English
Indonesia

Seminar dan Konferensi Fakultas Ilmu Pendidikan-Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP) Seluruh Indonesia Sukses digelar, Prof. Dr. M. Sholehuddin, M.Pd., M.A, Raih Anugerah Tokoh Pendidikan Nasional

09 Jul 2023 • Humas UPI

Perhelatan akbar dua tahunan Fakultas Ilmu Pendidikan-Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP) seluruh Indonesia pada tahun 2023 ini dilaksanakan di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, mulai tanggal 5-7 Juli 2023. Panitia perhelatan kali ini adalah Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian FIP-JIP yaitu; lomba antar mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan yang dikenal dengan panca lomba, seminar dan konferensi Internasional tentang Ilmu Pendidikan, temu kolegial Program Studi, penganugrerahan tokoh pendidikan nasional, penghargaan atas dosen berpretasi nasional pada Fakultas Ilmu Pendidikan, dan penghargaan tenaga kependidikan berprestasi pada setiap Fakultas Ilmu Pendidikan di masing-masing Perguruan Tinggi peserta FIP-JIP.

Seminar dan Konferensi

Kegiatan Seminar dan Konferensi FIP-JIP mengusung tema Transformasi IImu Pendidikan sebagai Landasan Utama Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia Unggul. Hadir sebagai keynote speaker Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP.

Dalam orasinya Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP mengingatkan bahwa “pembangunan sumber daya manusia tidak akan pernah terlepas dari manajemen Talenta Nasional yaitu pendidikan. Menurutnya, pendidikan itu tujuannya membentuk karakter dan membangun keadaban. Perlu membentuk karakter yang kuat dalam mempersiapkan talenta-talenta muda kita”. Lebih lanjut disampaikan pula karakter yang perlu ditanamkan pada talenta muda adalah couriosity (rasa ingin tahu), integritas, etos kerja, dan gotong royong. 

Proses pendidikan dan pengembangan karakter talenta muda, terangnya, harus dilakukan sejak dini. Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi pendidikan non formal di lingkungan terkecil yakni keluarga juga sangat berperan besar mendidik dan mengembangkan talenta muda. etiap kita harus menjadi guru, harus menjadi suri tauladan dan menjadi contoh. Pembangunan talenta nasional harus dimulai sejalan dengan pembangunan karakter harus dimulai sejak kecil”.

Seminar dilanjutkan dengan menghadirkan nara sumber nasional dan internasional, yaitu; Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Achmad Dardiri, M.Hum akademisi Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Lynn Paine akademisi Michigan State University, USA, Prof. David Evans akademisi University of Sydney, Australia, Serta Prof. Kuo-Hung Huang akademisi National Chiayi University Taiwan. 

Penghargaan Tokoh Pendidikan

Perhelatan FIP-JIP Tahun 2023 juga menganugerahkan beberapa tokoh Nasional Sebagai Tokoh Pendidikan Nasional, salah satunya adalah Prof. Dr. Solehuddin, M.Pd., M.A. yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Pendidikan Indonesia. Selain sebagai Rektor UPI, Prof. Dr. Sholehuddin, M.Pd., M.A. juga merupakan Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh pendidikan, khususnya yang berasal dari Fakultas Ilmu  Pendidikan yang selama ini telah berkiprah dan memberikan kontribusi dalam membangun pendidikan di Indonesia. 

Panca Lomba

Keterlibatan kontingan FIP UPI dalam mengikuti lomba yang dilaksanakan dalam rangkaian FIP-JIP membuahkan hasil yang cukup membanggakan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan minat, bakat dan kreativitas mahasiswa serta bersaing dengan baik dan adil, meningkatkan keterampilan mahasiswa baik akademiks dan juga non akademis, Serta membentuk karakter mahasiswa yang unggul, kreatif, dan inovatif berkelanjutan sehingga bisa menciptakan SDM untuk Indonesia yang Unggul hingga tingkat nasional.  

