar pegawainya telah menandatangani dokumen fakta integritas. 

Tahapan selanjutnya yaitu pelaksanaan pembangunan Zona Integritas melalui proses pembangunan setiap area perubahan mulai dari penyusunan program perubahan, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, hingga pelaporan pembangunan. Pada tahap ini UPI memfokuskan perubahan pada enam area, yaitu: manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Keberhasilan pembangunan pada enam area tersebut diukur oleh hasil penilaian publik. Bagaimana persepsi publik tentang korupsi dan kepuasan atas layanan yang diterimanya  dari setiap unit kerja yang diajukan (Yana Setiawan/Humas UPI)er

Direktur AJM Group, Taufik Sanjaya Berbagi Strategi Business Model Canvas Pada Pelatihan Start Up Ekonomi Kreatif Batch 3 Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas

24 Jul 2023 • Humas UPI

Direktur AJM Group, Taufik Sanjaya berbagi strategi tentang business model canvas serta tips sukses wirausaha dalam kegiatan pelatihan start up ekonomi kreatif batch 3 kategori ekonomi kreatif berbasis fashion dan design pada hari kedua pelatihan, Sabtu 22 Juli 2023  di Gedung Center of Excellence (COE) Lantai 4 (22/5/2023).

Asri Wibawa Sakti, S.Pd., M.Pd yang merupakan Dosen Program Studi Pendidikan Tata Busana pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) sekaligus ketua pelaksana pelatihan start up ekonomi kreatif batch 3 mengungkapkan bahwa pada hari kedua pelaksanaan pelatihan ini menghadirkan narasumber praktisi usaha yang juga berperan untuk melakukan penilaian, review dan feedback pada saat mahasiswa presentasi usahanya.

Taufik Sanjaya menyampaikan kebanggaan dan kehormatan dapat berbagi serta bekerjasama dengan para mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dalam kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, salah satu tips menjadi wirausaha sukses dengan cara memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan pelangganya sehingga menjadi sebuah kebanggaan bagi perusahaan untuk merealisasikanya. Setiap acara yang telah dibuat perusahaan dilakukan oleh tenaga ahli dibidangnya sehingga membuat setiap segmen acara menjadi lebih berkesan.

Kepada para peserta pelatihan, Taufik Sanjaya berbagi strategi tentang pengembangan business model canvas (BMC) serta output Key Performance Identification pada perusahaan yang dimilikinya. Lebih lanjut menjelaskan bahwa AJM berdiri sejak 12 Mei 2016 berawal dari CV yang bergerak di bidang pengelolaan jasa kebersihan dan event organizer, AJM terus berkembang sampai tahun 2019 berubah menjadi PT. AJM Service Group dan memiliki anak perusahaan yaitu PT. Generasi Jabar Juara yang bergerak di bidang khusus Event Organizer sampai publikasi. 

Visi PT. AJM menjadikan setiap ide dan gagasan menjadi sebuah peluang untuk berekspresi serta menjadikan setiap peluang menjadi kesempatan untuk berkarya. Sedangkan misinya mendorong generasi muda untuk tetap produktif dan memiliki skill dan karakter agar dapat berkembang serta mendorong setiap kelompok atau profesi agar terus produktif dan berkolaborasi agar terus berkembang.

Para peserta pelatihan mendapatkan banyak pengalaman dalam mengembangkan business model canvas AJM Group dalam rangka meningkatkan daya saing perusahaanya. Aspek kunci yang dimiliki perusahaan AJM Group yaitu memamerkan karya designer, menampilkan catwalk serta menampilkan public speaking.  Pada aspek kunci partner, AJM Group melakukan Kerjasama kemitraan dengan melibatkan Supplier, Designer, MUA, FG, VG, LED, Lighting, Design graphics serta jasa lainya.

Untuk menjaga hubungan yang baik dengan pelangganya, AJM Group selalu memperhatikan dengan melayani kebutuhan produk tambahnya seperti libs service, goodiebag, dan hal lainnya untuk menjaga hubungan baik. Untuk strategi distribusinya melalui Kampanye / promosi, Ads serta paid promote. 

