English
Indonesia

Syifaa’ Nurrohma Belajar Mengamati Sosial Masyarakat Melalui MBKM Pejuang Muda Kemensos

12 Feb 2023 • Humas UPI

Syifaa’ Nurrohmah merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indoensia Angkatan 2017 yang lolos seleksi pada program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada kegiatan Pejuang Muda Kemensos. Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini adalah upaya untuk penyetaraan kesejahteraan masyarakat Melalui tujuan ini, pelaksanaan dibagi menjadi 2 kegiatan yaitu membuat sosial project dengan membuat sosiopreneur upaya meningkatkan potensi ekonomi masyarakat serta melakukan validasi dan verifikasi bagi masyarakat yang menerima bantuan sosial.  

Syifaa mendapatkan informasi program pejuang muda kemensos dari media sosial serta mencari informasi lanjutan di web kampus merdeka. Menuruntya, yang harus dipersiapkan untuk seleksi pejuang muda kemensos dengan menyiapkan terlebih dahulu persyaratan administrasi yang diperlukan. Selain itu harus memiliki jiwa kemanusiaan, empati terhadap lingkungan, dan mengetahui isu atau kondisi sosial yang dialami masyarakat.  

Proses seleksi dilakukan pada web pejuang muda kemensos. Tahap pertama adalah tes administrasi pada tes administrasi ini mahasiswa diberikan empat fokus pada masalah sosial yang ada dan harus membuat essay mengenai isu yang diambil. Dari essay tersebut meliputi kemngkinan penyebab terjadi, masalah yang mengakar dan bagaimana cara mengurangi dan mengatasi masalah sosial tersebut, dari sekitar 14.000 pendaftar yang lolos seleksi sebanyak 10.000 orang dari mahasiswa seluruh Indonesia.  

Setelah lolos seleksi admnistrasi dilakukannya FGD yang diadakan selama dua hari. Pada FGD mahasiswa diberikan kasus mengenai isu sosial yang ada di masyarakat. Sebagai mahasiswa harus memiliki critical thingking untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada pada masyarakat dan memandirikan masyarakat untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi pada lingkungan. Setelah dilakukan FGD dan di nilai oleh mentor didapat 5140 mahasiswa yang lolos dan ditempatkan di 514 kabupaten dan kota yang ada diseluruh Indonesia.  

Kesan Syifaa bisa lolos seleksi pejuang muda kemensos, Berawal dari aktif di Kompartemen Sosial dan Politik Himadiksi, membuatnya merasa tertantang dalam kegiatan dan isu yang dimiliki masyarakat memutuskan saya untuk mengikuti program pejuang muda kemensos. Dengan mengikuti kegiatan ini juga membuatnya semangat menyelesaikan skripsi. Bisa lolos seleksi pejuang muda merupakan perjuangan yang sangat mengharukan dan langkah awal untuk bisa lebih bersyukur, dari ribuan mahasiswa yang mendaftar saya dapat lolos dalam kegiatan ini.   

Kesan dan manfaat yang didapatkan Syifaa terhadap program pejuang muda kemensos yaitu banyak belajar dari kegiatan yang ditempatkan di Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Dirinya memang senang dalam menjelajahi hal baru terutama sosial dan masyarakat yang memiliki banyak kebudayaan dan tradisi. Baginya yang dibesarkan di pulau jawa, ini pertama kali baginya untuk berkunjung ke tanah melayu. Dengan masyarakat yang menjunjung tinggi tata karma.

Melalui kegiatan ini Syifaa banyak bersyukur dengan fasilitas yang terdapat di pulau jawa. Untuk pendidikan tingkat sd terdapat di setiap pulau, tapi ada pula yang masyarakat dari pulau tersebut harus menyebrang untuk bersekolah. Untuk jenjang SMP dan SMA sederajat mengharuskan siswa untuk menaiki perahu atau speed untuk sekolah, memang disediakan beberapa kapal untuk mengantar jemput siswa sekolah, tapi masih ada beberapa siswa yang sekolah secara mandiri dengan kondisi laut yang terkadang tidak dapat di prediksi membuat suatu kekhawatiran, tapi hal tersebut dianggap biasa bagi masyarakat disana.  