Terdapat 7 cabang lomba dengan 8 prestasi yang diraih mahasiswa FIP UPI, yaitu (1) Juara 1 bidang lomba media pembelajaran digital yang diraih oleh Muhammad Agung As’ari beserta tim; (2) Juara harapan bidang lomba media pembelajaran digital yang diraih oleh Shera Sri Muanajah beserta tim; (3) Juara 2 bidang lomba media pembelajaran digital yang drain oleh Layyina Nabilah Septiyani, beserta tim; (3) Juara harapan 3 bidang lomba Mendongeng yang diraih Nur Fitria Ramadhani; (4) Juara harapan 2 bidang lomba photografi yang diraih Silvia Noviant; (5) Juara harapan 2 bidang bernyanyi keroncong yang diraih Rafa Ramaniya); (6) Juara harapan 1 bidang lomba bernyanyi pop yang diraih Ghina Fazriani Hasbullah), serta; ( 7) Juan harapan 2 bidang lomba cerpen yang diraih Raihana Rihil Miski. 

Tenaga Kependidikan Berprestasi

Sebagai  bagian dari support sistem dalam pendidikan yang diselanggarakan pada Lembaga pendidikan, FIP-JIP juga memberikan penghargaan kepada Tenaga Kependidikan Berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, kerja keras, komitmen dan kreativitas yang dilakukan pada Tenaga Kependidikan di masing-masing Perguruan Tinggi. Dari Fakultas Ilmu Pendidikan  Universitas Pendidikan Indonesia, terpilih Mudi Darmawan, S.Pd. sebagai Tenaga Kependidikan berprestasi yang selama ini bertugas pada Subbagian Umum dan SDM (Kontributor Humas UPI/Dr. Sardin, M.Si)

Kabar dari Perancis (1) : Pemberontakan Massal Para Pemuda Perancis

09 Jul 2023 • Humas UPI

Nenden Nurhayati Issartel (Koresponden, Perancis) & Tri Indri Hardini (Dosen, Universitas Pendidikan Indonesia)

Media massa di Perancis, bahkan di seluruh dunia, akhir-akhir ini banyak memberitakan tentang Nahel Merzouk, pemuda yang berasal dari keluarga imigran keturunan Aljazair yang berusia 17 tahun yang ditembak mati oleh seorang petugas polisi setelah dilakukan pemeriksaan di Nanterre (Hauts-de-Seine) pada hari Selasa 27 Juni 2023. Anak muda yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi ini mengendarai mobil Mercedes yang bukan miliknya dengan dua orang temannya yang melarikan diri dan keduanya kini sudah ditangkap dan diinterogasi kepolisian.

Pada saat kejadian, kemungkinan besar Nahel panik karena akhir pekan sebelumnya dia sudah ditangkap dan ditempatkan di tahanan polisi karena masalah yang lain, dan dia harus memenuhi panggilan baru untuk hadir di pengadilan remaja September mendatang.

Ternyata remaja tersebut memang sering bermasalah dengan polisi sejak tahun 2020 karena tindakan menyelundupkan barang curian dan pemberontakan terhadap polisi, bahkan pada bulan Februari 2022, dia terlibat dalam penggunaan pelat nomor palsu. 

Video mengenai penembakan ini tersebar dengan cepat di media sosial, dan Inspektorat Jenderal Polisi Nasional (IGPN : l’Inspection Générale de la Police Nationale, dinas dengan yurisdiksi nasional yang bertanggung jawab untuk memantau Direktorat dan Dinas Direktorat Jenderal Kepolisian Nasional) langsung bergerak juga atas aduan keluarga tentang tindakan polisi ini. Petugas polisi ini langsung ditahan dengan dakwaan pembunuhan yang disengaja. Alasan bahwa Nahel dalam keadaan mabuk dan atau terpengaruh oleh narkotika ternyata tidak terbukti karena Pengadilan Nanterre membuktikan bahwa hasil otopsi dan pemeriksaan terbukti  hasilnya negatif.