Segmen pelanggan yang disasar perusahaan yaitu remaja dengan usia 14-19 tahun, Model daerah, siswa/siswi dengan kriteria serta mahasiswa dengan kriteria. Sedangkan target PT. AJM yaitu berupaya membentuk karakter, pemberian skill, pemberdayaan serta menambahkan produktifitas agar setiap peserta bisa terus berkarya dan dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari. Saat ini, produk layanan perusahaan yang dikembangkan yaitu pertunjukkan dan event kreatif, meeting bagi setiap kegiatan perusahaan dan pemerintah, company dan family grahering serta exhibition dan atau pameran serta seni pertunjukkan yang diproduksi oleh kami dilakukan oleh tenaga ahli dan profesional dibidangnya.

Perusahaan mempertimbangkan berbagai struktur biaya seperti akomodasi, transportasi, jasa tenaga ahli, Sewa stage, lighting, LED, sound, konsumsi serta alat pendukung peserta serta revenue stream terdiri dari biaya karantina, biaya sewa baju, vote, paket pendamping serta biaya pelatihan (coaching). 

Pada akhir penyampaian materinya, Taufik Sanjaya menekankan tentang pertimbangan penentuan sejumlah valueproporsition perusahaan dikembangkan dengan menampilkan stage megah, menampilkan koreo pertunjukkan terbaik,show dengan busana yang menarik serta kesempurnaan penampilan model saat show. Strategi ini penting dilakukan agar perusahaan fokus dan memiliki nilai keunikan dan keunggulan bersaing (Yana Setiawan/Humas UPI)

Soft Launching Arjuna Bedas UPI Campus Cibiru untuk Kabupaten Bandung

24 Jul 2023 • Humas UPI

Senin, 24 Juli 2023, Tim Peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru yang beranggotakan Triana Lestari, S.Psi., M.Pd., Hendriyana, M.Kom, Agus Juhana, M.Kom bersama para mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Naura Latifah Jayadi, Azzhara Dewanti Galuh dan Farah Sabilla Febriani melakukan rilis terbatas untuk aplikasi rambu petunjuk bencana berbasis daerah di sekitar atau disebut ARJUNA BEDAS pada kegiatan bimbingan teknis keluarga tangguh bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Bandung di desa rancatungku kecamatan pameungpeuk Kabupaten Bandung.

Aplikasi ARJUNA dirancang sebagai media edukasi mitigasi bencana berbasis game ramah anak yang bermuatan ketahanan psikologi untuk mewujudkan keluarga tangguh bencana. Menurut Ketua Tim Peneliti, Triana Lestari, S.Psi., M.Pd. Literasi psikologis bencana didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk memahami diri dan menggunakan segenap potensi dan keterampilan yang dimiliki untuk mewujudkan kesejahteraan psikologis serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental diri melalui pemerolehan informasi terbaik kaitan mitigasi, persiapan, respon, dan pemulihan selama bencana. Kemampuan ini penting dimiliki oleh setiap orang tidak terkecuali anak-anak, karena pendidikan dan literasi yang rendah merupakan faktor-faktor yang berdampak negatif terhadap keselamatan selama dan setelah bencana.

Aplikasi ARJUNA dirancang agar anak belajar tentang mitigasi bencana melalui bermain dengan efektif dalam konteks formal, in formal atau non formal. Anak dapat mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, emosional, kreatif dan fisik melalui keterlibatan aktif dalam pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, melalui kegiatan ini, diharapkan anak dapat mencapai tingkat makna yang tinggi kaitan mitigasi bencana, sehingga memiliki ketahanan psikologis yang baik untuk dapat kembali pulih dari kondisi pasca bencana. 

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Direktur UPI Kampus Cibiru Prof. Dr. Asep Herry Hernawan, M.Pd, Menurutnya Hilirisasi kegiatan penelitian dan pendidikan pada implementasi kurikulum merdeka ini memberikan ruang bagi para akademisi untuk dapat berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan dunia industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu sekretaris BPBD Kabupaten Bandung Bapak Hendra Hidayat, S.Sos., M.Si bersama PLH Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Dr. Ir. Aceng Tisna Umaran, MP juga turut memberikan apresiasi, karena dengan kolaborasi dan kerja sama yang dijalin, pengembangan aplikasi ARJUNA ini dapat terlaksana sebagai bentuk bukti pengabdian civitas upi bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

Para peserta bimtek merasakan kebermanfaatan langsung dari adanya ARJUNA ini, selain menambah ilmu dan wawasan, menurut salah satu peserta  bimtek Ibu Heni yang merupakan kader PKK di desa rancatungku, aplikasi ini menarik bagi anak untuk menghilangkan kejenuhan belajar dengan model klasikal, namun perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut kaitan navigasi agar semakin menarik dan semakin meningkatkan rasa keingintahuan anak saat belajar mitigasi bencana melalui aplikasi ARJUNA (Kontributor Humas UPI/Riset Centre UPI Kampus Cibiru)

