English
Indonesia

Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Tahun 2023  Sebagai Media Inovasi Teknologi dalam Pengembangan Talenta Nasional Bidang Pendidikan untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia 

04 Jul 2023 • Humas UPI

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A sekaligus pengarah LIDM Tahun 2023 UPI, berbangga dan menyambut baik atas kepercayaan dan penugasan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia kepada Universitas Pendidikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan  Lomba Inovasi Digital Mahasiswa Tingkat Nasional Ke-4 Tahun 2023 (4/7/2023). 

Menurutnya kegiatan final LIDM-04/2023 tingkat nasional diselenggarakan tanggal 4 Juli 2023 sampai dengan 6 Juli 2023 diikuti oleh 100 kelompok peserta dari 48 perguruan tinggi di Indonesia yang telah diseleksi dari 1.356 kelompok dari 234 perguruan tinggi di Indonesia. Lebih lanjut menjelaskan bahwa jumlah peserta yang hadir pada saat laga final di Universitas Pendidikan Indonesia dihadiri 362 mahasiswa, 90 dosen pembimbing, serta 18 juri untuk 5 divisi kompetisi lomba serta panitia lainya. Ketua Pelaksana LIDM Tahun 2023 Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd sekaligus Dekan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia menjelaskan bahwa dalam rangka memeriahkan kegiatan LIDM 2023, Universitas Pendidikan Indonesia juga menyajikan kegiatan Inovest karya mahasiswa FPSD yang merupakan kegiatan pendukung LIDM sebagai persembahan bagi para peserta LIDM Tahun 2023.  

Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Asep Sukmayadi, S.IP, M.Si menjelaskan bahwa BPTI merupakanunit pelaksana yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek yang bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Prestasi Nasional yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan talenta peserta didik.  

Lebih lanjut menjelaskan bahwa BPTI memiliki fungsi dalam penyusunan program pengembangan talenta peserta didik, pelaksanaan pemetaan talenta peserta didik, pelaksanaan asesmen talenta peserta didik, pelaksanaan ajang talenta peserta didik, pelaksanaan pelatihan didik, pengembangan talenta peserta, pelaksanaan pelatihan pengembangan kapasitas pemandu talenta, pengelolaan data dan informasi talenta peserta didik, pelaksanaan kemitraan pengembangan talenta peserta didik, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan talenta peserta didik dan pelaksanaan urusan tata usaha Balai.

Menurutnya, peran BPTI dalam LIDM ini dalam rangka mempertahankan serta melakukan pengembangan talenta nasional dalam bidang manajemen pendidikan. Tantangan pendidikan masa depan yang mengalami disrupsi, transformasi serta digitalisasi berimplikasi pada teknologi, pedagogi, organisasional serta penyiapan sumber daya manusia dalam pendidikan.   

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA menjelaskan LIDM ini dalam rangka unjuk kemampuan bagi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pada bidang pendidikan dan pembelajaran untuk mendukung kemajuan pendidikan Indonesia seiring perkembangan zaman yang dituntut untuk kreatif. Para mahasiswadituntut untuk bisa bertranformasi dimasa depan yang bukan hanya dapat memperhatikan tren tetapi menjadi kebutuhan masa depan. Menurutnya, memperbaiki pendidikan ini tidak bisa parsial, tetapi harus komprehensif, dimuali dari awal calon mahasiswa serta mahasiswa sebagai calon guru harus diminati oleh yang bertalenta. 

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng selaku Plt Dirjen Dikti Kemdikbudristek menjelaskan bahwa dunia pendidikan kita sekarang kita dihadapkan pada perkembangan  Artificial intelligence atau AI dan ChatGPT yang membuka satu tahap baru didalam pengenbangan teknologi digital. Saat ini dan kedepan Artificial intelligence  semakin matang dan akan selalu terakselerasi dalam perkembangan teknologinya.

