English
Indonesia

Fakultas Kedokteran UPI Hadir untuk Layani Masyarakat

08 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Ketua Tim Pengembang Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang juga Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Prof. Dr. Drs. Raden Boyke Mulyana, M.Pd., mengatakan bahwa sudah menjadi rahasia umum, jika atlet-atlet dan pelatih-pelatih nasional lahir dari Universitas Pendidikan Indonesia.

“Sivitas akademika FPOK UPI selama ini selalu hadir dalam memberikan kontribusi positif bagi kemajuan olah raga. FPOK hadir untuk memberikan kontribusi pada peningkatan prestasi olah raga nasional juga dalam bidang pelayanan kesehatan melalui sport medicinenya, baik di tingkat provinsi maupun nasional.,” ujar Prof. Boy.

Lebih dari itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia juga memberikan amanat kepada UPI untuk membina dan meningkatkan prestasi atlet-atlet potensial muda dan berbakat untuk melakukan persiapan olimpiade.

Berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, kami berpikir alangkah baiknya apabila semua layanan tersebut ada di UPI, ada pembinaan atlet juga ada layanan kesahatan. Oleh karena itu, kami berinisiasi untuk mengkolaborasikan keduanya, antara olah raga dan kesehatan melalui Fakultas Kedokteran.

Ditegaskan Prof. Boy,”Semangat utama pendirian Fakultas Kedokteran UPI adalah untuk melayani masyarakat. FK UPI didedikasikan untuk melayani masyarakat terutama dalam bidang kesehatan. Hal tersebut menjadi dasar utama untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Universitas Pendidikan Indonesia.”

Proses visitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia memberikan gambaran dan arahan kepada kami untuk melengkapi apa-apa yang dirasa kurang, karena jika tidak divisitasi akan menghambat semuanya.

Prodi-prodi di luar FK akan saling melengkapi. Misal, FPOK membutuhkan kelengkapan-kelengkapan yang ada di Kakultas Kedokteran, pun sebaliknya, namun tidak boleh bermigrasi.

Mencermati hal tersebut, Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., mengatakan bahwa sebagai pimpinan universitas, pihaknya memiliki kewajiban untuk memaksimalkan penggunaan seluruh perangkat akademik yang ada tanpa mengganggu kebutuhan yang lainnya.

“Jangan sampai ada yang nganggur. Jadi, tentu saja kebutuhan-kebutuhan itu terpenuhi dan sepanjang itu tidak mengganggu yang utama tidak salahnya. Ini bisa dimanfaatkan oleh fakultas atau prodi yang lain. Justru ini yang disebut dengan konsep cross-fertilization. Ini supaya nanti mungkin olah raganya makin kuat dengan keberadaan Fakultas Kedokteran, dan sebaliknya juga Fakultas Kedokteran mendapat dukungan dalam bidang ilmu tertentu dari fakultas olah raga,” ungkap Rektor. (dodiangga)

Fakultas Kedokteran UPI Diharapkan Mampu Tangani Masalah Lokal

08 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Tidak lain, Indonesia kurang dokter. Dokter di Indonesia, distribusinya belum sampai. Kami tetap mengharapkan setiap Fakultas Kedokteran yang baru, khususnya UPI, bisa menyelesaikan masalah-masalah lokal, khususnya Jawa Barat, lebih khusus lagi Bandung.

Kita tahu, bahwa olahraga menjadi suatu tools sehingga menjadi suatu alat untuk mem-protect masyarakat sehingga menjadi sehat. Indonesia diabetes, hipertensi, itu tinggi sekali, Bandung juga tinggi, stunting tinggi sekali.

Mana mungkin atlet bisa baik dengan diabetes, bisa baik dengan hipertensi, bisa baik kalau dia stunting. UPI punya komitmen untuk itu. Saya hargai dan insya Allah mohon doa semua bahwa UPI mampu mencapai standar itu dan kita akan memberikan rekomendasi, dan membantu sepenuhnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia dr. Mariatul Fadilah, MARS, Ph.D, Sp. KKLP., yang hadir di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) didampingi oleh Ketua Divisi Registrasi KK dr. Ni Nyoman Mahartini, Sp.PK (K), dalam rangka melaksanakan kegiatan Visitasi Penilaian Kelayakan Pendirian Program Studi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia usai melakukan Diskusi Temuan Visitasi di Ruang Conference lantai 3 Gedung Fakultas Kedokteran UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Sabtu (6/5/2023).

