English
Indonesia

Rektor UPI Sebut Guru Profesional adalah Guru yang Mampu Membawa Perubahan

24 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Guru profesional adalah guru yang mampu tampil dihadapan peserta didik dan bisa diterima oleh para peserta didik. Seorang guru harus mampu membawa perubahan ke arah pencapaian perubahan perilaku yang diharapkan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam sebuah wawancara usai mengikuti kegiatan Sumpah Profesi Guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Periode Bulan Desember Tahun 2022 di Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan secara daring dan luring terbatas di Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (21/03/2023).

Lebih lanjut Rektor mengatakan,”Era sekarang kan era yang sangat sarat dengan berbagai perubahan. Oleh karena itu, saya ingatkan kepada mereka bahwa yang namanya kemampuan, yang namanya profesionalisme guru itu bukan sesuatu yang sifatnya binary, dimana hasilnya adalah tetap atau tidak sama sekali.”

Misalnya, lanjut Rektor, sekarang begitu lulus, langsung profesional selamanya, tidak begitu, namun apa yang diraih sekarang ini mesti dipertahankan dan diperjuangkan dengan cara menjadi pembelajar sepanjang hayat, karena memang tuntutan perubahan zaman yang terus-terusan berubah dengan sangat cepat.

“Oleh karena itu, seorang guru profesional sekarang itu dituntut untuk menjadi lifelong learner, speed learner, creative learner dan seterusnya. Kalau tidak, tentu mereka akan ketinggalan zaman, mereka akan pensiun sebelum waktunya,” harapnya.

Hari ini adalah era transformasi, era perubahan, yang nantinya harus diladeni dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut.

Dikatakan Rektor,”Indikator utama bahwa seorang guru itu sudah profesional di mata muridnya, adalah jika mereka mempunyai kemampuan untuk melakukan pembelajaran, mampu mengelola program-program sekolah yang bisa membawa perubahan terhadap perilaku, seperti yang diharapkan.”

Sebagai informasi sebanyak 2.178 orang guru mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Profesi bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode Desember Tahun 2022 di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2023.

Adapun rincian lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sebanyak 1.989 orang, Dalam Jabatan Ex-PLPG sebanyak 84 orang, Dalam Jabatan PGP sebanyak 18 orang, Pra Jabatan 3T Berbeasiswa Berasrama sebanyak 1 orang, Pra Jabatan Bersubsidi sebanyak 4 orang, dan Pra Jabatan Mandiri sebanyak 82 orang. (dodiangga)

2.178 Guru Ikuti Upacara Pengambilan Sumpah Profesi Periode Desember Tahun 2022 di UPI

24 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 2.178 orang guru mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Profesi bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode Desember Tahun 2022 di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2023.

Adapun rincian lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sebanyak 1.989 orang, Dalam Jabatan Ex-PLPG sebanyak 84 orang, Dalam Jabatan PGP sebanyak 18 orang, Pra Jabatan 3T Berbeasiswa Berasrama sebanyak 1 orang, Pra Jabatan Bersubsidi sebanyak 4 orang, dan Pra Jabatan Mandiri sebanyak 82 orang.

Dalam Pidato Sambutannya, Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA., mengatakan bahwa dari 2.178 yang mengikuti prosesi ini, hadir secara luring sebanyak 1.669 orang dan sebagian lainnya hadir secara daring melalui siaran langsung melalui TVUPI sebanyak 509 orang.

Rektor UPI menegaskan bahwa Bapak Ibu Guru Lulusan PPG yang diambil sumpahnya, secara formal sudah dinyatakan sebagai Guru Profesional. Ditegaskannya,”Namun demikian, barangkali ada beberapa hal yang harus diperhatikan, bahwa profesionalisme guru itu tidak bersifat binary bahwa kalau lulusan sudah profesional lalu seumur hidup, profesional tanpa ada upaya-upaya pengembangan diri selanjutnya.”

Oleh karena itu, lanjut Rektor UPI, kita harus melihat betul perkembangan perubahan yang terjadi, dan salah satu hal yang sekarang menjadi perhatian masyarakat kita, masyarakat dunia dan begitu semarak dibicarakan dalam berbagai forum, berbagai diskusi yaitu tentang perubahan tatanan kehidupan, termasuk dalam pendidikan, dimana kita sekarang sudah memasuki yang namanya era digital.

