English
Indonesia

Terindeks Scopus : ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) dikelola Kantor Jurnal dan Publikasi Tingkatkan Reputasi Internasional dan Capaian Indikator Kinerja Utama UPI

07 Apr 2023 • Humas UPI

ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) yang dikelola Kantor Jurnal dan Publikasi (KJP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil terindeks scopus (tercatat pada 4 April 2023). Jurnal ini sebelumnya pada akhir tahun 2022 telah mendapatkan peringkat SINTA 4 dengan no 204/E/KPT/2022 on 03/10/2022. Adapun link jurnal AJSE dapat dilihat pada https://ejournal.upi.edu/index.php/AJSE.

Jurnal AJSE diterbitkan pada tahun 2021 ini telah melibatkan penulis dari 23 negara dan 5 benua, termasuk Indonesia, Philippines, India, Thailand, Malaysia, Pakistan, United Arab Emirates, Nigeria, United States, Viet Nam, Qatar, Algeria, Ethiopia, Sweden, Uzbekistan, Japan, Zimbabwe, Bangladesh, Tunisia, Mauritania, Russia Federation, Brazil, and Libya. 

Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A menyambut bangga dan bahagia atas capaian AJSE sebagai jurnal international bereputasi dan terindeks scopus. AJSE dapat memajukan sains teknologi Indonesia. Ini bisa menjadi salah satu upaya dukung Universitas Pendidikan Indonesia bagi Indonesia untuk menjadi terbaik di kancah internasional.

Wakil Rektor Bidang Riset, Kemitraan, dan Usaha, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A sangat bangga atas capaian jurnal AJSE ini dan bisa menjadi sumber rujukan untuk para peneliti di Indonesia khususnya, dan di dunia umumnya. Saat ini, UPI telah memiliki 3 jurnal terindex scopus:

  • Indonesian Journal of Applied Linguistics (Q2 scimagojr)
  • Indonesian Journal of Science and Technology (Q1 scimagojr)
  • ASEAN Journal of Science and Engineering (baru diterima scopus)

Menurut Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto sebagai editor in chief di jurnal AJSE ini, “AJSE yang dibuat bersifat open akses dan peer review ini bertujuan mempromosikan hasil penelitian yang berkualitas tinggi dalam bidang sains dan teknologi. Semoga AJSE juga bisa ikut menyemarakan riset di Indonesia, seperti halnya Indonesian Journal of Science and Technology IJoST dan Indonesian Journal of Applied Linguistics IJAL”. 

Manajemen AJSE, didukung oleh tim editorial profesional yaitu Dwi Fitria Al Husaeni (S1-S2 Pendidikan Ilmu Komputer), Dwi Novia Al Husaeni (S1 Pendidikan Ilmu Komputer), Risti Ragadhita, S.Si. (S2 Kimia – S3 Pendidikan IPA), Meli Finandini (S2 Pendidikan IPA), Siti Nur Khofifah (S1 Pendidikan Biologi), serta Sofi Septiani Julaeha Nursaniah (S1 Pendidikan Khusus) (Kontributor Humas/Kantor Jurnal dan Publikasi)

KULIAH UMUM DEPDIKSATRASIA: PROSES KREATIF SASTRA OLEH DR. SOE TJAN MARCHING DOSEN SOAS UNIFERSITY OF LONDON

07 Apr 2023 • Humas UPI

Bandung-UPI. Kamis kemarin Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia melaksanakan kegiatan kuliah umum bertemakan “Proses Kereatif Sastra” yang disampaikan oleh Dr. Soe Tjen Marching dosen SOAS University Of London. Kegiatan berlangsung secara Hybrid di ruang Auditorium lantai 4 FPBS UPI dan Zoom Meeting yang dihadiri oleh jajaran dosen dan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI. (6/4/23)

Kegiatan dibuka oleh Yostiani Noor Asmi Harini, S.S., M.Hum. sebagai pemandu acara dan dimoderatori oleh Dr. Yulianeta, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS UPI. Adapun sambutan dari Kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia Dr. Mahmud Fasya, S.Pd., M.A. menyampaikan “Proses kereatif sastra bisa dijadikan pilihan tugas akhir mahasiswa pengganti skripsi sebagai bagian dari program merdeka belajar”

Dr. Soe Tjen Marching merupakan seorang Indonesianis, penulis, dan feminis yang memperoleh gelar Ph.D.nya dari Universitas Monash, Australia dengan menulis Disertasi tentang Otobiografi dan buku harian perempuan-perempuan Indonesia. Tahun 2017, buku Soe Tjen tentang kesaksian korban genosida ’65 diterbitkan oleh Amsterdam University Press, dengan judul The End of Silence: Accounts of the 1965 Genocide in Indonesia dan merupakan salah satu karyanya yang terkenal.

Dalam pematerian beliau menjelaskan proses kreatif sastra bisa dimulai dengan membaca karya tulis orang lain kemudian belajar dari penulis tersebut tentang bagaimana teknik dan gaya penulisan karyanya. Selanjutnya kaitkan pengalaman unik pribadi dalam karya yang akan kita tulis, karena setiap orang memiliki pengalaman individu unik masing-masing. Dengan begitu karya yang kita tulis memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki penulis lain.

