English
Indonesia

IKA UPI Salurkan Beasiswa Bagi 30 Mahasiswa UPI : Siapkan Program Beasiswa Berkelanjutan Cetak Sarjana Berdedikasi

12 Jan 2023 • Humas UPI

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) menyerahkan beasiswa berupa bantuan biaya uang kuliah tunggal (UKT) bagi 30 mahasiswa dari delapan fakultas dan satu kampus daerah di lingkungan UPI. Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolik oleh Sekretaris Jenderal IKA UPI Najip Hendra SP didampingi para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan perwakilan Direktorat Kemahasiswaan UPI di Sekretariat IKA UPI, Kampus Bumi Siliwangi, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, pada Rabu 11 Januari 2023. Adapun Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita turut menyaksikan dan menyampaikan sambutan secara virtual dari Jakarta.

Najip menjelaskan, para penerima beasiswa merupakan mahasiswa berprestasi secara akademik dan kemahasiswaan namun memiliki keterbatasan ekonomi. Penjaringan dan seleksi calon penerima beasiswa dilakukan sepanjang Desember 2022. Seleksi meliputi tahapan administrasi dan wawancara mendalam oleh Bidang Pengabdian Masyarakat IKA UPI dengan turut melibatkan Direktorat Kemahasiswaan, Badan Bimbingan Konseling dan Pengembangan Karir (BKPK), dan para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan di lingkungan UPI. Hasilnya diumumkan pada awal Januari 2023 untuk kemudian diserahkan hari ini. Secara keseluruhan, total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 33.490.000,00. Jumlah bantuan bervariasi sesuai golongan UKT.

“Kami menerima total 86 pendaftar. Ternyata ada sebagian double account, sehingga hanya 75 pendaftar. Dari jumlah tersebut, terdapat 49 pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Itulah yang dinyatakan berhak mengikuti tahapan seleksi wawancara. Dari hasil seleksi wawancara ini terpilih 31 mahasiswa yang dinyatakan berhak menerima beasiswa sesuai kategori yang ditentukan. Satu nama kemudian gugur karena ketidakcocokkan dokumen dengan hasil wawancara,” terang Najip.

Kriteria yang dimaksud meliputi sejumlah parameter terkait riwayat studi, kesesuaian golongan UKT, keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, dan latar belakang keluarga. IKA UPI menetapkan bahwa beasiswa diberikan kepada mahasiswa dengan golongan UKT I hingga III dengan rentang biaya Rp 500 ribu hingga kisaran Rp 4 juta. Golongan ini dipilih karena dianggap linier dengan latar belakang keluarga kategori prasejahtera.

“Kriteria dipilih agar bantuan ini benar-benar berarti bagi penerimanya. Artinya, penerima benar-benar membutuhkan bantuan untuk melanjutkan studinya. Adapun keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan menjadi pertimbangan penting karena di sanalah tempat pengembangan diri mahasiswa. Para mahasiswa ditempa untuk menjadi calon-calon pemimpin masa depan,” papar Najip.

Kepedulian, Kesinambungan

Dalam sambutannya, Enggartiasto menjelaskan Beasiswa IKA UPI merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap adik-adiknya. Jumlah bantuan yang disalurkan berasal dari donasi alumni yang dihimpun dalam rekening khusus Beasiswa IKA UPI. Besarnya bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan jumlah donasi yang berhasl dihimpun setiap semesternya. Atas nama seluruh pengurus IKA UPI, Enggartiasto menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana Beasiswa IKA UPI.

“Pada tahap awal ini, bantuan yang disalurkan masih jauh dari kebutuhan. Kami mendapat laporan bahwa pengajuan penangguhan pembayaran pada semester ini mencapai 2.124 mahasiswa. Dibanding angka itu, jumlah yang bisa kami bantu belum seberapa. Namun demikian, ini adalah awal dari bergulirnya kembali program Beasiswa IKA UPI yang sempat terhenti beberapa waktu ke belakang. Ke depan kami merencanakan skenario fundraising secara komprehensif dengan lebih melibatkan alumni serta berkolaborasi dengan dunia usaha,” terang Enggar, sapaan Enggartiasto Lukita.

Pada periode ini, sambung Enggar, Beasiswa IKA UPI merupakan salah satu program unggulan IKA UPI. Tujuannya untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya mahasiswa UPI dari kalangan tidak mampu. Untuk itu, dia mengajak para alumni maupun kalangan lain untuk berpartisipasi dalam program kemanusiaan ini. Kepada para alumni, Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2016-2019 ini mengajak untuk menjadi donatur tetap dengan cara melakukan donasi secara berkala dan berkelanjutan.

Enggar meyakini donasi berkelanjutan mampu menjadikan program Beasiswa IKA UPI lebih berkesinambungan dan memberikan lebih banyak manfaat kepada para penerima. Proses seleksi yang tepat dan akuntabel juga memastikan setiap bantuan bisa diterima oleh orang yang tepat. Lebih dari sekadar meringankan beban orang tua mahasiswa, Beasiswa IKA UPI diyakini mampu mendorong terwujudkan pemerataan pendidikan yang pada akhirnya melahirkan proses mobilitas vertikal, di mana orang-orang yang selama ini tidak beruntung mampu memperbaiki kualitas dan kesejahteraan kelurga.

“Kami mendapat laporan bahwa di antara para penerima beasiswa ini terdapat mereka yang begitu keras berjuang untuk bisa menempuh pendidikan di UPI. Ada dua orang yang terpaksa tidur di masjid karena tidak mampu membayar biaya kos. Ada yang berjuang sendirian dengan cara berjualan atau mengandalkan biaya hidup dan biaya kuliah dari honor menari karena tidak mendapat dukungan keluarga. Sebagian penerima menjalani kehidupan perkuliahan dengan sangat prihatin karena keterbatasan orang tua. Semoga kepedulian para alumni ini semakin menguatkan tekad Saudara dalam menempuh pendidikan di UPI. Kita semua percaya bahwa tidak ada jalan mudah untuk meraih sukses di masa depan. Terus berjuang dan berusaha keras,” ungkap Enggar.