Polisi mengaku penembakan itu dilakukan tanpa sengaja karena Nahel menolak mematikan mobilnya dan menyerahkan diri dan bahkan Nahel malah menerobos dan menginjak pedal mobil untuk kabur. Kedua saksi yang merupakan dua penumpang mobil Nahel menyatakan bahwa polisi yang mencoba memberhentikan mereka meneriakkan kata-kata rasis. Hal ini yang membuat masyarakat dunia menjadi marah, terutama orang-orang di Aljazair dan di Turki. Mereka menuduh Perancis adalah negara yang rasis.

Atas kejadian ini, reaksi masyarakat Perancis terbagi dua : kelompok pertama adalah kelompok politik Sosialis dan Komunis yang mengecam polisi dan menganggap seluruh badan kepolisian rasis sedang kelompok liberal menganggap kemudahan di Imigrasi Perancis adalah salah satu penyebab ketidakamanan di negara ini. Kubu Presiden Macron yang berada di tengah (tidak sosialis, tidak pula liberal) tidak tegas menentukan sikapnya, namun Presiden Perancis Emanuel Macron menganggap  penembakan Nahel ini “tidak dapat dijelaskan” dan “tidak dapat dimaafkan”.

Nahel telah dimakamkan Sabtu 1 Juli 2023 ini di alun-alun Muslim pemakaman Mont Valérien. Doa pemakaman berlangsung pada pukul 13.30 di Masjid Ibn-Badis di Nanterre di hadapan Jemaah yang sangat banyak dan bahkan masjid ini tidak bisa menampung semua yang hadir. Rangkaian prosesi pemakaman berlangsung dengan tenang dan khidmat, diiringi mobil, sepeda motor dan orang-orang yang berjalan kaki, menemani almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya dalam ketenangan.

Kematian Nahel di tangan polisi ini menjadi titik yang meledakkan kemarahan pemuda dan juga bahkan anak-anak di bawah umur (antara usia 10-16 tahun) dengan menghancurkan infrastruktur yang ada di kota tempat tinggal mereka. Dua kota besar yang paling terdampak oleh huru-hara ini adalah Marseilles dan Lyon dan beberapa kota pinggiran Paris seperti Nanterre, Creteil, dan Saint-Denis.

Untuk menghadapi kerusuhan ini, lebih dari 2000 orang polisi dikerahkan. Masalahnya di Perancis hak asasi manusia sangat dijunjung tinggi lebih-lebih jika menyangkut anak-anak di bawah umur legal dewasa (18 tahun). Kebanyakan perusuh ini adalah anak-anak imigran yang situasi sosialnya rendah. Kekerasan anak-anak muda ini dianggap tidak ada hubungan dengan kematian Nahel karena kebanyakan dari mereka bukan hanya merusak tetapi juga merampok, dan Pemerintah Perancis lebih cenderung menganggap pemuda ini merusak untuk memberontak dan bermaksud menghukum orang tua anak-anak perusak itu dengan tidak memberi santunan sosial bulanan.

Kementerian Dalam Negeri Perancis menghitung akibat dari kerusuhan setelah seminggu kekerasan, tercatat lebih dari 2.508 bangunan rusak dan 60% dari mereka yang ditangkap ternyata tidak memiliki catatan kriminal. Di Paris, ternyata kerusakannya cukup banyak dan bahkan terjadi pembakaran dan penghancuran mobil polisi maupun sipil.  Selama sidang di hadapan Komisi Hukum Senat, Gérald Darmanin, Menteri Dalam Negeri Perancis ini mengatakan bahwa di antara bangunan yang terkena dampak ada 105 balai kota dan 168 sekolah di seluruh Perancis. Dari hasil perhitungan kehancuran bangunan ini, Darmanin menyatakan bahwa situasi saat ini lebih tenang walaupun tetap ada dalam pemantauan.