Kegiatan dan pengalaman selama pejuang muda kemensos Kegiatan yang dilakukan selama PM, berkoordinasi dengan coordinator pendamping PKH Kabupaten atau kota sesuai dengan penempatan. Saya di Kab. Lingga. Dari koordinasi ini kami mengajukan proposal yang dapat membantu masyarakat agar dapat membuat niolai tambah dari hasil melaut. Selain itu juga kami menganalisis kondisi sosial  yang ada dimasyarakat dengan melakukan verifikasi dan validasi bagi masyarakat yang menerima bantuan sosial PKH dan BPNT dengan mengunjungi rumah dari yang bersangkutan. Untuk mengunjungi rumah dari penerima bantuan sosial, kami sering menyebrangi pulau setiap harinya. Karena akses yang dapat dilewati hanya dengan kapal nelayan untuk berlaut. Selain itu pula kami melakukan kunjungan ke tempat tempat yang memilki potensi wisata yang dapat ditingkatkan kualitas yang dapat meningkatkan pendapatan untuk masyarakat sekitar.  

Selain akses yang dilalui, terdapat beberapa pulau yang menerima listrik yang hanya dari jam 5 sore sampai jam 7 pagi itu pun menggunakan bantuan generator, begitu pula dengan sinyal terdapat beberapa pulau yang memiliki kekuatan sinyal internet yang stabil, terdapat pula pulau yang hanya dapat menerima sinyal seluler saja tanpa internet dan ada pula pulau yang sama sekali tidak memiliki sinyal.  

Peran Syifaa sebagai mahasiwa dalam kegiatan pejuang muda kemensos harus melakukan pemetaan masalah sosial yang berada di masyarakat. Dengan adanya pemetaan sosial maha dapat mengidentifikasi dan mencoba mencari alternatif bagi masalah tersebut. Dari berbagai alternative dapat di ambil keputusan dengan solusi yang terbaik. Kewirausahaan sosial merupakan solusi yang efektif dilakukan karena akan memandirikan dan membiasakan masyarakat.  

Harapan terhadap kegiatan pejuang muda kemensos yang dirasakan dari peserta kegiatan PM kurangnya komunikasi, arahan dan masalah teknis baik antara peserta mapun panitia. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan mengajarkan banyak hal untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi masyarakat. Syifa membagikan tips kepada redaksi agar bisa lolos pejuang muda kemensos dengan lebih peduli dengan permasalahan linkungan masyarakat terutama di sekitar kita. Berani untuk melangkah diluar zona nyaman (Yana Setiawan)

Selenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat : Prodi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI Fokus Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Wilayah Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut

11 Feb 2023 • Humas UPI

Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Garut menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Kampus II Cisewu (10/2/2023).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka implementasi tridharma perguruan tinggi yang difokuskan pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di wilayah kecamatan Cisewu Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Kegiatan diisi dengan pembahasan pentingnya manajemen pendidikan masa depan dan mobilitas sosial yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Nugraha, SE. Ak. M.Si, CA, CPA., CFP, selalu Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia.

Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI, Dr. Heni Mulyani, M.Pd menjelaskan bahwa pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat tema Manajemen Pendidikan dan Mobilitas Sosial di Era Revolusi Industri 4.0. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Akuntansi berupaya terlibat secara langsung dalam pengembangan aksesibilitas pendidikan didaerah dalam rangka meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Ketua Kampus II Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Garut Kampus II, H. O. Somara., SA, M.Ag sebagai mitra kerjasama kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjelaskan bahwa kegiatan dihadiri dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Garut kampu I dan kampus II sebagai amanat tridharma perguruan tinggi, serta implementasi pengembangan akademik bagi dosen dan mahasiswa.

H. O. Somara., SA, M.Ag menjelaskan bahwa keberdaaan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Garut ini berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan sumberdaya manusia di wilayah kecamatan Cisewu. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada dosen dan mahasiswa dalam bidang pengembangan akademik, membangun inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia dalam rangka memenuhi tuntutan industri dan dunia global.