Tentang perjuangan meraih sukses ini, Enggar bercerita dua orang sahabat yang dianggapnya istimewa dan menginspirasi. Pertama adalah Rio Abdurachman yang kini menjadi mitra sekaligus tangan kanannya dalam mengelola unit usaha di bidang media, B Universe. Kedua adalah Viktor Laiskodat yang kini menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur. Rio mengawali karirnya dengan berjualan koran, sementara Viktor bermula dari seorang pemulung.

“Dua orang ini sangat luar biasa. Saya sendiri bukan lahir dari keluarga kaya. Berusaha keras mulai dari nol. Tapi, dua sahabat saya ini memulai dari minus. Apa yang mereka dapatkan saat ini merupakan buah dari kerja keras dan semangat pantang menyerah. Saya meminta Anda semua para penerima beasiswa untuk belajar dari pengalaman dua sahabat saya ini. Jangan pernah menyerah,” tandas Enggar.

“Catatan lainnya, kami mendapat laporan bahwa penetapan penerima beasiswa juga telah turut memperhatikan faktor keberagaman. Ini menegaskan bahwa IKA UPI berdiri di atas semua golongan, hadir untuk semua anak bangsa tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras, agama, atau golongan. IKA UPI merupakan pengawal kebhinekaan,” tambah Enggar.

Suksesi Sarjana Berdedikasi

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pengabdian Masyarakat sekaligus penanggung jawab program Beasiswa IKA UPI, Jakiatin Nisa, menjelaskan pihaknya mengembangkan beberapa skema donasi dan penyaluran. Secara umum, Beasiswa IKA UPI dikategorikan menjadi tiga, yakni umum, khusus, dan intermediasi. Beasiswa kategori umum ini disalurkan kepada para mahasiswa yang dinyatakan memenuhi seluruh rangkaian syarat dan ketentuan lain. Tentu dengan terlebih dahulu mengajukan dan dinyatakan berhak mendapatkan beasiswa.

Kategori khusus diberikan kepada mahasiswa berdasarkan permintaan dari pihak pendonor. Sebut saja misalnya permintaan berdasarkan asal mahasiswa, program studi tertentu, atau momentum tertentu. 

“IKA UPI membuka kesempatan kepada semua pihak untuk menjadi bagian dari program Beasiswa IKA UPI. Anggota Dewan misalnya, bisa menjadi donatur untuk penerima beasiswa dari daerah pemilihannya. Contoh lainnya, perusahaan tertentu bisa memilih penerima beasiswa dari program studi yang relevan dengan bidang usahanya,” terang Jakiatin Nisa.

Dalam pelaksanaannya, sambung dia, Beasiswa IKA UPI disalurkan dalam dua acara. Pertama, reguler pada setiap semester. Kedua, berkesinambungan yang meng-cover biaya studi, pondokan, dan subsidi operasional. Penyaluran reguler diberikan kepada mereka yang memiliki kesulitan membayar biaya pendidikan (UKT) pada pada semester berjalan. Untuk itu, Beasiswa IKA UPI hanya diberikan kepada mereka sejumlah biaya yang ditagihkan pada semester berjalan. Pembayaran tagihan dilakukan langsung oleh pihak pengelola dana beasiswa. Waktu penyaluran skema Ini bersamaan dengan jadwal pembayaran UKT UPI, yaitu setiap semester.

Adapun skema penyaluran kesinambungan merupakan skema pembiayaan penuh dari awal kuliah sampai lulus menjadi sarjana. Diberikan kepada mereka yang benar-benar mengalami kesulitan hidup dalam mengakses pendidikan tinggi. Komponen Beasiswa Kesinambungan atau Skema Suksesi Sarjana yaitu biaya pendidikan (UKT), biaya asrama/pemondokan dan biaya subsidi transportasi bulanan.

“Untuk dua skema penyaluran tersebut, IKA UPI membuka kesempatan kepada para alumni dan pihak-pihak lain untuk menjadi donatur, baik insidental maupun donasi berkala setiap bulan. Donasi insidental bisa disalurkan langsung melalui Rekening Beasiswa IKA UPI. Donasi berkala mengikuti skema penyaluran Beasiswa Berkesinambungan atau Beasiswa Penuh,” terang dia.

Jakiatin Nisa menjelaskan, donasi berjadwal ini dikumpulkan untuk pembiayaan penuh dari awal kuliah sampai lulus menjadi sarjana. Untuk membantu atau menyukseskan satu mahasiswa sampai sarjana dengan biaya UKT Golongan I dibutuhkan Rp 500 ribu membutuhkan biaya sebesar Rp 4 juta. Jumlah tersebut ditambah biaya pemondokan dan subsidi transportasi masing-masing sebesar Rp 19,2 juta, maka total pembiayaan selama studi delapan semester sebesar Rp 42,4 juta.

“Jumlah tersebut bisa diperoleh dengan menghimpun 12 donatur untuk berdonasi selama 36 bulan dengan nominal donasi sebesar Rp 98.150,00. Dengan simulasi tersebut, berarti siapapun bisa menjadi bagian dalam ikhtiar kemanusiaan menjadikan seorang sarjana baru yang kompetan dan berdedikasi hanya dengan berdonasi Rp 98.150,00, kurang dari Rp 100 ribu per bulan,” paparnya.

Penting menjadi catatan bahwa penerima Beasiswa IKA UPI tidak berhenti dengan menjadi penerima bantuan biaya studi, melainkan mereka akan turut mendapat pembinaan selama periode berjalan. Pembinaan dan pengembangan diri meliputi (1) Penguatan karakter, (2) Pengembangan kapasitas/kompetensi, dan (3) Voluntarisme dan networking dengan cara dilibatkan dalam program pengembangan maupun kegiatan-kegiatan IKA UPI.

“Pada hari ini misalnya, kami mengundang khusus Ibu Kepala BKPK UPI untuk memberikan pembekalan kepada penerima Beasiswa IKA UPI terkait daya tahan diri dan kesiapan menghadapi tantangan studi. Kami meyakini bahwa kekuatan pantang menyerah ini akan menunjukkan diri yang tahan uji, tetap konsisten meskipun dalam tekanan dan menjadi keniscayaan untuk mengalahkan rasa putus asa yang akan mengantarkan pada keberhasilan. Kesuksesan datang pada orang yang pantang menyerah,  peluang diraih melalui pantang menyerah, dan halangan dapat diatasi dengan pantang menyerah,” pungkas Jakiatin Nisa (Najip Hendra SP/IKA UPI)

DVIPANTARA BOGA 2022 Gelar Karya Mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga FPTK UPI

11 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Tata Boga Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan DVIPANTARA BOGA 2022. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi produk hidangan nusantara dan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap olahan produk nusantara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan berlangsung di Plaza FPTK Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (10/1/2023).