Sejak awal kerusuhan di Prancis, menurut Kementerian Kehakiman, tercatat 3.625 tahanan polisi, termasuk 1.124 anak di bawah umur dan sudah 990 kasus dibawa ke hadapan pengadilan, termasuk 480 kasus yang diadili langsung,  dan sejauh ini, 380 penahanan telah dijatuhkan. Sementara Polisi yang menembak Nahel masih dirahasiakan identitasnya dan ditahan untuk diajukan ke pengadilan dan didengar versi kesaksiannya.

Beberapa saat sebelumnya, Kepala Kepolisian Paris, Laurent Nuñez mengatakan bahwa “jelas kematian ini tidak normal jika terjadi saat pemeriksaan lalu lintas”. Penyelidikan untuk pembunuhan ini direncanakan akan dilakukan terbuka. Tuntutan kejujuran dalam penyelidikan digulirkan oleh semua kalangan, termasuk Menteri Dalam Negeri. “Kami ingin, di lingkungan kementerian dan polisi nasional, menjunjung tinggi kebenaran dan menghormati proses pengadilan,” jelas Gérald Darmanin. “Kami akan mengambil keputusan administratif untuk memecat polisi tersebut jika tuduhan terhadapnya ternyata benar. Keadilan harus diterapkan, kebenaran harus ditegakkan untuk semua orang, keluarga, polisi, tidak ada perkecualian,” kata Darmanin.

Bagaimana sejumlah besar anak muda ini bisa termobilisasi secara massal dalam menghancurkan kota?

“Orang-orang muda ini menggunakan jaringan sosial seperti Snapchat dengan alasan pengguna Snapchat sulit untuk terlihat oleh orang dewasa: Akunnya bisa anonim, dan isinya hanya dapat diakses di antara teman-teman, dengan sirkuit tertutup”.

Mereka meninggalkan rumah di jam-jam tidur, di tengah malam sampai pukul 4 subuh, dan mereka menggunakan segala alat yang bisa dipakai untuk memecahkan dan menghancurkan segala yang menghalanginya termasuk melukai polisi yang mencoba mencegahnya.  

Setelah investigasi  yang mendalam, di bawah naungan Kantor Pusat untuk Memerangi Kejahatan, di badan Teknologi Informasi dan Komunikasi, polisi Haute-Savoie menangkap seorang pedagang kembang api yang tinggal di kota Cluses pada hari Selasa, 4 Juli di rumahnya. 

Pedagang ini terlibat dalam penjualan kembang api dan mercon secara tidak resmi dengan menggunakan media sosial, termasuk TikTok dan Snapchat, dengan nama “mortir”74 dan diduga pembelinya adalah anak-anak muda yang menghancurkan kota.

Kerusuhan ini telah meninggalkan kehancuran dan kerugian ekonomi yang cukup besar. Menurut perkiraan awal dari MEDEF (Mouvement des Entreprises de France, Movement of the Enterprises of France) biaya kerusakan mencapai lebih dari satu miliar Euro di seluruh Perancis dan 20 juta Euro hanya untuk memperbaiki daerah Kota Paris. Namun Menteri Ekonomi dan Bendahara Negara Perancis, Bruno Lemaire berkomitmen untuk memperbaiki kehancuran ini, bahkan pemerintah memberikan bantuan bagi para pedagang yang tokonya hancur karena peristiwa ini.

Kerusakan yang terjadi tidak terbatas pada barang-barang material. Tentu saja citra Perancis juga ternodai oleh video kerusuhan yang telah beredar di seluruh dunia. Hal ini tentu berdampak negatif pada sektor pariwisata, yang merupakan salah satu sektor terpenting dalam perekonomian Perancis.