Dengan kemapuan komputer yang berkembang, kemampuan Artificial intelligence ini semakin meningkat. Berdasarkan hal tersebut melalui kegiatan LIDM ini diharapkan kita bisa menguasai dan bekontribusi dalam perkembangan  teknologi digital.  Menurutnya, peluang dalam pengembangan teknologi digital sangat luas dan merupakan lahan ekonomi masa depan. Para mahasiswa peserta LIDM diharapkan agar terus berinovasi serta berkontribuai dalam penggunaan dan pencipatan teknologi untuk kemajuan pendidikan Indonesia sehingga berdampak nbagi masyarakat luas. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A menjelaskan bahwa merujuk pada Panduan LIDM yang dipublikasikan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia, pelaksanaan LIDM Tahun 2023 diawali dengan peluncuran informasi LIDM-04/2023 pada tanggal 10 Maret 2023. Dilanjutkan dengan sosialiasi, pendaftaran perguruan tinggi peserta, pengiriman proposal untuk seleksi internal perguruan tinggi dimulai pada tanggal 15 Maret 2023 sampai dengan 12 April 2023. Seleksi dilakukan dalam 3 tahapan yaitu seleksi tingkat internal perguruan tinggi, seleksi nasional dan seleksi final.

Lebih lanjut menjelaskan bahwa tahapan Pendaftaran Perguruan Tinggi dan Tim Peserta dimulai dengan Pendaftaran Kepesertaan Perguruan Tinggi yang dilakukan secara daring melalui aplikasi pendaftaran pada laman https://daftar-bpti.kemdikbud.go.id/ untuk mendapatkan akun Perguruan Tinggi. Pendaftaran dingkapi Surat Pengantar Perguruan Tinggi ditandatangani oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang  Kemahasiswaan diunggah ke aplikasi pendaftaran.  Pada Seleksi Internal Perguruan Tinggi dilaksanakan oleh masing- masing perguruan tinggi pada 15- Maret sampai dengan 11 April 2023. Tim peserta mengikuti seleksi internal tingkat perguruan tinggi dan mengisi profil tim peserta dan mengunggah proposal/naskah akademik penyusunan karya tim peserta di laman https://lidm.kemdikbud.go.id. Setelah proses seleksi diinternal perguruan tinggi selesai, perguruan tinggi melakukan Pendaftaran dan pengiriman proposal untuk Seleksi Nasional pada tanggal 15 Maret sampai dengan  12 April 2023. 

Pada tahapan Seleksi dan penjurian tingkat nasional,  seleksi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi pendaftaran pada laman https://lidm.kemdikbud.go.id pada tanggal 12 April sampai dengan  7 Mei 2023. Jumlah maksimal tim peserta secara keseluruhan dan jumlah maksimal tim peserta untuk tiap divisi sesuai dengan klaster LIDM masing- masing perguruan tinggi. Proposal dan karya tiap divisi yang diunggah oleh perguruan tinggi peserta adalah proposal atau karya yang telah direvisi hasil seleksi internal perguruan tinggi. Selanjutnya Panitia seleksi mengumumkan Finalis LIDM-04/2023 pada tanggal 9 Mei 2023.  

Pada tahapan seleksi pada babak final, tim Tim Peserta melakukan pendaftaran babak final secara daring melalui aplikasi pendaftaran Babak Final pada laman https://lidm.kemdikbud.go.id setelah Pengumuman Hasil Babak Seleksi Nasional dengan mengunggah Pengantar Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan untuk kepesertaan pada Babak Final. Setiap karya para Persyaratan finalis dilengkapi hasil uji periksa similaritas (Turnitin, iThenticate, lainnya) serta telah didaftarkan Hak Cipta (HKI). Seluruh tim peserta babak final melakukan penyelesaian karya babak final pada tanggal 9 Mei sampai dengan 20 Juni 2023 kemudian dilanjutkan dengan Pendaftaran Peserta Babak Final pada tanggal 21 sampai dengan 27 Juni 2023. Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A mengungkapkan tahapan terakhir pelaksanaan lomba inovasi digital mahasiswa (LIDM) ini diselenggarakan selama 3 hadi kedepan dimulai pada tanggal 4 Juli 2023 sampai dengan 6 Juli 2023 (Yana Setiawan/Humas UPI)