Rektor UPI menjelaskan,”Perubahan yang terjadi tentu tidak sekedar perubahan yang biasa, tapi perubahan yang betul-betul bersifat eksponensial, perubahan yang bersifat fundamental sehingga ini memberikan implikasi perlunya melakukan upaya-upaya transformasi di dalam pendidikan. Perlunya melakukan upaya-upaya perubahan yang mendasar dalam pendidikan, dan ini tentu saja menuntut perubahan pula di dalam peran dan aktivitas guru.”

Kalau dulu barangkali guru itu lebih berperan sebagai sumber belajar yang dominan, ungkap Rektor, tentunya dalam kondisi sekarang ini tidak lagi seperti itu, karena sekarang para siswa sudah berhadapan dengan dunia maya yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

“Sehingga yang namanya sumber belajar sekarang sudah tersedia dimana-mana, bahkan mungkin sekarang ini sudah terjadi banjir informasi yang tentu bila kita tidak punya kemampuan untuk menata, memilih, memilah, mengorganisasikannya, ini akan menjadi satu persoalan tersendiri,” katanya.

Oleh karena itu, ujar Rektor, bagaimana sekarang guru lebih dituntut sebagai fasilitator bagi pembelajaran anak, sebagai motivator, termasuk juga sebagai knowledge organisers yang nanti bisa membantu anak untuk mengorganisasikan berbagai pengetahuan yang bisa dipelajari sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi anak.

Ditegaskannya,”Karena anak-anak yang dihadapi sekarang adalah anak-anak yang lahir sebagai digital native, Oleh karena itu supaya kita tetap bisa berinteraksi, tetap bisa nyambung, tetap bisa connect dengan dunia mereka, bagaimanapun barangkali kita harus berupaya untuk familiar dengan dunia mereka.”

Kita sebagai guru, harap Rektor, walaupun mungkin sudah termasuk yang lebih senior dari mereka, tetap harus familiar dengan dunia digital. Sehingga apa yang kita diskusikan, kita komunikasikan ini tetap nyambung dengan dunia anak yang kita hadapi.

Ada beberapa tuntutan yang harus kita lakukan supaya kita tetap update, supaya kita tetap bisa selaras, supaya kita bisa mengadaptasikan diri dengan tuntutan dan kondisi sekarang.

Pertama, tentu saja kita harus menjadi yang namanya lifelong learner. Jadi, begitu lulus itu bukan beristirahat tapi terus selalu belajar, belajar dan belajar sehingga bisa mengadaptasikan diri dengan berbagai perubahan. Yang namanya lifelong learner ini menjadi satu keniscayaan bagi kita kalau kita ingin menjadi guru dan betul-betul berfungsi dan tidak pensiun sebelum waktunya.

Kemudian juga karena sekarang dunia belajar itu sudah luar biasa, maka mau tidak mau kita juga harus menjadi seorang yang speed learner, sebagai pembelajar yang cepat tidak bisa lagi pakai peribahasa lama “alon-alon asal kelakon”. Kalau sekarang mengusung konsep alon-alon, pasti ketinggalan, oleh karena itu kita juga harus menyesuaikan diri untuk bisa menyesuaikan dengan percepatan perubahan yang terjadi yaitu dengan menjadi speed learner.

“Kita juga tentu saja harus menjadi creative learner yang bisa berkreasi, bisa melihat persoalan-persoalan secara kreatif, tidak monoton, tidak linier karena memang perubahan terjadi di setiap saat. Kemudian tentu saja kita harus menjaga integritas pribadi kita sebagai guru sehingga kita bisa menjadi sosok model, menjadi panutan bagi para siswa kita,” pungkas Rektor. (dodiangga)

SUMPAH PROFESI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU: GURU SEBAGAI PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT

23 Mar 2023 • Humas UPI

Bandung-UPI. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menggelar pengambilan sumpah profesi bagi lulusan program profesi guru periode Desember 2022. Hari ini sebanyak 2178 peserta melakukan secara daring dan 1669 secara luring di Gymnasium UPI. (21/03/22)