Raih Juara Harapan Divisi Microteaching Digital LIDM 2023, Tim Smart Duash Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI  Simulasikan Game Edukasi Berbasis Website Scratch

07 Jul 2023 • Humas UPI

Sebanyak 4 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia meraih juara harapan pada fina Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Tahun 2023 pada Divisi Microteaching Digital. Tim  mahasiswa mengikuti seleksi tahap final pada  Hari Rabu 5 Juli 2023 sampai Kamis 6 Juli  2023 di ruangan Microteaching B Lantai 6 FPTK (5/7/2023). 

Tim Smart Duash terdiri dari ketua, Galvin Eka Nurullah, dan anggota tim, Razif Afdan dan Muhammad Hasbi Sabilulhaq, yang berasal dari Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia serta Bapak Jajang Kusnendar, S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing.

Pada Divisi Microteaching Digital Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Tahun 2023, tim “Smart Duash” dari Universitas Pendidikan Indonesia telah menunjukkan persiapan dan strategi yang matang. Jajang Kusnendar, S.T., M.T., selaku pembimbing divisi 5 Microteaching Digital, menjelaskan bahwa persiapan tidak dapat dilakukan secara instan. Sebagai pembimbing, beliau telah membiasakan contoh pembelajaran yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini mencakup memberikan simulasi pengajaran yang efektif dan peran media yang penting. Dalam persiapan untuk lomba, tim “Smart Duash” telah memahami pola pengajaran yang baik dan benar di lapangan. Dalam lomba, mereka fokus pada penyesuaian dengan persyaratan seperti penggunaan media dan durasi waktu yang ditentukan, yang merupakan bagian penting dalam kriteria penilaian. Pembimbing juga melakukan upaya untuk memotivasi anggota tim.

Mereka telah menciptakan sebuah proyek microteaching digital yang mengimplementasikan digitalisasi atau teknologi digital dalam pembelajaran. Inovasi mereka tidak hanya terbatas pada teknologi digital, tetapi juga merancang tujuan pembelajaran, mengatur alur pembelajaran, dan menerapkan keterampilan abad 21 atau 4C, yang sedang populer. Dalam microteaching ini, mereka menggunakan media digital sebagai sarana pemahaman bagi peserta didik. Tim “Smart Duash” menciptakan sebuah game edukasi berbasis website Scratch yang memfasilitasi simulasi permainan yang relevan dengan materi pembelajaran, sambil tetap memperhatikan daya tarik media tersebut.

Tim Smart Duash termotivasi oleh peluang untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berani mengambil langkah dan mencari pengalaman. Partisipasi mereka dalam lomba ini tidak hanya untuk meraih gelar juara, tetapi juga untuk berinovasi demi Indonesia dan menjadi contoh bagi generasi penerus bangsa. Tim Smart Duash telah mempersiapkan diri sejak 2 bulan sebelum pelaksanaan LIDM, dengan menyusun strategi, mencari teman dengan visi yang sama, dan melakukan diskusi untuk membagi tugas seperti penyusunan RPP, pembuatan media, dan menyusun ATP. Selain itu, mereka juga mencari dosen pembimbing untuk mendapatkan bimbingan dan melakukan konsultasi terkait proyek yang telah mereka buat, guna memperbaiki dan menyempurnakannya.

Merujuk Panduan LIDM Tahun 2023, perlombaan pada DivisiMicroteaching Digital diarahkan pada peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa yang dapat mengintegrasikan aspek-aspek keterampilan mengajar, melalui penerapan teknologi digital dalam bentuk microteaching.  Lingkup divisi ini meliputi Pembelajaran mikro klasikal untuk pendidikan formal dan non formal. Pada lingkup divisi ini meliputi Pembelajaran mikro klasikal untuk pendidikan formal di semua satuan pendidikan dan atau Pendidikan tinggi. Pada lingkup pembelajaran mikro klasikal untuk pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat serta satuan pendidikan yang sejenis serta Pembelajaran klasik untuk pendidikan berkebutuhan khusus.