“Inspirasi tulisan bisa didapatkan dari mana saja. Misalnya dari kisah Abraham yang terdapat dalam Al-Kitab, yang tidak menyoroti cerita dari sudut pandang seorang ibu ketika anaknya akan disembelih ataupun sudut pandang anak itu sendiri yang akan disembelih oleh ayahnya atas perintah tuhan”. Ungkap Soe Tjen

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh beberapa peserta kuliah umum. Baik peserta yang berada di Auditorium maupun ruang zoom meeting. Ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pemateri dan sesi foto bersama seluruh peserta
kegiatan. (Kontributor Humas UPI/ Ismi Asri Ramdani)

UPI Gelar Uji Kompetensi Konsultan Pendamping UMKM

06 Apr 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Proses untuk layak mendapatkan predikat sertifikasi kompeten itu adalah melalui yang namanya uji kompetensi. Tetapi uji kompetensi itu harus melalui proses Bimbingan Teknis terlebih dahulu. Jadi seseorang itu nantinya akan dikatakan layak mendampingi UMKM apabila sudah dinyatakan lulus dan ia akan mendapatkan sertifikat dari BNSP.

Pernyataan tersebut disampaikan Penanggungjawab Capaian IKU 4 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si., saat diwawancara di sela-sela pelaksanaan Uji Kompetensi Konsultan Pendamping UMKM, Kamis (6/04/2023). Ujian ini terkait dengan pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi BNSP Skema Pendamping UMKM bagi dosen di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diselenggarakan secara tatap muka di Auditorium Lantai 6, Gedung FPEB Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu dan Kamis (5-6/04/2023).

Lebih lanjut diungkapkan,”Adapun beberapa indikator untuk mendapatkan sertifikat kompetensi adalah terkait dengan bagaimana dia merencanakan, meng-organized dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatannya saat mendampingi UMKM. Ini harus ber-impact, harus berdampak. Apakah dengan before and after didampingi itu terjadi perubahan atau tidak.”

Mungkin orang banyak mendampingi, lanjut Prof Amir, tetapi kita tidak serta merta bisa mengatakan bahwa dia ini layak atau kompeten atau tidak jika tidak ada buktinya. Oleh karena itu, salah satu bukti kekompetenan itu adalah melalui uji kompetensi dari BNSP.

Kembali diungkapkan Prof Amir,”Sertifikat Uji Kompetensi Konsultan Pendamping UMKM ini dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), secara otomatis diakui secara nasional. Jadi, jika suatu saat nanti misalkan Pemerintah memerlukan ini, ya salah satu syaratnya adalah harus sudah memiliki kompetensi di bidang pendamping UMKM yang tersertifikasi BNSP.”

Jika kita melihat dari lembar kertas kerja, ujar Prof. Amir, uji kompetensi dimulai dari tes kelembagaan, permodalan, operasional, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, kinerja dan orientasi pengembangan. Jadi ada 8 indikator atau 8 uraian yang harus dilakukan oleh seseorang untuk bisa mendampingi. Misal di kelembagaan, kita harus bisa melihat apakah berbadan hukum atau tidak, apakah ia memiliki NPWP atau tidak. Kalau memang dia belum berarti dia harus diarahkan untuk berproses pengajuan tehadap perolehan kelembagaan atau aspek legalitasnya.

“Kemudian dari segi permodalan juga sama, dan di bidang operasional itu itu ada permaslahan sertifikasi halal atau tidak, dan yang lainnya. Itu semua adalah bagian dari tugas para pendamping,” pungkasnya. (dodiangga)

Gandeng LSP DEKOPIN, UPI Lahirkan Dosen Bersertifikasi BNSP

06 Apr 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Tugas utama seorang pendamping Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah bagaimana para pelaku UMKM itu bisa lebih berkembang, bisa mengetahui permasalahan-permasalahannya, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, yang tentunya sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Dewan Koperasi Indonesia (LSP DEKOPIN) Ujang Gunawan, S.E., M.M., dalam sambutannya pada kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi BNSP Skema Pendamping UMKM bagi dosen di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diselenggarakan secara tatap muka, di Auditorium Lantai 6, Gedung FPEB Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu dan Kamis (5-6/04/2023).

Ditegaskan Ujang,”Para pendamping diharapkan bisa membimbing mereka untuk menjadi UMKM yang bisa mengembangkan dirinya sendiri, yang bisa mengidentifikasi permasalahannya sendiri, sehingga mampu memecahkan persoalannya sendiri. Pada akhirnya mereka yang sudah terampil dan memiliki pengetahuan yang baik akan memiliki attitude yang baik.”

Harapannya, lanjutnya, mereka sudah terbiasa dengan pekerjaan-pekerjaan yang standar, karena membiasakan diri dengan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Saya yakin akan kemampuan para peserta Bimtek ini, karena kami berada di tempat yang tepat, di suatu kampus yang teramah, maka dampaknya akan mudah bagi Asesor untuk merekomendasikan, untuk menggali potensi-potensi kompetenasi Bapak Ibu dalam rangka menjadi pendamping UMKM yang kompeten,” ungkapnya.

