Seluruh Fakultas di UPI Siap Sukseskan Penerapan Digitalisasi Identitas Kependudukan
30 Mar 2023 • Humas UPI
Bandung UPI. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dalam menyukseskan program ‘’ DUKCAPIL GOES TO CAMPUS ” yang diselenggarakan selama tiga hari di seluruh fakultas UPI mulai dari 29- 31 Maret 2023. Rangkaian kegiatan pada hari pertama telah dilaksanakan pembukaan oleh Dr, Teguh Setyabudi, M.Pd selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri serta dihadiri oleh Rektor dan Sivitas Akademik UPI bertempat di Gedung Ahmad Sanusi UPI. Kegiatan tersebut berlanjut pada hari ke dua yang dilaksanakan di setiap Fakultas di UPI (30/03/23).
Agung Moris Haladeska selaku Staf Disdukcapil menjelaskan bahwa “Program Disdukcapil Goes To Campus merupakan program jangka panjang diawali dengan diperkenalkan dalam ranah pemerintahan dilanjut pada tahap masyarakat secara bertahap mulai dari mahasiswa terlebih dahulu. kegiatan ini bertujuan agar memudahkan penduduk Indonesia memiliki dokumen kependudukan secara digital mulai dari KTP, Kartu Keluarga,” ungkap Agung.
Selain itu, Asterina, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Kab Bandung Barat mengungkapkan bahwa program Dukcapil Goes To Campus ini diadakan untuk memberikan pelayanan terhadap mahasiswa UPI khususnya dalam pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) seperti KTP sebagai identitas digital yang wajib memiliki kartu identitas secara digital sesuai perubahan zaman di era digital, sebelum ke masyarakat secara langsung jadi kami melaksanakan kepada mahasiswa terlebih dahulu, sebelumnya kami telah melaksanakan juga di tempat-tempat pemerintah daerah sekalian untuk Pegawai Negri Sipil.
Partisipasi mahasiswa UPI ternilai sangat antusias sehingga rela mengantre dalam mengurus pemberkasan secara digital. “Adapun harapannya setelah diadakan Program Diskdukcapil ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi secara digital, ayo segera registrasikan data diri Anda di Dukcapil” ucap Ilyas Ahmad Maskawaih, mahasiswa UPI. (Lies Diana Luthfiah)
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Ditjen Dukcapil Kemendagri) Dr. H. Teguh Setyabudi, M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan DUKCAPIL GOES TO CAMPUS adalah kegiatan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dilakukan di kampus-kampus perguruan tinggi. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Gedung Ahmad Sanusi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu hingga Jumat (29-31/3/2023).
Kegiatan ini tentu saja merupakan langkah-langkah yang terus digalakkan dalam rangka memperkenalkan, menyosialisasikan sekaligus juga untuk menerapkan kebijakan pemerintah khususnya melalui Kemendagri terkait dengan layanan dokumen kependudukan yakni melalui pembuatan dan aktivasi identitas kependudukan digital atau yang disebut sebagai IKD.
“Dukcapil Kemendagri sangat mengapresiasi UPI, karena UPI memberikan kontribusi terhadap pencapaian kebijakan pemerintah. Untuk itu diucapkan terima kasih untuk UPI,” ungkap Dr. Teguh.
Lebih lanjut dijelaskan, kalau kita bicara terkait Dukcapil tentu saja peran Dukcapil ke depan akan semakin masif, akan semakin strategis, akan semakin penting. Dukcapil adalah backbone dari segala layanan digital, baik di sektor pemerintahan maupun sektor swasta. Namanya juga backbone pasti akan menjadi sumber segalanya. Jadi akan sangat penting.
Dikatakan Dr. Teguh,”Sementara itu, IKD adalah sebenarnya versi digital dari KTP-el, yang tentu saja banyak juga memiliki manfaat dan kelebihan-kelebihannya. Nah ini nantinya diharapkan semakin mempermudah penduduk, khususnya juga sivitas akademika di berbagai perguruan tinggi dalam layanan publik.”
Contohnya, lanjutnya, IKD memudahkan proses verifikasi dalam pembuatan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, juga misalnya memudahkan check in di berbagai konter-konter di bandara.
“Terkait dengan pemanfaatannya di perbankan memang masih dibahas, sedang dibahas secara maraton dengan Bank Indonesia dan OJK, agar transaksi perbankan di setiap perbankan bisa menggunakan IKD, Identitas Kependudukan Digital,” ungkapnya lagi.