DVIPANTARA BOGA 2022 diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat mengenai inovasi produk nusantara yang telah dimodifikasi dan mengalami akulturasi budaya baik antar daerah maupun negara.

DVIPANTARA diambil dari Bahasa Sanskerta yang artinya “Kepulauan Antara” yang bermakna sama dengan Nusantara.

Menurut Dekan FPTK UPI Dr. Iwa Kuntadi, S.Pd., M.Pd., bahawa event DVIPANTARABOGA 2022 merupakan salah satu produk dari satu mata kuliah yaitu Cipta Karya Boga. Pelaksanaannya setiap tahun.

Dijelaskannya,” Tahun ini mengusung tema Mengenalkan Kudapan Nusantara kepada Generasi Muda. Ini adalah hal yang sangat menarik, bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman boga atau kuliner, jadi bukan hanya di bidang budaya dan seni saja.

Kuliner hadir dari Sabang hingga Merauke, ujarnya lagi, wujudnya bisa kita saksikan dalam karya cipta mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga. Bahkan, di lingkup Jawa Barat pun banyak sekali keanekaragaman boga. Jika kita ke Garut, ada dodol Garut, ke Majalaya ada ranginang, borondong dan sebagainnya. Ini menunjukan betapa kayanya khasanah boga di nusantara.

“Peranan generasi muda sangat besar di dalam membangun kekuatan Indonesia. Hanya dengan cara persatuan generasi muda ini akan memberikan kekuatan yang luar biasa dalam membangun bangsa kita. Saya atas nama pimpinan fakultas, ingin mengajak kepada saudara-saudara generasi muda, mari kita berkreasi untuk menghasilkan produk-produk karya sendiri sesuai dengan bidang keilmuan yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

In sya Allah, lanjutnya, dengan cara begini, kita menjelajahi kudapan-kudapan yang ada di setiap daerah kita sinergikan untuk membangun, menjadi sesuatu kekuatan di dalam khasanah kuliner Indonesia.

Ditegaskannya,”Kami yakin, bahwa negara manapun jika datang ke Indonesia akan mengacungkan jempol ketika sudah menikmati kudapan-kudapan yang ada di Indonesia. Ini bisa kita lihat ketika para delegasi/pimpinan G20 merasakan dan menikmati variasi kudapan nusantara. Mereka mengapresiasi kuliner Indonesia.”

Oleh karena itu, ungkapnya, kami ucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan kami upayakan untuk terus menampilkan karya-karya kreatif dan inovatif mahasiswa FPTK UPI di setiap tahunnya. Mari kita bangun Indonesia melalui bidang keahlian masing-masing.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kreatifitas mahasiswa dalam mata kuliah cipta karya boga di Program Studi Pendidikan Tata Boga Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.

“Ini memungkinkan para mahasiswa untuk berkreasi menciptakan karya tata boga yang penuh inovasi sehingga mereka tidak hanya sekedar membuat tapi berkreasi yang bebrbeda dari satu dengan yang lainnya ini memiliki nilai jual yang tinggi,” ujarnya.

Kami atas nama Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI, lanjutnya, mengucapkan selamat dan sukses serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa dan dosen pengampu mata Cipta Karya Boga dan sivitas akademika FPTK UPI.

Ditegaskannya,”Universitas sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Bentuknya nyatanya adalah memfasilitasi dan memberikan izin, serta memberikan dukungan financial. Setiap mahasiswa diberikan akses untuk mengajukan permohonan dana kepada universitas melalui Direktorat Kemahasiswaan. Besarannya beragam tergantung dari kuantitas kegiatannya. Ini juga berlaku bagi BEM maupun UKM.”

Melalui kegiatan ini, ujarnya lagi, diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan daya saing tinggi dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Kegiatan ini melatih mereka untuk berkreasi dan berinovasi. Hasilnya terlihat dari karya-karya kuliner nusantara yang dihasilkan. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi mahasiswa lain. (dodiangga)

SPPKS UPI Raih Prestasi Sebagai  Instansi Inspiratif Cerdas Berkarakter – Anti Kekerasan Seksual 2022

10 Jan 2023 • Humas UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA menyampaikan penghargaan kepada unit kerja Satuan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SPPKS) yang telah meraih prestasi sebagai  Instansi Inspiratif Cerdas Berkarakter – Anti Kekerasan Seksual di Gedung Parter (10/01/2022).

Penghargaan diterima oleh  Hani Yulindrasari, Ph.D. sebagai Ketua SPPKS beserta 5 orang lainya yang mewakili dari keseluruhan anggota sebanyak 15 anggota Unit kerja Satuan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SPPKS) yang terdiri dari 7 Tenaga Dosen, 1 Tenaga Kependidikan, dan 8 Mahasiswa.

Penghargaan diumumkan secara resmi oleh Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada kegiatan Apresiasi Cerdas Berkarakter pada puncak perhelatan Pekan untuk Sahabat Karakter (PUSAKA) 2022. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan apresiasi terhadap insan maupun instansi yang memiliki aksi nyata terhadap kebijakan penguatan karakter.

Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pada Tahun 2022 memilih 22 penerima apresiasi, termasuk Universitas Pendidikan Indonesia yang berhasil mendukung kebijakan Penguatan Karakter di tahun 2022.