Sumpah profesi guru dilakukan sebagai bentuk pemahaman, penerimaan, penghormatan, dan kesediaan seorang guru untuk mematuhi nilai-nilai moral yang termuat di dalam Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Program pendidikan guru dilakukan sebagai upaya mempersiapkan keahlian khusus (kompetensi) yang harus dimiliki seorang guru sehingga menghasilkan profesionalisme. Hal tersebut yang nantinya harus dipertahankan dan diperjuangkan selama pengajaran dengan melakukan upaya-upaya pengajaran di lokasi pengajaran mana pun. Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., Rektor Universitas Pendidikan Indonesia menyampaikan harapannya bagi lulusan PPG, “Mereka bisa menjadi manusia lifelong learner dan speed learner agar tidak tertinggal perkembangan zaman. Selain itu, pendidikan harus kreatif dalam menghadapi berbagai perubahan, tantangan. Modifikasi juga perlu dilakukan sebagai upaya penyesuaian cara pengajaran di masa yang akan datang sehingga kemampuan-kemampuan mengadaptasikan dirinya bisa tetap eksis.”

Guru merupakan seorang pengajar yang memiliki tugas mulia untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat dalam upaya mencerdaskan bangsa. Dunia terus mengalami perubahan dan sekarang merupakan era digital ketika manusia sudah bisa menciptakan mesin-mesin pintar. Meskipun demikian, peran guru itu tidak akan tergantikan, tetapi perubahan dan penyesuaian memang diperlukan.

Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., mengatakan, “Saat ini guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber belajar yang dominan bagi muridnya karena sekarang sudah banyak sumber belajar yang bisa dimanfaatkan oleh siswa, tapi tidak bisa menggantikan dalam ranah pendidikan karakter. Misalnya, bagaimana mengajarkan masalah toleransi, empati, kesabaran, oleh karena itu guru akan tetap memiliki peran yang penting sehingga peran guru menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing yang bisa lebih membantu memaksimalkan proses belajar siswa”.

Prof. Dr. H. Syihabuddin, M. Pd. Pimpinan Sekolah Pascasarjana yang turut hadir menyampaikan kredibilitas UPI sebagai penyelenggara PPG, “Kepercayaan itu diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Guru. Pertama, Universitas pendidikan Indonesia selalu memperoleh tugas untuk membimbing atau menyelenggarakan PPG dalam jumlah yang terbanyak dibanding universitas atau perguruan tinggi lainnya. Kedua, kepercayaan itu yang paling penting harus kita terima dan kita respons sebaik-baiknya. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya, menyiapkan guru, kemudian kita juga terus meningkatkan kualitas untuk pelayanan mereka, kita hadir untuk mereka.”

Instruktur memiliki peran yang cukup penting dalam pelaksanaan program Pendidikan Profesi Guru sehingga terdapat empat tahapan yang dilakukan untuk persiapannya. Pertama, perencanaan pada tahapan ini kita mengevaluasi dari kegiatan PPG tahun lalu dalam hal koneksi internet, pembelajaran, dan guru. Kedua, perencanaan untuk dilakukan implementasi. Ketiga, evaluasi dan melakukan pelaporan, di pelaporan ini sangat pentingnya evaluasi kepada seluruh kegiatan dan di terdapat rekomendasi. Rekomendasi ini sangat penting untuk memberikan pelayanan terbaik pada kegiatan PPG berikutnya. Perencanaan, implementasi, evaluasi dan rekomendasi adalah yang perlu dilakukan untuk satu kegiatan yang penuh untuk meningkatkan kualitas PPG di UPI. (Kontributor Humas UPI/ Iqssyzia Syahfitri)

Tiyas Puji Setianti : PPG UPI Mendidik Guru Profesional  yang Mengutamakan Siswa, Memiliki Inisiatif dan Terus Menerus untuk Belajar Serta Berinovasi

21 Mar 2023 • Humas UPI

Tiyas Puji Setianti mendapatkan kesempatan memberikan pidato pada penyelenggarakan kegiatan Pengambilan Sumpah Profesi Guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Periode 6 dan 7 Tahun 2023 di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (21/3/2023). Kegiatan kegiatan Pengambilan Sumpah Profesi Guru dihadiri oleh Rektor, Para Wakil Rektor, Senat Akademik, Dewan Guru Besar, Direktur Sekolah Pascasarjana, Pimpinan Fakultas, Pimpinan UPI Kampus Daerah, Pimpinan Program Studi serta Pimpinan Persatuan Guru Republik Indonesia pada tingkat pusat dan daerah.