Seperti yang disampaikan Wali Kota Bandung bahwa target utama dalam penerapan IKD ini adalah untuk para ASN, khususnya lagi adalah yang berada di lingkungan sivitas akademika, ujarnya. Kita berharap dengan penerapan di kalangan sivitas akademika akan lebih memasifkan tentang pentingnya kepemilikan IKD. Identitas Kependudukan Digital yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari saat melakukan transaksi ataupun kegiatan-kegiatan lain yang terkait dengan pelayanan publik.
Lebih lanjut ditegaskan,”Memang betul, kemajuan dan kepesatan digitalisasi termasuk KTP-el itu juga harus diimbangi dengan kecepatan dalam rangka reformasi regulasi. Regulasi itu lah yang kemudian juga harus mengikuti berbagai hal, khususnya lagi terkait masalah digitalisasi.”
IKD, Identitas Kependudukan Digital secara definisi yaitu informasi elektronik yang digunakan untuk mempresentasikan dokumen kependudukan dan data balikan dalam aplikasi digital melalui gawai android yang menampilkan berbagai data pribadi sebagai identitas yang bersangkutan.
Diungkapkannya,”Saat ini aplikasinya hanya berlajan di android versi 7.0, sementara itu lainnya belum bisa, dan untuk IOS masih dalam tahap pembahasan.”
IKD saat ini belum bisa menggantikan KTP-el secara total, karena memang KTP-el secara fisik masih dibutuhkan. Ini yang juga menjadi perhatian bersama. Sementara itu, terkait tata kelola adminduk dan layanan publik yang sudah menuju pada singleidentify number dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Yana Mulyana, S.E., M.M., Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., Sesditjen Kemendagri Hani Syopiar Rustam, S.H., Direktur Pendaftaran Penduduk Dr. Ir. David Yama, M.SC., MA., PLT Kadis Dukcapil Provinsi Jawa Barat Hj. Indrastuti Chandra Dewi, S.H., M.Si., Kadis Dukcapil Kota Bandung H. Tatang Mukhtar, S.Sos., M.Si., Ketua Forum Disdukcapil Kabupaten/Kota se-Jabar Drs. H. Hendra Trismayadi, M.SI., Kadis Dukcapil KBB, Kadis Dukcapil Se-Jabar, serta unsur pimpinan lainnya. (dodiangga)
REKTOR UPI: Seluruh Sivitas Akademika UPI Siap Mendukung Transformasi Identitas Kependudukan Digital
29 Mar 2023 • Humas UPI
Bandung-UPI. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kota Bandung melakukan kegiatan sosialisasi bagi civitas akademika yang bertemakan Dukcapil Goes to Campus. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Ahmad Sanusi Universitas Pendidikan Indonesia. Tujuan dari adanya kegiatan ini untuk menerapkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat kota Bandung dan memberikan pelayan dalam pembuatan KTP digital (29/3/23).
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan doa, serta dilanjutkan oleh sambutan dari Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada Dukcapil guna memfasilitasi Penerapan Identitas Kependudukan Digital oleh pemerintah. “Seluruh sivitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia siap mendukung transformasi digital administrasi kependudukan” Ungkap Rektor dalam sambutannya.
“Diharapkan kepada seluruh jajaran disdukcapil meningkatkan layanan jemput bola untuk menyelesaikan rekaman pemula serta masyarakat yang belum memiliki KTP. Dukcapil Kementrian Dalam Negeri telah menerapkan inovasi Identitas Kependudukan Digital dengan nama Digital ID” Sambung Rektor.
Lebih lanjut Rektor menegaskan dengan adanya Digital ID akan memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik dan permohonan pelayanan dokumen kependudukan bisa dilakukan secara online. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa dilakukan secara maksimal selama 3 hari dengan 15 titik tempat pelayanan IKD termasuk UPI Kamda dan dapat mengakomondasi sebanyak mungkin peserta yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa.
Pada sambutan selanjutnya Wali Kota Bandung H.Yana Mulyana, S.E., M.M. akrab di sapa kang Yana menyampaikan apresiasi terhadap Dukcapil kota Bandung terhadap inovasi dalam pemberian pelayan kepada masyarakat “Alhamdulillah digitalisasi berjalan dengan baik, mudah-mudahan ini ikhtiar kita dalam memberikan hak kependudukan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayan publik” ungkap Yana
Tak lupa Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd. Selaku Dirjen Dukcapil menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Pendidikan Indonesia dan perwakilan perguruan tinggi Bandung “Saya atas nama Lembaga Kementrian Dalam Negeri menyampaikan terima kasih, penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak Rektor UPI atas terlaksananya Dukcapil Goes to Campus, terlebih dengan target paling tidak di atas 10.000 mahasiswa” ucapnya dalam sambutannya.