Bahwa masalah di Indonesia ini banyak sekali, dan itu sampai saat ini belum terpecahkan secara komplit. Indonesia mempunyai 93 Fakultas Kedokteran, tetapi ternyata dengan 93 FK tersebut masih banyak masalah-masalah kedokteran, jumlah dokter, distribusi dokter, kesehatan, penyakit, dan derajat kesehatan masyarakat, masih banyak yang belum terselesaikan.

“Makanya kita berharap, setiap provinsi yang mendirikan Fakultas Kedokteran bukan hanya melengkapi untuk jumlah dan distribusi saja, tetapi juga bisa menyelesaikan masalah-masalah lokalnya,” harapnya.

Saya katakan, tegas dr. Mariatul, UPI di Bandung tidak mungkin jika tidak bisa berperan meningkatkan derajat kesehatan untuk masyarakat Bandung. Ini spesifik, orang Aceh berbeda dengan Bandung, orang Papua berbeda dengan Bandung, Jakarta pun berbeda dengan Bandung.

“Mari, Indonesia membutuhkan semua itu dan In sya Allah UPI bisa melakukannya. Begitu ada tekad, Allah akan memberikan semua bantuan untuk kita semua,” tegasnya.

Dikatakan dr. Mariatul, bahwa IKIP ini kini menjadi universitas, kemudian menginginkan membuka Fakultas Kedokteran. “Saya kira sudah baik. ini peran serta untuk Indonesia, dan sudah punya angka plus. UPI tidak start from zero karena minimal technical teaching, UPI sudah mempunyai kemampuan yang lebih,” ungkapnya.

Tetapi tetap, lanjut dr. Mariatul, yang namanya Fakultas Kedokteran itu punya standar, standar itu tidak boleh dikurangi, itu standar minimal.

“Saya lihat untuk UPI, ini khusus untuk UPI, komitmen untuk membuat standar minimal itu besar sekali. Hanya memang karena UPI belum pernah membuat Fakultas Kedokteran, wajar jika kita harus membantu memberikan arahan atau memberikan contoh, dan memberikan segala sesuatunya, sehingga ini menjadi suatu kenyataan bagi Indonesia untuk menambah Fakultas Kedokteran,” ungkapnya. (dodiangga)

Rektor UPI Sambut Visitasi Penilaian Kelayakan Pendirian Program Studi Dokter oleh Tim Konsil Kedokteran Indonesia

08 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Masih banyak persoalan-persoalan kesehatan masyarakat yang belum tertuntaskan walaupun mungkin jumlah Fakultas Kedokteran di Indonesia relatif cukup banyak. Hanya kalau dilihat dari sisi kebutuhan, apakah itu distribusinya maupun jumlahnya, ternyata masih kekurangan.

Informasi tersebut disampaikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam sebuah wawancara usai melaksanakan kegiatan diskusi temuan dalam Visitasi Penilaian Kelayakan Pendirian Program Studi Dokter terkait pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia di Ruang Conference lantai 3 Gedung Fakultas Kedokteran UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Sabtu (6/5/2023).

Prof. Solehuddin menjelaskan lebih lanjut,”Kami melihat ada persoalan kesehatan masyarakat yang belum tuntas atau bahkan belum tersentuh. Oleh karena itu, Fakultas Kedokteran UPI hadir untuk memberikan solusi dengan warna yang berbeda melalui sport medicine dan tourism. Hal ini di dukung dengan status UPI sebagai universitas pendidikan yang memiliki Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) dan Prodi Pariwisata.”

Seperti yang kita saksikan, ungkap Prof. Solehuddin, dalam perjalanan UPI bahwa UPI sekarang bukan merupakan IKIP lagi. Di samping itu, UPI juga mendapat tugas dari Pemerintah untuk mengembangkan misi waiter minded.

“Menurut Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia dr. Mariatul Fadilah, MARS, Ph.D, Sp. KKLP., bahwa Fakultas Kedokteran UPI harus hadir dengan keunggulannya sendiri. Oleh karena itu, Insya Allah dengan modal pendidikan, fakultas keolahragaan dan juga fakultas tourism atau pariwisata, Fakultas Kedokteran UPI akan hadir dan mampu memenuhi ketentuan dan standar minimal untuk menjadi seorang dokter,” tegas Prof. Solehuddin.