Owner Koku Footwear, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin Berbagi Pengalaman Strategi Digital Marketing Pada Pelatihan Start Up Ekonomi Kreatif Batch 3 Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas

24 Jul 2023 • Humas UPI

Owner dan founder Koku Footwear, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin berbagi pengalaman tentang pengembangan strategi digital marketing dan tips sukses wirausaha dalam kegiatan pelatihan start up ekonomi kreatif batch 3 kategori ekonomi kreatif berbasis fashion dan design pada hari kedua pelatihan, Sabtu 22 Juli 2023  di Gedung Center of Excellence (COE) di Lantai 4 (22/5/2023).

Asri Wibawa Sakti, S.Pd., M.Pd yang merupakan Dosen Program Studi Pendidikan Tata Busana pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) sekaligus ketua pelaksana pelatihan start up ekonomi kreatif batch 3 mengungkapkan bahwa pada hari kedua pelaksanaan pelatihan ini menghadirkan narasumber praktisi usaha yang juga berperan untuk melakukan penilaian, review dan feedback pada saat mahasiswa presentasi usahanya.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1) pada Program Studi Sastra Inggris Universitas Kristen Maranatha Tahun 2003 serta menyelesaikan pendidikan Magister (S2) pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia  Tahun 2007. Sejumlah prestasi diraihnya diantaranya peringkat 1 Winner of Brincubator 2023 dengan spesialisasi Men’s handmade shoemaking, Digital marketing strategistMeta/Facebook Advertising serta Content & Copywriting.

Pada kegiatan pelatihan, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin  berbagi pengalamanya dalam pengembangan produk Koku Footwear yang merupakan produk usaha bidang fashion  merek lokal yang menyediakan sepatu bot kulit buatan tangan untuk petualangan, off-road, dan pakaian kasual. Usaha yang dirintisnya berdiri sejak tahun 2010 dengan memiliki peningkatan omset rata-rata hingga 50 hingga 70% dalam setahun serta sedang dalam tahap meningkatkan skala bisnis.

Pada tahap awal merintis usaha, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin menghadapi sejumlah masalah diantaranya sulit menemukan sepatu kulit yang nyaman dan tahan lama dengan harga yang wajar, kurangnya distribusi sepatu kulit buatan tangan berkualitas baik yang terjangkau di kota-kota besar serta pergeseran tren penurunan kualitas sepatu kulit buatan tangan. 

Kepada para peserta pelatihan, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin  berbagi pengalaman dengan mengembangkan strategi yang dilakukan agar bertahan, terus tumbuh dan berkembang, Menurutnya, strategi dan cara yang dapat dilakukan diantaranya dengan  menyediakan berbagai macam produk sepatu kulit buatan tangan berkualitas baik dalam produksi massal, meningkatkan saluran distribusi ke kota-kota besa serta melestarikan tradisi teknik pembuatan sepatu buatan tangan Cibaduyut.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin menjelaskan tiga target pasar Koku Footwear yaitu 20% pria berusia 22-35 tahun yang menyukai kegiatan di luar ruangan seluruh Indonesia. 40% pria dan wanita berusia 18-55 tahun di seluruh Indonesia yang membutuhkan sepatu untuk acara-acara khusus seperti hadiah ulang tahun, hari jadi, dll. Serta 40% Pria, 18-55 tahun di seluruh Indonesia yang membutuhkan sepatu untuk kegiatan tertentu selain kegiatan outdoor, seperti kebutuhan untuk melengkapi fashion.

Dalam rangka memperluas jangkauan pasar pada era sekarang ini, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin mengembangkan strategi digital marketing yang sering digunakan seperti Facebook and Google Ads, SEO and Social Media Optimization, Marketplace Optimization (Tokopedia, Shopee & Lazada), TikTok Shop, Affiliate Marketing, Offline Marketing – User Experience, Getting customer at official outlet in Bandung serta Taking part in exhibitions.

Selain mendapatkan keuntungan, Koku Footwear memberikan dampak sosial yang didapatkan dari usahanya yaitu dengan meningkatkan kualitas sepatu kulit buatan tangan di Cibaduyut, meningkatkan kesejahteraan pengrajin sepatu kulit Cibaduyut serta regenerasi pengrajin sepatu kulit cibaduyut (Yana Setiawan/Humas UPI)

Pencarian