Pada sambutan acara Apresiasi Cerdas Berkarakter pada puncak perhelatan Pekan untuk Sahabat Karakter (PUSAKA) 202, Plt. Kepala Pusat Penguatan Karakter, Hendarman, M.Sc, Ph.D, Ir, menyampaikan selamat kepada Universitas Pendidikan Indonesia yang terpilih menerima Apresiasi Cerdas Berkarakter Tahun 2022.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin., M.Pd., MA menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang sangat tinggi kepada Ketua beserta anggota SPPKS yang telah bekerja keras menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai pelaksana edukasi pencegahan, menangani semua laporan, hingga melakukan pemantauan dan evaluasi terkait kasus kekerasan seksual di Universitas Pendidikan Indonesia (Yana Setiawan/Humas UPI)

Tim EKKIP LPPM UPI Lakukan Audiensi, Survei, dan FGD Pendampingan Desa Wisata Tanjungjaya (KEK Tanjung Lesung), Banten

10 Jan 2023 • Humas UPI

Kamis dan Jum’at, 5 dan 6 Januari 2022, Yuliawan Kasmahidayat dan tim memenuhi undangan dari Desa Wisata Tanjungjaya untuk melakukan audiensi, FGD, sekaligus survei awal dalam kegiatan yang akan dikolaborasikan kedepannya antara Desa Wisata Tanjungjaya (KEK Tanjung Lesung), Pandeglang, Banten dengan Pusat Kajian Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata (EKKIP) LPPM serta beberapa bidang terkait di Universitas Pendidikan Indonesia. Pada kunjungan awal ini, LPPM yang diwakili oleh Awang sebagai kepala pusat kajian EKKIP melakukan beberapa kunjungan di daerah Desa Wisata Tanjungjaya terutama yang sesuai dan bersinggungan dengan pusat kajian yang dipimpinnya.

Sebelum kegiatan ini terselenggara, pihak EKKIP sudah melakukan koordinasi dan rapat secara daring melalui Zoom serta diskusi secara langsung pada kesempatan kegiatan pameran Disparbud Banten di Cihampelas Walk. Diskusi dilakukan dengan pihak Desa Wisata Tanjungjaya mengenai penjelasan tujuan kolaborasi ini.

Diskusi awal antara tim EKKIP LPPM dan pihak KEK Tanjung Lesung melalui Zoom (16 November 2022)
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2022
Diskusi lanjutan antara tim EKKIP LPPM dan pihak KEK Tanjung Lesung di Cihampelas Walk
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2022

Tujuan kegiatan ini adalah untuk kolaborasi pengadaan SDM bidang Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata khususnya dan beberapa bidang seperti pendidikan dan kesenian yang akan mendukung terselenggara nya kegiatan Pariwisata Berkelanjutan di wilayah KEK Tanjung Lesung itu sendiri. Selain itu, pihak Tanjung Lesung juga sangat

mengharapkan bantuan dari UPI khususnya LPPM untuk bersama-sama mengembangkan SDM (sumber daya manusia) yang baik dalam mengelola paket-paket wisata di sana sehingga dapat menghasilkan serta meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Tanjung Lesung) memiliki luas 1.500 hektar dan merupakan KEK Pariwisata pertama dan telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tanggal 23 Februari 2015 silam. Meskipun begitu, kawasan ini masih memerlukan perhatian banyak pentahelix stakeholder untuk mendukung dan merealisasikan Tanjung Lesung menjadi kawasan tujuan wisata unggulan di ujung barat pulau Jawa. Tanjung Lesung sempat mengalami keterpurukan dikarenakan bencana tsunami yang menerjang kawasan ini di bulan Desember 2018 lalu. Bencana ini tentu saja mengakibatkan banyak korban jiwa hingga harta benda yang berpengaruh juga terhadap kunjungan wisatawan ke kawasan ini.

Kini, melalui Desa Wisata Tanjungjaya (berkisar 2 km dari KEK Tanjung Lesung) kawasan ini ingin bangkit kembali dan meramaikan khasanah pariwisata di Indonesia. Kang Dani dan Kang Ogel, merupakan salah satu pemuda yang semangat dalam kegiatan pembangkitan pariwisata di kawasan ini. Mereka banyak mencari kolega, partner, serta banyak dukungan dari beberapa pihak stakeholder yang sekiranya dibutuhkan untuk mendukung bangkitnya KEK Tanjung Lesung agar tetap menjadi kawasan Pariwisata Berkelanjutan yang banyak diminati oleh wisatawan. Salah satu bentuk dukungan yang akan dikolaborasikan adalah dari pihak EKKIP LPPM UPI dan juga beberapa pihak di dalamnya.

UPI sendiri diminta menjadi orang tua asuh bagi KEK Tanjung Lesung dalam hal ini berperan sebagai academic stakeholder dalam konsep pentahelix. Kang Dani dan Kang Ogel menjelaskan mengenai konsep orang tua asuh tersebut dengan gamblang dan terang-terangan bahwasanya KEK Tanjung Lesung membutuhkan pendampingan khusus di beberapa bidang yang tentunya sesuai dengan branding UPI itu sendiri yang identik dengan pendidikan. Bidang pertama yang diunggulkan adalah pendidikan di sekitar KEK Tanjung Lesung. Pendidikan di sini sudah sangat memadai dalam kuantitasnya dibuktikan dengan adanya semua tingkatan (TK-SMA) dalam satu Desa. Namun, disamping itu diperlukan pula pemupukan dan juga mental building kepada masyarakat sekitar agar SDM yang ada bisa memaksimalkan potensi- potensi SDA yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri. Selanjutnya, dibutuhkan pelatihan SDM dalam bidang bahasa internasional terutama bahasa Inggris, mengingat wisatawan yang berkunjung juga beberapa berasal dari luar negeri. Pihak UPI sendiri sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan mahasiswa-mahasiswinya agar dapat melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di wilayah KEK Tanjung Lesung yang pastinya akan diprioritaskan

mahasiswa program studi yang berkaitan seperti Pendidikan Bahasa Inggris, Psikologi untuk menjawab tantangan di bidang pendidikan tadi.