Penulis : Andriyan Fermana Putra, Dian Meila Safitri, Bernico Bisma Fradisa

Editor : Yana Setiawan/Humas UPI

Raih Juara 2 Divisi Video Digital Pendidikan LIDM  2023, Tim EGGDUCATION  UPI Kampus Cibiru Presentasikan Video Strategi Pemecahan Masalah Pengangguran

07 Jul 2023 • Humas UPI

Sebanyak 4 orang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru meraih juara 2 Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Tahun 2023 pada Divisi Video Digital Pendidikan. Tim  mahasiswa mengikuti seleksi tahap final pada  Hari Rabu 5 Juli 2023 sampai Kamis 6 Juli  2023 di ruangan Microteaching A Lantai 6 Gedung FPTK UPI (5/7/2023).

Tim EGGDUCATION terdiri dari 4 orang yang diketuai oleh  Ismail Rozak Bintang Putra  dari Program Studi Pendidikan Multimedia Kampus Cibiru dan beranggotakan, Anata Bintang Hikaru, Nadhifa Ramadhan Syahputra, Fikri Fauzi serta pembimbing  Ayung Candra Padmasari, S.Pd., M.T 

Ketua tim, Ismail Rozak Bintang Putra, menyampaikan bahwa motivasi mereka untuk mengikuti lomba ini datang dari kesuksesan tim sebelumnya yang pernah meraih gelar juara. Keberhasilan tersebut menjadi sumber inspirasi dan semangat bagi mereka untuk mengikuti lomba ini. Selain itu, mereka juga ingin mencari pengalaman berharga yang dianggap sebagai hal yang paling penting dalam perjalanan mereka. “Selain motivasi dari keberhasilan tim sebelumnya, kami ingin mencari pengalaman yang berarti bagi kami. Ajang Lomba Video Digital Pendidikan ini memiliki reputasi yang bergengsi di tingkat nasional,” kata Ismail.

Tim EGGDUCATION telah merumuskan strategi yang matang untuk memaksimalkan potensi mereka dalam lomba ini. Mereka fokus pada penggunaan alat-alat dan produksi video yang ada. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan ide cerita yang relevan dengan tema yang diangkat, yaitu “Pengangguran Sarjana.” Mereka berharap mampu memberikan kontribusi positif dalam mengatasi masalah ini di Indonesia.

“Fokus kami adalah pada hari produksi, di mana kami akan menyesuaikan diri dengan situasi dan melakukan yang terbaik. Kami ingin menghadirkan video yang menarik dan bermakna bagi penonton,” tambah Ismail.

Meskipun ini adalah pengalaman pertama mereka dalam mengikuti perlombaan video, tim EGGDUCATION tetap optimis. Meskipun persiapan yang mereka lakukan dari tahap pra produksi hingga pasca produksi hanya dilakukan dalam waktu tujuh hari, mereka bersemangat dan berharap bisa meraih kemenangan.

“Kami sangat optimis dan berharap dapat meraih kemenangan. Sebagai tuan rumah, kami ingin membanggakan Universitas Pendidikan Indonesia dan yakin bahwa kami bisa menjadi juara umum dan juara satu,” ujar Ismail penuh keyakinan.

Video digital Pendidikan digital yang diciptakan sesuai dengan standar teknis termasuk penciptaan video lebih menekankan pada kreativitas pencipta untuk menyampaikan pesan yang terkandung dalam video agar dapat dicerna oleh audien sehingga audiens tergugah untuk beraksi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tim EGGDUCATION berharap dapat menghasilkan karya yang menginspirasi dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan pengangguran sarjana di Indonesia 

Merujuk Panduan LIDM Tahun 2023, lomba pada Divisi Video Digital Pendidikan ini diarahkan untuk mengembangkan media/sarana pendidikan bagi masyarakat dalam mendukung pemecahan masalah-masalah terkini yang dipecahkan melalui pendekatan pendidikan. Lingkup divisi ini terdiri dari  Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Pemecahan masalah terkait isu-isu pendidikan terkini serta Media promosi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dari perubahan iklim (climate change) melalui pendidikan. 