Melalui kerjasama dalam kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI serta Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Garut dapat memberikan nilai tambah wawasan kelimuan, membandingkan keterampilan, teori, fakta dilapangan, serta bertekad untuk terlibat membantu pembangunan sumber daya manusia di Wilayah Kecamatan Cisewu (Yana Setiawan)

Kerjasama Universitas Pendidikan Indonesia  dengan Lembaga Penerbitan Erlangga Group Revitalisasi Taman Berretty Partere 

10 Feb 2023 • Humas UPI

Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penerbitan Erlangga Group melakukan revitalisasi taman Berretty Partere (7/2/2023). Serah terima dalam rangka kerjasama revitalisasi taman Berretty dari Lembaga Penerbitan Erlangga Group kepada Universitas Pendidikan Indonesia disampaikan Bapak Raja Hutauruk, selaku Direktur  Lembaga Penerbitan Erlangga Group. Kerjasama kegiatan ini diinisiasi oleh Direktur Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Suwatno, M.Si yang merupakan guru besar Universitas Pendidikan Indonesia sebagai penulis best seller buku Public Speaking yang dipublikasikan pada Lembaga Penerbitan Erlangga Group. 

Program revitalisasi taman Berretty Partere dalam rangka corporate social responsibilty atau tanggung jawab sosial Lembaga Penerbitan Erlangga Group terhadap lingkungan dan pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan dihadiri oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA, para wakil rektor, serta para pimpinan unit kerja dilingkungan UPI beserta direksi Lembaga Penerbitan Erlangga Group.  

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA menjelaskan bahwa keluarga besar Universitas Pendidikan Indonesia mengapresiasi kerjasama ini karena revitalisasi taman Berretty partere sejalan dengan kebijakan dan program kampus sehat Universitas Pendidikan Indonesia. Universitas Pendidikan Indonesia berkonsultasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dalam persiapan, pelaksanaan dan serah terima revitalisasi Taman Berretty partere ini.  

Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA menyampaikan terima kasih luar biasa kepada berbagai pihak khususnya Lembaga Penerbitan Erlangga Group. Apa yang disampaikan Lembaga Penerbitan Erlangga Group semoga menjadi berkah. Kedepan kita akan memperindah dan memperluas kampus UPI. Tahun ini akan mewujudkan kamus sehat, karena kesehatan merupakan kebutuhan civitas akademika semuanya. Bukan hanya kampus indah tetapi juga kampus sehat. Kita berupaya terus menerus memperindah kampus. Taman Berretty Partere ini merupakan sejarah dan warisan yang harus kita jaga dengan baik. 

Kepala Biro Sarana dan Prasarana Universitas Pendidikan Indonesia Drs. Ahmad Tajudin, M.A.P menjelaskan bahwa kegiatan revitalisasi taman Berretty Partere diawali dengan prapersiapan dengan menyelenggarakan rapat koordinasi perencanaan kerja sama. Pada  akhir tahun 2021 serta rapat koordinasi dengan Lembaga Penerbitan Erlangga Group dan penyedia/konsultan taman, pada pertengahan November 2022. Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi taman Berretty Partere dimulai 25 November sampai dengan 23 Desember 2022 (Yana Setiawan)

Jurnal MANAJERIAL dan JPManper Akomodir Penulis DIKMANPER FPEB UPI

10 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program studi Pendidikan Manajemen Perkantoran (DIKMANPER) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memiliki 2 jurnal, yaitu Jurnal MANAJERIAL dan Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper).

Keduanya hadir dalam rangka memfasilitasi kebutuhan Bapak Ibu Dosen dan mahasiswa DIKMANPER FPEB UPI dalam menulis artikel untuk dipublikasikan dalam sebuah jurnal. Hal ini dikarenakan pada waktu itu sangat sulit untuk mengakomodir tulisan-tulisan para dosen untuk dimuat di jurnal, namun kini alhamdulillah kehadiran kedua jurnal tersebut bisa memfasilitasi penerbitan tulisan-tulisan sivitas akademika DIKMANPER.