Tim EKKIP LPPM berfoto dengan Pak Rizki dan Pak Ale, Kepala Sekolah di SMPS Darma Cahaya Purnama
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

Selanjutnya, bidang yang sesuai dengan latar belakang Yuliawan yaitu seni dan budaya. Suatu kawasan wisata akan lebih lengkap jika terdapat atraksi yang dapat menjadi tambahan daya tarik bagi wisatawan selain menyuguhkan pemandangan alam yang menawan. Kesenian khas daerah setempat juga menjadi salah satu produk yang dapat diunggulkan dalam KEK Tanjung Lesung. Beberapa tarian seperti Tari Kembang Tanjung, Tari Dewi Tanjung Lesung, Tari Sunrise of Cikadu perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan dalam kemasan yang lebih menarik lagi. Proses latihan berlokasi di sekolah/joglo Tanjungjaya yang dilakukan seminggu sekali. Hanya saja, mereka mengaku bahwa kekurangan wadah (event) untuk mengekspresikan hasil tarian tersebut. Yuliawan sendiri ingin ikut andil dalam pengembangan wisata bidang Seni Budaya yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, Yuliawan (Awang) ingin mengembangkan tarian yang dikhususkan dan identik dengan KEK Tanjung Lesung seperti badak, lesung, dan lainnya.

Selain seni dan budaya, di KEK Tanjung Lesung ini juga mempunyai kreasi unggulan berupa Batik Cikadu (salah satu kampung di Tanjungjaya). Batik Cikadu ini sudah berjalan aktif sejak 7 tahun lalu dengan mengandalkan pesanan dari beberapa instansi/lembaga sekitar kawasan dalam pembuatan busana batik. Batik yang diproduksi disini adalah batik cap dan tulis dengan beberapa motif unggulan Tanjung Lesung yaitu badak, lesung, dan kembang

tanjung. Dengan sekitar 15 anggota aktif, selain mereka memproduksi batik terkadang mereka juga menyelenggarakan pelatihan praktek pembuatan batik dari kampus atau beberapa sekolah. UPI sendiri terdapat program studi Pendidikan Seni Rupa yang mempelajari proses membatik, sehingga dapat dijadikan acuan serta kolaborasi dari mahasiswa Seni Rupa dengan Kampung Batik Cikadu di Tanjung Lesung.

Perbincangan dengan para penggerak seni budaya dan produksi Batik
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

Acara dilanjutkan dengan perbincangan mengenai Seni Pencak Silat di Padepokan Pencak Silat Pancalaga asuhan Abah Munir. Pancalaga disini berarti lima gaya seperti gembrung, jurus 82 dan lain sebagainya. Padepokan ini sudah berdiri sejak tahun 1980-an yang menjadikan pencak silat sebagai beladiri, namun seiring berkembangnya waktu dan zaman, pencak silat di sini juga merambah ke seni (ibing). Selain ibing pencak, Abah Munir juga mengajarkan pencak silat yang terdapat juga jurus debus-jurus khas Banten. Selama ini, Abah Munir menampilkan seni pencak silat ini atas inisasi sendiri dan tidak ada dukungan dari pemerintah setempat. Barulah setelah adanya KEK Tanjung Lesung, padepokan ini sesekali diminta untuk tampil di hadapan para tamu atau wisatawan yang berkunjung. Selain itu, Abah Munir juga terkadang diminta untuk mengajarkan seni pencak silat sebagai materi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah sekitar Tanjung Lesung. Yuliawan sebagai insan seni budaya juga ingin memberikan ilmu pencak silat yang selama ini ia ajarkan kepada mahasiswa dalam mata kuliah di Program Studi Pendidikan Seni Tari FPSD UPI. Yuliawan juga berangkat

dari pengalaman dalam mengembangkan jurus silat “nga-guar diri” sehingga ingin berkontribusi serta berkolaborasi dengan Abah Munir dalam pengembangan seni pencak silat di kawasan KEK Tanjung Lesung.

Perbincangan dengan Abah Munir dan siswa Padepokan Pencak Silat Pancalaga
Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

EKKIP sendiri akan berkolaborasi dengan Pusat Kajian KKN serta beberapa program studi yang berkaitan dengan pengembangan dan pembinaan masyarakat Desa Tanjungjaya- KEK Tanjung Lesung untuk diajarkan bagaimana menjamu tamu atau wisatawan melalui pelayanan dengan bahasa internasional, penyajian kesenian dan kerajinan khas daerah setempat, serta penampilan pencak silat sebagai tambahan daya tarik wisata disini. Kegiatan tersebut menghasilkan rancangan program yang akan dikolaborasikan selama satu tahun ke depan, antara lain : (1) Pendampingan SDM (mental building) untuk bisa memaksimalkan potensi SDA di kawasan KEK Tanjung Lesung, (2) Mengirimkan mahasiswa KKN dan pelaksanaan Penelitian & Pengabdian Dosen di kawasan ini, (3) Membantu mengembangkan wisata seni budaya seperti tarian khas dan pencak silat serta karya batik yang dapat dibanggakan, dan (4) Membantu mengemas event budaya daerah setempat (Purnamaan) menjadi event unggulan KEK Tanjung Lesung.

BIG DATA DALAM MEMBANGUN JARINGAN KOMUNIKASI BERBASIS DIGITAL OFFICE

09 Jan 2023 • Humas UPI
Oleh:
Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si.
Guru Besar Komunikasi Organisasi FPEB UPI,
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI
Dosen Program studi Pendidikan Manajemen Perkantoran UPI

“War is 90% information.”

(Perang adalah 90% informasi)

(Napoleon Bonaparte)

“You can have data without information, but you cannot have information without data.”

(Anda bisa memiliki data tanpa informasi, tapi anda tidak bisa memiliki informasi tanpa data)

Daniel Keys Moran, Programmer Komputer Amerika

PROLOG

Administrasi Perkantoran adalah salah satu bidang ilmu yang seharusnya paling “sibuk” dalam dua dekade terahir. Betapa tidak? Disrupsi teknologi dan informasi yang terjadi di awal abad-21 ini telah membuat makna “kantor” (office/workplace) harus dididefinisikan ulang. Apa yang kita kenal sebagai “kantor” di abad-20, hari ini sebagiannya masih relevan, namun separuhnya lagi sudah tidak relevan. Dalam berbagai buku teks ilmu Administrasi Perkantoran, kita mengenal istilah “kantor” berasal dari bahasa Belanda yaitu kantoor yang artinya ruangan tempat bekerja, tempat instansi dan lain-lain. Sementara itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kantor dimaknai dengan balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan atau juga disebut tempat kerja.