Dosen Sekolah Pascasarjana UPI dan Nanzan University Berkolaborasi dalam Penelitian Implementasi Buku Cerita Rakyat Indonesia-Jepang untuk Pembelajaran BIPA

03 Jul 2023 • Humas UPI

UPI, NANZAN-JEPANG – Tim peneliti dari Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, yakni Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., Dr. Halimah, M,Pd., Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd. berkolaborasi dengan Prof. Dr. Mikihiro Moriyama dari Nanzan University dalam penelitian yang berjudul “Implementation and Evaluation of Indonesian-Japanese Folklore Books through Cross-Cultural Understanding Learning Model”. Selain dosen, dua orang mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan BIPA, Pitra Ramadhani dan Vania Maherani juga menjadi bagian dalam penelitian. Ada pula satu orang pegiat BIPA mandiri yang tergabung sebagai tim peneliti, Dewi Prajnaparamitha A, M.Pd.

Sastra sebagai artefak budaya dan kekayaan bangsa Indonesia, termasuk cerita rakyat dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar BIPA. Kemiripan cerita rakyat Indonesia dengan cerita rakyat Jepang dapat dibandingkan dan dijadikan sebagai sarana pemahaman silang budaya dalam pembelajaran BIPA. Penelitian tersebut dilaksanakan untuk menggali respons mahasiswa BIPA dengan uji coba terbatas buku pengayaan menggunakan pendekatan lintas budaya.

Hasil penelitian menjadi acuan dalam perbaikan buku pengayaan sebelum diterbitkan dan siap untuk diedarkan secara lebih luas. Subjek dalam penelitian tersebut adalah satu kelas mahasiswa pemelajar BIPA di jurusan Asian Studies, Faculty of Global Liberal Studies yang berjumlah tujuh orang. Ketujuh orang mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang mempelajari Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat menengah-lanjut di Nanzan University.

Penelitian tersebut merupakan tahap lanjut dari proses penyusunan bahan pengayaan BIPA berupa buku cerita rakyat Indonesia-Jepang. Rangkaian uji coba sebagai bagian dari penelitian dilaksanakan di kampus Nanzan University, Nagoya Jepang pada tanggal 12 sampai dengan 17 Mei 2023. Pendekatan lintas budaya ini juga dimaksudkan untuk mengurangi adanya gegar budaya pada pemelajar BIPA Jepang yang akan datang ke Indonesia. Penelitian tersebut sebagai implementasi kerja sama antara UPI dengan Nanzan University. Kerja sama penelitian tersebut diharapkan dapat meningkatkan reputasi internasional UPI dan mengakui keberhasilan para dosen serta mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini.

Usubi Yokohuda, Tako Bayaman

03 Jul 2023 • Humas UPI

Nama lengkapnya Fryda Christiany Moan, kami memanggilnya Frida. Ia seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Isyaman, Distrik Edera Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan. Sebagai seorang guru di pedalaman Distrik Edera Kabupaten Mappi Papua, ia memahami betul kondisi dan sosial geografis tempat ia berkhidmat sebagai guru kelas di Sekolah Dasar di wilayah terpencil. Walaupun demikian, para guru yang jumlahnya tiga orang di SDN Inpres tersebut, berupaya semaksimal mungkin untuk melayani siswa yang berjumlah 260 orang siswa.

