English
Indonesia

Mahasiswa Matematika dan Pendidikan Matematika UPI Gelar Gathering PROYEKSI 2025

12 Jan 2026 • Humas UPI
Foto bersama peserta Acara Gathering “Tak Hingga” PROYEKSI 2025. Foto: Muhammad Nazaruddin.

UPI, 12 Januari 2026 — Mahasiswa Program Studi Matematika dan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan Gathering “Tak Hingga” sebagai puncak rangkaian PROYEKSI 2025, Sabtu (7/12). Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan SMP Labschool UPI dan diikuti oleh mahasiswa angkatan baru sebagai bagian dari proses kaderisasi.

Gathering PROYEKSI 2025 dirancang sebagai wadah penguatan kebersamaan dan interaksi antar mahasiswa Program Studi Matematika dan Pendidikan Matematika. Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya permainan kelompok (games), penampilan kabaret, serta sesi singing together.

Dokumentasi kegiatan Games, Penampilan Kabaret, dan Singing Together PROYEKSI 2025. Foto: Guntur Fadilah Widiana.

Penampilan kabaret yang dibawakan oleh mahasiswa angkatan 2025 mengangkat tema “Media Sosial”, yang menyoroti pentingnya kehati-hatian dan sikap bijak dalam penggunaan media digital. Sesi singing together menjadi penutup rangkaian kegiatan sebagai sarana relaksasi setelah seluruh tahapan kaderisasi dilalui.

Ketua Pelaksana PROYEKSI 2025, Rizki Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian kaderisasi, tetapi juga mempererat hubungan antarangkatan.

“Kegiatan PROYEKSI 2025 sangat berkesan, mulai dari social project yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar hingga gathering yang mempererat hubungan antarangkatan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan PROYEKSI 2025. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa angkatan baru menjadi pengalaman berharga dalam proses pembelajaran organisasi.

Melalui Gathering “Tak Hingga”, PROYEKSI 2025 diharapkan dapat menjadi sarana penguatan solidaritas serta membangun rasa kebersamaan di lingkungan mahasiswa Program Studi Matematika dan Pendidikan Matematika UPI. (RK)

Kontributor KKIPP/ Syarifah Zahra

Rawan Gempa Sesar Lembang, UPI Edu Action Perkuat Kesiapsiagaan Warga Cigugur Girang

08 Jan 2026 • Humas UPI
Tim UPI Edu Action bersama warga dan aparat Desa Cigugur Girang berfoto bersama usai sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Egy Nursyah Putri)

UPI, 8 Januari 2026 — Tim UPI Edu Action menyelenggarakan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi bagi warga Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, wilayah yang berada di sekitar jalur Sesar Lembang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi.

Sosialisasi yang melibatkan warga dan aparat desa tersebut mencakup pemahaman potensi bahaya gempa, langkah persiapan sebelum bencana, tindakan keselamatan saat gempa terjadi, hingga prosedur pemulihan pascabencana. Materi disampaikan secara komunikatif dan disertai praktik langsung teknik darurat yang dapat diterapkan dalam kondisi nyata.

Peta kemiringan lereng Desa Cigugur Girang yang menjadi salah satu dasar pemetaan potensi kerawanan wilayah dalam rangkaian kegiatan UPI Edu Action 2025. (Foto: Ahmad Fathi Al Jundy)

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi antara pemateri dan warga tetap berlanjut meskipun kegiatan telah selesai dan sempat terkendala hujan. Salah seorang warga RW 01 Desa Cigugur Girang menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut memberikan pemahaman baru terkait kesiapsiagaan bencana.

“Sekarang kami jadi lebih tahu apa yang harus dilakukan kalau terjadi gempa, jadi tidak panik,” ujarnya.

Warga lainnya menilai kegiatan mitigasi gempa ini penting mengingat wilayah Cigugur Girang berada di kawasan rawan seismik.

“Kegiatan seperti ini perlu sering dilakukan supaya warga lebih siap dan waspada,” kata salah satu warga.