Tiyas Puji Setianti bertugas sebagai guru kelas 5 di Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Ciharashas Kecamatan Ngamprah. Selain itu Tiyas Puji Setianti juga mendapatkan tugas sebagai komite pembelajar sekolah penggerak serta berbagai kegiatan pendampingan dan refleksi sekolah penggerak. Pada tingkat kecamatan Tiyas Puji Setianti mendapatkan tugas sebagai juri lomba Calistung. Tiyas Puji Setianti menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Kampus Serang. Melanjutkan Pendidikan Dasar Pada Sekolah Pascasarjana UPI serta menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru sejak 2021-2022.

Tiyas Puji Setianti mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaanya menjadi salahsatu lulus PPG UPI pada acara sumpah profesi lulusan PPG Tahun 2023 ini. Tiyas Puji Setianti menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang beperan dalam pelaksanaan kegiatan PPG ini. Menurutnya profesi guru bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah dilalui. Begitu banyak liku-liku yang harus dihadapi dengan berani hingga akhirnya mampu melalui rintangan tersebut dan dapat hadir diruangan inii dengan menyandang gelar guru professional.

Lebih lanjut, Tiyas Puji Setianti menyampaikan terima kasih kepada orang tua, keluarga, sahabat dan rekan sejawat atas segala do’a, pengorbanan dan kesediaan untuk turut berjuang membersamai selama kegiatan PPG ini. Tiyas Puji Setianti yakin bahwa tidak ada keberhasilann dalam meraih gelar guru professional tanpa do’a dan perjuangan dari orang-orang terdekat yang turut mengantarkan hingga hari ini.

Tiyas Puji Setianti mengungkapkan bahwa Universitas Pendidikan Indonesia menjadi salah satu LPTK yang bekerjasama dengan Kemdikdibudristek dalam penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurutnya setiap kegiatan PPG dirancang agar setiap lulusanya mampu menjadi guru yang dapat mendidik generasi bangsa yang berkarakter, cinta tanah air, kompetitif dan unggul untuk menghadapi tantangan di era serba digital

Pada proses pembelajaran dalam PPG ini, calon guru professional telah dibekali dengan kemampuan problem solving yang dikolaborasikan dengan digitalisasi. Menurutnya, tenaga pendidik di abad ini harus menjadi penggerak yang mengutamakan siswa dibanding dirinya sendiri, memiliki inisiatif untuk melakukan perubahan pada siswa dan terus menerus berinovasi serta memiliki keberpihakan atas kebutuhan siswa.

Tiyas Puji Setianti berharap dan berdoa semoga Universitas Pendidikan Indonesia mampu menjadi LPTK unggul dalam menghasilkan guru-guru professional yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berilmu, adaptif, kreatif, inovatif, dan kompetitif, serta utamanya mendidik. Semoga modernisasi teknologi dalam perspektif pendidikan ini dapat merata diseluruh pelosok negeri Indonesia tercinta hingga dapat dirasakan oleh seluruh kalanggan (Yana Setiawan/Humas UPI)

Galeri Investasi Syariah BEI FPEB UPI : Indikator Penting dalam Tranformasi Perguruan Tinggi yang berperan Meningkatkan Edukasi Pasar Modal Syariah bagi dosen dan mahasiswa.

21 Mar 2023 • Humas UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia melalui Galeri Investasi Syariah menyelenggarakan kegiatan penandatangan kerjasama, pelaksanaan  relaunching galeri investasi syariah Bursa Efek Indonesia (BEI)  FPEB UPI serta Seminar Pasar Modal. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka menjalin serta meningkatkan program kerjasama antara Galeri Investasi Syariah BEI FPEB UPI dengan BEI serta  PT. Philip Sekuritas Indonesia serta diikuti oleh dosen dan mahasiswa FPEB UPI.