Teguh Setyabudi menjelaskan peran Dukcapil ke depan akan semakin strategis dan penting. Dukcapil menjadi sumber layanan baik pada layanan pemerintahan maupun swasta. “Terkait dengan kegiatan Dukcapil Goes to Campus UPI ini, merupakan langkah-langkah yang kami kalahkan dalam rangka memperkenalkan sekaligus menerapkan kebijakan pemerintah terkait dengan layanan dokumen kependudukan yakni melalui pembuatan dan aktivasi IKD”
Kegiatan yang akan berlangsung di Univeritas Pendidikan Indonesia ini tentunya menjadi harapan bagi sektor pemerintah agar mahasiswa dan segenap civitas akademis kampus melakukan aktivasi. Wali kota Bandung juga dalam wawancaranya mengajak seluruh warga UPI untuk segera mengakses IKD “Mudah-mudahan seluruh mahasiswa UPI ini memiliki Identitas Kependudukan Digital, harapannya semakin mudah mendapatkan pelayan publik yang diberikan oleh berbagai dinas instansi bahkan pelayan publik lainnya, karena ini sangat dimudahkan. Jadi mudah-mudahan teman-teman segera mengakses IKD ini” Ungkap Yana (Kontributor Humas UPI/ Annisa Luthfiah)
Wali Kota Bandung: UPI, Perguruan Tinggi Pertama dalam Pelaksanaan Penerapan IKD
29 Mar 2023 • Humas UPI
Bandung, UPI
Dikatakan Wali Kota,”Jadi ASN kami dahulukan, setelah itu kami baru melakukannya kepada masyarakat untuk IKD ini. Tapi diharapkan dengan bantuan seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Kota Bandung, yang diawali di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini, akan semakin mempercepat percepatan pemberian atau penerapan IKD di masyarakat Kota Bandung.”
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Yana Mulyana, S.E., M.M., dalam sambutannya pada kegiatan Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) – “DUKCAPIL GOES TO CAMPUS” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Ditjen Dukcapil Kemendagri) di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Gedung Ahmad Sanusi Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu (29/03/2023).
Digitalisasi berjalan dengan baik, ujar Wali Kota, diharapkan ini adalah ikhtiar kita semua dalam memberikan hak administrasi kependudukan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah.
“Pemerintah Kota Bandung sangat mengapresiasi Dukcapil Kemendagri yang selalu berinovasi dalam ikhtiar meminimalisasi interaksi antara kami pemberi pelayanan dengan masyarakat yang menerima pelayanan,” ujar Wali Kota Yana.
Di Kota Bandung, ungkapnya, kami laporkan dari 18.000 ASN yang ada di Kota Bandung sudah melakukan penerapan IKD oleh Dukcapil Kota Bandung. Presentasenya sudah hampir 100%.
Pemerintah Kota Bandung sangat mengapresiasi program penerapan IKD ini, tapi tentunya juga diharapkan terjadi sosialisasi kepada pihak-pihak yang akan memberikan pelayanan berdasarkan IKD. Ditegaskan Wali Kota, karena belum tentu pihak-pihak lain seperti perbankan atau bandara, terminal serta lainnya itu bisa menerima IKD. Karena mungkin belum tersosialisasikan atau terbentur oleh regulasi yang ada di internal mereka.
“Jadi mohon karena itu ranahnya mungkin ada di Kementerian, untuk dapat melakukan sosialisasi dan sinergitas mengenai IKD ini sehingga baik untuk percepatan. Perkembangan teknologi memang sangat cepat dibanding dengan regulasi yang ada di masing-masing instansi terkait penerapan IKD ini. Tapi diharapkan dengan sinergitas kita semua, minimal seluruh masyarakat bisa menerima pelayanan dengan IKD ini, sehingga pelayanan akan semakin baik ke depannya,” ungkap Wali Kota.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ditjen Dukcapil Kemendagri Dr. H. Teguh Setyabudi, M.Pd., Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., Sesditjen Kemendagri Hani Syopiar Rustam, S.H., Direktur Pendaftaran Penduduk Dr. Ir. David Yama, M.SC., MA., PLT Kadis Dukcapil Provinsi Jawa Barat Hj. Indrastuti Chandra Dewi, S.H., M.Si., Kadis Dukcapil Kota Bandung H. Tatang Mukhtar, S.Sos., M.Si., Ketua Forum Disdukcapil Kabupaten/Kota se-Jabar Drs. H. Hendra Trismayadi, M.SI., Kadis Dukcapil KBB, Kadis Dukcapil Se-Jabar, serta unsur pimpinan lainnya. (dodiangga)
Sebanyak 15 titik yang tersebar di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bumi Siliwangi dan Kampus UPI di Daerah disiapkan untuk memfasilitasi pelaksanaan Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diselenggarakan oleh Pemerintah.
