English
Indonesia

UPI Sukses Gelar 20 Acara Keislaman di Bulan Ramadhan

04 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 20 kegiatan Keislaman sudah tuntas dilaksanakan selama 1 bulan penuh pada Ramadhan 1444 H di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Adapun tema yang diusung adalah Optimalisasi Fitrah Insan Rabbani melalui Spirit Ramadhan 1444 H dalam Mempererat Kesatuan Umat.

Menurut Ketua Panitia Ramadhan Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si.,”Pada kegiatan Ramadhan 1444 H yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh ini tujuan utamanya adalah untuk menghidupkan nuansa-nuansa Islami di UPI. Hal lainnya adalah menguatkan umat dan juga persatuan kesatuan di antara semua sivitas akademika UPI. Hari ini bisa dilihat dari dukungan mereka. Alhamdulillah program-programnya berjalan lancar, dan Alhamdulillah dana yang kita miliki mencukupi.”

Hikmah dari semua kegiatan ini salah satunya dampaknya adalah meningkatnya ketakwaan kepada Alah swt.

Dari berbagai macam kegiatan, ungkapnya, dukungan dari seluruh sivitas akademika UPI, partisipasinya cukup banyak dan besar. Contohnya kegiatan pengajian di beberapa unit terpantau cukup banyak pesertanya. Demikian juga denga kegiatan itikaf, tercatat ada 500 orang yang terlibat, dan itu hal yang menurut kami jarang terjadi.

“Diharapkan, Kepanitiaan di tahun-tahun berikutnya dapat lebih aktif lagi, dapat lebih menstimuli teman-teman sivitas, bisa sharing baik anggarannya dan lainnya. Pengumpulan zakatnya dengan dukungan dari berbagai unsur dapat lebih optimal. Demikian pula dengan optimalisasi mitra UPI untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Untuk tahun ini, dukungan dari seluruh pihak sangat bagus sekali,” pungkasnya.

Secara rinci, 20 kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut, Shalat Tarawih dan Ceramah Tarawih; Tadarus Al Quran; Tajil Bersama; Peringatan Nuzulul Quran; Bazar Ramadhan, Pentas Seni Islam & Pengumuman Lomba-lomba Keislaman; Lomba Tahfidz, Lomba Adzan, Lomba Pidato, Lomba Kaligrafi; Pesantren Ramadhan Al Furqan; Pesantren Ramadhan Al Furqan kerja sama dengan SMP Lab School UPI, SMA Lab School UPI pada tanggal 10-13 April di aula masjid utama Al Furqan; Kajian Muslimah Kontemporer; Pengajian Dosen & Karyawan UPI; Talk Show Peradaban Islam; Pelatihan Pemulasaran Jenazah; Pelatihan Dakwah Mahasiswa; Kultum Ramadhan Ba’da Dzuhur; Kursus Bahasa Arab Praktis untuk memahami Al Quran; Itikaf; Pembagian Paket Bagi Dhuafa, Fakir Miskin dan Yatim Piatu; Penerimaan dan Penyaluran Zakat Infak Sodaqoh; dan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1444 H di Masjid Al Furqan; serta Silaturahmi Keluarga Besar UPI. (dodiangga)

Prof. Hilman Latief Jelaskan Keutamaan Bulan Ramadhan dalam Tausiyah Silaturahim Idul Fitri 1444 H

04 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dan kita sadari betul bahwa manusia adalah tempatnya untuk melakukan kesalahan dan lupa, mahallul khatha, pasti tidak ada manusia yang sempurna. Semua punya potensi untuk melakukan kesalahan, tapi pada saat yang sama kita juga diberikan ruang untuk bermuhasabah, mengoreksi diri, menghisab diri sendiri.

Hisab itu bukan hanya untuk lebaran, menentukan kapan kita berbuka dan kita shaum tapi juga untuk menghitung apa yang sudah kita lakukan selama ini.

Demikian pernyataan Direktur Jendral Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., yang disampaikannya dalam tausiyahnya di acara Silaturahim Idul Fitri 1444 H di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Gedung Achmad Sanusi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, pada Rabu (3/5/2023).

Dikatakan Prof. Hilman, bagi kaum muslimin mempunyai satu tahapan dari satu tahun ini untuk berefleksi dan melakukan muhasabah untuk memperbaiki diri. Dan yang menariknya itu bukan satu dua hari, tetapi satu bulan lamanya. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan juga dibelenggu satu bulan lamanya.