Bimtek ini mengajarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang pendampingan yang nantinya akan diterapkan di lapangan. Jadi, mereka-mereka para UMKM yang akan didampingi itu akan mendapatkan pendamping yang kompeten, yang mengetahui standar kompetensinya, sehingga para UMKM bisa mengembangkan dirinya sendiri sesuai standarnya.

Dijelaskannya,”Melalui kegiatan Bimtek dan Sertifikasi ini, diharapkan seluruh peserta lulus menjadi motivator penggerak bagi UMKM, karena memang sejatinya adalah seorang pendamping.”

Sebagai tanda bukti kelulusannya, ujarnya lagi, akan diterbitkan sertifikat pengakuan kompeten, dan tentu harapannya dengan adanya sertifikat tersebut akan lebih meningkatkan kepercayaan diri dan membawa dampak yang positif bagi pendamping maupun kepada yang didampingi.

Kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Skema Pendamping UMKM bagi dosen di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia ini tentu sangat mendukung program Pemerintah lewat BNSP, karena memang BNSP itu mempunyai kewajiban untuk melakukan sertifikasi kepada seluruh tenaga kerja dan semua profesi yang ada di Indonesia.

“Kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi BNSP untuk Pendamping UMKM ini akan diakhiri dengan uji kompetensi. Kami dari LSP sudah menyiapkan 11 hingga 13 Asesor yang akan mendampingi peserta untuk melakukan assessment,” ujarnya.

Berdasarkan data dari BNSP, tercatat hanya 5 juta tenaga kerja yang berkompeten dari berbagai profesi. Potensi tenaga kerja professional ini terus dioptimalkan oleh BNSP dengan memberikan lisensi kepada LSP-LSP di bidang atau sektornya masing-masing. Harapan Pemerintah bahwa semua tenaga kerja dan semua individu itu harus kompeten.

LSP DEKOPIN mendapat pengakuan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada tahun 2017, sampai dengan saat ini sudah mensertifikasi banyak profesi. LSP ini adalah merupakan kepanjangan tangan dari BNSP, setiap 3 tahun di sertifikasi dan di monitoring oleh BNSP. (dodiangga)

Tingkatkan IKU Perguruan Tinggi, UPI Selenggarakan Bimtek dan Sertifikasi

06 Apr 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Menurut Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., tercatat sebanyak 62 orang dosen muda mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi BNSP Skema Pendamping UMKM bagi dosen di lingkungan UPI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan juga untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen dari Universitas Kristen Maranatha dan Universitas INABA. Pelaksanaannya di Auditorium Lantai 6, Gedung FPEB Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu dan Kamis (5-6/04/2023).

Lebih lanjut Prof. Didi menegaskan bahwa penyelengaraan kegiatan ini erat kaitannya dengan peningkatan capaian IKU 4, sementara itu IKU memiliki 8 indikator. Adapun penanggungjawab atas capaian IKU 4 adalah Dosen Tetap pada Prodi Pendidikan Ekonomi FPEB UPI Prof. Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si., dimana kompetensinya di bidang Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah.

Untuk menunjang hal tersebut, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Dewan Koperasi Indonesia (LSP DEKOPIN) yang sudah mendapatkan pengakuan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada tahun 2017 untuk melakukan sertifikasi kepada dosen UPI melalui kegiatan bimtek tersebut, sehingga berkonstribusi untuk capaian skor IKU.

“Salah satu poin yang diminta dalam IKU 4 itu adalah setiap dosen diminta untuk memiliki sertifikat kompetensi. Contoh sertifikat kompetensi itu bisa diperoleh melalui program Peningkatan Keterampilan Teknik Instruksional (PEKERTI), program Asisten Ahli (AA), kemudian juga program sertifikasi dalam bidang yang lain. Untuk melakukan sertifikasi kepada dosen, UPI melalui bidang IKU 4 menggandeng LSP DEKOPIN,” ungkap Prof. Didi.

Jadi, lanjutnya, tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah nantinya dosen-dosen muda tersebut dilatih untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan juga sertifikat kompetensi, sehingga jika suatu saat ada program-program yang terkait dengan UMKM yang memerlukan pendampingan, mereka bisa terlibat. Ini menjadi sangat penting bagi yang bersangkutan untuk memperoleh pengalaman, karena mereka sudah menjadi konsultan yang certified. Jadi manfaatnya ganda, tidak hanya sekedar sertifikat tapi juga knowledge.

“Mohon diikuti kegiatan ini dengan serius dan harus lengkap. Kegiatan ini bermanfaat bukan hanya untuk sekedar mendapatkan sertifikat, juga bukan hanya untuk memenuhi angka IKU, tapi dengan kondisi usia yang masih muda-muda, masih banyak harapan untuk berkarya untuk memenuhi unsur Penilaian Angka Kredit Dosen (PAK),” pungkasnya. (dodiangga)

Pencarian