Hari ini, kita mengenal betapa banyak organisasi/perusahaan yang sudah tidak lagi menggunakan gedung sebagai kantor. Atau kalaupun masih menggunakan gedung, hal tersebut hanya untuk kegiatan produksi atau operasional. Hanya sebagai “back office”. Sementara kegiatan pemasaran (marketing) dan kehumasan (public relation) kini sudah banyak yang tidak lagi membutuhkan gedung. Bahkan, banyak perusahaan yang sudah lama merekrut karyawannya secara full online.

Memang, hingga hari ini kantor-kantor perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, belum sepenuhnya berbentuk digital. Masih banyak organisasi/perusahaan yang tetap membutuhkan kantor fisik, karena mungkin supply chain-nya harus dilakukan secara fisik. Terutama di industri-industri manufaktur, industri pertanian dan sejenisnya. Namun untuk industri jasa, seperti jasa konsultasi, pendidikan, pelatihan, perbankan, jasa pembelian tiket dan sejenisnya, banyak diantara mereka yang telah mensubstitusi kantor fisiknya menjadi kantor digital. Sebutlah contohnya skillshare.com (situs dan aplikasi pembelajaran online) dan booking.com (situs dan aplikasi pemesanan tiket hotel online), dua website yang hampir seluruh aktivitas usahanya dilakukan secara digital. Di luar contoh itu masih banyak lagi perusahaan, baik di Indonesia maupun di luar negeri, yang menggunakan kantor digital untuk menjalankan operasi bisnisnya.

Sumber: skillshare.com

Sumber: booking.com

Secara normatif, tujuan dari kantor adalah memberikan pelayanan komunikasi dan perekaman. Sementara fungsi kantor antara lain untuk menerima informasi, merekam informasi, mengatur informasi, memberikan informasi serta melindungi aset perusahaan. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa tujuan dan fungsi kantor yang paling utama berhubungan dengan informasi dan komunikasi. Pada kantor tradisional, aktivitas menerima, merekam, mengatur hingga memberikan informasi masih dapat dilakukan secara manual karena volume (jumlahnya) masih terbatas.

Hari ini, sebagian besar bisnis dihadapkan pada volume informasi yang luar biasa banyak dan besar. Dari mulai informasi tentang profil produk hingga informasi tentang profil customer. Besarnya volume informasi tersebut tentu tidak dapat ditangani dengan metode administrasi tradisional. Perusahaan-perusahaan “post-modern” di abad-21 ini sudah mulai banyak yang memanfaatkan apa yang disebut dengan Big Data dalam pengelolaan komunikasi dan informasi yang mereka lakukan.

Sumber: Attaran, et.al (2019).

APA ITU BIG DATA?

Berbicara tentang data, berarti berbicara tentang informasi. Berbicara tentang data besar (big data), berarti berbicara pula tentang overwhelming information (informasi yang melimpah). Oleh karena itu, para ahli mengatakan bahwa big data adalah informasi digital (Agarwal & Dhar, 2014).

Pada dasarnya, setiap komputer dan perangkat seluler sudah berisi informasi digital. Namun, tidak berarti secara otomatis merupakan big data. Menurut Chen, Mao, & Liu (2014), big data merupakan pengelolaan data menjadi informasi yang tepat sehingga dapat membantu pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat. Jadi, berbicara tentang big data itu tidak hanya berbicara tentang mesin-nya, atau software-nya, atau informasi yang terdapat di dalam data, melainkan berbicara tentang sistem manajemen data yang lebih luas:

  1. Bagaimana cara memperoleh data yang besar?
  2. Bagaimana cara menyimpan data yang besar?
  3. Bagaimana cara memanfaatkan dan mengkapitalisasi data yang besar?
  4. Bagaimana cara mengkomunikasikan data yang besar?

Dalam hal ini, Power (2014) menyebutkan 5 dimensi dari big data yang biasa disebut dengan istilah 5V, yakni: volume, variety, velocity, veracity dan value.

  • Volume (jumlah) adalah sekumpulan data dalam jumlah yang sangat besar dan terkadang tidak terstruktur. File dari data tersebut pada umumnya berukuran sangat besar mencapai terabytes hingga petabytes.
  • Variety (variasi) adalah jenis-jenis atau bentuk-bentuk data yang tersedia. Apabila data tradisional pada umumnya bersifat terstruktur dan mudah dianalisis, maka big data pada umumnya tidak terstruktur dan berasal dari berbagai sumber sehingga butuh diproses terlebih dahulu sebelum dianalisis.
  • Velocity (kecepatan) adalah kecepatan aliran penerimaan dan pemrosesan data yang sangat tinggi.
  • Veracity (kebenaran) adalah keakuratan data apakah dapat dipercaya atau tidak.
  • Value (nilai) adalah tingkat nilai, harga atau makna dari sebuah data.

Semakin besar/tinggi volume, variasi, kecepatan, tingkat kebenaran dan nilai dari data yang ada, maka semakin layak data tersebut dikategorikan sebagai big data.

Sumber: Attaran, et.al (2019)

Berbeda dengan Power (2014) yang mengembangkan 5V, Chen, Chiang dan Storey (2012) mengembangkan pandangan berbeda dalam penelitian mereka. Mereka mendefinisikan Big Data sebagai BI & A (Business Intelligence and Analytics). BI & A sering disebut sebagai teknik, teknologi, sistem, praktik, metodologi, dan aplikasi yang menganalisis data bisnis penting untuk membantu perusahaan lebih memahami bisnis dan pasarnya dan membuat keputusan bisnis yang tepat waktu.

Dalam penelitian mereka tentang BI&A, mereka telah menciptakan model evolusi dimensi data. Model ini berisi tiga tingkat evolusi data dan analitiknya, yakni: BI & A 1.0, BI & A 2.0 dan BI & A 3.0. Dalam model komprehensif mereka, Chen, Chiang dan Storey (2012) fokus pada evolusi data dan juga pada sisi aplikasi dan penelitian yang muncul dari BI & A.