Sumber : bobo.grid.id

SDN Inpres Isyaman merupakan salah satu sekolah di wilayah pinggiran distrik Edera. Kendati kategori sekolah di wilayah terpencil, sekolah ini berupaya untuk mensukseskan program pemerintah dalam mendidik generasi muda warga setempat yang umumnya anak anak dari keluarga orang asli papua (OAP)

“Pelaksanaan kurikulum merdeka, secara bertahap dilaksanakan di sekolah kami. Saya mengajar lebih fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik, baik siswa yang berasal dari keluarga orang asli papua (OAP) ataupun siswa yang berasal dari keluarga pendatang. Kami berupaya berkhidmat melayani dengan damai sehati”. Demikian tulis Fryda dalam tulisan singkat yang dikirim melalui WhatApps.

Moto sekolah kami “usubi yokokuda tako bayaman” yang diadopsi dari moto pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan. Ungkapan dalam bahasa lokal yang artinya “damai sehati dan saling melayani”. Di tengah keterbatasan yang ada, kami berupaya melayani siswa dengan sepenuh hati, dengan kasih sayang yang tulus, agar generasi muda warga Mappi meraih masa depan yang lebih baik.

Sejuta-rawa

Secara geografis daerah Mappi sangat unik dengan topografi alam yang menantang. Kawasan wilayah Kabupaten Mappi, seperti juga wilayah di beberapa kabupaten di Provinsi Papua Selatan lainnya, merupakan wilayah dataran rendah yang penuh rawa rawa. Sebagian besar wilayah Kabupaten Mappi merupakan dataran rendah yang memiliki ketinggian antara 0 – 100 m dpl. Sekurang-kurangnya ada 14 sungai yang biasa digunakan sebagai sarana transportasi atau penghubung antar distrik.

Secara geografis, wilayah ini didominasi oleh rawa rawa alami, dengan satwa fauna yang khas kawasan tropis. Oleh karena itu Kabupaten Mappi sering disebut sebagai daerah Sejuta-rawa. Potensi kekayaan alam rawa yang sungguh luar biasa.

Kabupaten ini memiliki penduduk pada tahun 2021 sebanyak 108.285 jiwa. Kebanyakan penduduk bermukim di pemukiman distrik Obaa, dan paling sedikit di distrik Yakomi.
Kabupaten Mappi masuk ke dalam wilayah adat Anim Ha. Wilayah adat ini merupakan wilayah terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Beberapa suku yang mendiami wilayah Anim Ha yakni suku Marind Anim dan suku Asmat.

Penduduk kabupaten Mappi terdiri dari suku asli dan pendatang. Mayoritas penduduk Kabupaten Mappi adalah Orang Asli papua (OAP) yaitu suku Korowai Kombay, suku Kambai dan suku Citak Matak yang mencapai lebih dari 85% dari total warga Mappi. Sedangkan sisanya adalah warga pendatang.
Secara umum masyarakat lokal suku Koroway Mappi masih sangat tradisional. Kegiatan ekonomi daerah ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang sejak dulu suka berburu, berkebun dan hidup berpindah-pindah. Potensi ekonomi yang nyata bagi masyarakat adalah mencari kayu gaharu sampai ke pedalaman hutan. Kayu gaharu dari Distrik Assue terkenal karena kualitasnya.

Potensi gaharu terpusat di Distrik Assue, Senggo, Citak Matak sampai di Kabupaten Asmat. Sumber daya hutan yang bisa diambil manfaatnya selain kayu gaharu adalah kulit gambir dan kayu-kayu jenis uli, meranti, dan linggua. Hasil laut dan perairan daratan juga menjadi pilihan penduduk. Lapangan pekerjaan yang berperan besar terhadap kehidupan penduduk Mappi adalah sektor kehutanan dan perikanan. Penduduk daerah ini dominan memakan sagu, dengan olahan Pepeda. Produksi pertanian yang banyak diupayakan penduduk Mappi antara lain menanam umbi-umbian, jagung, kacang tanah, dan kacang hijau. Kopi, karet dan kelapa merupakan komoditas yang juga ditanam penduduk. Dalam beberapa tahun terakhir ini, selain tiga komoditas tersebut, perkebunan di Mappi juga ditanami jambu mete, kakao, dan cengkeh. (Wikipedia, 2022).