Penulis : Andriyan Fermana Putra, Dian Meila Safitri, Bernico Bisma Fradisa

Editor : Yana Setiawan/Humas UPI

Raih Juara 1 Divisi Inovasi Teknologi Digital LIDM 2023, Tim Txt Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI Ciptakan Aplikasi Mempermudah Masyarakat Untuk Membaca

07 Jul 2023 • Humas UPI

Sebanyak 3 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahun Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia meraih juara 1 Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Tahun 2023 pada Divisi Inovasi Teknologi Digital. Tim  mahasiswa mengikuti seleksi tahap final pada Hari Rabu 5 Juli 2023 sampai dengan Kamis 6 Juli  2023 di ruangan Smart Class Lantai 3 Gedung FPTK UPI (5/7/2023). 

Tim Txt terdiri dari 3 orang yang diketuai oleh Nugraha Adiputra dan beranggotakan Galih Lazuardi Nursyahbana, Wendi Kardian, Mohammad Guntur Nugraha serta dibimbing oleh dosen Bapak Erlangga, S.Kom, M.T. Tim Txt mengembangkan inovasi OPENLIT dalam bentuk Aplikasi yang dapat mempermudah masyarakat untuk membaca dimanapun dan kapanpun. 

Erlangga, S.Kom, M.T yang merupakan Dosen Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI sekaligus pembimbing tim, menjelaskan bahwa strategi tim Txt berhasil menjadi finalis dengan melakukan bimbingan secara insentif dan mengumpulkan ide dari mahasiswa serta memfasilitasi dan mengkoreksi konten yang disampaikan oleh tim. Setelah itu, tim  selalu mendapatkan gambaran bahwa mereka telah lolos ke babak final. Selanjutnya, mereka terus melakukan pembinaan dengan mengevaluasi prototipe produk dan melakukan simulasi.

Tim Txt berharap bahwa karyanya memberikan bermanfaat tidak hanya setelah mengikuti lomba, tetapi juga bagi orang-orang yang membutuhkan atau pengguna lainnya. Mereka ingin karyanya dapat berlanjut dan memberikan manfaat yang luas. Sebagai tuan rumah LIDM, Tim Txt tetap optimis mengikuti lomba, meskipun mereka memiliki pengalaman yang terbatas. 

Inovasi yang dikembangkan oleh Tim Txt adalah Openlit yang merupakan sebuah website berbasis aktivitas intelijen yang menyediakan literatur terkategori sebagai sarana pengawasan untuk meningkatkan motivasi membaca masyarakat Indonesia. Tim ini sangat berharap bahwa Openlit dapat mempermudah masyarakat Indonesia untuk membaca di mana pun dan kapan pun.

Proses persiapan Tim Txt mengikuti lomba memakan waktu sekitar 2 bulan, mulai dari mencari ide hingga membuat video dan desain sistem. Bagi tim ini, persiapan yang paling rumit adalah mencari ide awal dan mengembangkannya. Oleh karena itu, semua tim melakukan riset dan konsultasi dengan dosen pembimbing. Tim Txt dari Universitas Pendidikan Indonesia telah menunjukkan dedikasi dan semangat dalam mengembangkan inovasi digital. Tim Txt berharap dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Indonesia.

Merujuk Panduan LIDM Tahun 2023, lomba pada Divisi Inovasi Teknologi Digital ditujukan membantu para pendidik dalam melakukan tugas-tugas administratif, pengelolaan pembelajaran jarak jauh (distance learning). Selain itu perlombaan pada divisi ini diarahkan melakukan  pengembangan inovasi teknologi digital pendidikan pada sistem dan teknologi informasi manajemen dan administrasi pendidikan serta inovasi sistem dan teknologi informasi dalam pembelajaran klasikal.

Penulis : Andriyan Fermana Putra, Dian Meila Safitri, Bernico Bisma Fradisa

Editor : Yana Setiawan/Humas UPI

Pencarian