Pendirian Program Studi Dokter di Fakultas Kedokteran UPI, lanjutnya, disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan. Tapi yang pertama, kita membuka prodi akademik dan prodi profesi kedokteran. Akademik dan profesi, itu yang pertama. Ke depannya tentu melihat perkembangan, melihat kemampuan, dan melihat kebutuhan, sehingga apa yang kita buka itu sesuai dengan persoalan, tantangan dan kebutuhan yang terjadi di lapangan.

Dikatakan Prof. Solehuddin,”Dan saya kira, sebagai satu universitas yang tidak nol dalam segalanya, UPI mempunyai modal dalam bidang pendidikan, dalam bidang keolahragaan dan kesehatan juga. Diharapkan dengan bekal tersebut, kita bisa memberikan kontribusi untuk melengkapi apa-apa yang sudah dilakukan oleh saudara-saudara kita yang lebih dulu mengembangkan Fakultas Kedokteran.”

Jadi kita hadir bukan untuk menggantikan mereka, tegasnya, tetapi hadir untuk melengkapi apa-apa yang belum tersentuh dan apa-apa yang belum tertuntaskan oleh mereka yang selama ini sudah ada, karena persoalan itu selalu kompleks.

“Jangan merasa kekurangan pekerjaan atau persoalan. Persoalan itu akan selalu hadir dan selalu menantang, tentunya kita harus siap dan sigap dengan perkembangan itu, sehingga kita bisa hadir memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan Indonesia,” ungkapnya lagi.

UPI merupakan perguruan tinggi yang cukup tua sebetulnya, beber Prof. Solehuddin, tapi tentunya di bidang kedokteran belum memilikinya sama sekali. Sadar akan itu, kami melihat memang masih banyak hal yang perlu kita persiapkan.

Ditegaskan Prof. Solehuddin,”Untuk menjawab hal-hal yang perlu dipersiapkan tersebut, diperlukan sebuah niat dan komitmen. Niat dan komitmen pada saatnya harus dibuktikan, sebab semua apa-apa yang kita sampaikan, kita tulis, dan kita usulkan itu nanti akan dilihat, apakah ada buktinya atau tidak. Ini penting, karena ini adalah kredibilitas, ini adalah akuntabilitas lembaga dan responsibility bagi saya secara pribadi sebagai Rektor.”

Ini yang harus dijawab oleh kita semua, ujarnya, mari kita jalankan tugasnya sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Rektor UPI sebagai pimpinan universitas akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi apa-apa yang menjadi tanggung jawab universitas.

“Tapi tentu semua itu tidak akan bisa terlaksanakan dengan baik kalau hanya dilaksanakan oleh pihak tertentu. Oleh karena itu, saya punya keyakinan dengan kerja bersama, Insya Allah kita bisa terbang bersama,” tutupnya. (dodiangga)

Nabila Sekar Putri Mahasiswa FPTK, Wakili UPI Final Pilmapres

08 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Nabila Sekar Putri dinyatakan lolos sebagai finalis berdasarkan hasil penilaian dewan juri Pilmapres tingkat wilayah LLDIKTI IV tahun 2023 sesuai pengumuman pada Jumat (5/5/2023), di link https://bit.ly/FinalisPilmapresTingkatWilayah2023

Nabila melaju ke final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat wilayah kategori Sarjana. Sebelumnya, Nabila terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi (mapres) Utama UPI pada ajang Pilmapres tingkat universitas yang diselenggarakan pada Maret – April 2023.

Dirinya tidak pernah menyangka bisa menjadi salah satu wakil di PILMAPRES UPI 2023, bahkan hingga meraih peringkat I.

Ucapan terima kasih pun disampaikannya kepada keluarganya, dosen-dosen di Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri, serta Pimpinan FPTK, juga kepada teman-temannya.

Pilmapres UPI tahun ini terdiri dari dua tahap. Tahap I merupakan penyisihan awal yang diselenggarakan pada 23-30 Maret 2023 dengan menilai Capaian Unggulan peserta. Pada tahapan tersebut, tercatat 38 orang peserta dari jenjang Sarjana dan 1 orang jenjang Diploma yang selanjutnya diverifikasi dan dilakukan pemeringkatan 10 besar untuk sarjana.

Capaian Unggulan (CU) merupakan daftar 10 capaian terbaik dari berbagai bidang kategori seperti kompetisi, hasil karya, penghargaan, karir organisasi, pengakuan, pemberdayaan atau aksi kemanusiaan dan kewirausahaan yang ditoreh oleh mahasiswa.