  1. BI&A 1.0: Didirikan sebagai fondasi dalam manajemen data dan pergudangan. Data pada level ini bersifat “terstruktur, dikumpulkan oleh perusahaan melalui berbagai sistem warisan, dan sering disimpan dalam sistem manajemen database komersial. Data utamanya dibuat oleh internal perusahaan.
  2. BI&A 2.0: Pada level ini data dikumpulkan oleh sistem pengumpulan data yang unik dan penelitian analitik serta peluang pengembangan yang ditawarkan oleh Internet dan Web. Level ini muncul sejak awal 2000-an dan kerapkali disebut sebagai “konten yang tidak terstruktur berbasis web”.
  3. BI&A 3.0: Data pada level ini berasal dari ‘Internet of Things’, dimana data tersebut dikumpulkan dari semua perangkat yang mendukung internet yang dilengkapi dengan berbagai sensor.

PEMANFAATAN BIG DATA

Menurut prediksi McKinsey, big data di masa depan akan menjadi basis utama dari setiap persaingan antar organisasi/perusahaan. Sehingga jika perusahaan tidak memanfaatkan big data untuk mendukung aktivitas bisnis mereka, kemungkinan mereka akan tergerus oleh perusahaan yang lebih menguasai data.

Big data juga akan menopang gelombang baru pertumbuhan produktivitas, inovasi, dan surplus konsumen. Untuk itu, praktik administrasi perkantoran harus mampu beradaptasi dengan situasi tersebut. Pengelolaan digital office harus mampu memanfaatkan terjadinya peningkatan volume dan detail informasi yang ditangkap oleh perusahaan, kebangkitan multimedia, media sosial, dan Internet of Things. Semua itu diperkirakan akan memicu pertumbuhan eksponensial dalam data untuk masa yang akan datang.

Berikut ini adalah beberapa hasil penelitian dari KcKinsey mengenai pemanfaatan big data bagi organisasi/perusahaan:

  1. Data telah masuk ke setiap fungsi industri dan bisnis dan sekarang merupakan faktor penting dalam proses produksi, di samping tenaga kerja dan modal.
  2. Ada lima cara dalam menggunakan big data dalam rangka menciptakan nilai.
  3. Big data dapat membuat informasi lebih transparan dan dapat digunakan pada frekuensi yang jauh lebih tinggi.
  4. Ketika organisasi/perusahaan membuat dan menyimpan lebih banyak data transaksional dalam bentuk digital, mereka dapat mengumpulkan informasi kinerja yang lebih akurat dan terperinci tentang segala sesuatu. Perusahaan-perusahaan terkemuka menggunakan koleksi dan analisis data untuk membuat keputusan manajemen yang lebih baik. Sementara perusahaan lainnya menggunakan big data untuk melakukan peramalan bisnis.
  5. Big data memungkinkan segmentasi pelanggan yang semakin sempit/spesifik sehingga produk atau layanan yang dirancang lebih tepat.
  6. Analitik canggih dapat meningkatkan pengambilan keputusan.
  7. Big data dapat digunakan untuk meningkatkan pengembangan produk dan layanan generasi berikutnya.
  8. Penggunaan big data akan menjadi dasar utama persaingan dan pertumbuhan untuk masing-masing perusahaan. Dari perspektif daya saing dan potensi perolehan nilai, semua perusahaan harus serius dalam menggunakan big data. Di sebagian besar industri, kompetitor yang sudah mapan maupun pendatang baru akan memanfaatkan strategi berbasis data untuk berinovasi, bersaing, dan menangkap nilai dari informasi yang mendalam dan terkini.
  9. Penggunaan big data akan mendukung gelombang baru pertumbuhan produktivitas dan surplus konsumen. Diperkirakan para retailer yang menggunakan big data memiliki potensi untuk meningkatkan margin operasinya hingga lebih dari 60 persen. Big data menawarkan manfaat yang cukup besar bagi konsumen serta perusahaan dan organisasi.
  10. Penggunaan big data akan berpengaruh ke seluruh sektor kehidupan bisnis.
  11. Akan terjadi pengurangan SDM (talents) dalam organisasi/perusahaan agar dapat mengambil keuntungan dari efisiensi penggunaan big data.
  12. Di sisi lain big data juga mengandung masalah yang harus diatasi, misalnya terkait dengan privasi, keamanan, kekayaan intelektual, dan semacamnya. Organisasi/perusahaan tidak hanya harus menempatkan SDM dan teknologi yang tepat, tetapi juga harus menyusun alur kerja dan insentif untuk mengoptimalkan pemanfaatan big data.

BIG DATA UNTUK DIGITAL OFFICE

Perks (2015) mendefinisikan digital office sebagai kumpulan dari semua alat digital dalam suatu organiasi yang memungkinkan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Alat-alat digital yang dimaksud yaitu internet, komunikasi, email, CRM, ERP, sistem SDM, kalender, dan proses perusahaan yang membantu jalannya fungsi bisnis. Implementasi digital office bagi perusahaan menjadi hal yang penting untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan.

Adapun menurut Igloo (2017, dalam Attaran, et.al., 2019), dunia industri dan kaum akademisi mendefinisikan tempat kerja digital (digital office/workplace) dalam beberapa cara. Dalam penjelasan yang paling sederhana, tempat kerja digial adalah tempat untuk menciptakan koneksi dan menghilangkan hambatan antara orang, informasi, dan proses seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Sumber: Attaran, et.al (2019)

Sementara itu berikut ini adalah karakteristik dari digial office/workplace:

KarakteristikPenjelasan
Relative advantage (Manfaat relatif)Kantor digital dapat meningkatkan loyalitas pengguna dan kepuasan kerja yang dapat mendorong produktivitas dan keuntungan organisasi.
Compatibility (Kesesuaian)Kantor digital dapat memenuhi kebutuhan organisasi dan cocok dengan nilai & sistem yang ada.
Complexity (Kompleksitas)Kantor digital mudah difahami dan digunakan. Selain itu bersamaan dengan operasinya, akan muncul banyak perubahan dari sisi bisnis dan teknikal. Untuk itu kantor digital harus mudah disesuaikan pengoperasiannya.
Trialability (Kemampuan percobaan)Di tahap awal, kantor digital mungkin tampak kurang menjanjikan. Sehingga untuk meminimalisir resiko penolakan dari penggunanya, kita perlu menambahkan prototype. Dengan prototype, kita dapat menghadiran kantor digital. Selain itu kita juga harus dapat mendorong pengguna untuk mau mencoba menggunakannya untuk membuktikan manfaat dari kantor digital tersebut.
Observability (Kemampuan observatif)Kita perlu mendorong organisasi untuk mencoba prototype dan memahami mekanismenya. Sehingga organisasi dapat mengobservasi atau mengecek sendiri manfaat dari kantor digital buat organisasi tersebut.