Bulan Ramadhan sudah kita lewati dan secara tidak langsung kita juga sadar bahwa yang tadi dibelenggu itu sekarang dilepas, ungkap Prof. Hilman. Kita menahan diri, dari sesuatu hal pada masa Ramadhan selama satu bulan lamanya. Untuk bisa konsisten berbuat baik, menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang mukmin, termasuk dalam hal-hal yang sederhana, yaitu berbuat ghibah.

Dijelaskan Prof. Hilman,”Karena Rasulullah SAW sudah lama menyampaikan, hati-hati dengan ghibah. Berbahagialah orang yang fokus pada dirinya sendiri, pada kesalahan-kesalahan dirinya sendiri, aib yang dimiliki yang mungkin pernah diperbuatnya, daripada memikirkan dan mengekspos aib-aib orang lain. Barangsiapa yang menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah juga akan menutup aibnya sampai hari kiamat.”

Apa pentingnya ini? tanyannya. Andaikan orang tahu, tahu aib yang kita miliki, apakah mereka akan masih bersikap hormat seperti yang saat ini diterima? Menutup aib itu sama pahalanya dengan menutup aib orang lain. Tugas kita adalah fokus pada diri kita sendiri.

Orang mengatakan berislam itu mudah, tapi berislam dengan baik itu tidak gampang, perlu belajar. Islam itu penuh dengan ilmu yang harus dipelajari agar bisa memberikan manfaat kepada sesama.

“Pasca bulan Ramadhan, masuk bulan Syawal dan bulan-bulan seterusnya, semoga kita diberikan kekuatan untuk konsisten dan disiplin di dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam,” harapnya.

Di dalam aktifitas shaum Ramadhan, kita dituntut untuk disiplin. Kejiwaan kita perlu dilatih setiap hari dan bahkan bertahun-tahun. Sebagai muslim, sebagai mukmin, keimanan kita kadang bertambah, bertambahnya itu seringkali pelan-pelan, dan juga berkurang, kadang kurangnya banyak. Naiknya pelan-pelan tiba-tiba kurangnya banyak. Bertambah karena takwa dan ketaatan, dengan berbagai cara.

Diungkapkannya,”Bertakwa itu satu posisi yang never ending process, satu stage dimana final takwa itu harus dicari, harus dikejar harus diraih, dan semoga kita tabah.” (dodiangga)

Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar: Idul Fitri Jadi Momentum Saling Memaafkan

04 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Makna dari hari Kemenangan ini, di momentum Idul Fitri 1 Syawal 1444 H ini, tentunya kita harus bisa melupakan apa-apa yang tidak benar, yang terjadi di masa lalu. Kita harus bisa saling memaafkan terhadap kesalahan-kesalahan yang sengaja atau tidak sengaja kita perbuat. Kita doakan ke depan, kita harus bisa menciptakan rasa saling yang positif. Saling memaafkan dan saling mendoakan, kemudian saling mendukung. Jauhi hal-hal yang negatif, “saling-saling” yang negatif kita harus jauhi.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.). Agum Gumelar, M.Sc., di sela-sela kegiatan acara Silaturahim Idul Fitri 1444 H di lingkungan UPI di Gedung Achmad Sanusi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, pada Rabu (3/5/2023).

Jenderal Agum menegaskan bahwa kita semua harus menjadikan hari kemenangan ini menjadi sesuatu yang meyakinkan kita bahwa saat-saat seperti sekarang ini adalah saat dimana kita harus bisa saling, yang sifatnya positif terutama saling maaf memaafkan, saling mendoakan, saling membantu, saling mendorong. Jauhi sikap-sikap saling yang negatif, saling negatif adalah saling curiga, saling membenci.

“Acara silaturahim seperti ini akan membawa kita semua menjadi manusia-manusia yang betul-betul bisa bermanfaat bagi kepentingan umat, bagi kepentingan bangsa, bagi kepentingan negara, dan bagi kepentingan agama tentunya,” ungkap Jenderal Agum.

Saya sangat berharap, lanjutnya, semoga UPI ke depan, melalui hari kemenangan ini, akan lebih bersatu lagi, lebih meningkatkan silaturahim diantara kita dan tentunya lebih berprestasi sebagai satu Perguruan Tinggi.