Pernyataan tersebut disampaikan Kaprodi DIKMANPER FPEB UPI Dr. Sambas Ali Muhidin, S.Pd.,M.Si., di sela-sela kegiatan Workshop Penulisan Buku dan Artikel Ilmiah di Ruang Auditorium Gedung FPEB Lt. 6 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Kamis (9/2/2023).

“Untuk diketahui, keduanya memiliki peran yang berbeda karena kontennya beda walaupun tujuannya sama yaitu sama-sama mendokumentasikan antologi sivitas akademika DIKMANPER sesuai dengan kebijakan Universitas,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kalau Jurnal Manajerial itu kontennya umum, tapi kalau JPManper khusus yang terkait dengan dunia pendidikan dan pembelajaran. Jadi peruntukkannya beda.

“Jadi kalau ada mahasiswa menulis skripsi judulnya terkait dengan pendidikan atau pembelajaran, nanti dimuatnya di JPManper. Tapi, kalau ada mahasiswa yang membuat skripsi judulnya umum di luar institusi pendidikan, terbit di Jurnal Manajerial. Jurnal Manajerial usianya paling tua, terbit untuk mengakomodasi kepentingan Bapak dan Ibu dosen dalam menulis artikel,” ungkapnya lagi.

Kembali ditegaskan bahwa Jurnal Manajerial adalah jurnal yang paling tua sejak saya jadi dosen, katanya, dan Jurnal Manajerial ini sudah hadir di tahun 2003. Jurnal ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., dan Drs. H. Daeng Sudirwo, M.Pd., hadir untuk mengakomodir tulisan-tulisan para dosen untuk dimuat di jurnal.  

“Kemudian di tahun 2022, dilakukan penyegaran pengelola kedua jurnal tersebut. Saat ini Jurnal Manajerial dikelola oleh Dr.Tutik Inayati, M. S.M. Akreditasinya sementara di Sinta 4, saat ini sedang dalam proses untuk peningkatan akreditasi dari ke Sinta 3,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, kalau Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran atau JPManper ini dibuat sesuai dengan kebijakan Universitas yang harus membuat antologi dari tulisan-tulisan skripsi mahasiswa untuk dimuat di jurnal. Dalam perkembangannya, pada saat Pak Rasto menjadi Ketua Prodi, berubah menjadi JPManper, pengelolanya yaitu Dr. Fahmi Jahidah Islamy, SMB., M.M.

Diungkapkannya,”JPManper meskipun relatif baru dibandingkan Jurnal Manajerial, prestasi terbilang bagus. Saat ini peringkatnya naik, dari Sinta 4 ke Sinta 3.”

Jurnal Manajerial awalnya hanya mengakomodasi kepentingan Bapak dan Ibu dosen dalam menulis artikel, ujarnya, kini diperluas untuk mengakomodasi kepentingan mahasiswa-mahasiswa yang sudah menyelesaikan skripsi ditargetkan di jurnal. Karena itu ada kewajiban bagi mahasiswa untuk membuat artikel dan artikel itu harus dimuat di jurnal.

Dikatakannya,”Oleh karena itu, keberadaan kedua jurnal itu beriringan dengan kebutuhan mahasiswa, kebutuhan dosen bahkan kebutuhan Prodi.”

Kebutuhan Prodi apa, tanyanya, ya itu tadi untuk kepentingan akreditasi program studi, karena di indikator-indikator penilaian akreditasi itu diminta karya ilmiah mahasiswa dalam bentuk artikel yang diterbitkan jurnal, itulah ada indikator-indikatornya. Jurnal Manajerial dan JP Manper ini keberadaannya seperti itu.

