English
Indonesia

SMAN 1 Cianjur Menjadi Juara 1 Business Plan The 10 Ambassador 2022 : Bencana Bukanlah Alasan untuk Mengukir Prestasi 

18 Jan 2023 • Humas UPI

The Ambassador untuk tahun sudah masuk yang ke 10, dimana ambassador dimulai dari tahun 2011, ambassador sendiri merupakan kompetii bisnis tingkat SMA/SMK dan Universitas. Ambassador tahun ini mengusung tema “Harmonizing Digitalization and Humanities to accelerate sustainable Business”  

Meski daerahnya tertimpa musibah gempa bumi, tidak menyurutkan semangat Para peserta The Ten Ambassador 2022 yang berasal dari SMAN 1 CIANJUR untuk mengukir prestasi di bidang Business Plan. Tim dari SMAN 1 CIANJUR terdiri dari (Ayunda Cahya Tri Novia, Grestine Dwivanya Cristian dan Amanda Fathima Rachamahera) dengan nama bisnis Krezfish Andalan. 

‘Kesedihan dan duka yang kami alami pasti tidak dapat kami tutupi. Gempa yang menghantam daerah kami Kabupaten Cianjur benar-benar sangat mengejutkan. Tapi kami tidak boleh hanyut dengan musibah itu. Kami harus memberikan kabar baik dengan menjadi juara di The Ten Ambassador, juara 1 ini kami persembahkan kepada masyarakat cianjur sebagai penyemangat untuk terus berprestasi walaupun sedang dalam bencana”. Ujar salah satu anggota dari SMAN 1 CIANJUR. 

Menjadi korban bencana gempa bumi seperti sekarang ini, meraih prestasi terbaik bukanlah hal yang mudah. Sebab tantangan yang dihadapinya sangat jauh berbeda dibandingkan dalam keadaan baik-baik saja. Hal ini karena banyaknya aktifitas yang terhambat, beserta sarana dan prasarana banyak yang rusak. sehingga menyebabkan proses untuk meraih prestasi tidak bisa berjalan dengan maksimal.  

Akan tetapi Musibah gempa bumi bukanlah menjadi hambatan bagi Krezfish Andalan, untuk mengukir prestasi, mereka menjadikan musibah sebagai penyemangat mereka dalam mengukir prestasi yang lebih banyak lagi. 

The 10th Ambassador of Business Edupreneur 2022

18 Jan 2023 • Humas UPI

Pada tahun ke-10 nya, The Ambassador of Business Edupreneur 2022 ini mengusung tema “Harmonizing Digitalization and Humanities to Accelerate Sustainable Business.” Acara ini diselenggarakan untuk mewadahi para calon Duta Bisnis tingkat SMA/K dan tingkat Universitas yang sudah memiliki ide atau atau bahkan yang sedang menjalankan bisnis yang kreatif dan inovatif.

Setelah acara SMA/K yang dilaksanakan  pada tanggal 3 Desember 2022 kemarin berjalan lancar dan sukses, acara penganugerahan tingkat Universitas pada tanggal 12 Januari 2023 kemarin pun tidak kalah sukses. Pada tingkat Universitas acara ini juga sama-sama diadakan di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia.  

Acara ini tentu dihadiri oleh tamu undangan, para juri, para peserta serta penonton yang ikut meramaikan acara. Para peserta terlihat memiliki semangat yang luar biasa hingga diikuti oleh 38056 partisipan dengan 56 kandidat yang akhirnya dipilih sebagai pemenang yang terbagi menjadi 6 kategori dengan satu kategori utama di dalamnya yaitu the best of the best of the 10th Ambassador 2022 yang dimenangkan oleh Amanda Azalia mahasiswa Pendidikan Bisnis. Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia. Selain itu juga terdapat beberapa kategori lainnya, dimulai dari Creative And Innovative Business Plan, The Best Digital Startup Business Plan, The Best Digital Marketing, The Best Branding, hingga The Best Selling.  

So far acaranya keren banget, karena kita semua bisa kumpul di sini dari mulai Business Plan dan Running, apalagi nanti bakalan ada Duta Bisnis.” ucap salah satu peserta yang mengikuti lomba kategori bisnis running dari Universitas Indonesia. Tak sedikit juga dari mereka yang merasa gugup sebelum presentasi. Tetapi, sesaat setelah mereka melakukan presentasi, perasaan mereka semakin membaik karena persiapan yang mereka lakukan sudah dilakukan semaksimal mungkin.  