Rumah Pohon

Salah satu suku asli di Mappi, yakni suku Korowai -Kombay. Umumnya, penduduk asli ini masih tinggal di rumah pohon. Warga lokal yang bermukim di rumah pohon ini cukup banyak. Yaitu sekitar 504 kepala keluarga. (Pemda Kabupaten Mappi, 2022). Bila rata penghuni rumah pohon ini memiliki dua orang anak, berarti ada sekitar 2.000 orang etnik suku Korowai yang tinggal di rumah pohon.
Bagi kelompok etnis Korowai suku asli Mappi, mereka menyebut sendiri sebagai suku Klufo Fyumanop. Kata klufo berarti orang, sedangkan fyumanop berarti berjalan di atas tulang kaki. Hal ini untuk membedakan orang Korowai yang terbiasa berjalan kaki, dibanding dengan suku atau etnis tetangganya yaitu suku Citak mitak yang terbiasa menggunakan perahu lokal sebagai alat transportasi.
Jubi.co.id (2022) menyebutkan bahwa kelompk etnis lokal Korowai terbagi ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama, disebut masyarakat Koworai batu, yaitu mereka yang belum tersentuh dengan perubahan modern dan belum mengenal alat-alat potong seperti besi, dan logam lainnya. Sedangkan kelompok kedua disebut Korowai besi, yaitu masyarakat Korowai yang sudah berinteraksi dan melakukan kontak-kontak dengan masyarakat luar. Mereka juga sudah mengenal alat-alat potong yang terbuat dari besi, dan logam lainnya.

Bila sahabat berkesempatan berkunjung ke daerah pedalaman Mappi, anda akan menyaksikan sejumlah tipe Rumah orang Korowai. Pertama, tipe rumah yang dibangun di atas tiang setinggi lima meter. Kedua, tipe rumah yang dibangun di atas pohon-pohon tinggi bisa mencapai sekitar 30 -50 meter. Dan tipe ketiga, rumah-rumah kecil sederhana yang dibangun di atas tanah berupa rumah sementara untuk tamu atau warga sesama suku Korowai. Rumah rumah ini juga bisa berfungsi sebagai tempat pertemuan pada saat ada pesta ulat sagu yang biasanya diselenggarakan selama beberapa hari.

Mengapa etnis Korowai senang membuat rumah tempat keluarganya tinggal berada di atas pohon yang tinggi ? Ternyata selain alasan keamanan, supaya mereka terlindung dari musuh musuhnya, yang tak lain suku suku etnis tetangga yaitu suku Citak Mitak dan suku Kambai. Juga alasan supaya terhindar dari ancaman ular berbisa dan binatang buas lainnya yang banyak berkeliaran di sekitar pemukiman mereka.
Seorang sahabat, Roberto W.Marpaung, Lulusan Prodi Pengembangan Kurikulum SPs UPI dan kini mengabdi sebagai salah seorang dosen di Universitas Musamus Merauke Papua Selatan, pernah berujar bahwa di tengah akulturasi budaya dan pengaruh budaya luar yang tak bisa dihindarkan, Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabuaten Mappi Papua Selatan bertekad untuk terus melakukan pembangunan di segala bidang bagi kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.

Masyarakat etnis lokal orang asli papua (OAP) dan masyarakat pendatang yang ada di Kabupaten Mappi terus bersinergi dan bergandeng tangan melalui semangat “Usubi Yokokuda Tako Bayaman”. Semangat ini bukan sekedar slogan, tetapi benar benar dilaksanakan secara kooperatif berkesinambungan melalui pendekatan “damai sehati dan saling melayani”. Berbagai permasalahan pendidikan masih banyak ditemukan di pedalaman Papua Selatan diantaranya; kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan, keterbatasan guru secara kualitas dan kuantitas, kurangnya perhatian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sedari dini dan permasalahan besar lainnya. Peranan institusi pendidikan tinggi di Papua Selatan sangat dinantikan untuk memberi solusi atas permasalahan yang ada.