Sumber: Lestarini, Dinda, dkk. 2015

Digital office dinilai dapat memberikan efisiensi atau mengurangi pemborosan waktu dan biaya operasional organisasi/perusahaan. Menurut IDC (dalam dalam Attaran, et.al., 2019), pemboros waktu di tempat kerja antara lain:

  1. Rapat yang tidak efektif dan mahal. Rata-rata, seorang karyawan tunggal menghadiri 62 rapat per bulan dan menghabiskan lebih dari 30 jam seminggu dalam rapat. Menurut sebuah penelitian, 30-50 persen waktu dalam rapat dianggap sia-sia. Juga sebagian besar peserta rapat mengaku melamun selama pertemuan, sementara lebih dari sepertiganya tertidur. Biaya perusahaan rata-rata $ 9000 per karyawan per tahun (Infocom, 2018).
  2. Mengelola eMail. Seorang pekerja kantor biasa menghabiskan hampir 7 jam per minggu membaca, membalas, dan menyortir melalui email. 33 persen dari waktu ini dihabiskan untuk tugas-tugas yang membuang-buang waktu seperti membaca balasan email dan mencoba mencari email. IDC memperkirakan bahwa rata-rata biaya per karyawan adalah $ 8.000 per tahun.
  3. Mencari Orang dan Informasi. Pencarian orang dan informasi juga mahal untuk perusahaan. Pekerja menghabiskan 2,5 jam per minggu untuk mencari orang dan informasi yang tersebar di seluruh organisasi. Biaya tahunan rata-rata $ 7.000 per karyawan per tahun.
  4. Menciptakan Kembali Pekerjaan. Seorang pekerja kantor biasa menghabiskan hampir 2,5 jam sehari untuk menggandakan pekerjaan yang telah dilakukan. Untuk hal ini biaya yang harus dikeluarkan perusahaan adalah rata-rata $ 5.000 per karyawan per tahun.

Sumber: Attaran, et.al (2019)

Oleh karena itu, dalam rangka untuk membangun jaringan komunikasi yang efektif serta untuk mendukung kolaborasi antar stakeholders perusahaan, maka digital office harus dirancang dengan cermat dan tidak boleh asal-asalan. Hal-hal teknis terkadang menjadi kendala, sehingga staf IT memiliki peran yang sangat sentral.

Alat-alat yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan tempat kerja digital akan sangat bervariasi, tergantung pada fungsi bisnis dan pekerjaannya. Berikut ini adalah beberapa alat software yang dapat digunakan sebagai solusi dalam mengelola kegiatan bisnis secara holistik:

Sumber: Attaran, et.al (2019)

Prinsip-prinsip dan fungsi dari big data sangat perlu diterapkan terhadap organisasi/perusahaan yang memiliki digital office, karena big data mampu mengelola data yang sangat banyak dan beragam untuk menjadi informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini tentunya akan mengurangi cost (biaya) perusahaan.

Kompetisi antar perusahaan kian hari semakin ketat, dan sebagian diantara mereka juga sudah sama-sama menggunakan big data untuk membantu operasi bisnis mereka. Jadi, kemungkinan besar menurut saya di masa yang akan datang big data hanya menjadi instrumen yang niscaya dan hanya merupakan pra-syarat sebuah perusahaan untuk survive di tengah pusaran persaingan. Adapun untuk menjadi perusahaan yang maju (growing), mereka harus mampu beradu kecerdasan dalam menggunakan big data. Sama-sama menggunakan instrumen big data, namun harus lebih cerdas dalam analisa dan penerapan strateginya.

Sebagai contoh, di Indonesia, kita mungkin mengenal banyak perusahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak, atau perusahaan jasa pemesanan tiket seperti Traveloka dan PegiPegi, atau sebuah perusahaan bimbel online yang bernama Ruang Guru (ruangguru.com). Dapat dibayangkan berapa besar volume data yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, mengingat penggunanya (the users) sudah mencapai jutaan orang. Namun, saya meyakini ke depan akan semakin banyak bermunculan perusahaan-perusahaan yang serupa. Mereka semua menggunakan big data. Di saat semuanya sudah menggunakan big data, maka yang dibutuhkan tetap kecerdasan manusia dalam menggunakan instrumen teknologi yang tersedia.

REFERENSI:

Agarwal, R., & Dhar, V. 2014. Big Data, Data Science, and Analytics: The opportunity and

Challange for IS Research. Information Systems Research, 443-448.

Attaran, Mohsen & Attaran, Sharmin & Kirkland, Diane. 2019. The Need for Digital Workplace: Increasing Workforce Productivity in the Information Age. International Journal of Enterprise Information Systems. Volume 15, Issue 1, January-March 2019

Chen, H., Chiang, R. H., & Storey, V. C. 2012. Business Intelligence and Analytics: From Big Data to Big Impact. MIS Quarterly, 1165-1188

Chen, M., Mao, S., & Liu, Y. 2014. Big data: A survey. Mobile Network Application. Pp. 171-209.

De Mauro, Andrea, Greco, Marco & Grimaldi, Michele. What is big data? A consensual definition and a review of key research topics. International Conference on Integrated Information (IC-ININFO 2014), AIP Conf. Proc. 1644, 97-104 (2015)

Lestarini, Dinda, dkk. 2015. A Conceptual Framework of Engage Digital Workplace Diffusion. Conference Paper IEEE

Perks, M. 2015. Everything you need to know but were afraid to ask: the Digital Workplace. Online. https://www.unily.com/media/23747/the-digital-workplace-guide-whitepaper.pdf

Power, D. J. (2014). Using ‘Big Data’ for analytics and decision support. Journal of Decision Systems, 222-228

Riahi, Youssra & Riahi, Sara. Big Data and Big Data Analytics: Concepts, Types and Technologies. International Journal of Research and Engineering, 2348-7852 (P), Vol. 5 No. 9, September-October 2018, PP. 524-528

Pencarian