Diungkapkan Jenderal Agum,”UPI hari ini, kita bersyukur bahwa UPI walaupun kemarin dilanda covid tapi proses pembelajaran tetap bisa berjalan. Proses belajar mengajar berjalan walaupun dengan cara-cara yang disesuaikan dengan situasi. Kita bersyukur semuanya berjalan.” (dodiangga)

Rektor UPI Prof. Solehuddin: Berdayakan Fitrah Kemanusiaan Kita untuk Berikhtiar

04 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

“Kalau kita sudah bersih dari kerikil-kerikil, itu artinya energi kita bisa maksimal. Jadi, kita bisa memberdayakan fitrah kemanusiaan kita untuk berikhtiar, untuk berupaya, dan untuk berbuat yang terbaik. Diharapkan, sekarang itu tidak lagi mejadi hambatan untuk berbuat baik diantara sesama,” ujar Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A.

Pernyataan tersebut ditegaskan Prof. Solehuddin dalam sebuah wawancara usai mengikuti kegiatan Silaturahim Idul Fitri 1444 H di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Rabu (3/5/2023) di Gedung Achmad Sanusi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, yang merupakan puncak rangkaian kegiatan Ramadhan.

Jadi, katanya lagi, hubungan silaturahim kita semakin baik, semakin memberikan kebermanfaatan dan saling men-support antara satu sama lain.

Berdasarkan hal tersebut, usai melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, kita harus kembali fokus pada kegiatan akademik. Siapakan diri untuk selalu berkompetisi dalam berimprovisasi dan berinovasi.

Dikatakan Prof. Solehuddin,”Oleh karena itu, dengan darah Ramadhan ini, kita diharapkan bisa mengoptimalkan segala sumber daya yang ada pada diri kita, sehingga bisa memberikan kontribusi yang maksimal bagi perkembangan pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan.”

Sementara itu menurut catatan, sebanyak 20 kegiatan Ramadhan telah diselenggarakan oleh UPI. Kegiatan yang dimaksud diantaranya Tadarus Alquran, Tarawih, Pengajian Pegawai dan Dosen, Talkshow Peradaban Islam, Pelatihan Dakwah Mahasiswa, Pesantren Ramadhan, perlombaan-perlombaan, bakti sosial, penyediaan takjil dan penyediaan paket untuk fakir miskin, serta kegiatan lainnya.

Menurut Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., sebulan penuh kita semua sudah melaksanakan ibadah shaum. Tentu ibadah shaum ini adalah ibadah yang sangat spesial, yang sangat khusus dengan tujuan tertentu.

“In sya Allah, acara silaturahim ini akan menggenapi berbagai upaya yang kita lakukan dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan pada tahun ini. Sementara itu, melalui 20 kegiatan Ramadhan yang telah dilaksanakan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas amal Ramadhan kita,” harap Rektor UPI.

Karena tentu saja, lanjut Rektor, secara kelembagaan, UPI mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi warganya agar bisa melaksanakan ibadah Ramadhan ini secara berkualitas.

Ditegaskannya,”Saya berharap bahwa dengan kegiatan silaturahim ini, bisa menggenapi dan bisa menyempurnakan amalan ibadah kita. Dengan, bersilaturahim, diharapkan berbagai hal yang kusut-kusut diantara individu itu bisa di clear-kan, bisa dibersihkan. “Membersihkan” ini tidak saja hanya hubungan secara vertikal kita dengan Allah Swt., tetapi juga dengan sesama umat juga menjadi semakin bersih.” (dodiangga)

Korps Musik Menwa Yon XI/UPI/RP Sukseskan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional

04 May 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 3 orang anggota UKM Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia Resimen Pendidikan (Menwa Yon XI/UPI/RP), hadir bartisipasi dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2023 di Lapangan Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (2/5/2023).

Ketiganya menjadi bagian dari Korps Musik Menwa Yon XI/UPI/RP yang dipimpin oleh Komandan Musik.

Menurut Komandan Menwa Yon XI/UPI/RP,”Selama upacara berlangsung, Korsik bertanggung jawab untuk memberikan lantunan musik untuk mengisyaratkan inspektur ketika memasuki dan meninggalkan mimbar upacara, memberi isyarat gerakan hormat, dan juga memainkan lantunan lagu Indonesia Raya dengan berirama.”

Diharapkan, lanjutnya, melalui kegiatan upacara tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap jiwa raganya serta dapat memberikan peran yang lebih aktif kepada Korps Musik Menwa Yon XI/UPI/RP untuk selalu menjadi bagian dari instrumen utama di setiap upacara besar di Universitas Pendidikan Indonesia di masa yang akan datang. (alvin/dodiangga)

Pencarian