Selain sosialisasi gempa bumi, rangkaian program UPI Edu Action di Desa Cigugur Girang juga mencakup pemetaan wilayah berbasis standar Badan Informasi Geospasial (BIG), reboisasi melalui penanaman bibit pohon di area rawan longsor, serta edukasi daur ulang sampah bagi anak-anak. Seluruh program dirancang untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana alam. (RK)

Kontributor KKIPP/ Iqlima Rahma Khairunnisa

BE TALK 2025 Hadirkan Praktisi Industri Kreatif untuk Perkuat Strategi Marketing Digital Mahasiswa UPI

08 Jan 2026 • Humas UPI
Sesi diskusi BE TALK 2025 oleh Hima BESA Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 2025. (Foto: BESA 2025)

UPI, 8 Januari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (BESA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan sejumlah praktisi industri kreatif dalam kegiatan BE TALK 2025 guna membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan strategi marketing, branding, dan content development di era digital. Kegiatan ini digelar di Auditorium Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI, Selasa (30/9).

BE TALK 2025 menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang industri kreatif dan kewirausahaan, yakni Fahrul Fauzi, content creator dari Innovation Heroes; Apina Nahdi, pemilik Kylafood dan Aksen Coffee; serta Azhyra Pinasthika, pemilik Arealama dan mahasiswa Magister Manajemen Universitas Padjadjaran.

Pada sesi pertama, Fahrul Fauzi memaparkan pentingnya strategi pembuatan konten yang relevan dan bernilai bagi audiens. Ia menekankan bahwa konten digital tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sarana membangun kedekatan emosional dengan audiens melalui pendekatan storytelling.

“Konten yang baik bukan hanya informatif, tetapi juga mampu membangun koneksi emosional dengan audiens,” ujarnya.

Sesi selanjutnya diisi oleh Apina Nahdi yang membagikan pengalamannya dalam mengembangkan brand lokal hingga dikenal luas oleh masyarakat. Melalui materi bertajuk From Local to Viral, ia menekankan pentingnya konsistensi dan kreativitas dalam membangun citra merek. Peserta diajak menyusun ide promosi yang aplikatif dan sesuai dengan karakter brand.

Pada sesi terakhir, Azhyra Pinasthika membahas konsep brand identity dan brand story sebagai fondasi utama dalam membangun merek yang kuat. Ia menjelaskan bahwa brand perlu memiliki nilai, karakter, dan cerita yang autentik agar mampu bertahan di tengah persaingan industri kreatif.

Suasana peserta mengikuti kegiatan BE TALK 2025. (Foto: BESA 2025)

Melalui BE TALK 2025, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman praktis mengenai strategi marketing dan branding digital yang dapat diterapkan baik dalam konteks akademik maupun dunia profesional. (RK)

Kontributor KKIPP/ Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis

Inovasi HEATSING Mahasiswa UPI Dorong Pengeringan Singkong Ramah Lingkungan

08 Jan 2026 • Humas UPI
Alat pengering singkong “HEATSING” di Desa Sukamelang, Kabupaten Subang, sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak BEM UPI 2025. (Dok. UPI)

UPI, 8 Januari 2026 — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan alat pengering singkong berbasis energi surya bernama HEATSING (Heating Technology for Singkong) melalui Program Mahasiswa Berdampak BEM UPI 2025. Inovasi ini diterapkan di Desa Sukamelang, Kabupaten Subang, sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal singkong.

Pengembangan HEATSING menjadi puncak rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa yang dirangkaikan dengan seminar hasil serta penyerahan invensi kepada masyarakat desa sebagai aset bersama. Program ini mengusung tema With UPI, Cassava is Gold dan berfokus pada penguatan ekonomi desa melalui teknologi tepat guna.

Ketua Pembimbing PM-BEM UPI, Dr. Selly Feranie, M.Si., menyampaikan bahwa HEATSING merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab permasalahan pascapanen singkong.