Itulah aspirasi masyarakat Mappi di ujung timur Republik Indonesia. Pesan mereka sangat tegas untuk tetap mempertahankan tradisi dan semangat usubi yokohuda tako bayaman. Yaitu semangat damai sehati dan saling melayani, guna merajut persatuan dan kebersamaan dalam bingkai NKRI (Dinn Wahyudin)

Guru Besar FPBS UPI Jadi Visiting Lecturer di Nanzan University, Jepang

02 Jul 2023 • Humas UPI

Nanzan University, Jepang – Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., seorang ahli sastra dan pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah menghadiri undangan sebagai Visiting Lecturer di Faculty of Global Liberal Studies, Nanzan University. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Yulianeta berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam pembelajaran BIPA dengan pendekatan budaya kepada para pengajar dan pegiat BIPA di Nagoya.

Seminar yang diadakan di Nanzan University berhasil menarik perhatian para pengajar dan pegiat BIPA yang hadir, termasuk para dosen dari berbagai departemen di Faculty of Global Liberal Studies Nanzan University, Nagoya University, wakil Persatuan Pelajar Indonesia, dan pengajar BIPA mandiri. Mereka dengan antusias berdiskusi dan memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar ide mengenai pengembangan pembelajaran BIPA yang lebih efektif dengan memasukkan unsur budaya, termasuk karya sastra.

Yulianeta secara khusus membahas pentingnya memasukkan aspek budaya dalam pembelajaran BIPA. Ia menekankan bahwa melalui pendekatan budaya, mahasiswa dapat memperdalam pemahaman tentang bahasa Indonesia sambil memahami konteks budaya yang melekat di dalamnya. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa BIPA menghadapi tantangan komunikasi dan pemahaman budaya saat berada di Indonesia.

Dalam sesi diskusi, banyak peserta yang mengapresiasi pengetahuan dan wawasan yang diberikan. Mereka juga berharap agar kerja sama serupa dapat terus ditingkatkan, sehingga pengembangan pembelajaran BIPA dengan pendekatan budaya dapat lebih luas dan terintegrasi dalam kurikulum BIPA di Nanzan University maupun pembelajaran BIPA di Jepang.

Kehadiran Prof. Dr. Yulianeta sebagai Visiting Lecturer di Nanzan University tidak hanya memberikan manfaat dalam pengembangan pembelajaran BIPA, tetapi juga memperkuat kerja sama antara Nanzan University dan Universitas Pendidikan Indonesia. Harapannya, kolaborasi semacam ini dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif dalam pengajaran dan pemahaman bahasa Indonesia bagi penutur asing di masa depan.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Yulianeta mempromosikan Program Studi Magister Pendidikan BIPA di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai satu-satunya program magister pendidikan BIPA di Indonesia. Program ini juga menawarkan beasiswa bagi mahasiswa asing yang berminat untuk mengembangkan keahlian mereka dalam pembelajaran BIPA. Tawaran ini menarik minat para peserta seminar yang berharap dapat melanjutkan studi di UPI dan mendapatkan peluang untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan mereka dalam pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.

Dengan adanya promosi Program Studi Magister Pendidikan BIPA UPI dan penawaran beasiswa, diharapkan semakin banyak mahasiswa asing yang tertarik untuk bergabung dan berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran BIPA di Indonesia dan luar negeri, serta memperkaya ragam perspektif dalam lingkungan akademik tersebut.