“Tentu saja kalau kita ambil tarik garis yang lebih tinggi, keberadaan jurnal tersebut dalam rangka memenuhi kewajiban para dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tadi sudah saya sampaikan bahwa kewajiban Tri Dharma di Prodi adalah Penelitian. Di bidang penelitian, selain meneliti, mereka harus membuat artikel dan menulis buku,” ujarnya. (dodiangga)

Prodi DIKMANPER FPEB UPI Dorong Dosennya Terbitkan Buku

10 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Salah satu yang terkait dengan tugas penelitian adalah menyusun dan menulis buku. Bahkan menulis buku ini salah satu bagian yang menjadi indikator penilaian di beban kerja dosen. Termasuk juga yang harus diinput ke Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER). Sistem penilaian yang ada di SISTER, salah satunya berfungsi untuk menunjang kenaikan pangkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Program studi Pendidikan Manajemen Perkantoran (DIKMANPER) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Sambas Ali Muhidin, S.Pd.,M.Si., di sela-sela kegiatan Workshop Penulisan Buku dan Artikel Ilmiah di Ruangan Smart Class Gedung FPEB Lt. 5 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu (8/2/2023).

“Sebanyak 22 orang dosen DIKMANPER FPEB UPI hadir dalam kegiatan tersebut sebagai peserta untuk mengikuti Workshop Penulisan Buku. Workshop ini kita laksanakan khusus untuk dosen Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran. Narasumbernya itu ada Prof. Dr. Hj. Tjutju Yuniarsih, S.E., M. Pd., Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., sementara itu untuk pemateri eksternalnya dari Penerbit Bumi Aksara Ahmad Fa’iq, untuk diketahui, pemilik dari Penerbit Bumi Aksara merupakan lulusan Prodi DIKMANPER FPEB UPI,” ungkap Dr. Sambas.

Adapun alasan kegiatan workshop penulisan buku ini kita laksanakan, katanya, tentu saja karena hal ini terkait dengan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya di bidang penelitian. Di bidang penelitian ini, selain melaksanakan research-research, kita juga menulis artikel.

Ditegaskannya,”Bahkan sekarang oleh Prodi, Bapak Ibu dosen Prodi DIKMANPER FPEB UPI itu didorong untuk siap menyusun dan menulis buku. Nah output-nya tentu saja di tahun ini para dosen tersebut bisa menghasilkan sejumlah buku yang bisa diterbitkan oleh Penerbit Bumi Aksara.”

Pada kesempatan tersebut, Prof. Tjutju mengupas materi tentang Karya Ilmiah Buku dalam Penilaian Angka Kredit Dosen. Jadi para dosen diberikan pemahaman tentang posisi buku itu ada dimana. Kemudian jenis buku yang mana yang bisa dihasilkan untuk bisa dinilai menjadi angka kredit. Prof. Tjutju membahas angka kredit di penulisan buku dari kategori A sampai kategori D.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Prof. Suwatno, membeberkan trik-trik agar para dosen bisa produktif dalam menulis buku. Dijelaskan Dr. Sambas bahwa Prof. Suwatno adalah salah seorang penulis buku dari Prodi DIKMANPER FPEB UPI yang sangat produktif. Menurut berbagai sumber, dirinya sudah menghasilkan 37 judul buku.

“Atas dasar itulah, kita meminta Prof. Suwatno menjadi narasumber untuk memberikan inspirasi tentang bagaimana trik-trik agar bisa produktif dalam menulis buku. Alhamdulillah, pada kesempatan tersebut telah dipaparkan tentang bagaimana kiat-kiat kita bisa secara konsisten menulis buku, karena kalau melihat produktivitas Prof. Suwatno itu kelihatannya kan sangat produktif berarti beliau konsisten menulis buku,” ungkapnya.

Kemudian narasumber yang terakhir berasal dari penerbit Bumi Aksara. Hadir langsung Editor in chief nya. Pimpinan editorialnya di Bumi Aksara. Dijelaskannya,” Ahmad Fa’iq memandu bagaimana teknis menyusun buku untuk bisa diterbitkan di sebuah penerbit. Penerbit Bumi Aksara merupakan salah satu penerbit yang sudah lama eksis, sudah tua umurnya dan sudah sangat terekognisi secara nasional barangkali.” (dodiangga)

Pencarian