“Melalui program ini mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Harapannya, Desa Sukamelang dapat semakin mandiri dengan dukungan teknologi yang tepat guna,” ujarnya.

HEATSING dirancang sebagai alat pengering singkong berbasis energi surya yang tetap dapat beroperasi saat cuaca mendung maupun hujan. Alat ini dilengkapi sistem pemanas otomatis dan baterai penyimpan daya, sehingga proses pengeringan dapat berlangsung lebih stabil, higienis, dan tidak bergantung sepenuhnya pada panas matahari langsung.

Mahasiswa UPI bersama alat pengering singkong HEATSING di Desa Sukamelang, Subang. (Dok. UPI)

Pengeringan dilakukan dalam ruang tertutup dengan bantuan exhaust fan untuk menjaga sirkulasi udara dan mencegah pengembunan. Pengembangan alat ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, mulai dari tahap perancangan hingga perakitan.

Ketua Kelompok Tani Desa Sukamelang, Usep, menyampaikan bahwa kehadiran HEATSING sangat membantu aktivitas petani.

“Kalau dulu hujan turun kami harus buru-buru mengangkat singkong. Sekarang pengeringan bisa tetap berjalan dan hasilnya lebih bersih,” ujarnya.

Selain meningkatkan efisiensi waktu, kualitas singkong hasil pengeringan juga dinilai lebih baik sehingga berdampak pada peningkatan nilai jual produk. Perwakilan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI, Aep, menyebut program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Program ini berkontribusi pada SDGs 1, 2, dan 8, serta mendukung SDGs 9 dan 12 melalui pemanfaatan teknologi dan produksi berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui inovasi HEATSING, mahasiswa UPI menunjukkan peran aktif dalam menghadirkan solusi teknologi yang mendukung kemandirian ekonomi desa dan pembangunan berkelanjutan. (RK)

Kontributor KKIPP/ Muhamad Fathur Rochman Ar-Rosyid

Business Camp 2025 BESA FPEB UPI Dorong Penguatan Jiwa Wirausaha Mahasiswa

08 Jan 2026 • Humas UPI
Peserta Business Camp 2025 berfoto bersama panitia dan pemateri di Villa RD, Bandung, sebagai penutup rangkaian kegiatan, Minggu (30/11).

UPI, 8 Januari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (Business Education Student Association/BESA) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Business Camp 2025 pada 29–30 November 2025 di Villa RD, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis sebagai upaya penguatan kompetensi kewirausahaan.

Mengusung tema “Membangun Pebisnis Muda Kreatif”, Business Camp 2025 dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik kewirausahaan, menumbuhkan kreativitas, serta mendorong lahirnya ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Business Camp 2025 menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan pembekalan kewirausahaan berbasis praktik langsung yang melibatkan alumni Pendidikan Bisnis sebagai pemateri. Program ini diharapkan mampu menjembatani teori yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas dunia usaha.

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan dan sambutan pengurus BESA FPEB UPI, dilanjutkan dengan seminar kewirausahaan yang menghadirkan Amanda Azalia, S.Pd. sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, pemateri membagikan pengalaman serta strategi menghadapi dinamika bisnis, sekaligus menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan angkatan serta presentasi proyek bisnis mahasiswa. Pada sesi ini, peserta mempresentasikan gagasan usaha yang telah dirancang di hadapan mentor dan peserta lainnya sebagai bentuk aktualisasi kreativitas dan kemampuan berpikir bisnis.

Pada hari kedua, Business Camp 2025 menghadirkan talkshow interaktif bertajuk “Build and Bloom – The Business Creation Session” dengan menghadirkan Novti Nurlaila Ramadhanti, S.Pd. sebagai pemateri. Sesi ini membahas strategi pengembangan usaha, inovasi pasar, serta keberlanjutan bisnis melalui diskusi interaktif bersama peserta.

Kegiatan Business Camp 2025 ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta dan panitia, serta sesi dokumentasi bersama seluruh rangkaian kegiatan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis

Pencarian