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI Selenggarakan Focus Group Discussion Tentang Model Pelatihan Competency Based Economies Through Formation of Enterprises dalam Mengelola UMKM di Kota Cimahi

02 Jul 2023 • Humas UPI

Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia bersama dengan akademisi, masyarakat, media, pemerintah, dan pelaku bisnis, menyelenggarakan acara Focus Group Discussion (FGD) tentang penerapan Model Pelatihan CEFE (Competency based Economies through Formation of Enterprises) dalam mengelola Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cimahi. FGD ini akan berlangsung pada Sabtu, 1 Juli 2023, di PKBM Bina Mandiri Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat (1/7/2023)

Fokus kajian pada diskusi yang akan di ungkap menggunakan FGD ini yaitu Prototipe Model Pelatihan CEFE berbasis Pentahelix dalam mengelola UMKM di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat dengan indikator pendekatan pentahelix yakni (1) Akademisi: Identifikasi potensi, serifikasi produk dan keterampilan, serta sumber daya manusia; (2) Bisnis: Enabler (pemberi solusi), entitas (unik) dan infrastruktur teknologi dan modal; (3) Masyarakat: Akselerator, pengembangan potensi, adopsi proses ekonomi dan promosi produk; (4) Pemerintah: Pelaksanaan, pemantauan, pengendalian, alokasi keuangan, perijinan, pengembangan dan pengetahuan dan kemitraan publik swasta; (5) Media: Publikasi dan brand image.

Acara ini menjadi platform bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Kota Cimahi. Para peserta akan terdiri dari perwakilan pemerintahan setempat, akademisi yang dihadiri oleh dosen praktisi dari ASMTB, bapak Roni Mulyana, M.I.Kom CI, kemudian dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI, sekaligus ketua tim peneliti ibu Prof. Dr. Hj. Ihat Hatimah, M.Pd, beserta anggota tim peneliti Dr. Cucu Sukmana, M.Pd, dan Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd, Selain itu, dihadiri oleh beberapa pelaku UMKM, komunitas serta koordinator daerah pendamping UMKM Jabar Juara Dani Hamdani SE, pendamping UMKM jabar juara Fani Handayani, media, dan masyarakat setempat.

Dalam FGD ini, diskusi difokuskan pada identifikasi metode terbaik dalam penerapan Model Pelatihan CEFE untuk mengatasi tantangan khusus yang dihadapi oleh UMKM di Kota Cimahi. Partisipan akan berdiskusi tentang strategi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM, memperkuat keterampilan manajerial dan kewirausahaan, serta membangun ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

Tim peneliti Program Studi Masyarakat, UPI, yang di ketuai oleh ibu Prof. Dr. Hj. Ihat Hatimah, M.Pd menyampaikan antusiasmenya terhadap acara ini. Beliau mengatakan, “FGD ini merupakan kesempatan yang berharga untuk bersama-sama mencari solusi inovatif dalam mengelola UMKM di Kota Cimahi. Melibatkan unsur Pentahelix akan memastikan kolaborasi lintas sektor yang holistik, sehingga kami dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan implementatif bagi UMKM kami.” 

Hasil dari FGD ini akan digunakan untuk merumuskan rencana tindakan yang komprehensif, dengan melibatkan semua unsur Pentahelix, untuk menerapkan Model Pelatihan CEFE secara efektif dalam pengelolaan UMKM di Kota Cimahi. Pemerintah daerah akan menerapkan strategi ini sebagai upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, perlu adanya sebuah perlakuan kepada pelaku UMKM salah satunya yaitu program melalui pelatihan CEFE. CEFE telah menjadi konsep pelatihan yang didasarkan pada asumsi bahwa pemberdayaan komunitas dapat dilakukan esensialnya pada pengembangan sumber daya insani dan melalui orang-orang yang produktif dan akuntabel yang akan menjadi kekayaan bangsa yang lebih besar. CEFE telah berkembang bertahun-tahun dari pendekatan pelatihan individual yang ingin memulai usaha mandiri kepada metodologi pelatihan yang lebih jauh, didesain untuk menciptakan perilaku bisnis (enterprising behavior) dan kompetensi di dalam situasi yang sangat beragam (Contributor Humas UPI/Dadang Yunus Lutfiansyah)

Pencarian