Di dekade pertamanya, The Ambassador of Business Edupreneur 2022 dapat dikatakan sukses dan juga meriah. Kami berharap, kedepannya semakin banyak siswa maupun mahasiswa yang memiliki pemikiran kreatif serta inovatif dalam bidang bisnis dapat mendaftarkan dirinya dan mencoba untuk mengikuti lomba ini karena hadiah yang diberikan kepada pemenang pada tahun ini senilai total 20 juta rupiah.  

Amir Machmud, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertama di UPI

18 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dosen Tetap pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si., diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi dengan SK NOMOR 75025/MPK.A/KP.07.01/2022.

Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., secara langsung menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tersebut di Ruang Rapat Gedung Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (17/1/2023).

Prof. Amir memiliki kompetensi di bidang Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah. Dijelaskan Prof. Amir,”Saya menerima SK Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi, melalui 17 artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus pada kajian Ekonomi Kreatif, Ekonomi Industri dan Ekonomi Kewiraushaan. Sementara itu, buku ber-ISBN yang dihasilkan antara lain Perekonomian Indonesia (Penerbit Erlangga), Ekonomi Islam Untuk Dunia Yang lebih Baik (penebit Salemba Empat) dan Ekonomi dan Keuangan Islam (Penerbit Salemba Empat).”

Visi ke depannya, lanjut Prof. Amir, ingin memperkuat kembali kajian-kajian terhadap pentingnya kewirausahaan di kalangan para UMKM, para santri dan bahkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, untuk kemajuan suatu bangsa perlu adanya kewirausahaan.

“Begitu juga dengan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, tidak terlepas dari para pelaku ekonomi kreatif yang notabene adalah para UMKM. Jadi mereka harus memperkuat pengembangan dirinya dengan kewirausahaan berbasis teknologi,” tegasnya.

Dirinya sangat berhasrat ingin mengembangkan ekonomi pesantren dan ekonomi umat yang berbasis kewirausahaan dan digital ekonomi.

Ditegaskan Prof. Amir bahwa setiap orang “dapat menjadi apapun di dunia ini, begitu pula dengan Guru Besar, namun yang menjadi permasalahan adalah “setelah menjadi’ mau melakukan apa? Untuk itu pasca diraihnya Guru Besar akan memprioritaskan untuk mengembangkan Universitas Pendidikan Indonesia dalam tridhama Perguruan Tinggi. Seluruh kemampuannya didedikasikan untuk kemajuan UPI, apapun yang UPI butuhkan.

“Diupayakan untuk menghasilkan karya-karya ilmiah dengan afiliasi UPI, targetnya dalam 1 tahun berharap tidak kurang dari 2 Scopus publish dalam jurnal berputasi. Berikutnya, menginginkan akses riset lebih luas lagi, dengan mengakses dana-dana nasional maupun internasional. Saya juga ingin memiliki satu progam pengembangan keilmuan, baik melalui media televisi ataupun media lainnya. Contohnya Program Bincang dengan Amir  yang mengupas berbagai isue tekait dengan ekonomi kreatif, dan ekonomi kewirausahaan termasuk perkembangan hilirisasi  inovasi perguruan tinggi,” harapanya. (dodiangga)

Gunma University Jepang dan UPI Sepakat Melakukan Kerja Sama Sepanjang Masa

18 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Gunma University, Jepang hadir di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan maksud untuk membarui kontrak kerja sama yang sudah dibangun sejak tahun 2000, namun MoU baru dilakukan pada tahun 2008. Kerjasama yang dimaksud adalah kerja sama dalam bidang akademik dan penelitian serta pengembangan karir.

Pernyataan tersebut disampaikan Dosen Departemen Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI Prof. Dr. Rizky Rosjanuardi, M.Si., usai mengikuti proses Penandatanganan MoU antara Gunma University, Jepang dengan UPI di Ruang Rapat Gedung Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (17/1/2023).

Dijelaskan Prof. Rizky,”Ada yang menarik dari kesepakatan kali ini, bahwa MoU ini tidak perlu diperpanjang setiap 5 tahun, tetapi secara otomatis diperpanjang hingga ada salah satu pihak ada yang merasa keberatan dengan kesepakatan ini. Kesimpulannya adalah keduanya sepakat untuk melakukan MoU sepanjang masa. Diharapkan, MoU ini menjadi sebuah kebaikan bagi kedua belah pihak, khususnya untuk kemajuan UPI.”

UPI sudah sering mengirimkan dosen-dosennya untuk melakukan penelitian di Gunma University, Jepang, demikian pula sebaliknya. Dalam perjalanannya, keduanya sudah menghasilkan banyak karya tulis ilmiah yang diterbitkan di jurnal. Berikutnya, dari kerja sama ini kami sudah menerbitkan buku, juga melakukan student exchange.