Menurut Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., bahwa keberadaan titik-titik tersebut disediakan untuk mendukung dan memfasilitasi program Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Ditjen Dukcapil Kemendagri) dalam rangka Penerapan Identitas Kependudukan Digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam sambutannya pada kegiatan Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) – “DUKCAPIL GOES TO CAMPUS” yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia di Gedung Ahmad Sanusi Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu (29/03/2023).
“Pelaksanaannya selama 3 hari, 10 titik berada di Kampus UPI Bumi Siliwangi, sementara 5 titik lainnya ada di Kampus UPI di Daerah. Titik tersebut diperuntukan untuk mengakomodasi sebanyak mungkin peserta sivitas akademika UPI yang terdiri dari 300-an dosen dan tendik, serta 45.00-an mahasiswa. UPI mendukung transformasi digital Administrasi Kependudukan,” tegas Rektor UPI.
KTP, ungkap Rektor UPI, adalah identitas resmi yang dimiliki oleh seorang penduduk. KTP berisi informasi data diri, foto, tanda tangan dan nomor induk kependudukan atau yang disingkat dengan NIK.
Ditegaskannya,”NIK sangat penting, karena digunakan untuk mengakses berbagai layanan publik, khususnya yang membutuhkan syarat-syarat administratif seperti mendaftar asuransi kesehatan, BPJS, mendaftar sekolah, menikah, membuat rekening di Bank, mengikuti Pemilu, Pilkada dan lain-lain sebagainya.”
Pencatatan data kependudukan terus mengalami peningkatan, sebelumnya dicatat dalam KTP biasa, namun kini beralih ke KTP elektronik. Saat ini Ditjen Dukcapil Kemendagri telah menerapkan inovasi identitas kependudukan digital dengan nama Digital ID.
Digital ID atau identitas kependudukan digital adalah perangkat digitalisasi yang digunakan untuk mempresentasikan dokumen kependudukan dalam aplikasi digital melalui gawai yang menampilkan data pribadi sebagai identitas yang bersangkutan.
Penerapan identitas kependudukan digital dilakukan secara bertahap dimulai dari seluruh pegawai di Pemerintahan Indonesia, kemudian mahasiswa dan pelajar, dan terakhir kepada masyarakat umum.
“Pemerintah melakukan digitalisasi ID melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), nantinya bisa digunakan sebagai pengganti e-KTP fisik. Proses pergantian ini dilakukan bertahap dan tidak langsung menghapus fungsi KTP elektronik (e-KTP),” tegas Rektor UPI.
Masih menurut Rektor UPI, bahwa kelebihan dari memiliki Digital ID adalah tidak mudah hilang, sulit dipalsukan, mempercepat pelayanan administrasi kependudukan dan praktis. Untuk menjamin keamanan data yang ada di Digital ID, pengguna harus melalui beberapa tahap verifikasi seperti verifikasi wajah, NIK dan PIN serta melakukan scan QR Code yang hanya bisa dipindai satu kali, hal tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan data pengguna.
“Diharapkan ke depan dengan adanya Digital ID semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik dan permohonan pelayanan dokumen kependudukan bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil,” harapnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ditjen Dukcapil Kemendagri Dr. H. Teguh Setyabudi, M.Pd., Wali Kota Bandung Yana Mulyana, S.E., M.M., Sesditjen Kemendagri Hani Syopiar Rustam, S.H., Direktur Pendaftaran Penduduk Dr. Ir. David Yama, M.SC., MA., PLT Kadis Dukcapil Provinsi Jawa Barat Hj. Indrastuti Chandra Dewi, S.H., M.Si., Kadis Dukcapil Kota Bandung H. Tatang Mukhtar, S.Sos., M.Si., Ketua Forum Disdukcapil Kabupaten/Kota se-Jabar Drs. H. Hendra Trismayadi, M.SI., Kadis Dukcapil KBB, Kadis Dukcapil Se-Jabar, serta unsur pimpinan lainnya. (dodiangga)