Selanjutnya CU tersebut diverifikasi keaslian dan kesesuaian bobot nilai oleh verifikator yang berasal dari 8 fakultas. Nabila berhasil masuk 10 besar UPI dan berhak melaju ke tahap II atau final.

Pada tahap II, para finalis dipertemukan secara luring di Hotel Travello Bandung pada Senin hingga Rabu (3-5/4/2023).  Nabila dan semua finalis harus mempresentasikan gagasan kreatifnya di hadapan dewan juri.

Selanjutnya, finalis mengikuti proses wawancara CU bersama dewan juri yang merupakan representasi dari seluruh fakultas. Para finalis pun diuji kemampuan bahasa Inggrisnya oleh ahli bahasa. Selain itu, dilanjutkan dengan wawancara kepatutan bersama Badan Bimbingan Konseling dan Pengembangan Karir (BKPK) UPI.

Berdasarkan rekapitulasi penilaian dari seluruh dewan juri, Nabila terpilih sebagai Mapres Utama UPI kategori Sarjana dan mewakili UPI pada Pilmapres tingkat wilayah.

Mahasiswi kelahiran Bandung ini merupakan anak kedua dari pasangan Alm. Rudy Setiabudihartono dan Nunung Roskarwati ini memiliki segudang aktivitas dan prestasi membanggakan. Nabila aktif mengikuti berbagai organisasi di tingkat kampus hingga internasional. Aktivitas sosial tersebut tidak mengesampingkan tugas utamanya sebagai mahasiswa. Ia terlibat dalam penelitian bersama dosen pembimbingnya, mempublikasikan karya tulisnya dalam jurnal nasional dan menulis buku bersama rekan-rekannya.

Saat ini, Nabila tengah mempersiapkan dirinya untuk mengikuti penilaian wawancara secara luring pada tanggal 10 Mei 2023 sembari menjalani program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) kampus merdeka yang diselenggarakan Kemendikbud. (edit/dodiangga)

UPI Resmi Mendirikan Fakultas Kedokteran dengan Keunggulan Sport Medicine and Tourism

08 May 2023 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi mendirikan Program Studi Dokter Fakultas Kedokteran melalui proses visitasi kelayakan Fakultas Kedokteran pada 5-6 Mei 2023. Fakultas Kedokteran UPI resmi didirikan pada 5 Mei 2023 berdasarkan  izin Lembaga Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) bahwa UPI layak untuk membuka Fakultas Kedokteran dengan keunggulan sport medicine and tourism sebagai upaya untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) terutama dukungan bagi Atlet Indonesia. Kegiatan ini  diselenggarakan di Gedung Fakultas Kedokteran UPI Bandung, Sabtu (6/05/2023).

            Fakultas Kedokteran UPI telah bekerja sama dengan RS Polri Sarika Asih Bandung, RS Banyuasih Purwakarta, RS Olahraga Cibubur serta Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan, tidak hanya itu Fakultas Kedokteran UPI telah memilki sarana skylab yang bisa digunakan untuk Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPI. Rektor UPI, Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. mengungkapkan bahwa karakter dokter yang diharapkan adalah dokter-dokter muda sesuai dengan standar kedokteran berdasarkan keunggulan fakultas kedokteran UPI ini sport medicine and tourism sehingga dapat memberikan warna baru pada Fakultas Kedokteran di Indonesia”.

Selain itu dr. Mariatul Fadilah, MARS,Ph.D,Sp.KKLP, Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menyampaikan bahwa “Harapannya semoga UPI mampu mencapai standar Fakultas Kedokteran dengan surat rekomendasi yang diberikan serta KKI disertai dengan dukungan yang sepenuhnya. Fakultas Kedokteran ini bukan hanya untuk melengkapi jumlah dokter dan distribusi, melainkan juga mampu mengatasi masalah lokal.”.

 “Upaya yang telah dilalui UPI dalam mendirikan Fakultas Kedokteran melalui proses yang panjang atas dasar dukungan rektor serta kesiapan tim pengembang dengan urgensi pendirian Fakultas Kedokteran untuk melayani masyarakat dalam segi kesehatan dari bidang keolahragaan baik provinsi maupun nasional “ ungkap Dekan FPOK, Prof. Dr. H. RD. Boyke Mulyana. M.Pd. (Kontributor Humas UPI/ Lies Diana Luthfiah)

Pencarian