Tercatat sebanyak 20 orang mahasiswa dari Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI sudah melakukannya. Demikian juga untuk para alumni, tercatat ada 3 mahasiswa yang melanjutkan studi magisternya di Gunma, namun 1 orang mengundurkan diri. Dosen-dosen dari kedua belah pihak pun saling berbagi pengalaman, memberikan perkuliahan, melakukan penelitian dan menyelenggarakan seminar.”

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Urusan Internasional (DIA) UPI Prof. Ahmad Bukhori Muslim, M.Ed., Ph.D., mengatakan bahwa MoU pada kesempatan ini membahas mengenai perpanjangan kontrak kerja sama yang telah dilakukan oleh UPI dan Gunma University sebelumnya. Fokus kerja sama ini adalah penguatan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Prof. Takashi ITOH dari Gunma University, Jepang, Dekan FPM IPA UPI Prof. Dr. H. Tatang Herman, M.Ed., dan Prof. Dr. Rizky Rosjanuardi, M.Si., sudah membangun kerja sama ini sejak lama. Agar kerja sama ini terus berlanjut maka pada kesempatan ini, MoU-nya tidak memiliki limit waktu, hal ini berkaitan dengan masa bakti Prof. Takashi yang masuk masa pensiun. Diharapkannya, ketika Prof. Takashi sudah benar-benar pensiun, maka penggantinya bisa meneruskan kerja sama ini,” ungkapnya.

Hubungan yang dibangun selama ini sangat baik dan diharapkan akan tetap baik. Ada banyak dosen FPMIPA UPI yang melanjutkan program doktornya di Gunma, demikian pula dengan mahasiswa DPJB FPBS UPI yang mendapatkan beasiswa untuk studi di Gunma University. (dodiangga/Foto:Ravi)

Tambah 2 Guru Besar, UPI Miliki 140 Guru Besar

17 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Tercatat hingga hari ini UPI sudah memiliki 140 Guru Besar, diharapkan jumlah ini akan terus bertambah. Sementara itu dalam catatan, hingga Januari 2023 ada 4 orang yang sudah mengajukan rekomendasi usulan jabatan fungsional dosen sebagai Guru Besar. Sebanyak 1 orang sudah melakukan presentasi, sementara itu sebanyak 18 orang tengah menunggu jadwal pengukuhan Guru Besar. Kemudian dalam waktu dekat, dijadwalkan pada Mei 2023, sebanyak 8 orang akan dikukuhan sebagai Guru Besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si., dalam sambutannya di acara Penyerahan SK Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Profesor/Guru Besar atas nama Dr. Lilik Hasanah, S.Si., M.Si. (Dosen FPMIPA), dan Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si. (Dosen FPEB) di Ruang Rapat Gedung Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (17/1/2023).

Pada kesempatan tersebut, Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Pengangkatan Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar kepada Dr. Lilik Hasanah, S.Si., M.Si., dan Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si.

Dijelaskan Prof. Karim,”Rektor menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia SK NOMOR 74950/MPK.A/KP.07.01/2022, atas nama Dr. Lilik Hasanah, S.Si., M.Si., diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Fisika Komputasi Material; dan Dr. Amir Machmud, S.E., M.Si., diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Ekonomi dengan SK NOMOR 75025/MPK.A/KP.07.01/2022.”

Diungkapkan Prof. Karim bahwa keistimewaan seorang guru besar itu bukan karena sulit diraih, apalagi bukan karena orang lain tidak mampu meraihnya, tapi karena tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan.

Meskipun kita dituntut riset ataupun dituntut pengabdian, kata Prof. Karim, tapi tugas pokok kita melayani mahasiswa lewat pengajaran, dan itu tidak akan terganti, karena tradisi kegurubesaran itu tumbuh dari praktik memberikan pengajaran.

“Tradisi kegurubesaran itu tumbuh dari tradisi mengajar. Diharapkan, hasil risetnya dan pengabdiannya diabdikan bagi peningkatan kualitas mengajar. Menjadi guru besar itu adalah tentang bagaimana seorang guru besar berkiprah untuk orang lain karena guru besar sudah selesai dengan dirinya sendiri,” tegas Prof. Karim.

Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan universitas seperti Para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas Prof. Dr. H. Memen Kustiawan, SE., M.Si., M.H., Ak., CA., CPA., Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Sumarto, M.SIE., Dekan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Prof. Dr. H. Tatang Herman, M.Ed., Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. H. Eeng Ahman, MS., dan Dr. Liris Raspatiningrum, M.Pd., serta pimpinan di lingkungan Sekretaris Universitas. (dodiangga)

Pencarian