Dekan FPEB UPI Prof. Dr. Eeng Ahman, MS menjelaskan bahwa keberadaan galeri investasi syariah ini sangat penting bagi mahasiswa FPEB UPI dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya dalam bidang keuangan, pasar modal serta investasi yang merujuk pada pencapaian visi, misi dan tujuan FPEB UPI.

Menurutnya, galeri investasi syariah juga sangat menunjang capaian merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), indikator kinerja utama (IKU) serta  sebagai indikator penting dalam Tranformasi Perguruan Tinggi yang berperan meningkatkan edukasi pasar modal syariah bagi dosen dan mahasiswa serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurut perwakilan PT. Philip Sekuritas Indonesia, bahwa galeri investasi syariah FPEB UPI merupakan mitra ke 52 di Indonesia, serta mitra ke 7 yang berada di Kota Bandung. Menurutnya, investor pasar modal tertinggi di Indonesia didominasi dari generasi z dan milenial dibawah 30 tahun. Melalui keberadaan mitra galeri investasi syariah ini, dapat memberikan solusi investasi serta  memudahkan edukasi dan berinteraksi bagi mahaiswa investasi.

Perwakilan Bursa Efek Indonesia Wilayah Jawa Barat mengharapkan agar adanya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak serta dapat memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat di Kota Bandung dan masyarakat secara luas. Menurutnya, investor pasar modal  di Indonesia mengalami peningkatan. Jumlah investor di Jawa barat menempati posisi tertinggi di Indonesia. Investor Berada kelompok 18 sampai 25 tahun dan sekarang generasi z ini  sudah milai berinvestasi di pasar modal.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana Prasarana dan Sumber Daya Manusia UPI Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A, menyambut gembira atas pelaksanaan kegiatan dari  FPEB ini  sebagai sarana untuk menyiapkan mahaisswa untuk terjun kepada masyarakat dengan membekali dengan keterampilan pada  bidang keuangan.   Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A, mengajak seluruh peserta kegiatan agar memiliki kesiapan yang maksimal dalam  menghadapu masa depan.

Pada kegiatan penandantangan kerjasama, FPEB UPI, BEI dan PT. Philip Sekuritas Indonesia. Bersepakat melakukan kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan pemasyarakatan dan edukasi Pasar Modal Syariah yang berhubungan dengan Pasar Modal Syariah di FPEB UPI serta diharapkan dapat peningkatan pembelajaran dan sosialisasi Pasar Modal Syariah bagi dosen dan mahasiswa FPEB UPI.

Selanjutnya pelaksanaan kegiatan relaunching galeri investasi syariah Bursa Efek Indonesia (BEI)  FPEB UPI yang diselenggarakan di Gedung FPEB lantai 1 yang beroperasi setiap setiap hari kerja dimulai hari Senin sampai dengan Jum’at pada  pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Kegiatan terakhir yaitu penyelenggaraan seminar pasar modal dengan mengangkat tema  “Pengembangan Ekosistem Investasi Halal bagi Mahasiswa untuk Mendorong  Ekonomi Indonesia Melalui Pasar Modal Syariah di Gedung Auditorium FPEB UPI Lantai 6. Hadir sejumlah narasumber pada kegiatan seminar yaitu Sri Herlinawati S.E.,M.M.,CFP dari Bursa Efek Indonesia yang membahas materi tentang Pengembangan Ekosistem Halal bagi Mahasiswa untuk Investasi Mendorong Ekonomi Indonesia Saham Syariah. Materi kedua membahas tentang Mengenal Investasi dengan  POEMS ID dari PT Phillip Sekuritas Indonesia. Materi ketiga yang dibahas tentang Investasi di Pasar Modal Syari’ah : Sebuah Alternatif Pilihan Investasi yang Lebih Baik yang disampaikan oleh Dr. Toni Heryana, S.Pd., MM yang merupakan Dosen sekaligus Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya FPEB UPI (Yana Setiawan)

Pencarian